Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Self Esteem dan Tantangan Perawat di Ruang Isolasi Covid-19 Rosnawati Rosnawati; Donny Tri Wahyudi; Sulidah Sulidah; Nurman Hidaya; Hasriana Hasriana
Jurnal Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Mei: Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v1i2.348

Abstract

The care of Covid-19 patients with personal protective equipment is still a doubt not to contract the disease. This condition causes concern for nurses when going to carry out nursing care efforts in the Covid-19 isolation room. The purpose of the study was to explore nurses' self esteem experiences and challenges in caring for Covid-19 patients in the Covid-19 isolation room at RSUD dr. H. Jusuf SK. Qualitative research method with a phenomenological study approach. The research participants amounted to 10 nurses who had treated Covid-19. The results of this study indicate that the factors that affect nurses' self esteem when working in the Covid-19 isolation room are other people avoiding being placed in the isolation room. The conclusion of supporting factors is to work sincerely, want to give the best and be satisfied with the results of work as well as compliance with procedures and work motivation. It is hoped that increased support for facilities, incentives, praise can improve services more optimally.
Personal Hygiene dan Kesehatan Anak-Anak Nelayan Wilayah Pesisir: Sebuah Pendekatan Komunitas Alpiani, Citra Alpiani; Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Handayani, Fitriya; Wahyudi, Donny Tri
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.5064

Abstract

Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, permasalahan, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim di daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal higiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal higieneanak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal.Dalam penelitian responden akan menggunakan lembar observasi status personal hygiene yang sampelnya akan ditentukan berdasarkan kriteria inklusi yaitu anak-anak nelayan usia 6-12 tahun dan menyatakan bersedia untuk menjadi responden penelitian dan berdasarkan kriteria eksklusi yaitu bukan anak dari keluarga nelayan, bukan anak nelayan berusia dibawah 6 tahun dan anak nelayan berusia lebih dari 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal higiene pada anak-anak nelayan adalah personal higiene tidak memenuhi syarat. Hal ini terlihat pada persentase tertinggi (56,4%) dari total responden/pihak anak nelayan.
Hedonic Test Cookies Tepung Daun Bayam Duri dan Tenpung Daun Katuk sebagai Makanan Tambahan Ibu Menyusui Octamelia, Mega; Wahyudi, Donny Tri; Amalia, Firda Rachma
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 1 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v5i1.5106

Abstract

Menyusui adalah salah satu cara yang efektif untuk memberikan Air Susu Ibu sebagai makanan paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Meskipun menyusui tampak mudah, banyak ibu tidak menyusui. Padahal ada hubungan antara lama durasi pemberian ASI dengan kejadian infeksi dan risiko kekurangan gizi. Salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan ibu dalam menyusui adalah asupan gizi. Penambahan daun katuk (Sauropus Androgynus) dalam cookies sebagai makanan tambahan dapat meningkatkan produksi ASI. Selain itu, pemberian daun bayam duri (Amaranthus Spinosus L.) juga dapat meningkatkan kadar prolaktin dan produksi ASI pada ibu menyusui. Untuk mengetahui uji organoleptik pada pengembangan produk cookies tepung bayam duri (amaranthus spinosus L) dan tepung daun katuk (sauropus androgynus) bagi ibu menyusui. Penelitian ini merupakan penelitian metode true experiment menggunakan desain penelitian faktorial dengan 2 faktor. Dilakukan uji hedonik dan data diolah menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Uji ANOVA untuk tingkat kesukaan warna cookies didapatkan nilai p=0.006, nilai p=0.000 pada tingkat kesukaan aroma cookies, nilai p=0.000 pada tingkat kesukaan rasa cookies, serta nilai p=0.333 pada tingkat kesukaan tekstur cookies. Uji Duncan’s mendapatkan hasil formulasi terpilih yaitu formulasi dengan kode F4. Formulasi terpilih dengan penambahan tepung bayam duri (amaranthus spinosus L) dan tepung daun katuk (sauropus androgynus) dari segi warna, aroma dan rasa adalah formulasi (F4).
Counseling And Training Amaranthus Spinosus Leaf And Sauropus Androgynus Leaf Flour Cookies For Breastfeeding Mother: Penyuluhan Dan Pelatihan Pembuatan Cookies Tepung Daun Bayam Duri Dan Tepung Daun Katuk Untuk Ibu Menyusui mega octamelia; Sabrin, Gusriani; tanti tri lestary; Susanti; donny tri wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): JPM | Maret 2023
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v9i1.1347

