Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka PAUD Prastyo, Danang; Iftitah, Selfi Lailiyatul
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Agustus
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v3i2.113

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para guru atau pengelola lembaga PAUD/TK dalam mempersiapkan lembaganya untuk menyusun modul ajar kurikulum merdeka PAUD, Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Pamekasan ini diharapkan semua lembaga PAUD/TK bisa mendapatkan ilmu serta mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan modul ajar kurikulum merdeka PAUD. Target kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan mutu pendidikan di Gugus 01 PAUD/TK Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan, menumbuhkan motivasi pengelola Taman Kanak-Kanak (TK) untuk berpartisipasi pada kegiatan penyusunan modul ajar kurikulum merdeka PAUD, mengaplikasikan hasil penelitian unggulan pada perguruan tinggi khususnya prodi PIAUD agar sesuai dengan kebutuhan pada lembaga PAUD, menciptakan pemahaman pengelola Taman Kanak-Kanak (TK) terhadap dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam penyusunan modul ajar kurikulum merdeka di Lembaga PAUD, menciptakan pemahaman guru mengenai cara penyusunan modul ajar kurikulum merdeka PAUD serta untuk mengetahui komponen-komponennya.Metode yang dilakukan adalah dengan kegiatan workshop ini mampu memberikan gambaran secara konkrit terkait terkait pelaksanaan penyusunan modul ajar kurikulum merdeka PAUD serta tahapan-tahapannya. Sehingga diharapkan dapat memotivasi lembaga PAUD/TK untuk meningkatkan mutu lembaga masing-masing melalui rancangan penyusunan modul ajar.
Teacher Strategies for Improving the Ability to Read the Qur'an in Early Childhood Holidah, Nur; Masrurah, Waqiatul; Iftitah, Selfi Lailiyatul
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 3 No. 2 (2022): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v3i2.66

Abstract

This study aims to describe the teaching strategies used by teachers when learning the Qur'an in early childhood in a kindergarten in Pamekasan regency, East Java. What are the obstacles faced by teachers at the time of learning the Qur'an? How do teachers overcome the obstacles of teaching in early childhood? This study uses a descriptive qualitative approach, in which sources are obtained through interviews, observation, and documentation. As for the informant principal and class, the teacher checks the validity of the data through continuous observation, extending the observation, and triangulation. The study's results showed that: first, at the design stage, the teacher is required to make the RPPH. After that, the teacher checks the student's presence one by one, motivates children, and gives a stimulus to their students. Second is the implementation. There are some things that teachers and students must do before learning, such as reading prayers, reading short surah using the iqro' method, starting with taawudz, using fingers for the short length of a reading, reading with tahqiq, tartil, and tajweed. The third is the evaluation. The teacher does several ways, such as holding a test and giving a star symbol for appreciation. Based on the results of the study, it can be concluded that the strategy of teachers in improving the ability to read the Qur'an in early childhood is, using several stages the first, the design stage, the second stage of implementation, and the third stage of evaluation. These three stages are carried out in the learning process.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi mengajar yang digunakan guru pada saat pembelajaran Al-Qur’an pada anak usia dini di sebuah taman kanak-kanak di kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Apa saja kendala yang dihadapi oleh guru pada saat pembelajaran Al-Qur’an? Bagaimana cara guru dalam mengatasi kendala mengajarnya pada anak usia dini? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana sumber yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan kepala sekolah dan guru kelas, untuk pengecekan keabsahan data melalui pengamatan terus-menerus, memperpanjang masa observasi dan triangulasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pada tahap rancangan guru diwajibkan membuat RPPH setelah itu mengabsen satu persatu, dan memberi sebuah motivasi pada anak dan memberi sebuah ransangan pada anak  didiknya. Kedua, pada ahap pelaksanaan yaitu ada beberapa yang harus guru laksanakan ketika tahap pelaksanaan yaitu membaca doa sebelum belajar, membaca surat-surat pendek, menggunakan metode iqro’, memulai dengan taawudz, menggunakan jari untuk panjang pendeknya suatu bacaan, membaca dengan tahqiq, membaca dengan tartil, membaca dengan menggunakan tajwid. Ketiga, pada tahap evaluasi guru melakukan beberapa cara, caranya adalah mengadakan tes dan pemberian simbol bintang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak usia dini yaitu, menggunakan beberapa tahap yang pertama, tahap rancangan, yang kedua tahap pelaksanaan, yang ketiga tahap evaluasi. Ketiga tahap ini dilakukan dalam proses pembelajaran.
Strategi Guru Dalam Pembelajaran Menghafal Juz Amma Anak Usia Dini Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Iftitah, Selfi Lailiyatul; Habibah, Ummul; Sa'adah, Fira; Fitriani, Eka Helawati; Es, Isrowiyah Em
WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/wisdom.v4i2.7366

