Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan Self Esteem Ibu Dengan Status Gizi Anak Stunting Di Desa Lumut Dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah Arami, Melia Ayu; Saputra, Mahruri; Malem, Rehmaita; Riansyah, Ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ncytvn96

Abstract

Stunting merupakan sebuah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, yang mengakibatkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi yang memadai dalam jangka waktu yang lama.Berdasarkan pada buku (Alligood, 2017) menjelaskan bahwa konsep diri/harga diri (self esteem) akan berpengaruh untuk ibu mencapai perannya menjadi seorang ibu. Jika ibu telah mencapai perannya menjadi seorang ibu, anak yang di rawatnya akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Self Esteem Ibu dengan Status Gizi Anak Stunting di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, pada tanggal 04 Juni 2024 dengan total sampel diambil dari seluruh populasi yang berjumlah 39 orang. Adapun instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur self esteem dan timbangan berat badan untuk mengukur status gizi. Hasil uji penelitian menggunakan uji chi square didapatkan pada self esteem dan status gizi (0.05) dengan nilai p yang diperoleh sebesar (0.000). Karena nilai (p) lebih kecil dari nilai (a) maka H1 diterima. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada hubungan antara self esteem Ibu dengan status gizi anak dengan nilai p value 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara self esteem Ibu dengan status gizi anak stunting di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah.  
Perbandingan Relaksasi Benson Dan Tarik Napas Dalam Dengan Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Penderita Hipertensi Pada Lansia Di Desa Pasie Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Jannah, Miftahul; Malem, Rehmaita; Saputra, Mahruri
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/47759p89

Abstract

Penanganan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi (obat-obatan) maupun secara non farmakologi. Penanganan non farmakologi yang dapat dilakukan secara mandiri dan murah dalam upaya menjaga kestabilan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Beberapa penelitian menunjukkan pendekatan non farmakologi yang dapat mengurangi hipertensi diantaranya adalah akupresur ramuan cina, terapi herbal, relaksasi nafas dalam, aroma terapi, terapi musik klasik, meditasi, pijat, terapi relaksasi otot progresif (progressive muscle relaxation dan biofeedback. Tujuan penelitian ini Perbandingan Relaksasi Benson dan Tarik Napas Dalam dengan Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Penderita Hipertensi Pada Lansia Di Desa Pasie Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Metode penelitian ini yang digunakan adalah quasy eksperiment design dengan menggunakan rancangan Pre and post test without control (control diri sendiri) pada desain ini peneliti hanya melakukan intervensi pada dua kelompok dengan perbandingan dengan jumlah sampel 45 responden. hasil uji Independen T Test diperoleh nilai sig (2-tailed) = 0,000  < 0,05, yang artinya bahwa ada perbedaan rata-rata nilai kelompok Terapi Nafas dalam dengan kelompok Terapi Benson, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Terapi Nafas Dalam Lebih Efektif daripada Terapi Benson terhadap penurunan Hipertensi. Diharapkan agar penelitian ini bisa menambah wawasan yang nantinya akan dapat dipraktikan oleh diri sendiri dan mahasiswa mengenai Efektifitas Terapi benson dan Nafas Dalam  terhadap penurunan hipertensi pada lansia.
Sosialisasi Penggunaan Jamban Untuk Mencegah Penyakit Menular TBC di Desa Atong Aceh Besar Ferdi Riansyah; Mhd Hidayattullah; Taufiq Karma; Gadis Halizasia; Mahruri Saputra; Fitria Fitria; Ristiani Ristiani; Reka Julia Utama; Mira Fajira
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3s9b0019

