Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Taman Hutan Kota Taufan Gama Simatupang Sebagai Bagian Dari Upaya Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kabupaten Asahan Nasution, Emmi Rahmiwita; Rahayu, Rika; Bima, Meirad Arianza
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11695

Abstract

Masyarakat modern sering terjebak dalam ekonomi kapitalistik yang mengabaikan pelestarian lingkungan. Di Indonesia, sebagai negara berkembang dengan populasi padat, pertumbuhan penduduk menimbulkan berbagai masalah seperti meningkatnya kebutuhan ruang dan penurunan daya dukung lingkungan. Banyak lahan hijau kini berubah menjadi area komersial dan perkantoran. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi dan pemanfaatan Taman Hutan Kota Taufan Gama Simatupang di Kisaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memahami sejauh mana taman kondisi dan pemanfaatan Taman Hutan Kota Taufan Gama Simatupang di Kisaran. Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris ini menitikberatkan pada perilaku hukum masyarakat dalam konteks nyata, dan mengumpulkan data mengenai bagaimana masyarakat mematuhi dan berinteraksi dengan norma-norma hukum yang ada. Penataan ruang, yang diatur oleh UU Nomor 26 Tahun 2007, melibatkan perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ruang untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Di Kabupaten Asahan, Perda No. 12 Tahun 2013 mengatur Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mencakup RTH, namun hanya 8% dari target 30% RTH yang telah terpenuhi. RTH penting untuk menyeimbangkan ekosistem dan meningkatkan kualitas hidup. Di Kota Kisaran, RTH seperti Taman Hutan Kota Taufan Gama Simatupang menyediakan fasilitas rekreasi dan olahraga. Meski demikian, pengawasan RTH kurang efektif, terutama di wilayah terpencil. Menurut Peraturan Menteri Agraria No. 14 Tahun 2022, RTH memiliki enam fungsi utama: ekologis, resapan air, ekonomi, sosial budaya, estetika, dan penanggulangan bencana, yang dicapai melalui penanaman vegetasi, pengelolaan air hujan, dan penyediaan fasilitas olahraga dan rekreasi
Nuansa Keadilan dalam Undang-Undang Perkawinan Sebuah Kajian Filosofis Pancasila Nasution, Emmi Rahmiwita; Bima, Meirad Arianza; Rahayu, Rika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.15424

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesesuaian perubahan batas usia perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dengan konsep keadilan sosial dalam perspektif filsafat Pancasila. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan menganalisis bahan-bahan hukum seperti undang-undang, putusan pengadilan, dan pandangan para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan sosial dalam filsafat Pancasila menekankan pada kesetaraan, perlindungan hak asasi manusia, dan adaptabilitas terhadap perubahan zaman. Perubahan batas usia perkawinan menjadi 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan ditemukan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan sosial Pancasila, yang mencerminkan kesetaraan gender, perlindungan anak, dan responsivitas terhadap tuntutan masyarakat. Kesimpulannya, perubahan ini mewakili implementasi komprehensif dari prinsip keadilan sosial dalam filsafat Pancasila, mempromosikan kesetaraan, melindungi hak asasi manusia, serta menunjukkan fleksibilitas Pancasila dalam merespons perubahan sosial untuk membangun masyarakat Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.
Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Hipertensi Serta Diabetes Untuk Mewujudkan Lansia Berkualitas Hernawati, Erni; Nurhaliza, Hasna; Nurhali, Ayva Fidya; Yusuf, Arinda Nikita; Rahayu, Rika; Nurlela, Ela
Easta Journal of Innovative Community Services Vol 2 No 02 (2024): Easta Journal of Innovative Community Services (EJINCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejincs.v2i02.215

Abstract

Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan dua kondisi kesehatan yang sering terjadi dan memiliki dampak serius terhadap kualitas hidup seseorang. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyebab, gejala, serta cara mencegah dan mengelola hipertensi dan diabetes mellitus. Tanggal 14 Desember 2023, Posbindu Nusa Indah di Kampung Tangkil Rt.07, Cigugur Tengah, Cimahi Tengah, Kota Cimahi menyelenggarakan penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan diabetes mellitus. Penyuluhan hipertensi mencakup informasi tentang tekanan darah, gaya hidup sehat, dan pentingnya pemantauan rutin tekanan darah. Sementara itu, penyuluhan diabetes mellitus memfokuskan pada pemahaman metabolisme gula, pola makan seimbang, serta pengelolaan obat untuk mengendalikan kadar gula darah.
Refleksi Pengalaman Mengajar Matematika Dasar Bagi Mahasiswa PGSD: Tantangan dan Strategi Pembelajaran Rahayu, Rika
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss4.1985