Abstract

Artikel ini membahas mengenai strategi yang diterapkan oleh guru di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 dalam proses pembelajaran menghafal Juz Amma bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai metode dan pendekatan yang efektif dalam membantu anak-anak menghafal Juz Amma, serta bagaimana guru dapat memotivasi dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian bahwa dalam menerapkan hafalan juz amma terhadap anak usia dini yakni menggunakan strategi pembelajaran metode menghafal yang dipadukan dengan akliyah (gerakan), dan selama pembelajaran berlangsung yakni memadukan kegiatan pembelajaran dengan nyanyian sehingga anak dapat merasa nyaman ketika sedang dalam proses belajar mengajar dalam kelas. 
Market Day: Sharpening Children's Entrepreneurial Spirit from an Early Childhood in a Fun Way Iftitah, Selfi Lailiyatul
Kiddie: Early Childhood Education and Care Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Kiddie: Early Chilhood Education and Care Journal
Publisher : Muttaqien Publishing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAI DR.KH.EZ.Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/kid.02.1.05

Abstract

Market day is one of the strategies to develop entrepreneurial character in early childhood. This study aims to determine how the Market Day Program develops entrepreneurial character in early childhood. This study uses a literature study method by analyzing literature and relevant sources that discuss the Market Day Program to develop entrepreneurial spirit in early childhood. The results of the literature study indicate that the market day program develops entrepreneurial character in early childhood, including creativity, problem-solving skills, social skills, and a sense of responsibility. The market day program provides children with direct experience in planning, producing, and selling products, which supports the development of their entrepreneurial skills.   Market day adalah salah satu strategi untuk mengembangkan karakter jiwa kewirausahaan pada anak usia dini.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Program Market Day mengembangkan jiwa kewirausahaan anak usia dini  Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis literatur dan sumber-sumber relevan yang membahas Program Market Day untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan anak usia dini. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa program market day mengembangkan karakter jiwa kewirausahaan anak usia dini, diantaranya adalah kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, keterampilan sosial, dan rasa tanggung jawab. Program market day memberikan pengalaman langsung kepada anak dalam merencanakan, memproduksi, dan menjual produk, yang mendukung pengembangan keterampilan kewirausahaan mereka.
Strategi Penanaman Nilai Kedermawanan Melalui Pembiasaan Makan Bersama Iftitah, Selfi Lailiyatul; Prastyo, Danang; Hasanah, Wildatul; Irayana, Ika
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol. 10 No. 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jea.v10i2.15027

