Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sosialisasi Konsep 5T Dalam Swamedikasi Sebagai Strategi Peningkatan Literasi Penggunaan Obat Pada Masyarakat Desa Bua, Kabupaten Gorontalo Madania Madania; Nur Rasdianah; Hamsidar Hasan; Faradila Ratu Cindana Moo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.36654

Abstract

Swamedikasi merupakan praktik kesehatan yang umum dilakukan masyarakat untuk menangani keluhan ringan secara mandiri, namun praktik ini sering disertai risiko penggunaan obat yang tidak tepat akibat rendahnya literasi obat, keterbatasan pemahaman terhadap aturan pakai, dan kurangnya kewaspadaan terhadap efek samping. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kegagalan terapi, munculnya reaksi obat yang merugikan, serta keterlambatan rujukan ke fasilitas kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab melalui sosialisasi konsep 5T dalam swamedikasi, meliputi Tahu Obatnya, Tahu Dosisnya, Tahu Aturannya, Tahu Efeknya, dan Tahu Waktunya. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi partisipatif di Desa Bua, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, dengan melibatkan 30 peserta, berupa ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi membaca informasi pada kemasan obat selama ±1 jam, serta penguatan pesan melalui leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab pada akhir kegiatan untuk menilai pemahaman peserta serta mengidentifikasi isu praktis swamedikasi yang muncul.. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif dan terlibat aktif dalam diskusi, terutama terkait pemilihan obat untuk keluhan umum, batasan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas, serta pengenalan risiko efek samping dan tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan. Sosialisasi konsep 5T dinilai aplikatif dan mudah dipahami karena menyederhanakan prinsip penggunaan obat rasional ke dalam kerangka praktis yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, edukasi 5T berpotensi menjadi strategi efektif untuk memperkuat literasi penggunaan obat dan mendorong praktik swamedikasi yang lebih rasional pada komunitas pedesaan.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien TB di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto Siti Rahmatia Yusuf; Madania Madania; Faradila Ratu Cindana Mo’o
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.715

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas hidup pasien TB di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto menggunakan EQ-5D-5L. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 110 pasien, dengan data dikumpulkan menggunakan EQ-5D-5L dan EQ-VAS serta dianalisis secara deskriptif. Sebagian besar pasien melaporkan tidak memiliki masalah pada mobilitas (61%) dan perawatan diri (69%), sementara masalah banyak ditemukan pada nyeri/ketidaknyamanan (83%), aktivitas sehari-hari (60%), dan kecemasan/depresi (61%). Nilai rata-rata utilitas adalah 0,714 (SD = 0,133), dan nilai rata-rata EQ-VAS adalah 67,17 (SD = 20,27), yang menunjukkan kualitas hidup pada tingkat sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa TB berdampak pada aspek fisik dan psikologis. Kesimpulannya, diperlukan penatalaksanaan yang komprehensif dengan mempertimbangkan faktor klinis dan psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Tuberculosis di Puskesmas Hulonthalangi dan Puskesmas Kota Selatan Faizha Putri Delia; Madania Madania; Faramita Hiola; Karunita Ika Astuti; Mohamad Reski Manno
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.733

Abstract

Prevalensi tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan, terutama terkait dampaknya terhadap kualitas hidup pasien selama terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup terkait kesehatan pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Hulonthalangi dan Puskesmas Kota Selatan, Kota Gorontalo. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang ini melibatkan 105 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EuroQol Five Dimensions Five Levels dan Visual Analogue Scale. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien tidak melaporkan masalah pada lima dimensi, meskipun nyeri dan kecemasan merupakan keluhan yang paling umum. Skor rata-rata utilitas adalah 0,80 dan skor rata-rata Visual Analogue Scale adalah 87,28, yang mengindikasikan kualitas hidup pasien terkategori baik. Kualitas hidup yang tinggi ini dikaitkan dengan kepatuhan pengobatan yang efektif dan dukungan sosial yang kuat. Kesimpulannya, pasien tuberkulosis di wilayah penelitian mempertahankan persepsi positif terhadap status kesehatan mereka. Tenaga kesehatan direkomendasikan untuk terus memberikan konseling intensif guna mengelola efek samping obat dan tekanan psikologis.