Abstract

Sanitasi yang buruk masih menjadi penyebab utama terjadinya berbagai penyakit menular di wilayah pedesaan. Banyak masyarakat belum memahami hubungan antara perilaku buang air besar sembarangan dengan penyebaran penyakit, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya penggunaan jamban yang layak dan sehat. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sanitasi dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, remaja, dan tokoh masyarakat. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur perubahan pengetahuan. Sebelum sosialisasi, hanya 33% peserta memiliki pemahaman yang cukup baik terkait sanitasi dan penularan penyakit. Setelah kegiatan, 87% peserta mampu menjawab dengan benar pertanyaan mengenai fungsi jamban dan bahaya buang air besar sembarangan. Selain itu, sebanyak 70% peserta menyatakan kesediaan untuk menggunakan atau membangun jamban sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat terhadap perilaku hidup bersih. Pelatihan lanjutan tentang pembuatan jamban sederhana dari bahan lokal sangat dianjurkan untuk keberlanjutan perubahan perilaku.
Comparison of Counter Pressure Massage and Hegu Point Cold Compress on Active Phase I Labor Pain Reka Julia Utama; Ummu Aiman; Mahruri Saputra; Ferdi Riansya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4475

Abstract

Labor pain can cause it weakness of the uterine muscles, obstruction of the birth canal and increased maternal anxiety. Anxiety can produce catecholamine hormones that cause tension in the pelvic muscles and affects the mother's pushing force during childbirth so that the pain increases and lengthens the delivery time increases the risk of maternal and fetal death. The purpose of this research is to determine the comparison of counter pressure massage (CPM) and Hegu point cold compresses for labor pain during the 1st active phase. The research method uses a randomized control trial design with two group pretest-posttest plan. Population in this study namely mothers who will give birth in the active phase of the 1st stage with the number of samples A total of 126 people were divided into 2 groups each CPM treatment and cold compresses will be given to the Hegu point. The measuring instruments used are the numerical pain rating scale (PNRS) and pain level recording sheets which have been proven valid and reliable, and have been widely used to measure pain levels. The analysis that will be used is univariate and bivariate analysis paired t test and independent t test. The results of the study showed that there was a difference in the intensity of labor pain during the first active phase before and after counter pressure massage (p=0.000) and cold compress at the hegu point (p=0.000). And there was no difference in the intensity of pain during the first active phase of labor between the counter pressure massage and cold compress groups in the Hegu point group (p=0.546>0.05). Cold compress counter pressure massage on the Hegu point is effective in reducing pain in the first stage of labor and counter pressure massage and cold compresses on the Hegu point group are equally effective in reducing labor pain.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PARITAS TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM MELAKSANAKAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PMB ERNIATI Reva Afdila; Mahruri Saputra
Getsempena Health Science Journal Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v2i1.2090

Abstract

Antenatal care (ANC) merupakan suatu komponen dalam pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk meminimalkan serta menurunkan tingkat AKI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan paritas terhadap kepatuhan ibu hamil trimester III dalam melaksanakan kunjungan antenatal care di PMB Erniati, Amd.Keb Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain studi “cross sectional”, dengan sampel sebanyak 35 orang dari total sampling yaitu seluruh ibu hamil trimester III yang ada di PMB Erniati, Amd.Keb Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 sampai dengan 22 Agustus 2022 dengan metode pengukuran penyebaran kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan analisa univariat dan bivariat yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil analisis univariat diperoleh bahwa tingkat pengetahuan ibu sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 51%, paritas ibu sebagian besar berada pada kategori multipara sebanyak 57% dan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam melaksanakan kunjungan antenatal care (ANC) sebagian besar berada pada kategori tidak patuh sebanyak 71% sedangkan hasil analisis bivariat diperoleh bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam melaksanakan kunjungan antenatal care (ANC) dengan nilai p value sebesar 0.001 dan terdapat hubungan bermakna antara paritas dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam melaksanakan kunjungan antenatal care (ANC) dengan nilai p value sebesar 0.000. Diharapkan kepada ibu hamil agar dapat menambah informasi dan pengetahuan mengenai hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu dalam persalinan.
PERBANDINGAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI DENGAN TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI Heriyanda Heriyanda; Mardhatillah Mardhatillah; Mahruri Saputra
Getsempena Health Science Journal Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v2i2.2253

