Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP SISTEM SHIFT KERJA SEBAGAI DAMPAK DARI PANDEMI COVID-19 DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA MALANG Siti Nur Azizah; Nurul Umi Ati; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 15, No 10 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.247 KB)

Abstract

ABSTRAKCorona Virus Disease 2019 (COVID-19) termasuk darurat global karena telah berkembang pesat dan telah dilaporkan hampir diseluruh dunia. Penularan yang sangat cepat dari virus ini membuat World Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 (World Health Organization, 2020). Negara Indonesia merupakan salah satu dari beberapa negara di dunia yang juga terkena dampak dari COVID-19. Pandemi ini telah menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi seluruh masyarakat Indonesia karena dapat menular dengan mudah melalui hubungan kontak langsung dengan penderita COVID-19. Akibatnya menyebabkan pengaruh dan perubahan yang besar pada berbagai bidang kehidupan diantaranya bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi dan ketenagakerjaan. Banyak kebiasaan baru yang harus dilakukan oleh setiap orang agar terhindar dari penyebaran virus ini, salah satunya adalah menghindari kerumunan dengan menjaga jarak (social distancing) dengan orang lain, selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan serta memakai masker ditempat-tempat umum. Hal ini tentu membawa dampak dan pengaruh besar terhadap setiap kegiatan manusia. Dengan adanya pandemi COVID-19 ini maka setiap aparatur Pemerintah dituntut untuk melakukan berbagai upaya untuk melakukan pembatasan aktivitas demi pencegahan dan pengurangan resiko penyebaran COVID-19, disamping itu juga dituntut untuk tetap dapat menjalankan tugas pemerintahan dengan baik. Pembatasan aktivitas sangat berpengaruh pada aktivitas sosial yang kemudian berimbas pada perekonomian. Kemudian kinerja ekonomi yang melemah ini juga turut berdampak pada situasi dan ketenagakerjaan di Indonesia. Terkait upaya optimalisasi kinerja ASN terhadap pelaksanaan sistem shift kerja sebagai dampak pandemi COVID-19 di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang dengan berpedoman pada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 dan juga menggunakan teori Stoner dan Edward, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang mampu memberikan berbagai upaya yang sesuai dengan teori dan pedoman tersebut untuk optimalisasi kinerja ASN terhadap pelaksanaan sistem shift. Hal ini dapat dibuktikan dengan terpenuhinya empat (4) cara untuk meningkatkan kinerja pegawai, antara lain deskriminasi, penghargaan, pengembangan dan komunikasi. Dalam Pelaksanaannya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota malang mampu memberikan upaya optimalisasi kinerja ASN terhadap system shift kerja sebagai dampak Pandemi COVID-19. Kata Kunci: Optimalisasi, Kinerja Aparatur Sipil Negara, Covid-19
EVALUASI KEBIJAKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA BATU TAHUN 2010-2030 Maziyatun Nafiah; Nurul Umi Ati; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 16, No 6 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.609 KB)

