Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN LANSIA PROLANIS FLAMBOYAN Wahyudi, Donny Tri; Octamelia, Mega; Gusriani, Gusriani
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i2.6599

Abstract

PERSEPSI SANTRI TENTANG PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTEN Anjani, Mais Wuri; Wahyudi, Donny Tri; Yacoline, Ferly; Hasriana, Hasriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46980

Abstract

Kejadian skabies telah menyebar ke seluruh dunia, mempengaruhi hampir semua kelompok umur, ras, dan status sosial ekonomi. Skabies sering endemi di daerah pasifik yang tropis dan subtropis. Faktor lingkungan tempat tinggal yang disebabkan kondisi kebersihan yang kurang terjaga, kebersihan diri, jarang mandi, sering berbagi atau jarang mengganti handuk dan jarang mengganti pakaian. Banyaknya santri yang tinggal bersama di pesantren membuat mereka cenderung mengabaikan masalah kesehatan sehingga menyebabkan penderita skabies mayoritas santri. Seseorang yang menderita skabies, mengalami rasa gatal yang parah ketika akan tidur. Berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya skabies, termasuk lingkungan tempat tinggal yang disebabkan kondisi kebersihan yang kurang terjaga, kebersihan diri, sanitasi yang buruk seperti jarang mandi, sering berbagi atau jarang mengganti handuk dan jarang mengganti pakaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan skabies dengan kejadian skabies di pesantren kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 156 santri remaja di pesantren kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square untuk mengetahuai hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan dengan kejadian skabies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan persepsi santri tentang perilaku pencegahan dengan kejadian skabies dengan p value 0,019.
Studi Deskriptif: Pengetahuan Anemia pada Remaja Putri Pesantren di Kota Tarakan Dinda Safitri; Andi Yuniarsy Hartika; Donny Tri Wahyudi; Rahma Yulis
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i3.7054

Abstract

Anemia is a global health problem that frequently affects adolescent girls, particularly in developing countries such as Indonesia. Adolescent girls are at a higher risk of anemia due to menstrual blood loss and inadequate nutritional intake. This study aims to describe the level of knowledge about anemia among female students in Islamic boarding schools in Tarakan City. The research employed a quantitative approach with a descriptive method. The sample consisted of 124 adolescent girls selected using a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire adapted from the Guidelines for Assessing Nutrition-related Knowledge, Attitudes, and Practices (FAO) and De et al., comprising 11 statement items. The results showed that 39.5% of respondents had good knowledge, 34.7% had moderate knowledge, and 25.8% had poor knowledge, with a mean score of 70.24, standard deviation of 19.10, minimum score of 18.18, and maximum score of 100.00. The study concludes that most adolescent girls in Islamic boarding schools in Tarakan City have good knowledge about anemia, although continuous nutrition education remains necessary.
Faktor Predisposing, Enabling, dan Reinforcing dalam Pemberian ASI Eksklusif Octamelia, Mega; Wahyudi, Donny Tri
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024872

Abstract

Pemberian ASI eksklusif didefinisikan dengan pemberian ASI saja pada bayi selama 6 bulan tanpa pemberian makanan tambahan, kecuali bayi dengan kondisi khusus yang membutuhkan pemberian larutan rehidrasi oral, vitamin, maupun obat-obatan oral. Capaian pemberian ASI eksklusif di dunia hanya 40% sedangkan target yang diharapkan 70%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan menelaah berbagai faktor predisposing, enabling, dan reinforcing yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Literature review ini menggunakan artikel tahun 2018-2023. Literature ini dilakukan pada 12 artikel yang memenuhi kriteria. Hasilnya didapatkan faktor predisposing yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah pendidikan, usia, paritas, etnis, pengetahuan ibu, motivasi ibu, jumlah antenatalcare (ANC), Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta pengalaman ibu. Faktor enabling yaitu; adanya konseling, pendapatan, pembatasan iklan susu formula, pemberian cuti melahirkan, serta pendapatan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Selain itu, faktor reinforcing yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif diantaranya adalah adanya dukungan suami, dukungan orang tua/mertua, serta dukungan petugas kesehatan. Diharapkan masyarakat lebih meningkatkan kesadaran dalam mendukung ibu menyusui agar tetap memberikan ASI eksklusif.
Analisis Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 Terhadap Kepatuhan Mahasiswa Menerapkan Protokol Kesehatan di Laboratorium Keperawatan Lukita, Ardi Rama; Wijayanti, Dewi; Pujianto, Ahmat; Lesmana, Hendy; Wahyudi, Donny Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15042

