Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Daya Ovisidal dan Larvisidal Infusa Daun Bambu Apus (Gigantochloa apus)Terhadap Haemonchus Contortus Secara in Vitro Budi Purwo Widiarso; Wisnu Nurcahyo; Kurniasih Kurniasih; Joko Prastowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 36, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7949.865 KB) | DOI: 10.22146/jsv.38430

Abstract

Gastrointestinal Nematodes are one among cause decrease production efificiency in goat and sheep in Indonesia, especially parasite of abomasum namely Haemonchus contortus. This parasite causes disease of Haemonchosis causing anemia, and causes mortality to young goat or sheep. Loss of economics caused by high morbidity and  mortality this parasite so that can improve the expense of prevention and medication of this disease. This research aim was to evaluate ovicidal and larvicidal apus bamboo leaf infusion (Gigantochloa apus) against Haemonchus contortus by in vitro. Examination of apus bamboo leaves infusion to seven concentrations namely : 1.2; 1.0; 0.8,; 0.6; 0.4; 0.2;0.1; 0.05 and 0 mg / ml as negative control. Positive control uses Albendazole with concentration 0,025 mg / ml. The highest concentration 1.2 mg / ml apus bamboo leaves infusion   inhibited 92.35% egg hatching ( LC 0.49 mg / ml ) and have larvicidal activity equal to 90% ( LC50 0,47mg / ml). The concentration 1.2 mg / ml also have similar effect with positive control which use Albendazole. Phytochemical apus  bamboo leaf analysis of the highest concentration revealed the presence  tanin condensed, saponins, and alkaloids.
Pengaruh Serbuk Jambe (Areca catechu) Dibandingkan Serbuk Gabungan Jambe (Areca catechu) dan Binahong (Anredera cordifolia) Terhadap Ascariasis pada Ayam Buras Okti Herawati; Kurniasih Kurniasih; Joko Prastowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 36, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8078.461 KB) | DOI: 10.22146/jsv.38449

Abstract

Infestasi Ascaridia galli mengakibatkan penurunan produktivitas dari ayam buras baik daging maupun telur. Pengendalian infestasi A. galli dilakukan menggunakan tanaman yang mengandung antiparasit sebagai anthelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian serbuk Jambe dan serbuk gabungan Jambe dengan Binahong terhadap infestasi Ascaridia galli pada ayam buras berdasarkan jumlah egg per gram (epg) feses, berat badan, jumlah cacing A.galli, dan perubahan histopatologi usus. Hewan yang digunakan dalam penelitian ini ialah ayam buras yang berumur 2 bulan dan positif terinfestasi cacing Ascaridia galli. Dilakukan penghitungan jumlah egg per gram (epg) dan berat badan sebelum perlakuan. Sebanyak 10 ekor ayam buras yang terbagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok 1 diberi serbuk Jambe dengan dosis 0,1mg/kg BB sedangkan kelompok 2 diberi serbuk gabungan Jambe 0,05mg/kg BB dan Binahong 0,0125mg/kg BB. Pengobatan dilakukan secara per oral selama 7 hari, pada hari ke 10 dilakukan eutanasi. Data hasil perhitungan jumlah egg per gram (epg), jumlah cacing, berat badan dan perubahan histopatologi dianalisa secara diskriptif. Pemberian serbuk Jambe maupun serbuk gabungan Jambe dan Binahong dapat menurunkan jumlah epg, meningkatkan berat badan ayam dan membunuh cacing A.galli sebesar 80% untuk kelompok 1 dan 40% untuk kelompok 2. Perubahan histopatologis usus halus terlihat adanya infiltrasi sel radang berupa eosinofil dan limfosit di duodenum, jejunum dan ileum serta terdapat potongan cacing cestoda pada kedua kelompok. Serbuk Jambe lebih berpotensi sebagai anthelmentik dibandingkan serbuk gabungan Jambe dan Binahong dilihat dari penurunan jumlah epg, peningkatan berat badan dan jumlah cacing pada usus. Pemberian serbuk Jambe maupun serbuk gabungan Jambe dan Binahong dapat membunuh nematoda tetapi tidak untuk cestoda.
Identification of Clinostomum complanatum (DIGENEA: CLINOSTOMIDAE) Infecting Anabas tes Morina Riauwaty; Kurniasih Kurniasih; Joko Prastowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3766.098 KB) | DOI: 10.22146/jsv.39513

Abstract

The aim of study was to molecularly determine Clinostomum complanatum (Digenea: Clinostomidae) from freshwater fish in Yogyakarta and Riau, Indonesia.
Pengaruh Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) Terhadap Tingkat Kematian dan Morfometri Cacing Dewasa Ascaridia galli Secara In Vitro Wida Wahidah Mubarokah; Kurniasih Kurniasih; Wisnu Nurcahyo; Joko Prastowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 37, No 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.658 KB) | DOI: 10.22146/jsv.43751

