Claim Missing Document
Check
Articles

Legenda Raja Sumba di Desa Tipang Kecamatan Baktiraja: Kajian Psikologi Sastra Simanjutak, Sadrak; Tampubolon, Flansius; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah unsur-unsur intrinsik dan aspek psikologi tokoh yaitu: id, ego, dan superego, pada tokoh Legenda Raja Sumba di Desa Tipang Kecamatan Baktiraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengguanakan teori kepribadian psikoanalisis Sigmund Freud. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan, yakni: 1. Unsur intrinsik pada Legenda Raja Sumba di Desa Tipang Kecamatan Baktiraja: tema, alur, latar/setting, perwatakan, sudut pandang, dan amanat. 2. Selain itu, penelitian juga menghasilkan struktur kepribadian id, ego, dan superego, yang terdapat pada tokoh Raja Sumba, Sorbadibanua, Raja Sobu, Naipospos, dan Siboru Pareme, dalam Legenda Raja Sumba di Desa Tipang Kecamatan Baktiraja. Dalam legenda Raja Sumba di Desa Tipang Kecamatan Baktiraja ada tokoh Raja Sumba yang menunjukkan kepribadian id, ego, superego. Peran id yang mengepresikan keinginan dan kebutuhan yang mendalam, ego menunjukkan kemampuan untuk berpikir realistis dan dapat di terima secara sosial, dan superego bagian moral dan kepribadian yang mewakili nilai-nilai atau aturan sosial yang di tanamkan melalui pendidikan, lingkungan dan budaya. Superego bekerja sebagai suara hati yang menilai apakah tindakan itu benar.
Ndilo Wari Udan Pada Etnik Batak Karo Kajian : Semiotika Sosial Gultom, Frendy Hendrico; Sinaga, Warisman; Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Ndilo Wari Udan pada Etnik Batak Karo Kajian : Semiotika Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja bentuk symbol, fungsi simbol dan makna simbol yang terdapat pada Ndilo Wari Udan etnik Batak Karo. Ndilo Wari Udan adalah salah satu istilah dalam budaya etnik Batak Karo yang berkaitan dengan tradisi atau kepercayaan masyarakat setempat. Secara harfiah, istilah ini terdiri dari kata "Ndilo" yang berarti "mengundang" atau "memanggil", "Wari" yang artinya "hari", dan "Udan" yang berarti "hujan". Jika digabungkan, Ndilo Wari Udan dapat diartikan sebagai memanggil hujan pada hari tertentu, kegiatan ini dilaksanakan ketika musim kemarau panjang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori semiotika sosial yang dikemukakan oleh Haliday. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan sebanyak 20 bentuk simbol, simbol peralatan sebanyak 8 bentuk dan simbol makanan ada sebanyak 12 bentuk simbol.
Panaek Bungkulan Pada Etnik Batak Angkola/Mandailing: Kajian Kearifan Lokal Gultom, Pelix Gabriel; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Sinaga, Warisman; Purba, Asriaty R.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Panaek Bungkulan Pada Etnik Batak Angkola/Mandailing: Kajian Kearifan Lokal”. Adapun tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pada panaek bungkulan, dan mendeskripsikan nilai kearifan lokal pada panaek bungkulan. Dalam penulisan artikel ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori kearifan lokal yang dikemukakan oleh Robert Sibarani. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan panaek bungkulan yang dimulai dari musyawarah kaum kerabat, megundang pihak dalihan natolu(pihak mora,kahanggi an boru),peletakan batu pertama,mengoleskan santan ke bubungan kayu, membungkus bubungan kayu dengan ulos abit godang, menaikkan bubungan kayu, menaikkan pisang, menaikkan tebu, menaikkan kelapa, menaikkan kundur, menanam pohon pisang, dan makan bersama. Dan terdapat 11 nilai kearifan lokal pada panaek bungkulan yaitu kesopansantunan, kesetiakawanan sosial, komitmen, rasa syukur, kerja keras, disiplin, pelestarian dan kreativitas budaya, dan peduli lingkungan.