Abstract

ABSTRACT Tarakan City reported 16,988 confirmed cases with 371 deaths. Health protocols compliance Implementation of lectures during the Covid-19 pandemic must requires the correct basic knowledge about the disease itself. To determine the correlation between level of Covid-19 knowledge and student’s Health protocols compliance at the Nursing Laboratory at the University of Borneo, Tarakan. Cross-sectional (cross-sectional study) involving 100 respondents who were Diploma III Nursing students at the University of Borneo Tarakan using the consecutive sampling. Chi Square Test  shows the results of statistical tests with a significance value of 0.000 < 0.05, thus indicating there is a significant relationship between the level of knowledge and compliance. The higher the level of knowledge about Covid-19, the higher the student's compliance in implementing health protocols or the lower the level of knowledge, the lower the compliance. Keywords: Compliance, Covid-19, Knowledge   ABSTRAK Tercatat 16.988 kasus angka kejadian Covid-19 dan 371 meninggal di kota Tarakan. Kepatuhan pengaplikasian protokol kesehatan pada pelaksanaan perkuliahan di masa pandemi Covid-19 harus memperhatikan prinsip kesehatan dan keselamatan sehingga memerlukan dasar pengetahuan yang benar tentang penyakit itu sendiri. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 terhadap kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol Kesehatan di Laboratorium Keperawatan Universitas Borneo Tarakan. Cross-sectional (studi potong lintang) yang melibatkan 100 responden yang merupakan mahasiswa Diploma III Keperawatan di Universitas Borneo Tarakan dengan metode consecutive sampling. Uji Chi Square menunjukkan hasil uji statistik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan. Semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang Covid-19, maka semakin tinggi kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan protokol kesehatan atau semakin rendah tingkat pengetahuan maka semakin rendah kepatuhan. Kata Kunci: Covid-19, Kepatuhan, Pengetahuan 
Penerimaan Keluarga pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Choiriyah, Choiriyah; Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Wahyudi, Donny Tri; Paridah, Paridah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15232

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS is still being a problem that threatens the Indonesian people. The incidence rate in 2019 was 50,282 cases and it increased by 543,100 cases in 2022. People who are HIV positive, of course, will have problems both physically and psychologically. The problem that is currently being highlighted is family acceptance of people living with HIV/AIDS (PLWHA). Since the family is the first social environment that has an emotional attachment to one another, family support is a form of family acceptance of PLWHA. This research aimed to identify the description of family acceptance of people living with HIV/AIDS. Method: A descriptive quantitative research method with univariate analysis was employed on a sample sure of 105 respondents to describe the family acceptance. The result of the analysis showed that mean of the respondents had a low level of family acceptance. It could be concluded that PLWHA still got stigma and discrimination from that families. It is expected that health personal can be more active in providing education and socialization regarding HIV/AIDS and PLWHA to families and societer to reduce stigma and discrimination on order to improve the quality of life of PLWHA. Keywords: HIV/AIDS, PLWHA, Family Acceptance   ABSTRAK HIV/AIDS masih menjadi masalah yang mengancam Indonesia. Angka kejadian tahun 2019 sebanyak 50.282 kasus dan tahun 2022 meningkat sebanyak 543.100 kasus. Bagi orang–orang yang divonis positif HIV, tentu akan memiliki masalah baik itu fisik, maupun psikologis. Permasalahan yang saat ini terus menerus disorot adalah penerimaan keluarga pada ODHA. Mengingat keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang memiliki keterikatan emosional antar satu sama lain. Dukungan keluarga menjadi salah bentuk penerimaan keluarga terhadap ODHA. Sehingga penelitian ini bertujuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran penerimaan keluarga orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang melibatkan 105 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan tingkat penerimaan keluarga rendah. ODHA masih mendapatkan stigma dan diskriminasi dari keluarga. Diharapkan petugas kesehatan untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait HIV/AIDS dan ODHA kepada keluarga dan masyarakat umum untuk menurunkan angka stigma dan diskriminasi agar meningkatkan kualitas hidup ODHA. Kata Kunci: HIV/AIDS, ODHA, Penerimaan Keluarga
Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Pasien Herniated Nucleus Pulposus (HNP) di RSUD dr. H. JUSUF SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara Harno, Harno; Damayanti, Ana; Wahyudi, Donny Tri; Najihah, Najihah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15522

