Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF TEACHING FACTORY IMPLEMENTATION IN PRODUCTIVE LEARNING: AN EVALUATION FROM VOCATIONAL TEACHERS' PERSPECTIVES Gumelar, Agung; Nugraha, Hari Din; Pratama, David; Utami, Salsa Belladinna Putri; Sutrisno, Himawan Hadi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6809

Abstract

Studi ini mengevaluasi efektivitas implementasi Teaching Factory (TEFA) dalam pembelajaran produktif dari perspektif guru kejuruan dan mengidentifikasi prioritas berbasis data untuk perbaikan pada tingkat butir soal. Survei potong lintang dilakukan terhadap 19 guru mata pelajaran produktif dari sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Jakarta yang telah menerapkan TEFA, menggunakan instrumen versi guru yang terdiri dari 31 butir soal tipe Likert (1–4) yang mencakup Produk (16 butir soal), Kompetensi Pedagogis (6 butir soal), dan Lulusan Siap Kerja (9 butir soal). Validitas isi telah ditetapkan selama pengembangan instrumen melalui tujuh penilai ahli, dengan semua butir soal melebihi ambang batas minimum Aiken’s V sebesar 0,76. Analisis mencakup rata-rata dan simpangan baku per dimensi dan per butir soal (diperingkat), interval kepercayaan 95% untuk rata-rata keseluruhan menggunakan uji t Student, dan alfa Cronbach untuk setiap dimensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keseluruhan M = 3,63 (SD = 0,30, 95% CI [3,49, 3,77]), Produk M = 3,58 (SD = 0,34, ? = 0,88), Kompetensi Pedagogis M = 3,81 (SD = 0,26, ? = 0,65), dan Lulusan Siap Kerja M = 3,60 (SD = 0,39, ? = 0,88). Peringkat item menyoroti kekuatan dalam memahami dan menerapkan gambar, kepatuhan terhadap SOP, supervisi guru, dan keterlibatan siswa dalam pengendalian mutu, sementara area dengan peringkat lebih rendah meliputi waktu penyelesaian, biaya (bahan/harga), dan pemecahan masalah teknis mandiri. Temuan ini menyiratkan penguatan SOP dan pengendalian mutu, pengaturan keseimbangan waktu takt/lini, perluasan peningkatan keterampilan berbasis industri dan penilaian autentik bagi guru, serta integrasi biaya dan pemecahan masalah teknis terstruktur ke dalam proyek TEFA untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. ABSTRACTThis study evaluates the effectiveness of Teaching Factory (TEFA) implementation in productive learning from the perspective of vocational teachers and identifies data?driven priorities for improvement at the item level. A cross?sectional survey was conducted with 19 productive?subject teachers from public and private vocational high schools (SMK) in Jakarta that have implemented TEFA, using a teacher?version instrument comprising 31 Likert?type items (1–4) across Product (16 items), Pedagogical Competence (6 items), and Job?Ready Graduates (9 items). Content validity had been established during instrument development through seven expert raters, with all items exceeding the minimum Aiken’s V acceptance threshold of 0.76. Analyses included means and standard deviations by dimension and by item (ranked), a 95% confidence interval for the overall mean using Student’s t, and Cronbach’s alpha for each dimension. Results showed an overall mean of M = 3.63 (SD = 0.30, 95% CI [3.49, 3.77]), Product M = 3.58 (SD = 0.34, ? = 0.88), Pedagogical Competence M = 3.81 (SD = 0.26, ? = 0.65), and Job?Ready Graduates M = 3.60 (SD = 0.39, ? = 0.88). Item rankings highlight strengths in understanding and applying drawings, adherence to SOPs, teacher supervision, and student involvement in quality control, while lower?ranked areas include turnaround time, costing (materials/pricing), and independent technical problem?solving. The findings imply strengthening SOPs and quality control, arranging takt time/line balancing, expanding industry?based upskilling and authentic assessment for teachers, and integrating costing and structured technical problem?solving into TEFA projects to support evidence?based decision?making.
DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA BASED ON AN ANDROID APPLICATION AT VOCATIONAL HIGH SCHOOL 5 JAKARTA Eriansyah, Imam Mahir; Nugraha, Hari Din; Eriansyah, Rivan
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v9i2.76922