Abstract

Early childhood is the future generation of the nation, positioned at a crucial stage of character, attitude, and mindset formation. However, in this modern era, many children exhibit disrespectful behavior and use foul language, which has become a serious concern for the education sector. One of the primary objectives of character education is to cultivate attitudes in children so they act by societal norms, characterized by affective traits such as values, attitudes, appreciation, and adaptability. One effective method for instilling character values is habituation, which enables children to internalize positive behaviors from an early age. This study aims to explore the process of instilling the value of generosity in early childhood through habituation during group meals. The research employs a descriptive qualitative approach, with primary data sources from the principal and teachers of RA As-Syahidul Kabir. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that weekly group meals serve as an effective medium for fostering the value of generosity. In this activity, children bring food from home, but not all children come with food. This situation is utilized by teachers to encourage children to share their meals with peers who do not bring any. Additionally, children share side dishes, which vary among individuals, thereby strengthening the values of generosity and empathy. This act of sharing eventually becomes a positive habit ingrained in children through the group meal activity.
Instilling of Environmental Love Character Through Tadabbur Alam Activities to Develop Suistanable Development Goals (SDGs) Reswari, Ardhana; Iftitah, Selfi Lailiyatul; Prastyo, Danang
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 1st International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v1i.19138

Abstract

Instilling of environmental love character is important to be applied to early childhood through nature-based education, given the increasing environmental problems that require serious attention. One method that is expected to have a positive impact is the activity of Tadabbur Alam. This study aims to examine instilling of environmental love character through Tadabbur Alam activities in children at RA Adirasa Jumiang and its contribution to clean social awareness. This research uses a descriptive qualitative approach, where data is obtained through interviews, observations, and documentation of activities. The results showed that Tadabbur Alam activities succeeded in increasing children's awareness of the importance of preserving nature, as well as building a sense of social responsibility for the surrounding environment. The children involved in this activity showed a more caring attitude towards cleanliness and environmental sustainability. In addition, this activity also plays a role in strengthening clean social values, such as responsibility and cooperation. This research contributes to broadening the understanding of how nature-based education can support the character building of children who care more about the environment and society.
PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PESANTREN Rasidi; Iftitah, Selfi Lailiyatul
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.29340

Abstract

This study aims to describe the implementation of local wisdom-based Islamic education in early childhood in Islamic boarding schools and analyze its influence on character building in children. The study uses a descriptive qualitative approach and is conducted at the Taman Bunga Pamekasan Islamic boarding school, which has an early childhood education unit. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Islamic education based on local wisdom is implemented through formal classroom learning, children's involvement in pesantren religious activities, and the cultivation of daily behaviors. Pesantren traditions such as tahlilan, marhabanan, kenduri, gotong royong, and respect for teachers serve as effective means to instill religious values, etiquette, solidarity, independence, and social responsibility in children. The exemplary behavior of teachers and pesantren caregivers plays a crucial role in the successful implementation of these values. This study concludes that the Islamic education model based on local wisdom at the Taman Bunga Pamekasan Islamic boarding school not only shapes children with noble character and an understanding of religious teachings but also strengthens their cultural identity. This model can serve as a strategic alternative for the development of character education for young children, particularly in regions with a rich tradition of Islamic-local heritage that remains preserved.
PENERAPAN KEDISIPLINAN ANAK MELALUI DONGENG DI TK MIFTAHUL ULUM TEJA PAMEKASAN Basmallah, Mery Yulia; Ummah, S. Sumihatul; Iftitah, Selfi Lailiyatul
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 5, No 1 (2022): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v5i2.4385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan guru dalam menerapkan kedisiplinan anak usia dini melalui dongeng. Ada tiga permasalahan yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini, yaitu: pertama, Bagaimana upaya guru dalam penerapan kedisiplinan anak usia dini melalui dongeng; kedua; Apa saja faktor pendukung dan penghambatnya, Ketiga; Apa manfaat dongeng dalam penerapan kedisiplinan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, dalam Pelaksanaan Penerapan Kedisiplinan Anak Usia Dini Melalui Dongeng di TK Miftahul Ulum Teja Timur Pamekasan dimulai dengan cara memfokuskan anak agar mendengarkan dan melihat guru yang ada di depan dengan cara mengambil alih perhatian anak melalui alat peraga atau suara yang unik dari ibu guru. Kedua, Faktor pendukung dalam penerapan kedisiplinan anak usia dini melalui dongeng, yaitu guru tampil lincah dan menarik sehingga anak senang mendengarkan dongeng yang disampaikan oleh guru. Selanjutnya Faktor penghambatnya yaitu tidak semua guru bisa berdongeng. Ketiga, Manfaat penerapan kedisiplinan anak usia dini melalui dongeng yaitu mampu melatih konsentrasi anak.
Peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Tppk) dalam Implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Jenjang PAUD Se-Kecamatan Tandes Kota Surabaya Setiyono, Agus; Imron Arifin; Pramono; Eny Nur Aisyah; Prastyo, Danang; Iftitah, Selfi Lailiyatul
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12763

