Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Desain

Sosialisasi Budaya Malu di Kalangan Pelajar melaui Infografis Sebagai Bentuk Pendidikan Karakter Iswari, Fitria; Handayani, Dian; Nuriyanti, Widya
Jurnal Desain Vol 6, No 02 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1717.248 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i2.3050

Abstract

Pelajar adalah pemuda penerus bangsa, namun apa yang terjad iapabila rendahnya budayamalu yang dimiliki oleh para pelajar. Banyak pelanggaran yang dilakukan oleh siswa seperti terlambat datang ke sekolah, membuang sampah sembarangan, tidak hormat kepada guru, berpakaian tidak rapi, berbicara kotor dan yang lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa rendahnya budaya malu para pelajar saat ini. Hal tersebut menjadi perhatian karena ini berarti pendidikan karakter yang belum sepenuhnya terserap oleh para pelajar. Pendidikan karakter kepada peserta didik. Karena sejatinya Pendidikan berkarakter saat ini diharapkan mampu membentu kwatak, kebiasaan, dan tingkah laku para pelajar kearah yang lebih baik. Tulisan ini membahas tentang penggunaan infografis sebagai media soaialisasi budaya malu sebagai bentuk pendidikan karakter. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan budaya malu siswa dan terbentuknya karakter yang lebih baik. Tulisan in imenggunakan metode yang kualitatif dengan cara observasi dan menyelenggarakan FGD (focus group discussion) yang melibatkan kepala sekolah, wakil, staff kesiswaan, guru bimbingan konseling, dan beberapa guru. Hal tersebut dilakukan untuk member gambaran tentang perilaku siswa SMPN 64 Jakarta, dan merumuskan materi yang gunakan pada infografis. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara kepada staff kesiswaandan guru BK. Selanjutnya infografis tersebut pajang di depan sekolah sebagai media sosialisasi budaya malu. Hasil dari penggunaan media selama 1 bulan ini berdampak positif, yaitu dengan ditunjukan berkurangnya peserta didik yang terlambat, berpakaian tidak rapi, membuang sampah sembarangan, berbicara kotor, dan tidak sopan dengan guru. Hal ini menunjukan media sosialisasi budaya malu berupa infografis berhasil membentuk karakter para siswa ke arah yang lebih baik.
Nilai Nasionalisme dalam Komik: Kajian Semiotika Komik Rengasdengklok Rosalinda, Herliyana; Susanti, Khikmah; Nuriyanti, Widya
Jurnal Desain Vol 6, No 02 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.953 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i2.3010

Abstract

Komik merupakan salah satu media bacaan yang diminati anak-anak dan juga orang dewasa. Di dalamnya berisi alur cerita dengan gambar yang ekspresif diperjelas dialog membuat komik dapat dibaca dan dipahami oleh semua kalangan. Isi komik biasanya menampilkan cerita ringan sehari-hari, penokohan heroik, ataupun cerita fiksi anak-anak. Artikel ini membahas tentang nilai nasionalisme yang tersirat dalam sebuah komik sejarah peristiwa Rengasdengklok dalam kajian semiotika. Komik tersebut merupakan komik yang dipakai sebagai media edukasi bagi anak dengan rentang usia 12 sampai 15 tahun yang diberi judul “Dibalik Bait Proklamasi”. Tinjauan nilai nasionalisme dalam komik ini dilakukan untuk membuktikan adanya korelasi antara judul komik dengan isinya. Sehingga komik tersebut dapat menjadi media edukasi bagi anak-anak yang membawa pengaruh untuk menanamkan nilai nasionalisme. Hasil kajian semiotika dalam komik ini terlihat bahwa terdapat dua dialog dalam dua halaman berbeda. Terdapat ekspresi wajah dan gerakan tubuh serta kata-kata yang menunjukkan semangat perjuangan menuju kemerdekaan yang diucapkan oleh golongan pemuda