Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

COMPLIANCE OF MULTI DRUG THERAPY (GOVERNMENT PROGRAMS) IN LEPROSY AT PUSKESMAS KAMONJI PALU CITY Rahman, Abd; Napirah, Muh Ryman; Musdalipa, Musdalipa
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v9i2.106

Abstract

Background & Objective: Recently, disease leprosy is still a health problem in Indonesia with a very high prevalence, i.e. 17.025 cases. The objective of this research was to find out the relationship between knowledge, attitude, family support, and health workers performance toward medication adherence. Material and Method: This research was analytic survey with cross sectional approach, then sampling technique is done by total sampling, i.e. 46 lepers. Data analyzed analytically included univariate and bivariate analysis, at the level of 95%. Result: Chi square test describe that there was a relationship between knowledge (p = 0.002), attitude (p = 0.000), family support (p = 0.001), and the role of health workers (p = 0.004), with the medication adherence. Regular treatment is very important for the lepers to get the cure.. Conclusion: Knowledge, attitude, family support, and the role of health workers have a significant relationship with the medication adherence.
Penyesuaian Diri Dan Daya Juang Pada Mahasiswa Asing Thailand di Samarinda Musdalipa, Musdalipa
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8, No 4 (2020): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v8i4.5574

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyesuaian diri dan daya juang pada mahasiswa asing Thailand di lingkungan akademik IAIN Samarinda. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek dalam penelitian ini memiliki penyesuaian diri yang berbeda-beda. Subjek EL memiliki penyesuaian diri yang baik pada aspek memiliki hubungan interpersonal yang baik. Subjek MR memiliki penyesuaian diri yang baik pada aspek kelekatan. Sedangkan subjek SL memiliki penyesuaian diri yang baik pada aspek kelekatan. Pada variabel daya juang ketiga subjek berbeda-beda. Subjek EL memiliki aspek daya juang yang baaik pada Endurance. Subjek MR tidak memiliki daya juang yang baik. Subjek SL memiliki daya juang yang baik pada aspek control, reach.
Edukasi penggunaan aromaterapi peppermint oil untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan riwayat stroke Musdalipa, Musdalipa; Sibulo, Megawati; Mas’ud, Alfian
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2396