Abstract

This research aimed to develop a suitable Android-based mobile learning application as a learning medium for milling machine techniques at Vocational High School (SMKN) 5 Jakarta and to assess the feasibility of the EduFrais application based on evaluations by material experts, media experts, and student responses. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model: Define, Design, Develop, and Disseminate. Validation was conducted by one material expert and one media expert. The developed media was tested on 35 eleventh-grade students majoring in Machining Techniques at SMKN 5 Jakarta. Results showed that the EduFrais application's feasibility level, based on the material expert's assessment, scored 53.00 (96.36%), categorized as "Very Suitable" and "Very Feasible." The media expert's assessment yielded a score of 50.00 (83.33%), categorized as "Very Good" and "Very Feasible." Student responses during testing were predominantly positive, with each question receiving >70% positive responses and an overall percentage of 94.28%. This indicates that the Android-based EduFrais application is suitable for use as a learning medium in milling machine technique courses. The study concludes that the developed EduFrais application meets the feasibility criteria for implementation in the Milling Machine Techniques course at SMKN 5 Jakarta.
The Certification Program Evaluation for Students in Vocational Schools using The CSE UCLA Model Priyanto, Sugeng; Sahara, Siti; Nugraha, Hari Din
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 10 No. 4 (2024): December
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i4.12693

Abstract

This research aims to get an overview of the evaluation results and various obstacles faced in the implementation of machining competency test certification in Vocational High Schools (VHS). The evaluation method of this program is a qualitative research approach that uses the analysis of Techniques for Sequence Preference with Ideal Solution Similarity (TOPSIS). This study uses the CSE-UCLA model in designing program evaluation, which consists of five evaluation components: system assessment, program planning, program implementation, program improvement, and certification. Data collection involved subjects who were researched by filling out questionnaires, including school principals, vice principals for curriculum, deputy principals for industrial relations, deputy principals for facilities and infrastructure, heads of machining programs, workshop heads, machining productive teachers, and competency certification institutions/professional certification institutions in schools. Participants involved in collecting information used survey forms in five Vocational High Schools (VHS) in the Province of the Special Capital Region of Jakarta. In this study, five subjects of State Vocational High Schools were selected The study resulted that the machining competency test certification program has a good level of effectiveness, with certain components assessed as sufficient. Considering the dimension of the system assessment program, the value program planning category needs to be maintained or improved. In the context of program implementation, program improvement, and program certification, efforts are needed to improve the criteria for the better. Therefore, the findings of this study can be considered for the improvement of sustainable certification programs.
Penerapan Teknologi Pemotong Akurat Seragam Bambu (PASAK) untuk Meningkatkan Produktivitas Pemberdayaan Industri Rumah Tangga Pengrajin Bambu di Desa Rumpin Kabupaten Bogor Rani Anggrainy; Hari Din Nugraha; Agung Gumelar; Salsa Belladinna Putri Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.052.06

Abstract

Desa Rumpin di Kabupaten Bogor memiliki potensi sumber daya bambu yang melimpah, namun para pengrajin setempat masih mengalami hambatan dalam proses produksi dan pengembangan produk. Kelompok pengrajin Mugni Sumber Jaya adalah salah satu yang masih menghadapi kendala dalam aspek produksi dan keterampilan menganyam bambu. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi melalui implementasi teknologi tepat guna mesin pemotong bambu PASAK, meningkatkan keterampilan menganyam bambu untuk diversifikasi produk, dan pendampingan pemasaran produk digital. Metode pelaksanaan meliputi observasi partisipatif, pelatihan teknis penggunaan mesin PASAK dan penganyaman bambu, serta pendampingan berkelanjutan dan evaluasi berkala. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan efisiensi waktu produksi sebesar 50%, penguasaan teknik penganyaman untuk menghasilkan variasi produk baru, dan perluasan jangkauan pemasaran melalui platform digital. Program ini berhasil memberdayakan pengrajin bambu dalam mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Pelatihan peningkatan kompetensi guru SMA dalam pengembangan soal HOTS digital di sekolah wilayah Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Joyokusumo, Riyadi; Nugraha, Hari Din; Gunawan, Audya Marshanda; Ridwan, Muhammad; Pratomo, Arif
Jurnal Anugerah Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/wjxaqg57

Abstract

Pelaksanaan evaluasi pembelajaran berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) masih menjadi tantangan bagi guru, khususnya dalam merancang instrumen penilaian yang relevan dan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru SMA Plus Putra Melati dalam menyusun soal HOTS berbasis online menggunakan Google Formulir. Pelatihan diikuti oleh 21 guru selama satu hari dengan metode interaktif berupa diskusi, studi kasus, dan praktik langsung. Evaluasi ketercapaian dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menilai pemahaman konsep HOTS, kemampuan merancang indikator dan stimulus soal, serta integrasi ke media digital. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor sebesar 14% dengan peningkatan signifikan pada aspek perancangan stimulus soal. Namun, sebagian peserta masih memerlukan pendampingan dalam penerapan instrumen digital secara mandiri. Secara keseluruhan, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, namun masih diperlukan perbaikan pada durasi pelatihan dan pendampingan pasca kegiatan agar transfer keterampilan berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.