Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EDUKASI NILAI BERGOTONG ROYONG UNTUK MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP 3 SALOMEKKO KABUPATEN BONE Bahri, Bahri; Tati, Andi Dewi Riang; Tahir, Heri; Asmunandar, Asmunandar; Syukur, Muhammad
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 June 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v4i1.72746

Abstract

Nilai Bergotong royong merupakan salah satu dimensi yang terdapat pada Profil Pelajara Pancasila.  Dimensi ini perlu dikembangkan oleh pendidik pada mata pelajaran yang diajarkan, salah satunya yakni pada pembelajaran IPS di SMP sangat relevan untuk dikembangkan. Edukasi nilai bergotong royong sangat penting dilakukan karena Gotong royong adalah salah satu nilai luhur khas bangsa Indonesia yang mencerminkan kebersamaan, solidaritas, dan kerja sama dalam menghadapi keberagaman budaya, agama, dan suku bangsa untuk mencegah terjadinya konflik. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk workshop yang bertempat di Ruang Aula SMP 3 Salomekko Kabupaten Bone yang dihadiri oleh pendidik, dan peserta didik di SMP 3 Salomekko. Nilai karakter Bergotong Royong dapat direprentasikan kepada peserta didik melalui tradisi lokal masyarakat setempat yang mengandung nilai gotong royong agar mudah dipahami dan dicontoh oleh peserta didik ke dalam pembelajaran IPS. Tujuan dari kegiatan edukasi ini diharapkan dapat membentuk karakter profil pelajar pancasila peserta didik di SMP3 Salomekko Kabupaten Bone.
EDUKASI SEJARAH UNTUK SISWA SMA 9 MAROS: WORKSHOP PENULISAN SEJARAH PEMBERONTAKAN DI/TII SEBAGAI UPAYA MENCEGAH RADIKALISME DI SULAWESI SELATAN Subair, Ahmad; Bustan, Bustan; Kabubu, Rusmala Dewi; Asmunandar, Asmunandar; Ridha, Muhammad Rasyid
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 June 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v4i1.73105

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta didik melalui pendekatan partisipatif berbasis penulisan sejarah lokal. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap: persiapan (analisis kebutuhan, koordinasi dengan sekolah, penyusunan modul), pelaksanaan (pelatihan keterampilan dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan pendampingan), evaluasi (kuesioner, tes pengetahuan, observasi), serta pelaporan dan tindak lanjut (pembentukan kelompok usaha, konsultasi daring). Program ini melibatkan kolaborasi dengan SMA negeri 9 maros untuk memastikan relevansi dan keberlanjutan program. Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman keterampilan teknis penulisan sejarah lokal dan upaya mencegah radikalisme di tingkat kabupaten. Kegiatan ini menekankan pentingnya adaptasi metode partisipatif dan sinergi multistakeholder dalam penguatan pengetahuan sekarah lokal.
Penanaman Nilai Berkebinekaan Global untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 3 Salomekko Bahri, Bahri; Tati, Andi Dewi Riang; Asmunandar, Asmunandar; Sumardin, Oschar; Heri, Ririn Nurfaathirany
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 1, April 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/zevk2160

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi fenomena kemajemukan bangsa Indonesia yang masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Adanya keberagaman ini menjadikan jati diri unik dari bangsa Indonesia. Di sisi lain, keragaman tersebut juga mengandung potensi masalah. Jumlah suku yang besar sering kali menjadi perhatian karena dapat menimbulkan banyak masalah dan mudah terpecah karena perbedaan bahasa, politik dan ekonomi. Kita harus mencoba mendidik masyarakat tentang seperti apa negara ini dan terus mendukung toleransi dan keragaman sebagai bangsa multikultural dan menggunakan strategi untuk mempromosikan budaya. Upaya yang tepat untuk itu adalah mengajarkan nilai multikultural melalui mata pelajaran sejarah untuk membentuk karakter profil pelajar Pancasila. Berdasarkan hasil pengabdian, menunjukkan bahwa pembelajaran nilai multikultural dalam mata pelajaran sejarah dapat diajarkan oleh guru melalui 2 cara, yakni mengajar materi (mengintegrasikan nilai kebhinekaan global dalam pembelajaran) di dalam kelas, dan mengajarkan perilaku toleransi secara langsung kepada peserta didik.    
Pelatihan Penulisan Sejarah Lokal pada Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sulawesi Barat Bustan, Bustan; Asmunandar, Asmunandar; Patahuddin, Patahuddin; Rusdi, Rusdi; Tati, Andi Dewi Riang
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.80806

