Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

THE EFFECT OF A COMBINATION OF BRISK WALKING EXERCISE AND HYDROTHERAPY ON BLOOD SUGAR LEVELS IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS Priana Ziaulhaq, Dhiffa; Kartilah, Tetet; Bahtiar, Yanyan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2678

Abstract

Diabetes mellitus is a serious, long-term, or chronic condition that cannot be cured, caused by increased blood glucose levels because the body cannot produce the hormone insulin in the right amount. This causes DM sufferers to be at risk of experiencing several complications that can be debilitating and life-threatening, resulting in an increased need for medical care. Non-pharmacological therapies that can be done as an effort to control blood sugar levels are brisk walking exercise and hydrotherapy. This study aims to determine the effect of the combination of brisk walking exercise and hydrotherapy on blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus sufferers. The research method used was a quasi-experimental pretest-posttest design with a control group posttest. Sampling used a simple random sampling technique with a sample size of 28 people in each group. The statistical tests used were paired sample t-tests and independent sample t-tests with a significance level of 0.05. The results showed a difference in average blood sugar levels before and after exercise in the intervention group and the control group, with a p-value of 0.001. The statistical test results showed a difference in average blood sugar levels after physical exercise between the intervention and control groups, with a p-value of 0.020. This study concluded that the combination of brisk walking and hydrotherapy can reduce blood sugar levels in people with type 2 diabetes mellitus.
Pemberdayaan Keluarga dalam Persiapan Perawatan Klien Post Operasi di Rumah Kartilah, Tetet; Cahyati, Peni; Somantri, Iwan; Lan, Evi Tan Sun; Kartiwa, Iwa; Gungun, Ujang
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20999

Abstract

Pasien post op adalah pasien yang baru saja menjalani operasi atau pembedahan. Masa post operasi dimulai saat pasien dipindahkan dari ruang operasi ke ruang pemulihan atau ruang perawatan lain, dan berakhir setelah pasien dievaluasi dan dipulangkan. Perawatan post op sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan pemulihan yang optimal. Peran keluarga dalam perawatan pasien post operasi di rumah sangat penting untuk pemulihan yang optimal. Keluarga dapat memberikan dukungan emosional, membantu aktivitas sehari-hari, memastikan perawatan luka dan pemberian obat, serta memantau kondisi pasien. Selain itu, keluarga juga perlu memahami intruksi tenaga kesehatan dan mengenali tanda-tanda komplikasi untuk segera mendapatkan bantuan pelayanan kesehatan. Agar keluarga dapat menjalankan perannya maka kami tim pengabdi bekerjasama dengan tim RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya memberikan pelatihan tentang  pemberdayaan keluarga  dalam persiapan  perawatan pasien post operasi di rumah. Sebagai responden adalah semua keluarga penunggu pasien di Ruang Melati 4 sejumlah 20 orang. Hasil pelatihan menunujukkan  skor pengetahuan keluarga naik sebesar 21,37 poin dibandingkan sebelumnya. Secara statistik, dengan menggunakan uji Wilcoxon hasilnya menunjukan adanya perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan, dengan taraf signifikansi ρ = 0,0001 (ρ < 0,05). Diharapkan setelah diberikan pembekalan maka keluarga dapat merawat anggota keluarga dengan post operasi di rumah. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan keluarga pasien setelah di berikan pelatihan.
Pengaruh Aromaterapi Jahe dan Akupresur pada Titik Perikardium 6 terhadap Skor Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I dengan Emesis Gravidarum Faturanti, Risa Ayu; Kartilah, Tetet; Februanti, Sofia; Nurhayati, Tetik
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.108742