Abstract

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batu berpedoman pada Perda Kota Batu No 7 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Batu tahun 2010-2030. RTRW Kota Batu hingga saat ini telah memasuki tahun ke 12 setelah RTRW disahkan. Namun, seiring berjalannya waktu fenomena alih fungsi lahan di Kota Batu guna pembangunan perumahan, tempat wisata, hotel ataupun pembangunan lain guna menunjang kehidupan masyarakat Kota Batu terus mengalami peningkatan yang siginifikan. Terlepas dari peningkatan tersebut, masih dijumpai pembangunan yang belum memperhatikan akan tata ruang wilayah. Hal ini diketahui dari terjadinya kerusakan lingkungan akibat adanya alih fungsi lahan untuk pembangunan serta berkurangnya RTH Publik Kota Batu. Sehingga perlu dilakukannya evaluasi kebijakan penataan ruang di Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan tahapan evaluasi konteks, input, proses dan produk, penerapan kebijakan penataan ruang di Kota Batu masih terdapat ketidaksesuaikan. Namun, mengenai peningkatan RTH Publik telah dilakukan sebagaimana arahan dari kebijakan penataan ruang. (2) beberapa kendala yang dihadapi dalam penataan ruang di Kota Batu diantaranya yaitu Kepastian Hukum, Topografi Wilayah, dan Minimnya Partisipasi masyarakat.  Kata Kunci: Evaluasi, Kebijakan, RTRW Kota Batu
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PRODUK UNGGULAN KAWASAN PEDESAAN (PRUKADES) DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi di Desa Kebobang Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang) Anis Widayati; Nurul Umi Ati; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 14, No 2 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.359 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan : (1) Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Desa Kebobang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program PRUKADES: (2) Faktor-faktor pendorong dan penghambat Program PRUKADES di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subyek penelitian BPH dan masyarakat sebagai anggota Program PRUKADES. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Pemberdayaan masyarakat desa melalui Program PRUKADES di Desa Kebobang sudah sesuai dengan tahap pemberdayaan. Dimana tahapan pelaksanaan pemberdayaan yaitu perencanaan, pendampingan, evaluasi dan tindak lanjut. Perencanaan dilakukan melalui musyawarah yang meliputi identifikasi kebutuhan, latar belakang, tujuan, pembentukan struktur kepengurusan dan rekruitmen anggota anggota. Selanjutnya pendampingan dilakukan pada proses produksi dengan mempraktekan dan memantau cara pembuatan pot oleh BPH, evaluasi dilakukan dengan menargetkan hasil produksi yang akan berpengaruh terhadap penghasilan anggota, kemudian tindak lanjut yang dilakukan BPH yaiyu menyiapkan keterampilan lain dan diharapkan masyarakat bisa membuka usaha mandiri. Menurut ketua BPH Program PRUKADES kesejahteraan masyarakat Desa Kebobang dikatakan meningkat dilihat dari yang awalnya ibu-ibu di desa setempat tidak memiliki penghasilan sekarang memiliki penghasilan yang cukup membantu untuk kebutuhan sehari-hari mereka. (2) Faktor pendorong yaitu antusias masyarakat, bahan baku yang mudah didapatkan dan dukungan dari pemerintah Desa Kebobang, sedangkan faktor penghambat pemberdayaan melalui Program PRUKADES yaitu kurangnya keterampilan dari masyarakat setempat dan perubahan cuaca yang tidak pasti. Kata kunci : Pemberdayaan masyarakat,Program, Kesejahteraan masyarakat.
PENANGGULANGAN REMAJA YANG TERJERUMUS DALAM KAUM LESBIAN (DI KOTA MALANG) Amalya Dwi Suryana; Nurul Umi Ati; Hayat Hayat
Respon Publik Vol 14, No 5 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.128 KB)

Abstract

 ABSTRAKlesbian ini dapat diartikan sebagai rasa ketertarikan dan dari seksual itu sendiri sebagaimana perilaku antara individu berjenis kelamin yang sama. Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas mengacu kepada pola ketertarikan romantis secara ekslusif pada orang dari jenis kelamin yang sama dan juga homoseksual mengacu pada pandangan individu tentang indentitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan perilaku ekspresi dan keanggotaan dalam komunitas lain yang bermacam-macam. Dalam artikel ini juga membahas mengenai gambaran dari remaja yang terjerumus dalam kaum lesbian dan membahas tentang, solusi penyelesaian pada remaja yang terjerumus dalam kaum lesbian serta mengenai faktor pendukung dan penghambat remaja yang terjerumus dalam kaum lesbian di Kota Malang dan Bertentangan dengan Pancasila UUD 1945 dan UU No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Komplikasi Hukum Islam (KHI) Bidang Perkawinan. Kata Kunci : Peran Orang Tua, Pendidikan, Remaja, Lesbian
PERAN TIM PENGGERAK PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAHAN KELUARGA (PKK) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KOTA MALANG Fitria Febrianti; Nurul Umi Ati; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 16, No 2 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.423 KB)

