Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda dalam Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 Utami, Ichwani Siti; Wahidin, Darto
Lebah Vol. 18 No. 2 (2025): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i2.278

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan yang jauh lebih luas kepada para generasi muda bangsa terkait dengan pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda. Serta, untuk membangun dan mendorong generasi muda dalam berpartisipasi politik. Pengabdian ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dengan memanfaatkan zoom meeting. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya peran mereka dalam politik.. Hasil dari pengabdian ini yakni mampu membangun generasi muda yang memiliki pemikiran kritis dan rasional terkait dengan politik dan memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif  dalam politik. Hal ini terbukti dengan banyaknya generasi muda yang ikut serta dalam pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024
Digital learning transformation in strengthening self-resilience Armawi, Armaidy; Makmur, Chesa Syaqira; Septiyanti, Murni; Wahidin, Darto
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i1.36250

Abstract

The Covid-19 pandemic has forced teachers to conduct learning activities online through digital technology. As they are accustomed to the conventional or offline learning process, this digital-based learning transformation has resulted in teachers experiencing shock culture and students affected immensely. The current research aims to describe the strategies applied for digital-based learning, examine challenges in digital-based learning, and identify digital-based learning impacts on students' self-resilience. It employs the qualitative research method, and the data consist of primary and secondary data. The primary one is derived from the observation of focus group discussion and documentation. The secondary one is in the form of references from books, journals, and articles. By data reduction and conclusion drawing in a descriptive qualitative analysis, the findings show that using learning application varies depending on the teachers' capability and convenience, and agreement from the institution. The only learning media used in the format are videos and pictures, considering the weak internet bandwidth and limited internet quota. The challenges in digital-based learning should be the point of attention for both teachers and parents. The impacts resulted from this digital-based learning system on students' self-resilience are considerable. Supports from family and school must be wholly given to reinforce students' self-resilience.
Penelitian untuk tugas akhir: strategi dan teknik efektif Wahidin, Darto; Giyarsih, Sri Rum
Lebah Vol. 18 No. 3 (2025): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i3.305

Abstract

Penyusunan tugas akhir menjadi salah satu tantangan bagi mahasiswa, seringkali dalam penyusunannya, mahasiswa terhambat oleh kesulitan dalam memilih topik, merumuskan pertanyaan penelitian, dan memahami metodologi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat "Penelitian untuk Tugas Akhir: Strategi dan Teknik Efektif" bertujuan meningkatkan keterampilan penelitian mahasiswa melalui sosialisasi dan pelatihan online via Zoom. Metode yang digunakan yakni ceramah yang mencakup analisis situasi, penetapan tujuan, serta penjelasan tentang manfaat tugas akhir dengan melibatkan narasumber berpengalaman. Kegiatan ini diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan yang diperlukan untuk menyusun tugas akhir berkualitas. Hasil dari kegiatan ini ialah peningkatan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen, yang dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif dalam penelitian. Pembahasan mengenai pentingnya interaksi akademik yang intensif akan menciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi penelitian. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan sistematis dan terintegrasi dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan tinggi di Indonesia. Rekomendasi mencakup perlunya pelatihan lanjutan dan dukungan berkelanjutan bagi mahasiswa dalam proses penelitian untuk memastikan pengalaman berharga yang bermanfaat di masa depan
Pacagoya Ritual Tradition as a Manifestation of Pancasila Values Character in Protecting the Natural Environment Abd. Chaidir Marasabessy; Darto Wahidin; Setiawati Setiawati; Much. Hidayah Marasabessy
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i1.5831