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan pemberian ASI pada bayi tanpa memberikan makanan tambahan apapun dalam jangka waktu 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif masih rendah di Indonesia. Pemberian ASI kurang dari 6 bulan meningkatkan terjadinya stunting pada anak. Kebutuhan gizi pada ibu menyusui juga mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Perlu adanya makanan tambahan variatif seperti cookies dengan tambahan tepung daun bayam duri (amaranthus spinosus) dan tepung daun katuk (sauropus androgynus) untuk menambah nilai gizi dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta (ibu menyusui, kader) untuk mengolah tanaman disekitar agar dapat meningkatkan produksi ASI serta mengolah tanaman menjadi makanan yang lebih variatif. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di wilayah pesisir Kelurahan Pantai Amal. Tahapan kegiatan ini yaitu; pretest, penyuluhan, pelatihan pembuatan coookies, dan posttest. Hasilnya setelah dilakukan penyuluhan didapatkan sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan baik 73.33%, pengetahuan cukup 26.67%, serta tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang. Peserta kegiatan dapat mengikuti langkah pembuatan cookies dengan baik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada peningkatan pengetahuan peserta ibu menyusui dan kader tentang ASI eksklusif dan jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai ASI booster. Keterampilan peserta kegiatan meningkat terkait pembuatan makanan selingan untuk meningkatkan produksi ASI
Promosi Kesehatan berbasis Kartu untuk Meningkatkan Motivasi Lansia: Alternatif Media Pendidikan Kesehatan Wahyudi, Donny Tri; Octamelia, Mega
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i3.1198

Abstract

Memberikan informasi kesehatan tentu menjadi tantangan agar tujuan dari pendidikan kesehatan itu tercapai. Maka, kebutuhan akan media promosi kesehatan tentu menjadi upaya agar informasi tersebut dapat di terima dan implementasi yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap motivasi lansia. Metode penelitian menggunakan one group pre post test design. Teknik pengumpulan data menggunakan kusioner. Populasi lansia berjumlah 50 responden. Teknik pengolahan data dengan uji wilcoxon dengan signifikansi (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan motivasi sebelum dan sesudah diberikan media cetak kartu tentang spiritual dan senam otak dengan p = 0,000 (p < 0,05). Di dukung dengan faktor motif pada motivasi yaitu sebagian besar lansia memiliki keluarga, teman dan adanya kegiatan aktivitas setiap minggu di lingkungan. Revisi media kartu yang di rancang membutuhkan revisi pada ukuran tulisan dan gambar.
Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Pasien Lansia Dengan Katarak Di RSUD dr. H. Jusuf SK Maryam Sribayani; Donny Tri Wahyudi; Sulidah Sulidah; Ana Damayanti; Darni Darni
Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.238

Abstract

Cataract patients may experience anxiety due to a decrease in the sense of vision of the eye. coupled with surgery to overcome cataracts can increase anxiety in patients. Relaxation is an alternative to reducing anxiety. Relaxation is often used to describe a pleasant exercise with relaxation techniques used. One of the relaxations that can be used is Benson relaxation, which is a relaxation approach that involves patient trust. This study aims to analyze the benson relaxation of elderly patients with cataracts at RSUD dr. H Jusuf SK. The research method is quasi-experiment design one group pretest-posttest with a total research sample of 20 respondents. The results of the Wilcoxon test with p <0.005 that there is a difference in the anxiety level of elderly patients with cataracts at RSUD dr H Jusuf SK with p <0.05. The conclusion of the study is that there is a difference in giving Benson relaxation to the anxiety of elderly patients with cataracts.
Hubungan Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Poli Umum Puskesmas Mamburungan Kota Tarakan Renna Youfristiya Sari; Sulidah Sulidah; Donny Tri Wahyudi; Maria Imaculata Ose; Fitriya Handayani; Gusni Fitri
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 3 (2024): July : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i3.510

Abstract

Satisfying excellent service will definitely have an impact on achieving a standard value of satisfaction for patients or service recipients. Patient satisfaction is the best assessment of the description of the diversity of service quality received by patients. This research was conducted with the aim of knowing the relationship between service quality and patient satisfaction at the general polyclinic at the Mamburungan Health Center, Tarakan City, by applying the RATER concept, namely responsiveness, assurance, tangible, empathy, and reliability. This research is descriptive quantitative using the Cross Sectional Study method conducted on 165 respondents, using a questionnaire, with the result that the quality of service is good, and patient satisfaction at the Mamburungan Health Center is satisfied. The results of the data analysis test Rho Spearman's P value (Sig. (2-tailed) 0.00 and α 0.05 which proves that there is a significant relationship between service quality and patient satisfaction in the general polyclinic at the Mamburungan Health Center, Tarakan City. It is hoped that the Mamburungan Public Health Center can further improve quality services by creating separate examination rooms so that patient privacy can be better maintained, not combining multiple services so that patient privacy and comfort can be increased, and building cleanliness, service rooms, tidiness, and the appearance of officers so that they can be further improved so that maximum patient satisfaction can be achieved.
Penerapan Pijat Tui Na Untuk Meningkatkan Berat Badan Pada Balita Dengan Gizi Kurang Di Puskesmas Juata Sri Nurtilawati; Donny Tri Wahyudi
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v2i3.582