Abstract

Background: Stroke is the second leading cause of death worldwide after heart disease and is a serious neurological problem with a high prevalence, including in Indonesia. The majority of cases are ischemic strokes, which cause brain tissue damage and complications such as sleep disturbances due to post-lesion neurological deficits. These sleep disturbances are often accompanied by anxiety and insomnia, reducing the patient's quality of life. Non-pharmacological efforts such as aromatherapy with essential oils, particularly peppermint oil, are recommended because they are non-invasive, safe, and effective in reducing anxiety and improving sleep quality through their action on the brain's limbic system. Therefore, aromatherapy-based educational interventions are important to support the rehabilitation of stroke patients at the primary healthcare level, such as community health centers. Purpose:To provide knowledge and understanding regarding the administration of peppermint oil aromatherapy as a non-pharmacological effort to improve sleep quality in patients with a history of stroke. Method: This activity was conducted on December 16, 2025, at the Bajoe Community Health Center in Bone Regency, South Sulawesi, involving 20 stroke patients selected through purposive sampling. The material was delivered using lecture and practice methods, followed by evaluation using pre-test and post-test questionnaires to assess knowledge enhancement regarding the use of peppermint oil aromatherapy to reduce anxiety and improve sleep quality in stroke patients. Results: The majority of participants were aged 40–50 (12 people) (60%), followed by 5 (25%) aged 51–60, and 3 (15%) aged 61–70, with a predominance of women (17 people) (85%). Pre-test results showed that most participants experienced moderate to severe anxiety. However, after education and practice, significant changes occurred, with 50% of participants experiencing mild anxiety and only 20% remaining in the severe to very severe category. Conclusion: Education regarding the use of peppermint oil aromatherapy can increase stroke patients' knowledge and reduce anxiety levels, which impact sleep quality. The majority of participants who initially experienced moderate to severe anxiety experienced a reduction in their anxiety levels to mild after receiving the education. Therefore, it can be concluded that this non-pharmacological intervention is effective as a complementary therapy for stroke patients during recovery. Suggestion: Continued efforts are needed to implement complementary therapies such as peppermint oil aromatherapy in primary healthcare facilities, particularly community health centers (Puskesmas), as part of an education program for patients with a history of stroke. Keywords: Health therapy; Peppermint oil aromatherapy; Sleep quality; Stroke Pendahuluan: Stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung dan menjadi masalah neurologis serius dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia. Mayoritas kasus berupa stroke iskemik yang menimbulkan kerusakan jaringan otak dan komplikasi berupa gangguan tidur akibat defisit neurologis pasca-lesi. Gangguan tidur ini sering disertai kecemasan dan insomnia sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Upaya non-farmakologis seperti aromatherapy dengan minyak esensial, khususnya peppermint oil, direkomendasikan karena bersifat non-invasif, aman, dan efektif dalam menurunkan kecemasan serta meningkatkan kualitas tidur melalui mekanisme kerja pada sistem limbik otak. Oleh karena itu, intervensi edukasi berbasis aromatherapy menjadi penting untuk mendukung rehabilitasi pasien stroke di tingkat pelayanan kesehatan dasar seperti puskesmas. Tujuan: Memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pemberian aromatherapy peppermint oil sebagai upaya non-farmakologis untuk meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan riwayat stroke. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 di UPT Puskesmas Bajoe Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dengan melibatkan 20 pasien stroke yang dipilih melalui purposive sampling. Materi disampaikan menggunakan metode ceramah dan praktik, kemudian dilakukan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan menggunakan aromatherapy peppermint oil dalam menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pasien stroke. Hasil: Mayoritas peserta berusia 40–50 tahun sebanyak 12 orang (60%), diikuti usia 51–60 tahun sebanyak 5 orang (25%), dan usia 61–70 tahun sebanyak 3 orang (15%), dengan dominasi perempuan sebanyak 17 orang (85%). Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta mengalami kecemasan sedang hingga berat, namun setelah diberikan edukasi dan praktik mengenai terjadi perubahan signifikan, di mana 50% peserta mengalami kecemasan ringan dan hanya 20% yang masih berada pada kategori berat hingga sangat berat. Simpulan: Edukasi mengenai penggunaan aromatherapy peppermint oil mampu meningkatkan pengetahuan pasien stroke sekaligus menurunkan tingkat kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur. Mayoritas peserta yang semula mengalami kecemasan sedang hingga berat mengalami penurunan tingkat kecemasan menjadi dalam kategori ringan setelah diberikan penyuluhan, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi non-farmakologis ini efektif sebagai terapi komplementer pada pasien stroke di masa pemulihan. Saran: Diperlukan upaya berkelanjutan dalam penerapan terapi komplementer seperti aromatherapy peppermint oil di fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas, sebagai bagian dari program edukasi pasien dengan riwayat stroke.
Non-Pharmacological Labor Pain Management In Midwifery Care Musdalipa, Musdalipa; Herianti, Herianti; Cahyani, Fenti Putri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24492

Abstract

Latar Belakang: Persalinan adalah proses fisiologis yang umumnya disertai rasa sakit yang disebabkan oleh kontraksi uterus, dilatasi serviks, dan tekanan janin pada jalan lahir. Penanganan nyeri persalinan yang buruk dapat meningkatkan kecemasan dan kelelahan ibu serta berdampak negatif pada kemajuan persalinan dan kenyamanan ibu. Pendekatan non-farmakologis dianggap sebagai pilihan utama dalam perawatan kebidanan karena relatif aman, memiliki efek samping minimal, dan mendukung keterlibatan aktif ibu selama persalinan.Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai bentuk manajemen nyeri persalinan non-farmakologis yang dapat diterapkan dalam perawatan kebidanan.Metode: Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dengan menganalisis 25 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan PubMed. Artikel yang ditinjau adalah publikasi teks lengkap yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2024 dan berfokus pada intervensi non-farmakologis untuk wanita selama persalinan.Hasil: Tinjauan ini menunjukkan bahwa berbagai metode non-farmakologis, termasuk teknik pernapasan dan relaksasi, pijat dan tekanan balik, perubahan posisi dan mobilisasi ibu, aromaterapi, serta musik dan dukungan psikologis, efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan dan meningkatkan kenyamanan ibu.Kesimpulan: Manajemen nyeri persalinan non-farmakologis efektif dan aman untuk diterapkan dalam praktik kebidanan. Bidan memainkan peran penting dalam mendidik dan menerapkan metode-metode ini untuk mendukung persalinan yang aman, nyaman, dan berpusat pada perempuan. Kata kunci: Nyeri persalinan; non-farmakologis; perawatan kebidanan; kenyamanan ibu ABSTRACT Background:Labor is a physiological process that is commonly accompanied by pain caused by uterine contractions, cervical dilatation, and fetal pressure on the birth canal. Poorly managed labor pain may increase maternal anxiety and fatigue and negatively affect labor progress and maternal comfort. Non-pharmacological approaches are considered a primary option in midwifery care because they are relatively safe, have minimal side effects, and support active maternal involvement during childbirth.Purpose:This article aims to review various forms of non-pharmacological labor pain management that can be applied in midwifery care.Methods:This study employed a literature review approach by analyzing 25 scientific articles obtained from the Google Scholar and PubMed databases. The reviewed articles were full-text publications released between 2015 and 2024 and focused on non-pharmacological interventions for women during labor.Results:The review showed that various non-pharmacological methods, including breathing and relaxation techniques, massage and counter pressure, maternal position changes and mobilization, aromatherapy, as well as music and psychological support, were effective in reducing labor pain intensity and improving maternal comfort.Conclusion:Non-pharmacological labor pain management is effective and safe to be implemented in midwifery practice. Midwives play an important role in educating and implementing these methods to support safe, comfortable, and woman-centered childbirth. Keywords:Labor pain; non-pharmacological; midwifery care; maternal comfort   
Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan dan Penurunan Prevalensi Stunting: Empowerment Strategy for Women Farmers' Groups in Utilizing Yards for Food Security and Reducing Stunting Prevalence Musdalipa, Musdalipa; Sulfiana, Sulfiana; Zaenal , Zaenal; Sessu, Andi Aso; Ariyani, Rini; Reski, Reski
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1067