Abstract

Pembelajaran sejarah lokal di sekolah seringkali didominasi oleh narasi sejarah nasional, sehingga materi sejarah lokal sering terabaikan. Padahal integrasi sejarah lokal sangat penting untuk membangun identitas dan kesadaran sejarah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi professional Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sulawesi Barat dalam metodologi penelitian dan penulisan sejarah lokal. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah minimnya referensi sejarah lokal Sulawesi Barat dan kurangnya keterampilan guru dalam membuat bahan ajar. Sejarah lokal tidak hanya penting untuk pendidikan sejarah di sekolah-sekolah tetapi juga sebagai bagian integral dari pengembangan komunitas yang lebih sadar dan menghargai nilai-nilai luhur. Sejarah lokal memberikan kerangka kerja yang memungkinkan individu dan komunitas untuk belajar dari masa lalu, memupuk rasa memiliki, dan mengembangkan aspirasi yang lebih baik untuk masa depan. Metode pelatihan ini dilakukan dengan mengidentifikasi kesulitan guru dalam penulisan sejarah lokal, kemudian memberikan materi dan diskusi. Selanjutanya memberikan pendampingan menulis secara lokal. Hasil pengabdian menunjukkan, bahwa penanaman kearifan lokal tidak hanya memperkaya materi ajar tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya. Abstract. Local history education in schools is often dominated by national historical narratives, resulting in local historical material being neglected. In fact, the integration of local history is very important for building identity and historical awareness.This activity aims to improve the professional competence of the Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) of West Sulawesi in research methodology and local history writing. The main problems faced by partners were the lack of references to the local history of West Sulawesi and the lack of skills among teachers in creating teaching materials. Local history is not only important for history education in schools but also as an integral part of developing communities that are more aware of and appreciate noble values. Local history provides a framework that enables individuals and communities to learn from the past, foster a sense of belonging, and develop better aspirations for the future. This training method is carried out by identifying teachers' difficulties in writing local history, then providing materials and discussions. Next, providing assistance in writing locally. The results of the study show that the cultivation of local wisdom not only enriches teaching materials but also instills a love for culture.
Edukasi Pelestarian Lukisan Prasejarah Gua Leang-Leang Kepada Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNM Subair, Ahmad; Khaerunisa, Khaerunisa; Amirullah, Amirullah; Asmunandar, Asmunandar; Patahuddin, Patahuddin
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.78603

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh ancaman degradasi lukisan prasejarah cap tangan dan babi rusa berusia 35.000–45.000 tahun di Gua Leang-Leang, Maros, serta rendahnya pemahaman mahasiswa Pendidikan Sejarah UNM terhadap nilai sejarah, seni, dan ekologi situs tersebut. Metode yang digunakan adalah blended learning selama dua hari, mengintegrasikan seminar daring, kunjungan lapangan, simulasi praktik pelestarian, dan workshop penyusunan modul pembelajaran. Pelaksanaan diawali seminar oleh arkeolog BPCB Sulsel dan dosen UNM, dilanjutkan observasi langsung 45 mahasiswa di gua dengan pemetaan GIS, dokumentasi non-invasif, replika cap tangan, serta diskusi kearifan lokal; ditutup penyusunan 9 modul edukasi berbasis Leang-Leang yang siap diintegrasikan ke kurikulum sekolah menengah, guna menjadikan mahasiswa agen pelestarian warisan prasejarah.Abstract: This community service activity is motivated by the degradation threats to prehistoric hand stencil and babirusa paintings aged 35,000–45,000 years in Leang-Leang Caves, Maros, as well as the low understanding among History Education students at Universitas Negeri Makassar (UNM) regarding the historical, artistic, and ecological values of the site. The method employed is a two-day blended learning approach, integrating an online seminar, field visit, conservation practice simulations, and a learning module design workshop. Implementation began with a seminar delivered by BPCB Sulsel archaeologists and UNM lecturers, followed by direct observation of 45 students at the caves involving GIS mapping, non-invasive documentation, eco-friendly hand stencil replicas, and discussions on local wisdom; it concluded with the development of 9 Leang-Leang-based educational modules ready for integration into secondary school curricula, transforming students into agents of prehistoric heritage preservation.
EDUKASI EKOLOGI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKOLITERASI PESERTA DIDIK DI UPTD SDN 26 BARRU Amiruddin, Asmaul Husnah; Ramadhana, Sagita; Rusdi, Rusdi; Mustari, Ulul Azmi; Asmunandar, Asmunandar
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 December 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v4i1.78738

Abstract

Kegiatan PKM-PM “Edukasi Ekologi sebagai Upaya Meningkatkan Ekoliterasi Peserta Didik” dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman ekologis dan sikap peduli lingkungan pada peserta didik sekolah dasar. Pengabdian ini dilakukan menggunakan model workshop edukatif yang melibatkan peserta didik kelas IV dan V di UPTD SD Negeri 26 Barru. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi kegiatan yang meliputi sosialisasi konsep dasar ekologi dan nilai Earth Charter, permainan edukatif, serta praktik lapangan berupa pemilahan sampah dan penanaman tanaman. Edukasi Ekologi menunjukkan adanya peningkatan ekoliterasi peserta didik pada setiap sesi kegiatan. Peserta menjadi lebih aktif, mampu mengidentifikasi permasalahan lingkungan, serta menunjukkan inisiatif dalam tindakan peduli lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa workshop edukatif efektif dalam memperkuat ekoliterasi peserta didik secara komprehensif.