Abstract

Postoperative appendectomy experience pain due to surgical wound surgery. Someone who experiences pain will have an impact on daily activities such as fulfilling the need for sleep rest. The finger grip technique is a combination of deep breathing relaxation and grasping the fingers using a relatively short time. The sensation that is felt when doing this technique gives a feeling of comfort, is more relaxed so that it can free mentally and physically from stress tension so that it can increase tolerance to pain. The purpose of this study was to determine the comparison between the finger grip relaxation technique and the Benson relaxation technique on reducing pain in postoperative appendectomy patients at dr. Zubir Mahmud Aceh Timur in 2022. The research method is a quasi-experimental or quasi-experimental research with a pre-test and post-test to group without control research design with a cross-sectional approach. Based on the Wilcoxon statistical test, there is a difference between the comparison of finger grip relaxation techniques and Benson relaxation on pain reduction in appendectomy patients. For finger grip relaxation, a significant value = 0.000 (p≤ 0.05). It can be concluded that there is a difference before and after finger grip relaxation. Furthermore, for Benson relaxation, a significant value = 0.000 (p ≤ 0.05). It can be concluded that there is a difference before and after the Benson relaxation is carried out. Thus it can be concluded that H0 is rejected and H1 means that there is a difference in the administration of the Finger Grip Relaxation Technique with the Benson Relaxation Technique for Reducing Pain in Post Appendectomy Surgery Patients in 2022. It is hoped that the nurse on duty in the operating room of dr. Zubir Mahmud, East Aceh District in order to be able to apply finger grip relaxation techniques and benson relaxation techniques to reduce pain in postoperative appendectomy patients. Abstrak Post operasi appendiktomi mengalami nyeri akibat bedah luka operasi. Seseorang yang mengalami nyeri akan berdampak pada aktivitas sehari-hari seperti pemenuhan kebutuhan istirahat tidur. Tekink genggam jari merupakan kombinasi antara relaksasi nafas dalam dan genggam jari-jari tangan mengunakan waktu yang relative singkat. Sensasi yang dirasakan ketika melakukan teknik ini memberikan perasaan nyaman, lebih rileks sehingga mampu membebaskan mental dan fisik dari ketegangan stress sehingga dapat meningkatkan toleransi terhadap nyeri . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara teknik relaksasi genggam jari dengan teknik relaksasi benson terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi apendiktomi di RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur tahun 2022. Metode Penelitian ini adalah penelitian penelitian eksperimen semu atau quasi eksperimen dengan desain penelitian pre-test and post test to group witthout control dengan pendekatan cross sectional.Berdasarkan uji statistik Wilcoxon ada perbedaan antara perbandingan teknik relaksasi genggam jari dengan relaksasi benson terhadap penururunan nyeri pada pasien apendiktomi.yait untuk relaksasi genggam jari nilai signifikan = 0,000 (p≤ 0,05) dapat disimpulkan ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi genggam jari. Selanjutnya untuk relaksasi benson nilai signifikan =0,000 (p ≤ 0,05) dapat disimpulkan ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi benson. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan H0 ditolak dan H1 artinya ada perbedaan pemberian Teknik Relaksasi Genggam Jari Dengan Teknik Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Apendiktomi Tahun 2022. diharapakan kepada perawat yang bertugas di ruang bedah RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur agar dapat menerapkan tenknik relaksasi genggam jari dan teknik relaksasi benson terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi apendiktomi.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI DAN KECEMASAN SAAT PEMASANGAN INFUS PADA ANAK DI RSUD dr.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Ilyas Ilyas; Mahruri Saputra; Gadis Halizasia
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i1.2593

