Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pancasila sebagai Etika Politik Di Era Pasca-Kebenaran Wahidin*, Darto; Marasabessy, Abd. Chaidir
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 3 (2024): Agustus, Education, Social Issue and History Education.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i3.31923

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber dari segala norma, baik norma hukum, norma moral, ataupun norma kenegaraan lainnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ini dijabarkan dalam norma-norma moralitas atau norma etika. Sehingga, Pancasila dijadikan sebagai sistem etika yang mengandung norma moral ataupun norma hukum yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila sebagai sistem etika memiliki tujuan untuk menciptakan sistem politik yang sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Sedangkan, dinamika kehidupan demokrasi masyarakat Indonesia telah memasuki babak baru yang dikenal dengan era pasca kebenaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam Pancasila sebagai etika politik di era pasca kebenaran yang dilihat dari hakikat dan konsepsi Pancasila sebagai etika politik di era pasca kebenaran, peran generasi muda dalam mendukung pentingnya Pancasila sebagai etika politik di era pasca kebenaran, tantangan Pancasila sebagai etika politik di era pasca kebenaran, dan penerapan Pancasila sebagai etika di era pasca kebenaran. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan dan refleksi pada pandangan filosofis dalam suatu fenomena kebudayaan. Proses analisis data dilakukan pada saat, selama maupun setelah proses pengumpulan data kepustakaan. Unsur-unsur metodis yang dilaksanakan dalam menganalisis data yaitu: (a) interpretasi dengan memahami konsep filosofis dari Pancasila, etika politik, dan pasca kebenaran (
Sosialisasi Nilai Peduli Lingkungan Dalam Mewujudkan Ecological Citizenship Darto Wahidin; Alinurdin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan lingkungan menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Masalah lingkungan di Indonesia ini menjadi isu utama yang cukup memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kebakaran hutan yang terjadi akibat ulah manusia, rusaknya terumbu karang, polusi udara akibat industry yang tidak ramah lingkungan dan rendahnya air bersih akibat ulah manusia. Semua hal tersebut, menjadi permasalahan yang cukup serius. Karenanya, sosialisasi nilai peduli lingkungan sangat perlu dilakukan guna mewujudkan ecological citizenship. Penanaman karakter dan kesadaran mengenai nilai peduli lingkungan ini sangat berguna untuk mengatasi masalah lingkungan yang terjadi di Indonesia. Pengabdian ini dilakukan oleh tim dosen Universitas Pamulang di SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan yakni kegiatan sosialisasi yang terdiri dari tahap perencanaan kegiatan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan sosialisasi ini yakni para guru, staf, dan para siswa SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu membangun karakter dan kesadaran nilai peduli lingkungan pada seluruh warga sekolah SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan guna mewujudkan ecological citizenship. Serta, membawa dampak kemajuan bagi sekolah SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan menuju sekolah adiwiyata yang berkualitas.
Sosialisasi Penanganan Tindakan Bullying Di Smk Informatika Ciputat Darto Wahidin; Verawati Fajrin; Alia Damayanti; Aziz Die Noviandri; Nurkhumairoh; Azka Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan suatu masalah yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini menimbulkan banyak dampak negatif, baik bagi korban atau pun dari pelaku bullying itu sendiri. Maka dari itu sangat penting sekali untuk mensosialisasikan pencegahan tindakan anti bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan sosialiasasi yang di lakukan oleh tim pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai tindakan bullying ini. Selain itu pengabdian ini merupakan suatu edukasi untuk mencegah para siswa menjadi korban atau pelaku dari tindakan bullying. Kegiatan sosialisasi ini di lakukan dengan menggunakan metode ceramah, yang kemudian di lengkapi dengan diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bullying, jenis- jenis, ciri- ciri, dampak dari bulying. Selain itu, kegiatan ini mampu mengontrol siswa untuk selalu berbuat baik, di lingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Namun, ada beberapa kendala dalam kegiatan sosialiasi ini seperti, terbatasnya jumlah siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini
Peran Media Sosial sebagai Alat Politik Citra Diri Ikmah Wati; Darto Wahidin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 14 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of information and communication technology in this global era has become a challenge and opportunity for the Indonesian people. The birth of social media was able to have a significant influence on the lives of the Indonesian people. Social media is one of the things that cannot be separated from the lives of Indonesian people. Social media provides many benefits for society, including in the political field. Every individual needs to be aware of the role of social media in the political sector. The role of social media in the political field can be seen from the number of political actors who use social media as a political tool for self-image to increase their electability in the eyes of society. Seeing this, this research needs to be carried out to determine the role of social media, social media which is often used by political actors, and the role of social media as a political tool for self-image. The method in this research uses a qualitative approach which refers to library research by utilizing various sources of literature data. The results and conclusions in this research show that the role of social media in the political field is very large. This can be seen from the role of social media as a political tool for self-image which is often used by political actors to attract public attention.
Penerapan Model Pembelajaran Role Play untuk Mengatasi Rendahnya Keterlibatan Siswa pada Materi Nilai-Nilai Pancasila di SMPN 226 Jakarta Ibrahim, Anwar; Safitri, Arica; Zaya Gea, Desman; Gulo, Perniato; Wahidin, Darto
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 12 (2025): JPTI - Desember 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1031