Abstract

Pacagoya is imbued with symbols, meanings, and values. This qualitative phenomenological study investigates the significance of rituals within Kalaodis village, serving as a manifestation of Pancasila values that advocate for the protection of the natural environment. The research utilized a combination of interview data gathered from customary officials, as well as scientific journals, books, and pertinent documents. Value theory was employed for the analysis, leading to the reduction, presentation, and synthesis of data to uncover the meanings and values inherent in the rituals. The findings indicate that Pacagoya embodies ethical values through the principle of Bobeto, which serves as a guiding framework, reminding individuals of the importance of not acting arrogantly toward nature. This principle is further exemplified by the concept of Legu dou. Bobeto, which represents customary norms, expresses aspects of global diversity, whereas Marong reflects the spirit of mutual cooperation in the management of agricultural land. Pacagoya integrates the relationships between humans, nature, and the Creator, symbolizing a harmonious balance that aligns with the First Principle of Pancasila. Furthermore, the interactions among individuals, alongside their civic responsibilities to manage and protect their environment—particularly forests—underscore the values associated with the Second Principle of Pancasila. In this context, Bobeto exemplifies the responsiveness of the customary community and plays a vital role in social supervision, reflecting the Third Principle of Pancasila. The norms embodied in Bobeto are binding for the people of Tidore, illustrating the values inherent in the Fourth Principle of Pancasila by fostering awareness and accountability in decision-making processes concerning environmental protection. Additionally, Bobeto functions as a mechanism of self-regulation, promoting equilibrium between rights and responsibilities. Equitable treatment of the natural environment contributes to the welfare of the community, aligning with the values of the Fifth Principle of Pancasila. The mandate of Bobeto serves as a representation of prudent behavior, actualized in contemporary practices through the Pacagoya tradition, which conveys essential moral messages regarding environmental stewardship. This study offers significant theoretical and practical contributions by emphasizing the values of Bobeto and Marong within the context of the Pacagoya ritual, thereby highlighting the necessity of integrating these values into various dimensions of life, particularly in the development of social values and the enhancement of the Pancasila Student Profile.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI LEMBAGA NEGARA DI SMK SASMITA JAYA 2 Syaepudin, Vania Agustia; Putri, Reni Amanda; Nisa, Rifkah Auliah; Khairunnisa; Wahidin, Darto
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v4i7.1728

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberikan peluang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang sering dianggap kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Lembaga Negara di SMK Sasmita Jaya 2. Metode yang digunakan adalah mixed method dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pra-siklus, siklus, dan pasca-siklus. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa kelas X TKRO1. Data diperoleh melalui observasi, angket, dokumentasi, dan tes. Media pembelajaran yang digunakan berupa PowerPoint interaktif dan platform Educaplay. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari temuan awal dengan nilai (50.69%) menjadi (82,17%) yang masuk dalam kategori baik. Temuan ini membuktikan bahwa media pembelajaran interaktif efektif diterapkan dalam pembelajaran PPKn, khususnya untuk materi konseptual, karena mampu membangun pemahaman yang lebih mendalam dan memudahkan siswa dalam menyerap materi
Pengaruh Metode Pembelajaran Aktif Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran PPKn Di SMK Sasmita Jaya 1 Della Machza Nurkhaliza; Kristina Rendi Mete; Selfianus Balla; Andreas Lapung; Darto Wahidin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v4i7.1740

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dampak penerapan metode pembelajaran aktif terhadap capaian belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMK Sasmita Jaya 1 dengan memanfaatkan pendekatan mixed methods. Rancangan penelitian mengacu pada model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara bertahap dalam tiga siklus, yakni tahap pra-siklus, siklus, dan pasca-siklus. Subjek penelitian mencakup 34 siswa kelas X Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV). Teknik pengumpulan data mencakup observasi, angket, dokumentasi, serta tes objektif guna memperoleh data yang menyeluruh mengenai peningkatan prestasi belajar siswa. Temuan penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan dalam capaian akademik siswa, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 50,08% pada tahap awal menjadi 81,55% setelah pelaksanaan tindakan, yang termasuk dalam kategori “sangat baik” (p < 0,05). Hasil tersebut memberikan bukti empiris bahwa penerapan pembelajaran aktif berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dalam mata pelajaran PPKn. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan agar pendidik di jenjang SMK mengadopsi pendekatan pembelajaran aktif secara terstruktur untuk mendorong partisipasi siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta meningkatkan prestasi akademik dalam pembelajaran PPKn
Opportunities and Challenges of Digital Democracy in Indonesia Wahidin, Darto; Utami, Ichwani Siti; Amalia, Aida Restu; Aqida, Alifia; Aidah, Salwa
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 5 No. 1 (2025): VOLUME 5 ISSUE 1, APRIL 2025
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v5i1.723