Deskripsi Sistem Kekerabatan dan Sapaan Pada Etnik Batak Simalungun Sihotang, Kristina; Sinaga, Warisman; Purba, Asriaty R; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul " Deskripsi Sistem Kekerabatan dan Sapaan Pada Etnik Batak Simalungun’’. Penelitian ini tertuju pada kerabatan dalaman bentuk sistem kekerabatan dan sapaan, fungsi sistem kekerabatan, dan sapaan, dan makna sistem kekerabatan dan sapaan pada etnik Batak Simalungun. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori sosiolinguistik dari Abdul Chaer dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sistem kekerabtan pada etnik Batak Simalungun terjadi karena tiga jalur, yakni : (1) tuturan manorus ‘langsung’ (2) tuturan holmouan ‘kelompok’ (3) tuturan natipak ‘kehormatan’. Bentuk sapaan pada etnik Batak simalungun ada 6, yaitu (1) bentuk sapaan dalam hubungan kekerabatan, (2) bentuk sapaan kepada orang yang lebih tua di luar hubungan kerabat, (3) bentuk sapaan sebaya di luar hubungan kerabat, (4) bentuk sapaan kepada orang yang lebih muda, (5) bentuk sapaan kata ganti, dan (6) bentuk sapaan nama marga. Fungsi sistem kekerabatan pada etnik Batak Simalungun, yakni: (1) menentukan peran sosial dan status, (2) regulasi pernikahan dan keluarga, (3) warisan dan keturunan, (4) hubungan sosial, dan (5) identitas budaya. Fungsi sapaan pada etnik Batak Simalungun ada 5, yaitu: (1) memberi perhatian lawan bicara, (2) mempersantun bahasa (3) mempertegas lawan bicara (4) menambah keakraban, dan (5) mempertegas identitas. Makna dari sistem kekerabatan pada etnik Batak Simalungun adalah sebagai landasan utama yang mengatur hubungan sosial, identitas, dan peran individu dalam masyarakat. Makna sapaan pada etnik Batak Simalungun ada 5, yaitu: (1)penegasan hierarki sosial, (2) penghormatan kekerabatan, (3) penerapan etika dan adat, (4) penyesuaian dengan konteks sosial, dan (5) makna budaya dan simbolis.
Psikosastra Legenda Pangulu Balang Pada Masyarakat Batak Toba di Desa Huta Godang Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara Tambunan, Wati; Damanik, Ramlan; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Legenda yang ada di Desa Huta Godang, Kecamatan. Muara, Kabupaten. Tapanuli Utara. Pendeskripsian legenda Pangulu Balang dengan menggunakan kajian psikosastra berdasarkan teori Sigmund Freud. Adapun unsur intrinsik yang di dapat dari legenda ini adalah tema, alur, latar, tokoh dan penokohan, sudut pandang, dan amanat serta id, ego, superego. Serta keperibadian tokoh yaitu, empati, emosional, bersifat keras, tidak tenang, suka menolong, pantang menyerah, ingatan baik, teliti, muda mengerti, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini tentang sejarah Legenda Pangulu Balang dalam masyarakat. Dalam legenda maupun dalam masyarakat masing-masing memiliki struktur yang menjaga sistem yang selalu seimbang untuk menjaga untuk menjaga kenyamanan masyarakat. Legenda ini menceritakan sebuah patung Pangulu Balang yang merupan sebuah patung penjaga kampung dan antar marga, demi kenyamana masyarakata yang ada di kampung tersebut patung ini menjadi penolong bagi masyarakat yang ada di Desa Huta Godang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Legenda Pangulu Balang juga memberikan nilai yang positif bagi masyarakat serta mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan segala hal didalam kampung tersebut.