Abstract

The study evaluates in vitro effects of Areca catechu crude aqueous extract  as anthelmintics on Ascaridia galli adult mortality rate and morphometry. Naturally infected chickens were collected from slaughtered chickens at local slaughterhouses in Yogyakarta. Chicken’s intestines were carefully examined and transported to the Parasitological Laboratory of Gadjah Mada University, Yogyakarta. Ascaridia galli were collected from intestines (including duodenum, jejunum, and ileum) and put into a petri dish containing 0.62% saline water. There were 60 A. galli in each concentration of Areca catechu crude aqueous extract. Investigation on mortality rate of adult worms at various concentration and observation as well as differences in A. galli morphometry and mortality rate were analyzed using analysis Anova. The figures of the parasites or the parts of the parasites were captured using camera Lucida and then they were measured using both micrometer and curvimeter. The morphology of the parasites was identified to find out their morphometric characteristics.The results of morphometric observation of the A. galli showed that there was a significant difference in the body width and the vulva length of the females and in the body width, the esophageal length and the esophageal width of the males.This research disclosed that Areca catechu crude aqueous extract significantly affected the mortality rate of adult A.galli at various concentration. This research observed that the best concentration to kill the adult worms was 25% Areca catechu crude aqueous extract.
Tingkat Kejadian Infestasi Parasit Saluran Pencernaan pada Ayam Buras di Rumah Pemotongan Mbok Sabar dan Pasar Terban Yogyakarta Dyah Nur Hidayati; Joko Prastowo
Buletin Peternakan Vol 28, No 1 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (1) Februari 2004
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v28i1.1489

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
PREVALENSI DAN INSIDENSI PARASIT PADA IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) . Dwilantiani; Yudhi Ratna Nugraheni; Joko Prastowo; Dwi Priyowidodo; Ana Sahara; Wisnu Nurcahyo
Partner Vol 24, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v24i2.285

Abstract

Infestasi parasit pada ikan dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup signifikan. Parasit dari jenis Trematoda monogenean dan protozoa mendominasi infestasi tersebut.  Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan status kejadian infestasi parasit pada ikan mas biasa (Cyprinus carpio). Sebanyak 200 ikan mas (Cyprinus carpio) dikumpulkan dari kolam-kolam di Sleman dan Magelang, Jawa Tengah Indonesia. Metode pemeriksaan menggunakan metode wet mount. Parasit yang ditemukan sebagai berikut: Ichthyopthirius multifilis 41% Dactylogyrus  spp. 44,5% dan Gyrodactylus spp. 25%. Kejadian insidensi parasit sebagai berikut: Ichthyopthirius multifilis 1496/82, Dactylogyrus  spp. 119/37 dan Gyrodactylus spp. 2/2. Kondisi kolam yang buruk dan pergantian musim di Indonesia merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kejadian infestasi parasit pada ikan mas (Cyprinus carpio).
SCANNING ELECTRON MICROSCOPY DARI Clinostomum complanatum (DIGENEA: CLINOSTOMIDAE) PADA IKAN BETOK ( Anabas testudineus ) DI YOGYAKARTA, INDONESIA Morina Riauwaty; Kurniasih Kurniasih; Joko Prastowo; Windarti Windarti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 2 (2011): (Agustus 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.476 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.2.2011.303-309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui topografi permukaan Clinostomum complanatum (Digenea: Clinostomidae) yang menginfeksi ikan air tawar di Yogyakarta. Ikan betok (Anabas testudineus) diperoleh dari Kali Progo, Yogyakarta. Metaserkaria Clinostomum complanatum yang ditemukan di insang, dikeluarkan dengan menggunakan jarum dan diawetkan dalam etanol absolut. Pengamatan topografi permukaan tegument dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Data morfologi dianalisis secara deskriptif. Topografi tegument dari metaserkaria Clinostomum complanatum pada ikan betok menunjukkan adanya perbedaan struktur. Oral sucker terletak di ujung terminal, berbentuk elips dengan permukaan halus. Ventral sucker terletak dekat dengan oral sucker, berada di anterior dan memiliki papila sensoris, tetapi tidak memiliki spina. Permukaan tubuh cekung dan memiliki tonjolan yang tidak beraturan. Lubang ekskretori terletak di ujung posterior tubuh cacing.
AKTIVITAS LARVISIDAL EKSTRAK ETHANOL RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum Klotzsch) TERHADAP Aedes aegypti: LARVICIDAL ACTIVITY OF THE RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum Klotzsch) ETHANOL EXTRACT AGAINTS Aedes aegypti Priyo Sambodo; Joko Prastowo; Soedarmanto Indarjulianto
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 7 No. 1 (2012): JURNAL ILMU PETERNAKAN
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jipvet.v7i1.37

