Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Edukasi IPS

Kolaboratif Pengelolaan Candi Borobudur dalam Penanggulangan Bencana Gunung Merapi Pratikno, Hendro; Kurniadi, Anwar
Edukasi IPS Vol. 5 No. 1 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.1.01

Abstract

Mount   Merapi   is   one   of   the   most   active   volcanoes   in   Indonesia,   which   is administratively located in Sleman Regency and Magelang Regency in the Central Java Province. The Borobudur Heritage Conservation Center in Magelang Regency does not yet have a  tandard Operating  Procedure  (SOP)  for  cleaning  the  temple  from  volcanic  ash, and  not  clear  who  is  the responsibe for it. If the condition is allowed, I could be bad impact on the safety and preservation aspects. The  purpose  of  this  study  was  to  know  how  far  the  collaboration  among  stakeholder  in managing of the Borobudur temple. This study usedqualitative research methods withdescriptive design. The  results  showed; 1)   dialog among stakeholders didn’t find the solution; 2) buliding trust  with  making  program  Twin  Villages  espescially  among  villages  that  impacted  by  Merapi Mount eruption; 3) commitment to made program of structural anda non structural mitigation and also  preparedness;  4)  sharing  understanding  with  making  communication and  collaboration  and synergizing  well  patterned  ;  5)  temporary  result  of  the  distribution  of  authority  was  still  not optimal  so  that  it  was  impotant  to  make  new  official  regulation.   Theconclusian  showed thecollaboration  among  stakeholders  were  still  not  optimal  so  it  needed  to  make  new  offiscial regulation. Recomendation was to among manager stakeholders make it round table to determine new regulation on ministeri level as well as field level (Standard Operational Procedure/SOP).
Peran Peran Profesi Perawat dalam Penanggulangan Bencana di Indonesia Kurniadi, Anwar
Edukasi IPS Vol. 5 No. 2 (2021): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.005.02.06

Abstract

Nurse can participate actively in disaster management in Indonesia, because much in numbers and have ability to help victims of disaster. The purposed of study were to know the reason and contribution of the role of nurses’s profession in facing disaster management. Method of the study was literature review, that supported by books, journal national, international, and other online media. Results and Discussion showed that: 1) Scientific reason become team of disaster management were showing the existng of strong nursing leadership, nurses were able to apply nursing care exactly and nurse have commitment to maintain the high quality of nursing care; 2) Contribution of nurses’s role could apply after joint to basic disaster management training, like at pre events stage participate in preparedness and mitigation training; at event stage could apply emergency care, become evacuation team, and health care system team, at post event stage providing healthcare and emergency care; evacuation team, and consultant and education. Conclusion: 1) The reasons of nurse’s profession were reflecting  of strong nursing leadership, applied nursing care exactly, and maintain high quality of nurisng care; 2) Contribution of  nurse’s role could apply at pre event stage, at event stage and post event stage in order to disaster anagement in Indonesia.   Abstrak Perawat dapat berperan aktif dalam penanggulangan bencana di Indonesia karena jumlahnya banyak dan memiliki kemampuan untuk menolong korban bencana. Tujuan penelitian adalah mengetahui alasan dan kotribusi peran profesi perawat dalam menghadapi penanggulangan bencana. Metode penelitian adalah kajian literatur, pengolahan data didukung dari buku, jurnal nasional dan internasional serta media publikasi online lainnya. Hasil dan diskusi  adalah: 1) Alasan ilmiah untuk menjadi bagian dari tim penanggulangan bencana adalah  menunjukkan adanya kepemimpinan keperawatan yang kuat, perawat harus tetap mampu menerapkan proses keperawatan dengan tepat, dan  perawat tetap berkomiten menjaga kualitas asuhan keperawatan; 2) kontribusi peran perawat dapat diterapkan setelah ikut pelatihan dasar manajemen bencana, seperti pada tahap pra bencana ikut berperan dalam pelatihan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana; pada saat bencana, memberi pelayanan darurat, menjadi tim evakuasi dan tim pelayanan kesehatan; dan pada pasca bencana, memberi pelayanan umum dan darurat, tim evakuasi, serta konsultasi dan edukasi. Simpulannya; 1) Alasan penerapan peran perawat untuk merefleksikan  kepemimpinan keperawatan yang kuat, tetap melakukan asuhan keperawatan dengan tepat dan menjaga pelayanan keperawatan yang berkualitas; 2) Kontribusi peran perawat dapat diterapkan pada tahap pra bencana, pada saat bencana, dan pada tahap pasca bencana, dalam rangka penanggulangan bencana di Indonesia.
National Agency For Counter-Terrorism Strategy In Preventing The Threat Of Violent Extremism To Support The National's Defense Nugraha, Cahya Agung; Kurniadi, Anwar
Edukasi IPS Vol. 6 No. 1 (2022): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.006.01.03

Abstract

Violent extremism is an asymmetric threat that can have an impact on the country's defense in Indonesia. The Strategy of BNPT is one of the efforts to prevent the problem. The aim of the study is to analyze the strategy of BNPT in preventing the threat of violent extremism as well as its synergy with ministries and institutions to support the country's defense. The method used in this study is a qualitative method by deepening from various sources on the national action plan to prevent violent extremism by BNPT. The theories used are defense concept theory, strategy theory, synergy theory, threat theory, violent extremism theory. The results of this study show that the strategy of BNPT aims to improve the protection of the right to the security of citizens from violent extremism through the establishment of Sekretariat Bersama and the Pokja Pilar I, II, III and Tematik Teams as a means to carry out violence extremism prevention actions through cooperation with ministries, institutions, and local governments. Synergy with Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan through aligning the objectives of each ministry so as to obtain appropriate policies through the release of a guidebook on preventing radicalism and violent extremism in the environment of state-owned enterprises and private companies. On the other hand, synergy with Kementerian Agama Affairs through grounding religious moderation on social media, providing training to Islamic Religious Extension (PAI) and supporting deradicalization programs. Finally, with Kementerian Komunikasi dan Informatika through a creative campaign on social media with BNPT media, namely the Pusat Media Damai   Abstrak Ekstremisme kekerasan merupakan ancaman asimetris yang dapat memberikan dampak terhadap pertahanan negara di Indonesia. Strategi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menjadi salah satu upaya dalam mencegah permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dalam mencegah ancaman ekstremisme kekerasan serta sinerginya dengan kementerian dan Lembaga guna mendukung pertahanan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan pendalaman dari berbagai sumber mengenai rencana aksi nasional pencegahan ekstremisme kekerasan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Teori yang digunakan adalah teori konsep pertahanan, teori strategi, teori sinergi, teori ancaman, teori ekstremisme kekerasan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bertujuan untuk meningkatkan perlindungan hak atas rasa aman warga negara dari ekstremisme kekerasan melalui pembentukan Sekretariat Bersama serta Tim Pokja Pilar I,II,III dan Tematis sebagai sarana untuk melakukan aksi pencegahan ekstremisme kekerasan melalui kerjasama dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan melalui menyeleraskan tujuan masing-masing kementerian sehingga mendapatkan kebijakan yang sesuai melalui merilis buku panduan pencegahan radikalisme dan ekstremisme kekerasan di lingkungan badan usaha milik negara dan perusahaan swasta. Di sisi lain, sinergi dengan Kementerian Agama melalui membumikan moderasi beragama di media sosial, memberikan pelatihan kepada Penyuluh Agama Islam (PAI) serta mendukung program deradikalisasi. Terakhir, dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui kampanye kreatif di media sosial bersama media BNPT yaitu Pusat Media Damai.