Abstract

Latar Belakang :Terapi perilaku kognitif didasarkan pada pola pemikiran dan perilaku yang dapat mempengaruhi gejala dan ketidak mampuan yang mungkin menghambat proses penyembuhan. Pemasangan infus merupakan prosedur invasif dan merupakan tindakan yang sering di lakukan rumah sakit (Jeli, 2014). Berdasarkan data dari rekam medik RSU GMIM Pancaran Kasih Manado,jumlahanak yang dirawat di ruang anak selama setahun terakhir yaitu pada bulan April 2017-April 2018 berjumlah 1105 anak, 30% diantaranya merupakan anak usia prasekolah dan 50% anak usia prasekolah yang dirawat dipasang infus. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini yang berjudul “efektifitas kompres hangat terhadap tingkat nyeri dan kecemasan pada pasien anak di RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompres hangat terhadap nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus di DR.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen. Desain penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Dan Kecemasan saat Pemasangan InfusPada Anakdi RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Populasi dalam penelitian ini adalah 119 pasien yang dipasang infus di Ruang ArafahAnak RSUD dr. Zainoel Abidin. Dan sampel yang didapatkan adalah 29 pasien Hasil: Berdasarkan hasil karakteristik responden diatas sebagian besar responden berjenis kelamin laki-lai dengan jumlah persentase sebesar 64,1%, sedangkan untuk urutan kelahiran anak pada anak ke 2 paling banyak dengan presentasi 55,4%, untuk usia anak 6-10 tahun sebesar 85,9%. Ada efektifitas pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri dan kecemasan saat pemasangan infus Pada anak di rsud dr.zainoel abidin Banda aceh dengan p-value 0,000 (P<0,05).AsbtractCognitive behavioral therapy is based on patterns of thought and behavior that can influence symptoms and disabilities that may hinder the healing process. Insertion of an IV is an invasive procedure and is an action that is often carried out in hospitals (Jeli, 2014). Based on data from the medical records of RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, the number of children treated in the children's room during the last year, namely in April 2017-April 2018, was 1105 children, 30% of whom were preschool age children and 50% of the preschool age children who were treated had intravenous drips. Based on the background description above, researchers are interested in conducting this research entitled "The effectiveness of warm compresses on the level of pain and anxiety in pediatric patients at Dr. when installing an IV at DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Method: This research used a Quasi Experimental design. This research design aims to determine the effectiveness of giving warm compresses on the intensity of pain and anxiety when installing an IV in children at the Zainoel Abidin Regional Hospital, Banda Aceh. This study contained 2 groups, namely a control group and an intervention group. The population in this study were 119 patients who had IVs installed in the Arafah Anak Room at RSUD dr. Zainoel Abidin. And the sample obtained was 29 patients. Results: Based on the results of the characteristics of the respondents above, the majority of respondents were male with a percentage of 64.1%, while for child birth order the 2nd child was the highest with a presentation of 55.4%, for children aged 6-10 years amounted to 85.9%. There is an effectiveness of giving warm compresses on the intensity of pain and anxiety when installing an IV in children at Dr. Zainoel Abidin Hospital in Banda Aceh with a p-value of 0.000 (P<0.05).
Dialectical Behaviour Therapy dan Psikoedukasi Berbasis Kearifan Lokal Menurunkan Self-Harm Behaviour Pada Remaja: Study Quasy Eksperimen Hayani, Mela; Rahmisyah, Rahmisyah; Saputra, Mahruri; Utama, Reka Julia; Riansyah, Ferdi; Putra, Eridha
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zk3gqc21