Abstract

The aim of this research is to find out the larvicidal effect of rumput Kebar ethanol extract againts A. aegypti larvae. Seven hundred and twenty larvae of third instars were divided into 3 series and consist of 4 concentrations, (0 ppm, 2000 ppm, 2500 ppm and 3000 ppm) with 3 replications. Each group using 20 larvae of third instars were placed in 200 ml of treatment solutions. The effect of the treatments were monitored by counting the number of dead larvae after 24 h, 48 h and 72 h of exposure. Data was analyzed by ANOVA and Probit analysis was used to find out Lethal Concentration50 and LC90. The results showed that the average mortality is highest on the concentration of 3000 ppm after 72 h of exposure were 27 (36,15%). LC50 and LC90 values of 4770.626 ppm and 8264.651 ppm after 24 h of exposure.
Parasit Gastrointestinal pada Sapi di Daerah Aliran Sungai Progo Yogyakarta Yudhi Ratna Nugraheni; Dwi Priyowidodo; Joko Prastowo; Eryl Sri Rohayati; Ana Sahara; Aan Awaludin
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of study was investigate gastrointestinal disease on cow fed forage from Progo watershed. Sixty three feses samples were taken from cows on Progo watershed. The method of feses analysis used was sentrifuge and Parfitt Bank. The results showed that 63 samples of cows feces were examined, among 25 were infected by Fasciola sp., 7 Paramphistomum sp., 14 Strongyle, and 9 Coccidiosis. The conclusion was the prevalence of gastrointestinal disease in cows was dominant incidence of Fasciolosis by 40%, Strongyle 22%, 14% Coccidiosis, and Paramphistomum sp.11%.
FAKTOR RISIKO INFEKSI Toxoplasma gondii PADA KUCING DOMESTIK YANG DIPELIHARA DI YOGYAKARTA Muhammad Hanafiah; Wisnu Nurcahyo; Joko Prastowo; Sri Hartati
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.963 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2792

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan kemungkinan faktor-faktor risiko terhadap kemunculan toksoplasmosis. Sebanyak 132 sampel serum darah diambil pada kucing lokal di Yogyakarta. Data-data epidemiologis seperti asal usul kucing, ras kucing, jenis kelamin, umur, lokasi sistem pemeliharaan, jenis pakan, dan frekuensi diare diberi kode untuk mempermudah analisis, kemudian dimasukkan, disimpan, dan dianalisis dengan program Statistix Versi 7 (Analytical Sofware inc). Analisis data dilakukan secara bivariat (Chi-square (2), dan kekuatan asosiasi (OR), dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adanya toksoplasmosis pada kucing berdasarkan analisis bivariat adalah pembersihan kotak pasir 1 kali sehari dan mandi 2-3 kali seminggu sedangkan faktor-faktor yang memiliki peluang meningkatkan seropositif toksoplasmosis berdasarkan analisis multivariat adalah pemeliharaan kucing yang bebas di dalam rumah, dimandikan lebih dari 1 kali seminggu, dan dimandikan lebih besar dari 1 bulan sekali.
Co-Authors . Dwilantiani . Rianawati Alek Arisona Alfarisa Nururrozi Ambar Pertiwiningrum Ana Sahara Ana Sahara April Hari Wardhana Argamjav, Bayanzul Arisona, Alek Arnuphapprasert, Apinya Asmarani Kusumawati Awaludin, Aan Bambang Ariyadi Bambang Ariyadi, Bambang Bambang Sutrisno Budi Purwo Widiarso Budi Purwo Widiarso BUDI SETIADI DARYONO Budi Utomo Catur Sugiyanto Dwi Priyowidodo Dwi Priyowidodo Dyah Nur Hidayati Eryl Sri Rohayati Galuh Tresnani Herawati, Okti I Gusti Komang Oka Wirawan I Gusti Komang Oka Wirawan, I Gusti Komang Imron Rosyadi Kurniasih . Kurniasih . Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Lily Gunawan Margaretha Arnita Wuri Morsid Andityas Mubarokah, Wida Wahidah Mufasirin MUHAMAD, NUR Muhammad Hanafiah Nor Wijaya, Rendra Nugraheni, Yudhi Ratna Nugraheni, Yudhi Ratna Nurcahyo, R Wisnu Nurcahyo, Raden Wisnu Pastawan, Viagian Priyo Sambodo Priyowidodo P Priyowidodo P, Priyowidodo Putra, Zidhandika Nagita R. Wasito . Raden Wisnu Nurcahyo Ratna Nugraheni, Yudhi Rini Widayanti Rizki Amalia Nurfitriani Sahara, Ana Sarwo Edy Wibowo Sitarina Widyarini Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Sri Hartati Sri Hartati Sudarmanto Indarjulianto Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunandjak . Surya Widyarsi Teguh Ari Prabowo Wida Wahidah Mubarokah Wida Wahidah Mubarokah Widiarso, Budi Purwo Widiarso, Widiarso, B. P. Windarti . Windarti Windarti Wisnu Nurcahyo Wisnu Nurcahyo Wisnu Nurcahyo Wisnu Nurcahyo Yanuartono Yanuartono . Yanuartono, Yanuartono Yosua Lede Pono