Abstract

The growth and development in toddlers is influenced by the cheir nutritional status, which is related to feeding practices. Improper nutrition can hinder growth and development leading to decreased immunity. Tui Na massage is a non-pharmacological therapy that can address eating difficulties and increase appetite thereby aiding weight gain in toddlers. The objective of this study is to understand and apply nursing care to malnourished toddlers using Tui Na Massage innovation as a safe and effective non-pharmacological therapy to increasing weight. Nursing care for malnourished toddlers from families Tn. A and Tn.S included assessment, data analysis, nursing diagnosis, nursing plan, nursing implementation and evaluation from April 22-28 2024. Tui Na massage for six consecutive days was proved to increase appetite and added 0 .5 kg toddlers weight. Tui Na massage can be recommended as a safe, effective, cost-effective non pharmacological therapy that parents can regularly,and correctly administer to help increase the child's weight.
Edukasi KB Pasca Persalinan Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Kesiapan Penggunaan KB Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Deby, Deby; Handayani, Fitriya; Sulidah, Sulidah; Wahyudi, Donny Tri; Hasriana, Hasriana; Najihah, Najihah; Ose, Maria Imaculata
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.5055

Abstract

Kesadaran gizi ibu dan hubungannya dengan bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah yang mengindikasikan malnutrisi disana berhubungan dengan asupan gizi yang diterima anak dari mereka, dan hal ini berdampak pada prevalensi stunting. Pasangan dapat mencegah stunting dengan mengikuti program keluarga berencana (di bawah dua tahun). KB Pasca Persalinan (KBPP) merupakan salah satu KB yang sangat penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Posyandu Sumber Kasih pada saat edukasi dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Uji  analisa data yang digunakan adalah uji Non parametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian ini  yaitu terdapat pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kontrasepsi pasca persalinan dengan nilai p value 0.000 (α0.05), dan terdapat pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting dengan nilai p value 0.001 (α0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting, maka disarankan kepada pihak puskesmas untuk melakukan edukasi secara teratur oleh bidan dan perawat terlatih mengenai kontrasepsi pasca persalinan.
Edukasi Kesehatan dan Senam Vertigo untuk Meningkatkan Pengetahuan Lansia tentang Vertigo Tukan, Ramdya Akbar; Darni, Darni; Wahyudi, Donny Tri; Yulis, Rahma; Safitri, Dinda
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5992

Abstract

Vertigo merupakan keluhan paling umum pada lansia, yang terkadang masih sulit dibedakan dengan nyeri kepala. Vertigo bisa mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia tentang vertigo, penyebab, gejala, penanganan dan senam vertigo. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari lima tahap. Tahap pertama dimulai dengan melakukan survei lapangan ke Panti Jompo untuk mengindentifikasi masalah. Tahap kedua, tim pengabdian melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pengelola panti untuk mendiskusikan solusi permasalahan. Tahap ketiga adalah persiapan peralatan dan materi edukasi oleh tim pengabdian masyarakat, yang mencakup: definsi, penyebab, gejala, penanganan dan senam vertigo. Tahap keempat pemberian edukasi dengan metode ceramah, power point, dan leaflet tentang Vertigo dan demonstrasi senam vertigo. Kegiatan ini dilaksanakan 15 Agustus 2024 di Panti Jompo Al-Marhamah, Kota Tarakan. Peserta yang berpartisipasi sebanyak 15 peserta. Diakhir kegiatan peserta diberikan kesempatan untuk bertanya terkait materi dan juga dilakukan senam vertigo bersama peserta. Tahap kelima penyusunan laporan kegiatan yang diserahkan ke pengelola panti dan LPPM universitas. Hasil evaluasi didapatkan bahwa topik yang diberikan menarik bagi peserta, diihat dari keaktifan peserta saat sesi tanya jawab. Selain itu senam vertigo menurut peserta dapat memberikan rasa nyaman dan membuat otot menjadi lebih rileks. Hal ini berarti kegiatan pengabdian masyarakat ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta