Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : FASHLUNA

POLA PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSEPEKTIF PESANTREN Idhar, Idhar
Fashluna: Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol 1 No 01 (2020)
Publisher : Prodi PGMI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.182 KB) | DOI: 10.47625/fashluna.v1i01.219

Abstract

Apabila ditilik secara sepesifik bahwa kerisis multi dimensi yang melanda Indonesia sebernanya bersumber pada menurunnya kualitas akhlak. Bila melihat kejadian-kejadian negatif yang melibatkan pelajar di Indonesia, misalnya saja tawuran antar pelajar yang tak kunjung usai, narkoba, bahkan kasus video mesum. Hal tersebut terjadi karena hilangnya nilai-nilai moralitas yang luntur akibat kurangnya kepedulian sekolah. Pesantren merupakan lembaga pendidik, tidak hanya mendidik para santri ilmu agama, melainkan juga membekalinya dengan akhlak yang menjadi karakter khas dari seorang santri. Tidak berlebihan ketika pesantren dikatakan sebagai sumber pendidikan karakter untuk menjawab persoalan bangsa. Kasus yang banyak terjadi pada siswa ialah karena kurangnya pendidikan karakter pada diri mahasiswa. Ciri khas pesantren dan sangat sulit ditiru oleh lembaga pendidikan lainnya adalah kuatnya penanaman akhlak-akhlak terpuji. Label ‘santri’ pun secara dzahir telah identik dengan keshalehan, baik itu secara individu maupun sosial. Hal ini wajar, karena pembiasaan aplikasi akhlak terpuji telah mendarah daging dalam dunia pendidikan pondok pesantren. Kyai sebagai sentral figur di dalamnya memberikan uswah dan qudwah hasanah dalam pendidikan akhlak. Karena penanaman akhlak lebih mengena dengan perbuatan daripada penjejalan materi di dalam kelas, maka pendidikan akhlak di pondok pesantren sangat mengena di benak para santrinya. Itu pulalah ternyata yang menginspirasi Kemendiknas untuk memasukan unsur-unsur pendidikan karakter di sekolah-sekolah, yang diakui terinspirasi dari pendidikan akhlak pondok pesantren. Tujuan dari pendidikan ialah meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang (Pasal 31 ayat 3) Dalam pasal ini dijelaskan bahwa tujuan dari pendidikan di Indonesia adalah bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia pada pelajar pada realitanya seperti jauh api dari panggang. Sistem pengajaran yang diberikan sekolah terhadap siswanya sebagian besar ialah hanya berorientasi kepada kecerdasan intelektual semata (intelegensia) sedangkan penanaman nilai-nilai karakter (character education) pada diri siswa sangat kurang sekali. Dalam tulisan ini saya membahas tentang bahasan mengenai pola pendidikan di pesantren, dan juga penanaman nilai-nilai dalam menuntut ilmu
KONSEPTUALISASI PEMBINAAN SHALAT BERBASIS PEMBANGUNAN KRAKTER PESERTA DIDIK Idhar, Idhar
Fashluna: Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol 1 No 02 (2020)
Publisher : Prodi PGMI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.735 KB) | DOI: 10.47625/fashluna.v1i02.278

Abstract

Konsep Pembinaan Shalat peserta didik merupakan cara untuk menampung dan membangun dorongan positif, sehingga seorang akan memperoleh suatu keseimbangan antara pemikiran dan alam nyata. Shalat adalah tempat penampungan diri suatu dorongan energy yang tinggi dari seseorang yang bejuang sebgai khalifah yang berfungsi sebagai petugas yang memakmurkan bumi (ibadah) Di samping itu, tujuan pembinaan shalat yaitu untuk membangun krakter peserta didik atau dengan kata lain adalah agar peserta didik bisa mengimbangkan dan menyelarskan pikiran dan pelaksanaan, shalat juga merupakan mekanisme yang bisa menambah energy baru yang terakumulasi sehingga menjadi suatu kumpulan dorongan dorongan dahsyat untuk segera, berkarya beribadah dan mengaplikasi pemikiran kedalam alam realita. Energy ini akan merubah menjadi perjuangan nyata dalam menjalankan misi sebagai rahmatan lilalamin. Shalat akan menghasilkan suatu sumberdaya manusia yang diilhami “cahaya tuhan” yang akan turut berperan untuk menerangi bumi. Hal itu senada dengan tujuan dari pendidikan ialah meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang (Pasal 31 ayat 3) Dalam pasal ini dijelaskan bahwa tujuan dari pendidikan di Indonesia adalah bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia pada pelajar pada realitanya seperti jauh api dari panggang. Sistem pengajaran yang diberikan sekolah terhadap pesera didiknya sebagian besar ialah hanya berorientasi kepada kecerdasan intelektual semata (intelegensia) sedangkan pembangunan nilai-nilai karakter pada diri pada peserta didik sangat kurang sekali.
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN AKHLAK ANAK USIA DINI DI DESA SORO Idhar, Idhar
FASHLUNA Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Prodi PGMI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fashluna.v4i1.458

Abstract

This study uses a descriptive qualitative study which aims to determine the role of housewives in realizing early childhood moral education in Soro Village, Bima Regency. Data collection through several ways, namely: observation, interviews and documentation. The results of this study found that the role of housewives in terms of early childhood moral education in Soro Village was to continue to add religious insight to housewives as early educators for children. Furthermore, in the process of educating, housewives in Soro Village make use of local wisdom values ​​as an educational strategy. The factors that influence moral education by housewives in Soro Village can be divided into two, namely the factor of the shaman and the inhibiting factor. For supporting factors; instinctively hereditary educational experience, big soul and high aspirations, feeling of loving and being loved. While the inhibiting factor is the family's economic problems.
REVITALISASI PENDIDIKAN DASAR BERBASIS NILAI ISLAM: MEWUJUDKAN GENERASI CERDAS DAN BERAKHLAK Idhar, Idhar
FASHLUNA Vol 5 No 2 (2024): September
Publisher : Prodi PGMI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fashluna.v5i2.810

Abstract

This study examines the revitalization of elementary education based on Islamic values to shape intelligent and virtuous generations. Elementary education plays a fundamental role in building the foundation of knowledge, skills, and values that will influence individuals' lives in the future. In this context, the integration of educational sciences and Islamic values emerges as a potential approach to create a holistic educational system that combines intellectual intelligence with the development of noble character. This research employs a literature review method by analyzing various studies related to the application of Islamic values in elementary education. The findings indicate that such integration can strengthen students' spiritual character, enhance curriculum relevance, and prepare a generation ready to face global challenges without losing their moral identity. Islamic values such as tauhid (monotheism), tawadhu’ (humility), and social justice are implemented in the educational process to cultivate individuals who excel not only academically but also possess social commitment and personal integrity. The study also identifies challenges in implementing this integration, such as cultural resistance and resource limitations, which require collaboration among stakeholders. This research recommends the inclusive application of a curriculum based on Islamic values to ensure relevant and sustainable education in shaping a future generation that excels both intellectually and morally.