Abstract

ABSTRACT Herniated Nucleus Pulposus or what is often referred to as Lower Back Pain is a non-communicable disease that is common in all societies, both globally and nationally. The humbosacral spine accounts for about 90% of HNP, the cervical spine for 8%, and the thoracic spine for 1% to 2%. When someone is diagnosed with HNP, they must undergo professional therapy, which is expensive, time- consuming, and accompanied by reoccurring episodes. All facets of life, including the economy, family peace, quality of life, and psychological health, will undoubtedly be impacted by this. The purpose of this study was to ascertain how the quality of life of patients with Herniated Nucleus Pulposus at dr. H. Jusuf SK Tarakan, North Kalimantan Province, correlated with their level of depression. This kind of study had a quantitative cross-sectional study design with analytical components. Having a purposive sampling size of 51 participants, the population in this study consisted of patients with a Herniated Nucleus Pulposus diagnosis. The Spearman Rank Test was a statistical test used in this investigation. The results of the statistical test indicated that there was a significant relationship between the degree of depression and quality of life, with the strength of a strong relationship and the direction of a negative relationship, with a significance value of 0.000 0.05 and a correlation coefficient of -0.75. According to this study's findings, people with Herniated Nucleus Pulposus had lower quality of life when their depression levels were higher or higher quality of life when their depression levels were lower. Keywords: Depression, Quality Of Life, Herniated Nucleus Pulposus  ABSTRAK Herniated Nucleus Pulposus atau yang sering disebut dengan sakit punggung bagian bawah (low back pain) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum dijumpai pada seluruh masyarakat, baik secara global maupun nasional. Sekitar 90% HNP terjadi di area lumbosacral spine, 8% di area cervical spine dan 1% hingga 2% di area thoracic spine. Apabila seseorang terdiagnosis HNP maka perlu dilakukan perawatan secara profesional dengan durasi waktu yang cukup lama dan biaya yang mahal disertai resiko kejadian berulang. Hal ini tentu akan berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan diantaranya kondisi ekonomi, keharmonisan keluarga, kualitas kehidupan dan kejiwaan seseorang. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien Herniated Nucleus Pulposus di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian studi penampang analitis (analytic crosssectional study). Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis Herniated Nucleus Pulposus dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 51 responden. Penelitian ini menggunakan uji statistik Uji Spearman Rank. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan coefficient correlation -0,75 sehingga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup dengan kekuatan hubungan kuat dan arah hubungan negatif. Kesimpulan penelitian ini ialah semakin tinggi tingkat depresi maka semakin rendah kualitas hidup pasien Herniated Nucleus Pulposus atau semakin rendah tingkat depresi maka semakin tinggi kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Depresi, Kualitas Hidup, Herniated Nucleus Pulposus
Analisis Pekerjaan dan Dukungan Keluarga terhadap Cakupan Imunisasi Rutin Lengkap Bayi dan Balita pada Kelurahan Juata Laut Nurtilawati, Sri; Wahyudi, Donny Tri; Alfianur, Alfianur; Handayani, Fitriya; Zulfia, Rahmatuz; Ose, Maria Imaculata
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14365