Abstract

Background: Pregnant women often experience nausea, vomiting, and abdominal pain (emesis gravidarum) in the first trimester, which can affect their activity and health. Aromatherapy and acupressure are two safe methods that have few side effects. Research on the use of ginger aromatherapy and P6 acupressure to reduce nausea and vomiting in pregnant women at the Cibeureum Health Center has never been conducted. Objective: To examine the effectiveness of Ginger aromatherapy and P6 acupressure combination in reducing emesis gravidarum among pregnant women who experience emesis gravidarum in their first trimester. Methods: The type of research was a quasi experiment with a nonequivalent (pretest and posttest) with control group design. A total of 26 participants were selected using simple random sampling technique from a total of 32 first-trimester pregnant women for this research. The intervention group and the control group were both given Ginger aromatherapy. The intervention group then received additional acupressure at the P6 point. To measure symptoms, the PUQE-24 questionnaire was used. Before the statistical test was carried out, the data collected was tested for normality and homogeneity of data. Then, data were analyzed using independent t-tests, Wilcoxon, and Mann Whitney. Results: There was a statistically significant decrease in emesis gravidarum symptoms score from 9,54 to 5,08 occurred in the intervention group, while in the control group it also decreased from 10,62 to 9,00. In both groups, there was a significant decrease in nausea and vomiting scores (p=0,001 and p=0,003) The median values of the difference in nausea and vomiting scores in the intervention group were 4 (3-8) and in the control group 2 (1-4). From the result of the Mann Whitney test, the value of p = 0,000 was obtained. Conclusion: The combination therapy of Ginger aromatherapy and P6 point acupressure may reduce the symptoms of emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester.INTISARILatar belakang: Wanita hamil sering mengalami mual, muntah, dan nyeri perut (emesis gravidarum) pada trimester pertama, yang dapat memengaruhi aktivitas dan kesehatan mereka. Aromaterapi dan akupresur adalah dua metode aman yang memiliki sedikit efek samping. Penelitian tentang penggunaan aromaterapi Jahe dan akupresur P6 untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil di Puskesmas Cibeureum belum pernah dilakukan. Tujuan: Mengkaji efektivitas kombinasi aromaterapi Jahe dan akupresur P6 dalam mengurangi mual muntah wanita hamil yang mengalami emesis gravidarum pada trimester pertama. Metode: Jenis penelitian adalah quasi experiment with a nonequivalent (pretest and posttest) dengan control group design. Sebanyak 26 partisipan dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari total 32 wanita hamil trimester pertama untuk penelitian ini. Kelompok intervensi dan kelompok kontrol sama-sama diberikan aromaterapi Jahe, kelompok intervensi selanjutnya menerima tambahan akupresur pada titik P6. Untuk mengukur gejala, digunakan kuesioner PUQE-24. Sebelum dilakukan uji statistik, data yang terkumpul dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Data dianalisis menggunakan uji t independen, Wilcoxon, dan Mann Whitney. Hasil: Terdapat penurunan skor gejala emesis gravidarum yang signifikan secara statistik dari 9,54 menjadi 5,08 pada kelompok intervensi. Sementara itu, pada kelompok kontrol juga turun dari 10,62 menjadi 9,00. Pada kedua kelompok terjadi penurunan yang signifikan terhadap skor mual dan muntah (p=0,001 dan p=0,003). Nilai median selisih skor mual muntah pada kelompok intervensi sebesar 4 (3-8) dan pada kelompok kontrol 2 (1-4). Dari hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p = 0,000. Simpulan: Gabungan terapi aromaterapi Jahe dan akupresur titik P6 dapat menurunkan gejala emesis gravidarum pada ibu hamil di trimester I.
INOVASI KORSET BERBAHAN POLYESTER SEBAGAI SOLUSI NYERI PUNGGUNG BAWAH BAGI IBU POSTPARTUM Handayani, Sri; Kartilah, Tetet; Februanti, Sofia
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 19 No 2 (2025): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v19i2.2408