Leksikon -Leksikon dalam Permainan Tradisional Simalungun : Kajian Ekolinguistik Purba, Asriaty R; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan leksikon-leksikon yang terdapat dalam permainan tradisional masyarakat Simalungun. Melalui pendekatan ekolinguistik, penelitian ini menganalisis hubungan antara bahasa dan lingkungan sosial budaya masyarakat Simalungun yang tercermin dalam permainan tradisional. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan adalah teknik catat merujuk pada metode yang dikemukakan oleh Sudaryanto ( 1993). Adapun teori yang digunakan adalah teori Chaer yang mengatakan bahwa dalam leksikon terdapat beberapa kelas kata kerja yaitu kata benda,kata sifat dan kata bilangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon dalam permainan tradisional Simalungun tidak hanya sebatas kata, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, pengetahuan lokal, dan kearifan lokal masyarakat Simalungun. Hasil penelitian ini ditemukan 29 leksikon dalam 9 permainan tradisional masyarakat Simalungun.
Legenda Hau Sisada-Sada di Desa Tapian Nauli Tolu : Kajian Folklor Silaban, Robin M; Herlina, Herlina; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Tampubolon, Flansius
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Legenda Hau Sisada-sada di Desa Tapian Nauli : Kajian Folklor”, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dan fungsi dari legenda Hau Sisada-sada. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian lapangan dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori struktur yang dikemukakan oleh Nurgiantoro dan Teori fungsi yang di kemukakan oleh W.R Bascom. Tema dalam legenda ini adalah “Cinta terlarang”. Seorang raja yang jatuh cinta kepada seorang perempuan yang masih ada ikatan keluarga. Alur yang digunakan dalam legenda ini adalah Alur maju mundur. Latar/setting yang terdapat pada legenda yaitu: Latar tempat meliputi: Desa Parpatihan Kecamatan Sipahutar, Parembasan Aek Nauli Parpatihan, Harangan (hutan), . Latar waktu yaitu: Pada tahun 1600, pada zama dahulu dan malam hari. Perwatakan dalam legenda Hau Sisada-sada yaitu: Pangumban Bosi Simanjuntak (Patuh terhadap adat istiadat), Sarmina Gokmauli (Keras kepala), Raja Padoha Manalu (Suka memaksakan kehendak), Ompung Parmoncat Babiat (Baik), Marga Sembiring (Mementingkan diri sendiri). Sudut pandang yang digunakan penulis adalah sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa menggunakan gaya bahasa Sarkasme yaitu gaya bahasa yang bersifat menyakiti hati, kasar, dan keras. Amanat dalam legenda Hau Sisada-sada yakni: Jangan terlalu memaksakan kehendak, Pentingnya memastikan sebuah tindakan karena jika ceroboh akan menimbulkan malapetaka. Fungsi folklor dari legenda Hau Sisada-sada yaitu: Sebagai sistem proyeksi, Sebagai alat pendidikan, Alat penekan atau pemaksa perilaku masyarakat dan pengendalian masyarakat
Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Ibana Manang Ahu Karya Anak Pakkat: Kajian Pragmatik Simbolon, Marta Enjelina; Tampubolon, Flansius; Sinaga, Warisman; Sinulingga, Jekmen; Purba, Asriaty R
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat pada percakapan dalam film Ibana Manang Ahu karya Anak Pakkat dan Mendeskripsikan fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Ibana Manang Ahu karya Anak Pakkat. Metode Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah data tulis yang berupa tuturan-tuturan didalamnya terdapat bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi. Metode simak dalam penelitian ini menggunakan metode lainnya berupa metode atau teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis dialog maka disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur yang paling dominan adalah tindak tutur direktif dan fungsi paling dominan adalah fungsi meminta dan mengajak. Temuan ini mencerminkan variasi cara karakter berkomunikasi dalam berbagai konteks social dan emosional yang tercermin dalam film, yang memperkaya pemahaman tentang peran tindak tutur dalam kontruksi naratif dan interaksi antartokoh. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Ibana Manang Ahu memainkan peran penting dalam menciptakan dinamika percakapan dan pengembangan karakter, serta mengungkap beragam tujuan komunikatif dalam interaksi tokoh-tokoh di dalamnya.
" Upaya Membina Keharmonisan dan Tinggalkan Perundungan (Bullying)" dalam Penyuluhan bagi Siswa Sekolah Dasar 091323 di Desa Merek Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Sinaga, Warisman; Damanik, Ramlan; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Tampubolon, Flansius; Purba, Asriaty R; Mulyani, Rozanna; Naiborhu, Torang; Fadlin, Fadlin; Sibarani, Tomson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini mengkaji upaya pencegahan bullying melalui program penyuluhan yang komprehensif di Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya. Program ini melibatkan siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif. Dengan menggabungkan kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan sosial, dan dukungan psikologis, diharapkan dapat tercipta suasana sekolah yang harmonis dan bebas dari bullying." Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program penyuluhan yang melibatkan seluruh komponen sekolah dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa. Penelitian ini bertujuan juga untuk mengukur efektivitas program penyuluhan dalam membina keharmonisan dan mencegah bullying di kalangan siswa Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya, Kabupaten Simalungun. Melalui pendekatan yang menekankan pada pembentukan karakter positif, empati, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif, diharapkan siswa dapat membangun relasi yang sehat dan menghindari perilaku perundungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, role-playing, dan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sikap positif siswa terhadap teman sebaya serta penurunan insiden bullying. Sekolah Dasar 091323 Desa Merek Raya menjadi sasaran penelitian ini dengan fokus pada pencegahan bullying. Program penyuluhan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pembentukan kelompok dukungan sebaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif semua pihak sangat penting dalam menciptakan perubahan positif dan mengurangi kejadian bullying di sekolah."
Paebathon Pahompu Pada Etnik Batak Toba: Kajian Tradisi Lisan Pasaribu, Friska Yulianti; Sinaga, Warisman; Purba, Asriaty R; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Paebathon Pahompu Pada Etnik Batak Toba : Kajian Tradisi Lisan”. Paebathon pahompu merupakan sebagian dari tradisi yang ada di masyarakat Batak Toba. Kegiatan ini merupakan memperkenalkan atau mendekatkan diri kepada keluarga dan kerabat dari pihak keluarga ibu. Penelitian ini tertuju pada performansi, teks, ko-teks, dan konteks dalam paebathon pahompu, nilai yang ada dalam tradisi lisan paebathon pahompu, beserta norma yang terdapat pada tradisi lisan paebathon pahompu. Teori yang diterapkan guna menganalisis data dalam penelitian ini mengacu pada teori tradisi lisan yang diajukan melalui Robert Sibarani, berdasarkan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini meliputi : performansi terdiri dari 3, yakni (1). teks yaitu teks verbal dan teks non-verbal pada paebathon pahompu, (2). Ko-teks dalam paebathon pahompu terdapat 4 unsur ko-teks, yaitu unsur paralinguistik, unsur kinetik, unsur proksemik, dan unsur material, dan (3) konteks yaitu konteks sosial budaya, konteks situasi, dan konteks ideologi yang terdapat pada paebathon pahompu. Terdapat 7 nilai dalam tradisi lisan paebathon pahompu yaitu : (1) nilai kejujuran, (2) nilai kesetiakawanan sosial, (3) nilai komitmen, (4) nilai pikiran positif, (5) nilai kerja keras, ( 6) nilai disiplin, dan (7) nilai gotong royong. Norma dalam tradisi lisan paebathon pahompu terdapat 5, yaitu: (1) norma penghormatan, (2) norma kesopansantunan, (3) norma kewajiban, (4) norma pendidikan dan, (5) norma pewarisan adat.