Abstract

The development of information and communication technology has brought significant benefitsto democratic life in Indonesia. However, challenges such as the spread of hoaxes, social polarization, and unequal access to technology hinder this potential. This study aims to describe the opportunities that exist in the implementation of digital democracy and analyze the challenges faced. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through literature studies. The results show that opportunities in digital democracy in Indonesia include increased transparency, accessibility of information, and more active public participation in the decision-making process. However, significant challenges such as lack of digital literacy, cybersecurity risks, and inadequate regulations were also identified. This research confirms that the future of digital democracy in Indonesia relies heavily on collaboration between the government, society and the private sector. By creating an environment that supports active and responsible participation, it is hoped that digital democracy can develop in an inclusive and sustainable manner, providing tangible benefits to all levels of society
Efektivitas Pembelajaran Nilai Pancasila Dalam Meningkatkan Nilai Sopan Santun Siswa Terhadap Guru di SMK Sasmita Jaya 2 Kusumadani, Elang; Rizqi, Farhan; Wahyu Hutrindo, Muhammad; Hidayatullah, Taufik; Wahidin, Darto
Jurnal Kualitas pendidikan (JKP) Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jkp.v3i2.1650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran nilai-nilai Pancasila dalam meningkatkan sikap sopan santun siswa terhadap guru di SMK Sasmita Jaya 2. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya sikap sopan santun siswa dalam interaksi di lingkungan sekolah, khususnya terhadap guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas tiga tahapan: pra-siklus, siklus, dan pasca-siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra-siklus, tingkat kesopanan siswa hanya mencapai 65,36%. Setelah diterapkan pembelajaran berbasis nilai-nilai Pancasila, terjadi peningkatan menjadi 79,52% pada siklus dan 83,16% pada pasca-siklus. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan pendekatan pembelajaran nilai dalam membentuk sikap sopan santun siswa terhadap guru. Pembelajaran melalui metode diskusi dan keteladanan guru terbukti efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran nilai-nilai Pancasila memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter siswa yang santun, terutama dalam konteks hubungan antara siswa dan guru. Kata Kunci: Nilai Pancasila, Sopan Santun, Pendidikan Karakter, Penelitian Tindakan Kelas
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Pencegahan Tindakan Bullying di MTS Al-Mursyidiyyah Pamulang Kota Tangerang Selatan Sari, Ratna; Wahidin, Darto
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 5 No. 3 (2025): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmh.v5i3.1657

Abstract

Bullying remains a serious issue in schools, with significant impacts on students’ psychological, social, and academic development. Previous studies have mostly focused on the role of guidance and counseling teachers, while the contribution of Pancasila Education teachers in bullying prevention has received limited scholarly attention. This study aims to analyze the role of Pancasila Education teachers in preventing bullying at MTs Al-Mursyidiyyah Pamulang. Using a qualitative case study design as outlined by Yin, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving Pancasila Education teachers, school staff, and seventh-grade students. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model with triangulation to ensure validity. The findings reveal that Pancasila Education teachers play a central role in fostering students’ character by embedding Pancasila values, modeling positive behavior, and directly intervening in bullying cases. These efforts align with Olweus’ theory of bullying prevention and contribute to creating a safe, inclusive, and supportive school climate. The study underscores the importance of integrating Pancasila values with comprehensive anti-bullying strategies, thereby enriching existing literature and offering practical insights for schools to strengthen preventive measures against bullying.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA PELAJARAN PPKN DI KELAS XI SMAIT ASH – SHIBGOH Sasti Cahyani Khotimah; Siti Aisyah; Siti Hazna Insyita Sahla; Darto Wahidin
J-COSCIS : Journal of Computer Science Community Service Vol. 4 No. 1 (2024): J-COSCIS : Journal of Computer Science Community Service
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jcoscis.v4i1.17842

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAIT Ash-shibgoh melalui model pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah ini diterapan pada siswa SMAIT Ash-shibgoh mata pelajaran PPKn materi Demokrasi Pancasila. Sebelum diberikan perlakuan persentase siswa yang mencapai KKM adalah 44,118%, setelah diberikan perlakuan pada Siklus I persentase siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 67,647%. Karena pada Siklus I persentase pencapaian KKM belum sesuai dengan persentase yang sudah peneliti tentukan yaitu 80%, maka diadakan Siklus II dan mendapatkan persentase siswa yang mencapai KKM adalah 82,353%. Karena pada Siklus II persentase siswa yang mencapai KKM sudah sesuai dengan persentase yang ditentukan peneliti, maka sudah tidak diadakan lagi siklus berikutnya. Berdasarkan data-data di atas, telah terjadi peningkatan perolehan nilai rata-rata peningkatan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn dan persentase pencapaian KKM yang sesuai dengan peneliti tentukan antara data sebelum melakukan tindakan, Siklus I, dan Siklus II. Data tersebut menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan model PBL dapat meningkatkan berfikir kritis PPKn siswa pada materi pada materi hakikat demokrasi, dinamika penerapan demokrasi di Indonesia dan mebangun kehidupan yang demokratis di Indonesia di kelas XI SMAIT Ash – Shibgoh.