Claim Missing Document
Check
Articles

Menuju Kolaborasi Pedagogi-Ekologi: Memahami Preferensi Siswa terhadap Ecoliteracy di Cultural Landscape Pesisir Cilacap Sudarto Sudarto; Egi Nurholis; Yat Rospia Brata; Arif Saefudin; Dadan Ramdani
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.23437

Abstract

Penelitian bertujuan memahami preferensi siswa sekolah dasar dalam mengeksplorasi lanskap budaya pesisir Cilacap, menganalisis pengetahuan mereka tentang makhluk hidup lokal, serta menggali pemahaman interaksi ekologis antarspesies. Pendekatan pedagogi-ekologi esensial untuk mengembangkan ecoliteracy berkelanjutan di kawasan pesisir yang kaya biodiversitas namun rentan degradasi lingkungan. Metode kualitatif partisipatif diterapkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen pada siswa di SD Negeri Ujungalang 01 & 02, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap. Hasil mengungkap preferensi eksplorasi utama via aktivitas bermain alamiah dan interaksi langsung dengan biota pesisir, diiringi kesenjangan pemahaman ekologis mendalam. Implikasi praktis mencakup desain kurikulum kolaboratif pedagogi-ekologi, seperti modul pembelajaran berbasis eksplorasi lapangan terintegrasi dengan narasi budaya lokal, pelatihan guru untuk fasilitasi interaksi siswa-biota, serta rekomendasi kebijakan pendidikan lingkungan berbasis komunitas pesisir guna memperkuat ecoliteracy dan resiliensi ekosistem sejak dini.
Peran Strategis Kegiatan Ekstrakurikuler Pemuda untuk Ketahanan Identitas Lokal (Studi Tentang Resolusi Konflik Nilai Budaya dan Modernitas di SMA Informatika Ciamis, Jawa Barat) Egi Nurholis; Aan Anwar Sihabudin; Agus Budiman; Yat Rospia Brata; Soni Ramdani; Dede Ahmad Suryana
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.112355

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis pemuda dalam Paguyuban Puseur Galuh Pancaniti di Kabupaten Ciamis dalam meresolusi ketegangan antara nilai-nilai budaya lokal dan arus modernitas melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme internal paguyuban serta dampak kegiatan tersebut terhadap penguatan ketahanan identitas dan keberlanjutan budaya lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, sementara pengolahan dan analisis data dilakukan melalui analisis tematik interaktif guna mengidentifikasi pola, makna, dan dinamika peran pemuda dalam pelestarian budaya komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada pelestarian seni, budaya, bahasa, dan tradisi lokal mampu memperkuat kesadaran budaya sekaligus mengakomodasi dinamika modernitas. Pemuda di paguyuban ini menjadi agen perubahan yang adaptif sekaligus penjaga nilai budaya yang relevan dalam konteks sosial kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis pemuda melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya merupakan elemen kunci dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas di masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan organisasi kepemudaan untuk merancang program pemberdayaan budaya yang berkelanjutan, memperkuat integrasi sosial, serta membangun ketahanan nasional berbasis nilai-nilai budaya.
Tari Jalungmas Cilacap: Representasi Masyarakat Pesisir, Makna, Simbol, dan Refleksi Karakter dalam Perspektif Ekologi Sudarto Sudarto; Egi Nurholis; Yat Rospia Brata; Dadan Ramdani
Jurnal Artefak Vol 12, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i2.22132

Abstract

Jalungmas dance is a new dance created by the people of Cilacap, Indonesia. This dance is adapted from Jaipong and Calung Banyumasan dances, formed from the cultural background of coastal communities, which not only feature beautiful movements and music, but also contain deep meanings that reflect their lives, values, and characters. The research aims to analyze Jalungmas dance as a representation of coastal communities, uncover the meanings and symbols contained within it, and examine the reflection of character from an ecological perspective. Using qualitative methods and an interdisciplinary approach, including observation, interviews, and documentation studies. The results of the study show that this dance represents the close relationship between the community and its natural surroundings, reflected in the movements, props, and musical accompaniment of the dance. Its meaning encompasses harmony, unity, togetherness, independence, and respect for nature. The symbols used reinforce the community's identity as fishermen. This dance also reflects a resilient, adaptive character that upholds local wisdom in living a life close to the sea. In addition, it represents and reflects a hard-working character that is adaptive to the environment. This dance is a medium for preserving local culture and strengthening identity. The research is expected to provide new insights into understanding dance as a representation of society and preserving a cultural heritage that is rich in meaning and noble values.
EKSISTENSI SITUS PANGRUMASAN SEBAGAI CAGAR BUDAYA DI BANJARANYAR TAHUN 2017-2024 Muhamad Rizal Antoni; Yat Rospia Brata; Sudarto Sudarto
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.21244

Abstract

This study examines the existence of the Pangrumasan Site as a cultural heritage site in Banjaranyar-Ciamis from 2017 to 2024, which has become a historical and cultural heritage through the traditions and religious activities of the local community. The purpose of this study is to describe the preservation and development of the site as well as the preservation efforts by the community, caretakers, and village government. A historical method with a critical interdisciplinary approach was used through observation, interviews, literature studies, and documentation. This site is preserved through the traditions of Nyimbur, Ngamumule, pilgrimage, and regular recitation of the Quran. Physical preservation includes building renovation and environmental maintenance. Volunteer communities and the younger generation are involved in the management and development of the site as a destination for religious tourism and local wisdom education. This preservation not only preserves historical value but also supports the economy, society, and spirituality of the community, serving as a reference for future cultural heritage protection regulations.
EKSISTENSI SITUS PASIR LULUMPANG DI DUSUN CITEUREUP DESA GOLAT KECAMATAN PANUMBANGAN 2000- 2020 Ira Karmina; Yat Rospia Brata; Agus Budiman
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8746

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asal usul dan keberadaan Situs Pasir Lulumpang tahun 2000-2020. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil  penelitian ini menunjukan bahwa Situs Pasir Lulumpang ditemukan oleh aki Altaip di warga Dusun Kasorogok, yang tinggal diperbatasan antara Dusun Citeureup dan Dusun Kasorogok. Nama Pasir Lulumpang sendiri berasal dari tempat situs Pasir Lulumpang yang berada di atas. Kondisi dari tahun 2000-2010 situs Pasir Lulumpang sudah dibuat sebuah saung dinding yang terbuat dari bambu dan atap dari dedaunan, Keberadaan dari Situs Pasir Lulumpang keberadaanya hanya dikenal oleh masyarakat sekitar. Pada tahun 2018, situs ini mengalami perubahan dari segi bangunan dinding yang sudah di tembok, lantai dengan menggunakan keramik, atap menggunakan genting, dan terdapat pagar pembatas area Situs Pasir Lulumpang. Kemudian jalan menuju lokasi sudah di cor. Keberadaan dari Situs Pasir Lulumpang sebuah jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu seperti riezeki, kesehatan, maupun kelanggengan jabatan. Berbekal dari kepercayaan yang kuat terhadap kekuatan mistik yang ada.