Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Komparatif Pendapatan Petani Hortikultura Yang Melakukan Adaptasi Dengan Yang Tidak Melakukan Adaptasi Perubahan Iklim Di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang Hazahrah, Syarifah Zulfalinda; Meitasari, Deny; Noor, Arif Yustian Maulana; Nugroho, Condro Puspo; Setyowati, Putri Budi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.34

Abstract

Perubahan iklim merupakan kenaikan suhu yang terjadi di permukaan bumi dan pola cuaca dalam jangka waktu panjang. Terjadinya perubahan iklim memberikan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Perubahan iklim mempengaruhi beberapa sektor di Indonesia, khususnya sektor pertanian. Salah satu sektor pertanian yang terdampak perubahan iklim ialah tanaman hortikultura. Perubahan iklim dapat menurunkan memicu permasalahan lainnya, seperti gagal panen, terancamnya ketahanan pangan, dll. Selain itu, perubahan iklim tersebut dapat berpengaruh pada pendapatan petani. Maka dari itu, perlu adanya strategi adaptasi perubahan iklim untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis biaya, penerimaan, dan pendapatan pada petani hortikultura yang melakukan adaptasi perubahan iklim dan yang tidak melakukan adaptasi perubahan iklim; (2) Menganalisis perbedaan pendapatan antara petani hortikultura yang melakukan adaptasi perubahan iklim dan yang tidak melakukan adaptasi perubahan iklim. Penetuan lokasi dilakukan secara purposive. Penentuan jumlah responden dilakukan dengan metode sensus sebanyak 35 petani untuk petani yang melakukan adaptasi perubahan iklim serta teknik pengambilan responden dengan metode simple random sampling pada petani yang tidak melakukan adaptasi perubahan iklim sejumlah 53 petani. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara langsung kepada petani melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis biaya, analisis penerimaan, dan analisis pendapatan untuk menjawab tujuan pertama sedangkan metode independent sample t-test digunakan untuk menjawab tujuan kedua. Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (1)Rata-rata total biaya, penerimaan, dan pendapatan pada petani yang melakukan adaptasi perubahan iklim lebih besar dibandingkan dengan petani yang tidak melakukan adaptasi perubahan iklim. (2)Terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan petani yang melakukan adaptasi perubahan iklim dan yang tidak melakukan adaptasi perubahan iklim.
Analysis of Factors Affecting Rice Farmers' Intentions in the Use of Smart Farming Technology in Kanigoro Village, Pagelaran Sub-District, Malang Regency Aulia, Syifa; Riana, Fitria Dina; Hartono, Rachman; Nugroho, Tri Wahyu; Meitasari, Deny; Rahman, Moh. Shadiqur
HABITAT Vol. 36 No. 3 (2025): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2025.036.3.21

Abstract

The low adoption of smart farming technology among farmers, despite the availability of tools in Kanigoro Village, Pagelaran Subdistrict, is the main issue addressed in this study. Technologies such as the Smart Soil Sensor and Bird Control Sound System have not been optimally utilized, even though they can improve agricultural efficiency and productivity. This study aims to analyze the influence of attitude, subjective norm, and perceived behavioral control on farmers’ intention to adopt smart farming technology, using the Theory of Planned Behavior (TPB) framework. The research employed a quantitative approach involving 100 rice farmers, with data collected through structured questionnaires and direct interviews. Data were analyzed using Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) with the help of WarpPLS 7.0 software. The results show that all three independent variables-attitude, subjective norm, and perceived behavioral control-have a positive and significant effect on farmers’ intention. Among these, perceived behavioral control has the most dominant influence, followed by subjective norm and attitude. These findings suggest that beyond building positive attitudes, it is essential to strengthen social support and increase farmers' confidence in their ability and access to technology to enhance the adoption of smart farming practices.
PROGRAM DIGITALISASI DESA WISATA: PEMETAAN POTENSI WISATA LOKAL DAN PELATIHAN KONTEN Rayesa, Neza Fadia; Ali, Dego Yusa; Meitasari, Deny; Prasetyaningrum, Dian Islami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36824