Abstract

ABSTRAKPemberdayaan perempuan merupakan segala tindakan yang dilakukan oleh PKK dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki perempuan, agar secara mandiri perempuan mempunyai keterampilan dan keahlian dalam menghadapi masalah yang mereka hadapi secara mandiri melalui peningkatan kapasitas dan kualitas hidup. Berdasarkan latar belakang maka penulis menyimpulkan yaitu dengan adanya penerbitan Peraturan kemendagri Nomor 36 Tahun 2020 tentang TP PKK adalah mitra kerja pemerintah dan organisasi/lembaga kemasyarakatan dan  adanya fenomena IRT yang awalnya hanya mengurus rumah tangga, dan menghabiskan waktu meonton televisi dan berbincang-bincang sesuatu yang tidak bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Tim Penggerak PKK dalam meningkatkan partisipasi pemberdayaan perempuan di Kota Malang menggunakan teori  dari teori Soerjono Soekanto (2001 : 261) tentang Peran merupakan aspek dinamis dalam kedudukan terhadap sesuatu. Apabila seseorang melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka dia menjalankan suatu peran serta faktor pendukung dan penghambat kemudian bentuk upaya tim penggerak PKK dalam menerapkan program kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang dipergunakan adalah analisis deskriptif kualitatif (Interactive model) dari Milles dan Hubberman dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 kelompok kerja sesuai dengan fungsinya untuk meningkatkan pasrtisipasi pemberdayaan perempuan dan dukungan dari pemerintah. Adanya LSM dan organisasi perempuan lain yang membantu tercapainya pemberdayaan perempuan. Sarana dan prasarana yang memadai adapun anggaran program kerja yang ikut mendukung tercapainya pemberdayaan perempuan. Terdapat factor penghambat yaitu pelaksanaan program ditengah pandemic dan adanya kader yang kurang kompeten.Kata Kunci : Metode Pembelajaran, Model Ricard Matland, Implementasi
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Pada Smk Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Kabupaten Malang) Octivari Rosania Alfrida; Nurul Umi Ati; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 16, No 3 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.845 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tentang penurunan kinerja karyawan yang kerap terjadi di lingkungan kerja yang disebabkan karena kurangnya konsentrasi, stress kerja atau bahkan kurangnya motivasi pribadi maupun dari pihak lain dan juga membahas tentang gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui pengaruh signifikan gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan di SMK Modern Al – Rifa’ie Gondanglegi Kabupaten Malang (2) untuk mengetahui pengaruh signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di SMK Modern Al – Rifa’ie Gondanglegi Kabupaten Malang (3) untuk mengetahui pengaruh signifikan gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di SMK Modern Al – Rifa’ie Gondanglegi Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05 dan nilai F hitung 8,365 > F tabel 3,32. Gaya kepemimpinan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sign. sebesar 0,006 < 0,05 dan nilai t hitung 2,909 > t tabel 2,026.  Motivasi kerja tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Sign. sebesar 0,444 > 0,05 dan nilai t hitung 0,774 < t tabel 2,206. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Gaya Kepemimpinan  Perempuan, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi Kebijakan UU No. 10 Tahun 2017 Tentang Program Keluarga Harapan pada Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang) Umi Kalsum; Nurul Umiati; Hayat Hayat
Respon Publik Vol 13, No 6 (2019): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.343 KB)