Abstract

ABSTRACT Immunization services are one of the most effective and efficient efforts to prevent and break the chain of communicable diseases. According to data from the Local Area Monitoring of the Juata Health Center, Juata Laut Village has not yet reached UCI (Universal Child Immunization), which is 56.4%, while the UCI target is 95%. This study aims to determine the relationship between employment status and family support on Complete Routine Immunization Coverage for Infants and Under-fives in Juata Laut Village. This research is a quantitative analytic study with a cross sectional design. The sample consisted of 50 mothers who had children aged less than 2 years with complete and incomplete routine immunizations obtained from total sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with Chi Square test. The results showed that the mother's employment status was closely related to the achievement of complete routine immunization coverage for children under two with p-value = 0.001 < α (0.05) and there was a significant relationship between family support and the complete routine immunization status of infants and under-fives in Juata Village. Sea with p-value = 0.001. The conclusion of this study is that the mother's employment status and family support are related to complete routine immunization coverage for infants and under-fives in Juata Laut Village. To Health Center staff further improve health promotion by providing counseling on the importance of Complete Routine Immunization for infants and Bad and old, the side effects of the benefits of immunization. The community is expected to be more active in participating in the implementation of immunization. Keywords: Complete Routine Immunization, Coverage, Infants, and Under-Fives  ABSTRAK Pelayanan imunisasi merupakan salah satu upaya yang paling efektif dan efisien untuk mencegah dan memutus mata rantai penyakit menular. Menurut Data dari Pemantauan Wilayah Setempat Puskesmas Juata bahwa Kelurahan Juata Laut belum mencapai UCI (Universal Child Immunization) yaitu 56,4% sedangkan target UCI 95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status pekerjaan dan dukungan keluarga terhadap Cakupan Imunisasi Rutin Lengkap pada Bayi dan Baduta di Kelurahan Juata Laut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 50 ibu yang memiliki anak usia kurang dari 2 tahun dengan imunisasi rutin lengkap dan tidak lengkap yang didapatkan dari total sampling, analisis data menggunakan  analisis univariat dan bivariat  dengan uji Chi Square , α: 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pekerjaan ibu berhubungan erat dengan pencapaian cakupan imunisasi rutin lengkap bagi anak baduta dengan p-value =0,001 dan terdapat hubungan signifikan  antara dukungan keluarga terhadap status kelengkapan imunisasi rutin lengkap bayi dan baduta di Kelurahan Juata Laut dengan p-value= 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah status pekerjaan ibu dan dukungan keluarga berhubungan dengan cakupan imunisasi rutin lengkap pada bayi dan baduta di Kelurahan Juata Laut. Kepada Petugas Puskesmas lebih meningkatkan promosi Kesehatan dengan memberikan penyuluhan pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap bagi bayi dan Baduta, efek samping keuntungan pemberian imunisasi. Masyarakat diharapkan dapat lebih aktif berperan serta dalam pelaksanaan imunisasi. Kata Kunci: Baduta, Bayi, Cakupan, dan Imunisasi Rutin Lengkap, Cakupan
Studi Kasus Penerapan Senam Ergonomis Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Mamburungan Kota Tarakan Renna Youfristiya Sari; Donny Tri Wahyudi
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i4.512

Abstract

Ergonomic exercises can lower blood pressure by restoring the elasticity of blood vessels and improving blood flow. The research method used was a case study involving 2 different respondents. The aim of this research is to analyze the effectiveness of applying ergonomic exercises to reduce blood pressure in hypertensive clients. This type of research is descriptive in the form of a case study. The subjects in this study were two individuals with the same case in two different families with hypertension. Those who were given the same treatment where blood pressure was measured pre and post doing ergonomic exercises. The implementation was carried out 3 times a week for a duration of 30 minutes. The results of the study showed that the blood pressure of the respondents experienced a decrease in blood pressure in systole 14-37 MmHg and diastole 4-15 MmHg. The application of ergonomic exercises is effective in reducing blood pressure in hypertension sufferers.
Determinants Of Tuberculosis Prevention Behavior In Coastal Areas Tarakan City Meilia, Ditta Rika; Damayanti, Ana; Wahyudi, Donny Tri; -, Sulidah; Wijayanti, Dewi; -, Najihah
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v12i2.2358

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular penyebab kematian terbanyak setelah COVID-19 dan Indonesia menempati peringkat ke-2 setelah India dengan kasus tuberkulosis tertinggi pada tahun 2021. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi promosi dan pencegahan penyakit tuberkulosis agar terbentuk perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis yang baik di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini adalah 71 pasien tuberkulosis yang terkonfirmasi bakteriologis dan berumur ≥ 15 tahun di Puskesmas Pantai Amal, Sebengkok dan Gunung Lingkas. Analisis data menggunakan Chi Square dengan hasil hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,054, hubungan sikap terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,032, dan hubungan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis memperoleh p value 0,009. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis, sedangkan sikap dan tindakan mencari pengobatan untuk kesembuhan berhubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Untuk meningkatkan perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis yang baik diperlukan peningkatan upaya promotif melalui pendidikan kesehatan yang sifatnya terstruktur bagi pasien, keluarga dan masyarakat.