Abstract

If adolescents are unable to cope with the changes that occur in themselves properly, then adolescents can take actions that are detrimental to themselves which are called self-harm behavior (SHB). SHB in adolescents can be treated by providing Dialectical Behavior Therapy (DBT) and psychoeducation based on local wisdom of Aceh. The purpose of this study was to determine the comparison of dialectical behavior therapy (DBT) and psychoeducation based on local wisdom on SHB in adolescents in Banda Aceh City. The study used a randomized control trial design method with a pretest-posttest two group design. The study will be conducted from February to August 2024. The population and sample were 68 adolescents divided into 2 groups, namely 34 people given DBT and 34 people given psychoeducation based on local wisdom. The measuring instrument used was the Self-harm Inventory (SHI) questionnaire. The analysis used univariate and bivariate with paired t-test and independent t-test. The results showed that there was a difference in SHB in adolescents before and after DBT (pvalue = 0.000; tcount 7.227). There was a difference in SHB in adolescents before and after local wisdom-based psychoeducation (pvalue = 0.000; tcount 10.240). The results of the study showed that there was no difference in SHB in adolescents between the DBT and local wisdom-based psychoeducation groups (p = 0.783> 0.05), meaning that both of these interventions were effective in reducing SHB in adolescents at SMA Kota Banda Aceh.
Perbandingan Cold Compress Spleen 6 dengan Endogenus Morphin Massage terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di BPM Kota Langsa Meylinda Purwanti; Reva Afdilla; Mahruri Saputra
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/02sjd643

Abstract

Increasing comfort and reducing labor pain in the active phase of the first stage is the main basis of this study. Labor pain causes uterine muscle weakness, birth canal obstruction and increases maternal anxiety. When the mother experiences anxiety, the production of catecholamine hormones causes pelvic muscle tension and affects the mother's pushing force during labor so that pain increases and prolongs labor time which increases the risk of maternal and fetal death. To determine the comparison of cold compress spleen 6 (sp6) with endogenous morphine (endorphin) massage on labor pain in the active phase of the first stage at BPM Langsa City. The study used a randomized control trial design with a two-group pretest-posttest design. The study was conducted from March to September 2025. The study population was mothers in the active phase of the first stage with a sample of 126e people divided into 2 groups, each of which was given cold compress SP6 and endorphin massage. The measuring instrument used was the pain numerical rating scale (PNRS) and a pain level recording sheet. The analysis used was the Wilcoxon sign rank test and Maan U Whitney. The study showed that there was a difference in the intensity of labor pain in the active phase of the first stage before and after cold compress spleen 6 (p = 0.000) and endogenous moprhin massage (p=0.000). The test results showed no difference in the intensity of labor pain in the active phase of the first stage between the cold compress spleen 6 and endogenous moprhin massage groups with a p value of 0.083. Cold compress spleen 6 and endogenous moprhin massage can stimulate the release of endorphin hormones to increase the feeling of relaxation and inhibit the transmission of pain stimuli so that it can reduce the sensation of pain in the active phase of the first stage in laboring mothers.
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DENGAN KEMAMPUAN LANSIA MENGHADAPI BENCANA Siti Sara Febrina; Mahruri Saputra
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/r956xa56

Abstract

Bencana merupakan ancaman serius bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang memiliki keterbatasan fisik dan mobilitas, terutama di wilayah pesisir rawan bencana seperti Gampong Paya Tieng, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Kondisi tersebut menyebabkan lansia membutuhkan dukungan dan pendampingan yang memadai dalam menghadapi situasi bencana. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakatmemiliki  peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kemampuan lansia dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat dengan kemampuan menghadapi bencana pada lansia di Gampong Paya Tieng, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 79 lansia yang dipilihmenggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner peran perawat dan kuesioner kemampuan menghadapi bencana, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,1% responden menilai peran perawat berada pada kategori baik dan 60,8% lansia berada pada kategori siap menghadapi bencana. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan kemampuan lansia menghadapi bencana. Lansia yang menilai peran perawat baik memiliki proporsi kesiapan lebih tinggi, yaitu 77,4%, dibandingkan dengan lansia yang menilai peran perawat kurang, yaitu 26,9%. Oleh karena itu, perawat perlu mengoptimalkan perannya sebagai edukator, caregiver, konselor, koordinator, dan advokat dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta dukungan kepada lansia agar mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi bencana secara mandiri.