Abstract

Dalam meningkatkan kesejahteran masyarakat sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi keluarga sangat miskin (KSM). Berbagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui program-program bantuan sosial, salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga sangat miskin (KSM) dengan catatan mengikuti persyaratan yang diwajibkan. Persyaratan itu terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yaitu kesehatan dan pendidikan. Program ini berupaya untuk mengembangkan sistem perlindungan sosial terhadap warga miskin di Indonesia. Sasaran dari program ini yaki, ibu hamil, ibu menyusui, memiliki anak balita dan anak usia sekolah setingkat SD-SMA, disabilitas berat dan juga lanjut usia yang berumur 60 tahun ke atas. Penerima bantuan ini adalah ibu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan. Implementasi program keluarga harapan adalah suatu proses yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya secara bertahap dan konsisten sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang telah diatur dalam ketentuan PKH tersebut. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui implementasi Program keluarga Harapan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. 2) Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Keluarga Harapan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. 3) Untuk mengetahui apakah penerima manfaat Program Keluarga Harapan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan di Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang sudah tepat pada sasaran. Metode penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa, 1) secara umum implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tamanasri sudah cukup baik. ini dapat dilihat dari proses implementasinya yang berjalan sesuai dengan mekanisme alur kerja PKH, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala yang terjadi.  2) faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Kelarga Harapan adalah pendamping yang tidak tinggal di lokasi pendampingan sehingga sulit untuk melakukan pengontrolan secara langsung terhadap peserta PKH, masih banyak peserta PKH yang kurang paham terkait sasaran penerima manfaat PKH. 3) Penerima manfaat PKH di Desa Tamanasri dari 261 KK keluarga prasejahtera 180 KK sudah sah mejadi peserta PKH, namun masih ada 81 KK kelaurga miskin yang non peserta PKH.Kata Kunci : Program Keluarga Harapan, Implementasi Kebijakan.
DAMPAK PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) TERHADAP PENGEMBANGAN WISATA PANTAI BENTAR DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi Kasus Dinas Pemuda, Olahraga Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo) Yazid Al Bustomi; Nurul Umi Ati; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 15, No 3 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.239 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan dampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Terhadap Pengembangan Wisata Pantai Bentar Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Adapun yang melatarbelakangi penulis tertarik untuk membuat skripsi ini didaskan pada hasil pengematan awal penulis melihat dari masalah banyaknya permasalah terkait dampak Covid-19 terhadap pengembangan obyek wisata pantai bentar, oleh karena itu penulis ingin mengetahui bagaimana pendapatan wisata pantai bentar dimasa pandemi dan faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan destinasi wisata pantai bentar. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, yang merupakan gambaran peristiwa dan fenomena yang terjadi dilapangan, pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan perpanjangan pengeamatan, meningkatan ketekunan, treangulasi, diskusi , analisis negative, membercheck yang bertujuan unutk mengecek keabsahan data penelitian. Analisi data dalam penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil peneltian ini menunjukan bahwa (1) pengembangan destinasi wisata pantai bentar sudah sesuai dengan apa yang dipaparkan gamal suwantoro bahwa pengembanan destinasi wisata harus memenuhi kelayakan finansial, kelayakan  sosial ekonomi regional, kelayakan lingkungan, amun dalam perjalannya terhambat dengan adanya pandemi Covid-19. (2) begitu juga dengan faktor pendukung yang sudah sesuai deng apa yang sudah dijelaskan oleh Edwards III bahwa ada 4 poin yang dapat mendorong kebrhasilan implementasi kebijakan yang diantanya adalah: (1) komunikasi (2). sumber daya (3). Sikakp birokrasi dan pelayanan (4). Struktur organisasi dan tata aliran kerja birokrasi.   Kata Kunci: Pariwisatan, Kebijakan, Sosial Ekonomi, Covid-19
MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG MAJAPAHIT (Studi Kasus Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto) Khoirul Muafi; Nurul Umi Ati; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.973 KB)