Abstract

Perubahan yang terjadi pada pasca postpartum adalah terjadinya perubahan drastis diastasis rectus abdominis pada ibu postpartum. Pada kondisi ini, diastasis rektus abdominis (DRA) memiliki peluang dalam mengganggu aktivitas, biasanya para ibu akan mengalami nyeri punggung bagian bawah. Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang tekstil kebutuhan akan bengkung menurun karena masyarakat lebih memilih menggunakan korset yang dianggap lebih praktis dari pada stagen atau bengkung. Tujuan penelitian dengan penggunaan korset berbahan polyester dapat mengurangi nyeri punggung bawah dan memperbaiki postur tubuh ibu setelah melahirkan. Populasi adalah seluruh ibu postpartum dengan sampel penelitian diambil secara quota sampling selama rentang waktu penelitian dengan jumlah sampel kelompok intervensi sebanyak 15 orang dan kelompok kontrol sebanyak 15 orang. Metode penelitian menggunakan desain kuasi eksperiment dengan uji analisis General Linear Model Repeated Measures (GLM RM) yaitu pada kedua kelompok dilakukan pengukuran setiap bulan selama 3 bulan dan dibandingkan hasilnya, diperoleh hasil ada perbedaan pengukuran skor nyeri punggung bagian bawah pada pengukuran ketiga level, pada analisis interaksi terdapat slope penurunan yang signifikan terhadap nyeri punggung bawah. Hal ini terbukti bahwa penggunaan korset dengan bahan polyester dapat memberi kenyamanan dan efektif mengurangi nyeri punggung bawah selama pemakaian yang tepat dan benar.
PENERAPAN RELAKSASI NAFAS DALAM DENGAN PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI POST SECTIO CAESAREA putri, dimelda14; Kartilah, Tetet
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 19 No 2 (2025): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v19i2.2450

Abstract

Tindakan sectio caesarea akan menimbulkan ketidaknyamanan post operasi yang disebabkan dari rasa nyeri, sehingga diperlukan penggunaan teknik nonfarmakologis yang dapat membantu meringankan keluhan. Terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah teknik relaksasi nafas dalam dan progresive muscle relaxation (PMR) tindakan ini dapat mengurangi nyeri yang dirasakan, karena dapat mengaktifkan saraf parasimpatis yang memicu respons relaksasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan relaksasi nafas dalam dengan progresive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat nyeri pada ibu post sectio caesarea. Metode pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta observasi partisifatif pada 2 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik serta penilaian instrument NRS yang digunakan untuk mengetahui skala nyeri yang rasakan kedua responden. Penelitian dilakukan selama 3 hari, dengan waktu intervensi 30 menit perharinya. Penulis melakukan observasi pada skala nyeri yang dirasakan  sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan. Hasil dilakukannya intervensi selama 3 hari, kedua responden mengalami penurunan skala nyeri dari skala nyeri sedang ke skala nyeri ringan dengan kategori yang sama tetapi dengan skala nyeri yang berbeda. Skala nyeri pada  klien 1  yaitu dari skala 6 menjadi skala 2  dan pada klien 2 dari skala 6 menjadi skala 3. Kesimpulannya bahwa teknik relaksasi nafas dalam dengan progresive muscle relaxation (PMR) dapat mempercepat penurunkan tingkat nyeri pada ibu post sectio caesarea sehingga diharapkan pemberian relaksasi nafas dalam dengan progresive muscle relaxation (PMR) ini dapat  menjadi alternatif pendamping terapi farmakologis dalam menurunkan tingkat nyeri post sectio caesarea.
PENGARUH BUTTERFLY HUG DAN DZIKIR TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III Silvy Khaerunnisa; Kartilah, Tetet; Februanti, Sofia
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 19 No 2 (2025): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v19i2.2470

Abstract

Kehamilan pertama dapat menjadi pengalaman yang menimbulkan kecemasan, terutama pada trimester III menjelang persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin. Intervensi non-farmakologis seperti teknik butterfly hug dan dzikir merupakan pendekatan yang dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan secara aman dan mudah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi teknik butterfly hug dan terapi dzikir terhadap kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah 15 ibu hamil primigravida trimester III, dan seluruhnya dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Skor kecemasan diukur menggunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) sebelum dan sesudah intervensi, analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah intevensi dengan rata-rata skor kecemasan 30,07 dan menurun menjadi 19,67  dengan nilai sig. (2-tailed) 0,001 (p<0,05), yang mengindikasikan bahwa kombinasi teknik Butterfly Hug dan terapi dzikir memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kecemasan ibu hamil primigravida trimester III.  Teknik butterfly hug dan dzikir berpengaruh dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam upaya promotif dan preventif di pelayanan kesehatan maternal.