Abstract

Pembelajaran matematika dasar merupakan landasan penting bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk memahami sekaligus mengajarkan konsep matematika secara bermakna kepada siswa. Namun, pengalaman penulis menunjukkan bahwa banyak mahasiswa masih memiliki sikap negatif terhadap matematika, seperti rasa takut, kurang percaya diri, dan kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak. Artikel ini merefleksikan pengalaman penulis dalam menghadapi permasalahan tersebut serta menjelaskan strategi pembelajaran yang diterapkan untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode reflektif berdasarkan pengalaman selama proses perkuliahan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa penggunaan media konkret, pendekatan kontekstual, diskusi kelompok, serta kegiatan reflektif di akhir perkuliahan efektif dalam membantu mahasiswa memahami konsep matematika dasar dan membangun sikap positif terhadap mata kuliah ini. Penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika dasar yang bermakna, interaktif, dan menyenangkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar yang mampu menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap matematika.
Harmonisasi Norma Dalam Pemanfaatan Ruang Sebagai Upaya Mengintegrasikan Ketentuan Zonasi Cagar Budaya ke Dalam Rencana Tata Ruang Nasution, Emmi Rahmiwita; Bima, Meirad Arianza; Rahayu, Rika; Dalimunthe, Huzraimahasri Aminatitassya
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13602

Abstract

Disharmoni regulasi antara rezim pelestarian cagar budaya dan rezim penataan ruang telah menimbulkan ketidakpastian hukum yang berdampak serius terhadap keberlanjutan warisan budaya di Indonesia. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya berpijak pada paradigma pelestarian yang bersifat proteksionis, sedangkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengedepankan optimalisasi ruang untuk kepentingan pembangunan. Ketidaksinkronan ini kian mengemuka pasca transformasi perizinan berbasis risiko melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang menempatkan Rencana Tata Ruang sebagai instrumen utama dalam sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) . Ketika zonasi cagar budaya tidak terintegrasi secara presisi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah maupun Rencana Detail Tata Ruang, situs sejarah berpotensi tidak terbaca dalam sistem, sehingga membuka peluang legalisasi pemanfaatan ruang yang destruktif. Fragmentasi kelembagaan, ego sektoral, serta minimnya interoperabilitas data memperparah kegagalan pengendalian ruang, sebagaimana tercermin pada berbagai kasus di Borobudur, Kota Lama Semarang, Trowulan, dan Yogyakarta. Melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, artikel ini menemukan bahwa akar persoalan terletak pada benturan paradigma, ketidakharmonisan substansi zonasi, serta absennya integrasi sistem izin. Kajian ini menawarkan strategi harmonisasi melalui integrasi substansi zonasi cagar budaya ke dalam RDTR, rekonstruksi prosedur OSS agar mewajibkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya pada tahap KKPR, serta penguatan infrastruktur data melalui Kebijakan Satu Peta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi norma bukan sekadar penyelarasan administratif, melainkan agenda rekayasa sosial untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa mengorbankan warisan sejarah bangsa.
Digital Financial Literacy for Bamboo MSMEs: A SIAPIK Application Training Initiative in Lamongan Wahidahwati; Rahayu, Rika; Zahro, Maratus; Maryam, Dewi; Kirana, Ardilla Ayu
Warta Pengabdian Andalas Vol 33 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.33.1.1-9.2026

Abstract

East Java is a region rich in MSMEs in the food, beverage, craft, and other handmade goods sectors. One such area is Sukolilo Village, Lamongan, which is a renowned center for the bamboo craftsmen industry in Lamongan, participants were 10 bamboo craftsmen in Sukolilo Village. One of the reasons behind this initiative is the importance of financial literacy in the MSME sector, which is considered low and focuses only on profit/loss from a sales value. One thing that needs to be considered is the importance of determining the costs of the production process and determining the selling price, thus creating simple bookkeeping for MSMEs to increase financial literacy. One of the effective strategies in implementing community service activities in Sukolilo Village, Lamongan is to implement three stages of implementation, namely identification, training and mentoring, monitoring and evaluation. Based on the community service activities carried out in Sukolilo Village, which were attended by bamboo craftsmen in Sukolilo Village, Lamongan, it can be concluded that bamboo craftsmen in Sukolilo Village, Lamongan, started downloading the SIAPIK Bank Indonesia application from their respective cellphones via the Play Store and started using the SIAPIK application starting from registration, filling in business information, initial application settings, to entering financial data. The results of monitoring and evaluation indicate that bamboo craftsmen in Sukolilo Village require dedicated time and thought to prepare financial reports. Most bamboo craftsmen are housewives, so they require dedicated time to record their finances due to their busy daily schedules. This activity has clear outcomes is qualitative improvement. Implication this activity is to improve the quality of human resources, including in terms of expanding insight, knowledge, and improving skills.