Abstract

Desa wisata merupakan wujud kreatifitas yang muncul akibat dari sesuatu fenomena sekitar yang mempunyai daya tarik lebih dari desa-desa lainnya. Termasuk Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, merupakan salah satu tiga desa yang ada di Kecamatan Trowulan masuk dalam wilayah pengembangan II untuk dijadikan wisata purbakala. Tiga desa yang masuk dalam wilayah pengembangan strategis ialah Desa Bejijong, Desa Sentonorejo, dan Desa Jatipasar. Setelah selesai terbangunnya kurang lebih 200 unit rumah bertopeng perkampungan majapahit di Desa Bejijong pada tahun 2015 guna memfasilitasi wisata situs-situs peninggalan bersejarah dan diperuntukan menjadi home stay, maka dari itu Desa Bejijong mendapatkan julukan sebagai Desa Wisata Kampung Majapahit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pengembangan desa wisata dan apakah terdapat kerjasama atau kolaborasi sektor-sektor pembangun yang disebut kerjasama Penta Helix Model (Pemerintah, Swasta, Masyarakat, Akademisi, dan Media Massa). Dalam proses pengembangan desa wisata terdapat faktor pedukung dan faktor penghambat yang dapat mempengaruhi model pengembangan desa wisata. dan faktor apa yag menyebabkan belum terwujudnya Desa Wisata Kampung Majapahit yang efektif dan kuat.Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Pada penelitian metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif (interactive model) dari Miles dan Huberman dalam Saldana (2014).Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan Desa Wisata Kampung Majapahit ialah (1) Model pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal dan terdapat usaha pengembangan desa wisata melalui kerjasama atau kolaborasi dengan lima sektor (Pemerintah, Swasta, Masyarakat, Akademisi, dan Media Massa) disebut dengan Penta Helix model (2) Dalam model pengembangan desa wisata ini ditemukan beberapa faktor pendukung seperti partisipasi masyarakat yang ditunjukkan oleh Sanggar Bhagaskara dalam memberikan atraksi desa wisata (3) Pada faktor penghambat ditemui seperti lahan parkir terbatas, home stay dengan fasilitas seadanya, kamar mandi menjadi satu dengan pemilik home stay, dan masih minim atraksi desa wisata yang ditawarkan, (4) Dalam mewujudkan desa wisata yang efektif dan kuat masih ditemui ego sektor pada proses pengembangan desa wisata ialah sektor Pemerintah Desa dan sektor Masyarakat. (5) Kesadaran untuk memiliki desa wisata serta kurang percaya diri masyarakat Desa bahwa desanya menjadi desa wisata. Kata Kunci : Model, Penta Helix Model, Desa Wisata, Kerjasama, Efektif
PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA JIWUT KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR Mustika Nanda Adilah; Nurul Umi Ati; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 15, No 9 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.206 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jiwut. Pemberdayaan ini dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar. Kemakmuran suatu negara dapat dilihat dari berbagai bidang dan sudut pandang, salah satunya adalah dari sudut pandang perekonomiannya. Maka dari itu dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian negara dapat dilakukan dengan cara memberdayakan masyarakat Indonesia melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini sesuai dengan peran UMKM dalam Undang-Undang Nomer 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bahwa UMKM merupakan kegiatan usaha yang dapat memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dengan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jiwut yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar sudah cukup efektif. Walaupun dalam pelaksanaannya masih mengalami beberapa kendala yaitu kendala dari pelaku usaha dan dari Dinas terkait.  Kata kunci: Pemberdayaan, UMKM, Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Co-Authors Adelia Meita Utari Adilla Rizki Amalia Agung Wicaksono Agus Abidin Agus Zainal Abidin Ainun Nahib Aisyah Fira Rahmawati Alifian Nur Rohman Amalya Dwi Suryana Andi Angga Maulana Maliku Taufiq Andri Rafsan Gani andriani agustina cahyaningsih Anis Widayati Anti Dwi Febriyani Bayu Agung Prasetya Delfi Mardiana Dia Ayu Reni Anggraeni Dionita Putri Anwar Dwi Oktavia Nur Cahyanti Elsa Tri Alivia Ernia Himamalini Fajar Trianto Firohatin Ronasifah Fitria Febrianti Gangga Febrianto Georgo Winaktu Hayat Hayat Hayat Hayat Hayat Hellanda Widiyanti Indah Mindarti, Lely Indah Rafika Amin Indati Aulia Rahmah Ita Suhermin Ingsih Jafitri Ayu Pramisya Milania Jumarti Jumarti Khoiron Khoiron Khoirul Muafi Kus Indarto Lintang Rahmawati Mahardhika, Brahmadhita Pratama Maziyatun Nafiah Mery Bela Oktavia Muhammad Agus Salim MUHAMMAD AGUS SALIM Muhammad Sirojuddin Mustika Nanda Adilah Nanik Mulyani Hidayah Nova Sagita Novenda Amellia Sandra Pramaisella Nur Khofifah Nuranisa Nuranisa Nurcholisa Dwi Lestari Nuriyanti, Ika Octivari Rosania Alfrida Pinastika Prajna Paramita Reka Dwi Mashitoh Retno Wulan Sekarsari Rizky Nur Amaliah Rofiatul Maghfiroh Roni Pindahanto Sara Prilia Sarwono Sarwono Shinta Devy Setyaningrum Shofia Uswatul Khasanah Shofiatul Jannah Sintia Bela Aprilia Siti Nur Azizah Soesilo Zauhar Sumiati Nafisah Sunariyanto Sunariyanto Susi Ratnawati Suyeno Suyeno Taufiq Rahman Ilyas Umi Kalsum Vina Nurul Firdausi Waliyatul Mardiyah Winaktu, Georgo Yazid Al Bustomi Yulia Syayidhatul Fitri Zainal Abidin