Abstract

This research aims to determine the role of the TPPK (Violence Prevention and Control Team) SRA (Child-Friendly School) in the implementation of early childhood education at the PAUD unit level in Tandes District, Surabaya City. This research is descriptive qualitative. The data obtained in this work was carried out with the help of a literature review and field research, using several data collection methods, namely. observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out descriptively to determine the role of TPPK in the child-friendly school model at the PAUD level in Surabaya City, Tandes District. The results of the data analysis show that the role of TPPK in the child-friendly school model for early childhood in Tandes District, Surabaya City is quite good. In practice, the role of TPPK residents in educational activities according to the principles of Child-Friendly Schools is almost close to the existing theory. This is proven by the results of observations and documents carried out at all levels of PAUD units in Tandes District, Surabaya. The researcher's observations and documentation focused on the completeness of TPPK data, action programs and facilities and infrastructure used in early childhood education units, implementation of teaching methods, attitudes towards students and environmental health in early childhood education units in Tandes sub-district, Surabaya city which are organized in this way in such a way that the environment generally supports children's physical, spiritual and motoric activities. The application of learning methods designed and prepared by TPPK alone, especially teachers as learning leaders, cannot be implemented optimally for several reasons. Apart from that, teachers are quite varied in using teaching methods that are adapted to the material and supported by a game environment in delivering educational material, as well as active communication between teachers and students.
Penerapan Pola Makan Bergizi untuk Kecerdasan Anak Usia Dini di PAUD Ramah Anak Susnita, Yayik Indah; Iftitah, Selfi Lailiyatul
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam menerapkan pola makanan bergizi yang bermanfaat bagi kecerdasan anak usia dini. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan di PAUD Kamboja Ponteh, Galis Pamekasan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan guru. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, penerapan pola makan bergizi untuk kecerdasan anak dilaksanakan setiap dua kali dalam sebulan pada hari Jum’at. Prosesnya diawali dengan tahap diskusi antar pihak sekolah, kemudian diinformasikan kepada anak didik pada saat penutupan pembelajaran, serta diinformasikan juga kepada wali murid pada saat waktu pulang sekolah. Hasil dari penerapan makan bergizi ini memberikan dampak positif terhadap kecerdasan anak, seerti kecerdasan bahasa, musikal, dan kinestetik. Kedua, faktor pendukung dalam pelaksanaan program ini ialah adanya dukungan penuh dari orang tua, mood anak yang baik, sosial, ekonomi, pengetahuan, fisik dan mental, serta kerjasama yang baik. Sedangkan faktor penghambatnya ialah mood anak kurang baik, anak terlalu lama mengunyah makanan, anak tidak suka makanan yang disediakan dari rumah, lebih suka makanan teman, makan sambil kejar-kejaran, berebut untuk disuapi guru yang sama, terlalu aktif dalam bermain sehingga anak tidak mau mengikuti program makan bersama, kesukaan dan nafsu makan anak. Ketiga, cara guru mengatasi hambatan yang terjadi pada saat proses penerapan pola makan bergizi untuk kecerdasan anak ini, yaitu bernyanyi, bercerita, memblender makanan apabila sulit untuk ditelan, memberi anak obat peningkat nafsu makan, memberikan reward berupa anak boleh pulang lebih awal bagi siapa yang berhasil menghabiskan makan lebih awal, menyuapi anak dengan bergantian, membentuk makanan dengan kreasi yang menarik sesuai kesukaan anak dan jika anak berlari guru akan menyuruh anak untuk mengejarnya kembali