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai strategi ganda dalam peningkatan ekonomi keluarga dan pencegahan stunting di Desa Pallantikang, Kabupaten Jeneponto. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada budidaya tanaman menggunakan metode tanaman dengan metode hybrid yaitu kombinasi metode tanam sederhana dan sistem hidroponik serta edukasi gizi keluarga terintegrasi dengan kegiatan posyandu. Penerapan teknologi tepat guna berupa sistem irigasi otomatis 360° mendukung efisiensi penggunaan air dan keberlanjutan budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang dari 50% menjadi 90%, frekuensi konsumsi sayur meningkat dari 1–2 kali menjadi 5–6 kali per minggu, serta peningkatan keterampilan budidaya sebesar 25%. Selain itu, proporsi anak dengan status gizi baik meningkat dari 10% menjadi 60% pada sepuluh balita yang dipantau selama program berlangsung. Program ini berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, kemandirian ekonomi keluarga, serta mendukung pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Influence of the Index Card Match Learning Model on Student Learning Outcomes in the Social Sciences Subject Usman, Usman; Yulia, Yulia; Musdalipa, Musdalipa
Journal of Education Method and Learning Strategy Том 4 № 01 (2026): Journal of Education Method and Learning Strategy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jemls.v4i01.2091

Abstract

This study aims to determine the description of learning outcomes and the influence of the Index Card Match learning model on student learning outcomes in the subject of Social Studies on cultural heritage material for grade V of UPTD SD Negeri 12 Parepare. The approach used is a quantitative approach with a pre-experimental design experiment in the form of one group pretest-posttest design. The population in this study were all students at UPTD SD Negeri 12 Parepare, while the sample was 20 students of class VA. The research data were obtained from the results of the students' pretest and posttest. The results of the inferential statistical analysis with the Paired Samples T-test showed that sig. (2-tailed) = 0.00 <0.05, so H0 was rejected and Ha was accepted. This indicates a significant difference between student learning outcomes before and after the application of the Index Card Match learning model. Thus, the conclusion of this study is that there is a difference in the value of student learning outcomes before and after the application of the Index Card Match learning model in the subject of Social Studies for grade V of UPTD SD Negeri 12 Parepare.
MODEL PEMBERDAYAAN BERBASIS INOVASI PADA USAHA LEBAH MADU (STUDI KASUS KTH MAKKATUO DI KABUPATEN GOWA) MAJID, NUSQAR; Musdalipa, Musdalipa; Ibrahim, Helda; Sumange, La Sumange
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i2.2828

Abstract

Usaha lebah madu merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan inovatif pemberdayaan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam pengembangan usaha lebah madu di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali pengalaman, strategi, dan dinamika pemberdayaan KTH Makkatuo sebagai kelompok tani unggulan dalam budidaya lebah madu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan inovatif yang dilakukan mencakup adopsi teknologi tepat guna dalam budidaya lebah, penguatan kelembagaan melalui pembentukan koperasi dan forum multipihak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan pengembangan produk. Selain itu, kemitraan strategis dengan pihak swasta dan pemerintah telah memperkuat akses pasar dan pendanaan. Kegiatan pemberdayaan ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas madu hingga 40% dan pendapatan petani sebesar 35%. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pemberdayaan berbasis inovasi, kolaborasi, dan konteks lokal sebagai pendekatan efektif dalam pengembangan usaha HHBK yang berkelanjutan.