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran nilai-nilai Pancasila merupakan permasalahan yang masih sering dijumpai di lingkungan pendidikan, termasuk di SMP Negeri 226 Jakarta. Fenomena ini ditandai oleh sikap pasif siswa, kurangnya antusiasme, serta minimnya partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui penerapan model pembelajaran role play sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, yaitu pra-siklus, siklus, dan pasca siklus, dengan subjek penelitian siswa kelas VIII-7. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan pendekatan campuran (mix method). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap keterlibatan siswa, yakni sebesar 53,61% pada tahap pra-siklus, meningkat menjadi 66,14% pada siklus, dan mencapai 80,47% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa model pembelajaran role play mampu menciptakan suasana belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan komunikatif, sehingga efektif dalam mendorong partisipasi aktif siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran partisipatif dalam Pendidikan Pancasila, serta merekomendasikan penggunaan role play sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan bermakna.
From Clicks to Change: The Role of Generation Z in Reshaping Indonesian Politics Sugiyanto, Sugiyanto; Aidah , Salwa; Darto Wahidin
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 10 No 4 (2025): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1xdqry81

Abstract

In an era marked by democratic volatility, digital polarization, and eroding trust in political institutions, understanding how Generation Z engages with politics in Indonesia has become an urgent scholarly and practical concern. As the largest emerging electoral cohort, their political behavior is likely to shape the trajectory of Indonesian democracy in the coming decades. This study aims to identify the concrete forms of political engagement adopted by Generation Z, to elucidate their strategic roles in general elections, and to project the future configuration of their political participation. Employing a qualitative approach with a systematic literature review design, the research synthesizes scholarly articles, policy reports, and empirical studies on youth politics, digital participation, and democratic practices in Indonesia. Data were analyzed through iterative coding, thematic categorization, and interpretive synthesis to capture patterns of engagement both in formal and non-formal arenas. The findings reveal that Generation Z is not confined to the role of voters; they also act as digital campaigners, political influencers, grassroots mobilizers, and policy advocates who leverage social media platforms to frame issues, shape narratives, and influence public opinion. They demonstrate a combination of skepticism toward traditional political institutions and a strong propensity for issue-based activism, particularly on governance, social justice, and environmental concerns. The study concludes that Generation Z possesses substantial potential to recalibrate public policy and democratic accountability through sustained digital mobilization and hybrid forms of participation that bridge online and offline spaces. The novelty of this research lies in its comprehensive mapping of Indonesian Generation Z’s political engagement patterns specifically through the lens of digital political behavior, which has previously been examined only in fragmented or partial ways. The study contributes theoretically by advancing the discourse on digital democracy in the Global South and practically by offering evidence-based insights for political actors, electoral managers, and policymakers seeking to meaningfully engage young voters as partners in democratic consolidation.
Interaksi Sosial Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi PPKN dalam Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama Siti Aisah; Darto Wahidin
Journal on Education Vol. 8 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 2 Desember - Februari 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i2.9147

Abstract

This study aims to analyze "Social Interaction of Pamulang University Students in Maintaining Tolerance Between Religious Communities". This study aims to social interaction of Pamulang University students in efforts to tolerance between religious communities. Social interaction is an important process in building reciprocal relationships, mutual understanding, and respect for differences. A qualitative approach with descriptive methods was used, through observation, interviews, and documentation studies of students between religious communities on campus. The results of the study indicate that student social interaction is reflected through ethical communication, interfaith relations, and academic and organizational activities involving various religious backgrounds. Supporting factors for tolerance include individual awareness, shared values, campus support, and inclusive academic experiences, while inhibiting factors are limited opportunities for interaction, differences in religious practices, and the lack of supporting facilities for interfaith activities. In conclusion, student social interaction plays an important role in building and maintaining tolerance, while requiring ongoing support from the academic environment to create a harmonious campus life.
Establishment of Kogabwilhan in Supporting the Defense Area’s Resilience Priyotantoko, Ading; Armawi, Armaidy; Kurniadi, Bayu Dardias; Wahidin, Darto
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 2 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/10.11594/ijssr.02.02.02

Abstract

In the past, defense in warfare was carried out conventionally by using weapons. Now the defense system has shifted to modern types of warfare, either through culture, diplomacy, technology, and ideology. Kogabwilhan as a unit directly under the President’s command. The TNI’s Kogabwilhan is a representation of the concept of TNI's interoperability capability which is currently a priority policy for TNI Commanders. Kogabwilhan was established as an effort of the TNI to carry out the strengthening of resilience and deterrence against various potential threats, both from outside and within the country. The presence of the Kogabwilhan is a form of TNI's preparedness in handling the crisis. The development of defense areas is directed at maintaining the natural potential and social conditions that exist in the territory of Indonesia. Kogabwilhan is here to coordinate with various parties to maintain all aspects, both disaster mitigation, regional development, welfare, and regional defense. The government determined the domicile of MaKogabwilhan II in Balikpapan, East Kalimantan Province. The determination must have taken into account some aspects of the current command, control, strategy, and infrastructure. Thus, the formation of the Kogabwilhan has a strategic role in maintaining the sovereignty of the Indonesian state. The formation of the Kogabwilhan was carried out as one of the steps taken by the TNI to strengthen Its deterrence against various potential threats from outside and within the country. However, there are three things that have an impact on the resilience of the defense area as a result of the formation of Kogabwilhan II in Balikpapan. First, the military managerial role. The improvement of military managerial capabilities must be based on good planning, organization, implementation arrangements, and supervision, so that they can be controlled optimally. Second, the role of legal policy. Kogabwilhan must be able to enforce the law, both on land, sea, and air. Third, the role of diplomacy. The establishment of Kogabwilhan could reduce existing conflicts, so diplomacy skills are very important to have. Therefore, the development of defense and security in strategic areas is currently increasingly complex and escalating in various parts of the world.