Abstract

Abstrak: Program Digitalisasi Desa Wisata di Kabupaten Malang dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas digital perangkat desa dan kelompok sadar wisata (pokdarwis), dengan fokus pada penguatan promosi pariwisata berbasis komunitas. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses transformasi digital desa. Melalui pelatihan intensif, keterampilan digital pengelola desa dalam memproduksi dan mengelola konten kreatif untuk media sosial, khususnya Instagram, mengalami peningkatan yang signifikan. Pelatihan yang melibatkan 16 perangkat desa dan anggota pokdarwis memungkinkan peserta memproduksi konten secara mandiri dan konsisten, sehingga memperkuat digital branding desa. Selain pelatihan, program ini juga mencakup pemetaan potensi wisata secara partisipatif yang menghasilkan tiga jenis peta digital, yaitu Peta Rupa Bumi, Peta Batas Administrasi, dan Peta Potensi Wisata. Ketiga peta tersebut berfungsi sebagai referensi spasial untuk mendukung perencanaan desa yang lebih terarah. Integrasi data spasial ini selanjutnya dimanfaatkan sebagai konten utama dalam perancangan ulang website desa yang sebelumnya tidak aktif. Sebagai upaya menjaga keberlanjutan promosi, disusun Content Calendar selama enam bulan untuk menciptakan konsistensi unggahan konten, sekaligus memposisikan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang strategis.Evaluasi program dilakukan melalui tugas praktik pembuatan konten poster sebagai indikator peningkatan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebesar 87% peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam pembuatan konten visual.Abstract: The Digitalization Program for Tourism Villages in Malang Regency was implemented to enhance the digital capacity of village officials and tourism awareness groups (pokdarwis), with a focus on strengthening community-based tourism promotion. The program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach, positioning local communities as active subjects in the village digital transformation process. Through intensive training, the digital skills of village tourism managers in producing and managing creative content for social media particularly Instagram improved significantly. The training, which involved 16 village officials and pokdarwis members, enabled participants to independently and consistently produce content, thereby strengthening the village’s digital branding. In addition to capacity-building activities, the program included participatory mapping of tourism potential, resulting in three types of digital maps: Topographic Map, Administrative Boundary Map, and Tourism Potential Map. These maps serve as spatial references to support more structured village planning. The integrated spatial data were subsequently utilized as core content in the redesign of the village website, which had previously been inactive. To ensure the sustainability of digital promotion efforts, a six-month Content Calendar was developed to maintain content consistency and position social media as a strategic public communication platform. Program evaluation was conducted through practical assignments involving poster content creation as an indicator of skill improvement. The evaluation results show that 87% of participants experienced an increase in visual content creation skills.
Pengoptimalan Kepuasan Karyawan dalam Upaya Penguatan Keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa Pertiwi, Vi'in Ayu; Pratiwi, Destyana Elingga; Meitasari, Deny
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.55313

Abstract

Badan Usaha Milik Usaha (BUMDes) menjadi salah satu tumpuan harapan masyarakat desa dalam peningkatan kesejahteraan. Masyarakat menggantungkan hidup dengan menjadi karyawan pada BUMDes. Totalitas kerja demi peningkatan profit BUMDes dilakukan oleh karyawan. Tingkat kepuasan karyawan menjadi sangat penting dalam peningkatan kinerja BUMDes. Maka perlu diukur kinerja BUMDes dalam memberikan pelayanan terhadap anggota karyawan sebab hal tersebut berbanding lurus terhadap performa BUMDes. Tingkat kepuasan dan kepentingan karyawan BUMDes diperlukan untuk merumuskan kebijakan pengembangan yang tepat pada sumberdaya manusia BUMDes agar mampu memenuhi perannya dalam meningkatkan kinerja BUMDes. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis atribut yang dipertimbangkan oleh karyawan dalam bekerja di BUMDes dan tingkat kepuasan karyawan terhadap kinerja BUMDes dalam memfasilitasi karyawan. Penelitian dilakukan di BUMDes Sumber Sejahtera, Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu judgement sampling dengan responden karyawan BUMDes. Analisis data dilakukan dengan metode IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Customer Satisfaction Index) untuk mengukur tingkat kepentingan dan kepuasan karyawan terhadap fasilitas BUMDes. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan karyawan terhadap BUMDes cukup memuaskan namun perlu diperhatikan beberapa hal terkait kinerja BUMDes terhadap kepuasan karyawan yang didominasi oleh atribut pada variabel kebijakan gaji dan promosi, kepemimpinan dan sebagian atribut dalam variabel kepuasan kerja dan hubungan dengan rekan kerja. Diharapkan BUMDes dapat memperhatikan kebijakan gaji dan promosi karyawan serta kepemimpinan yang mendominasi sebagai atribut yang harus segera ditangani sesegera mungkin sehingga dapat meningkatkan kepuasan karyawan demi pengoptimalan kinerja BUMDes.Kata kunci: BUMDes; karyawan; kepuasan; kesejahteraan; usaha