Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Edukasi “Gen Z-Penting” (Generasi Z-Pencegah Stunting) dengan Media Booklet Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Pada Remaja Putri AS, Emilda; Magfirah, Magfirah; Fazdria, Fazdria; Lina, Lina; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.17901

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, sehingga melalui Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPM) pemerintah menargetkan pada tahun 2025 akan mengurangi 40% jumlah balita pendek. Upaya dalam pencegahan stunting adalah perubahan perilaku masyarakat melalui program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang semuanya berupaya untuk melakukan intervensi dalam perubahan perilaku positif terkait dengan pengetahuan ibu tentang asupan gizi selama hamil, melahirkan dan anak sebelum usia 2 tahun. Sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting dapat dilakukan lebih ringan dan menarik serta tidak membosankan terutama dikalangan remaja. Remaja putri yang nantinya sebagai calon ibu sebagai target indikator utama kelompok sasaran percepatan penurunan stunting. Pemberian edukasi atau pendidikan kesehatan dengan menggunakan booklet sangat efektif digunakan sebagai media informasi tentang upaya pencegahan stunting pada remaja. Meningkatkan pengetahuan pada remaja tentang upaya pencegahan stunting melalui media booklet. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi stunting melalui media booklet. Adanya perbedaan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah remaja putri diberikan edukasi dengan kategori baik yaitu 66,7% menjadi 86,7%. Pemberian edukasi pada remaja dalam upaya pencegahan dini stunting dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan stunting. Remaja putri sebagai calon ibu di masa depan diharapkan memiliki pengetahuan tentang stunting dan upaya pencegahannya. Kata Kunci: Booklet, Education, Stunting  ABSTRACT Efforts to monitor the growth and development of early childhood are primarily the task of the family and community and are assisted by posyandu cadres through posyandu activities. The Posyandu program is carried out in each village by cadres who have been given knowledge and training by health workers to disseminate knowledge about health, especially child growth and development among parents. Generally, posyandu activities include weighing toddlers and providing nutrition, so that the main target of posyandu is more focused on the physical growth stage. Therefore, it is necessary to provide knowledge to the public about early detection of child development, so that preventive measures can be taken to overcome developmental disorders in toddlers. This service activity is to increase the community's knowledge and abilities regarding stimulating the development of children aged 12-18 months as an effort to detect early child growth and development. Service activities are carried out using counseling and training methods followed by roleplay with the target community in Sungai Pauh Village, West Langsa District, Langsa City in August 2023 with a target number of 40 people. there was a difference in knowledge scores between before and after the community was given counseling in the good category, namely 47.5% to 90% and the skills of the participants before and after the community were given training, the majority had good skills at 87.5%. Through this activity, people experience increased knowledge and skills, and it is important for mothers to monitor children's growth and development through stimulation that is appropriate to the child's age development stages. Keywords: Monitoring, Development, Baby, Society
Pengaruh Edukasi Pencegahan Dan Penanganan Diabetes Gestasional Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil As, Emilda; Putri, Isnaini; Fithriany, Fithriany; Fazdria, Fazdria
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i2.1160

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Gestasional (GDM) merupakan salah satu gangguan metabolik yang paling sering terjadi pada kehamilan dan berdampak signifikan terhadap kesehatan ibu maupun janin. Pencegahan dan penanganan GDM menjadi fokus utama dalam pelayanan antenatal karena komplikasi yang ditimbulkannya dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan ibu dan anak. Intervensi berbasis edukasi terbukti efektif dalam membantu ibu hamil memahami faktor risiko, strategi pencegahan, serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi pencegahan dan penanganan diabetes gestasional terhadap pengetahuan ibu hamil. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment, one group pre-test and post-test. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan diabetes gestasional dan booklet. Data dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: sebelum diberikan edukasi pengetahuan responden rata-rata 11,60 dan setelah dilakukan edukasi pengetahuan responden mayoritas dengan nilai rata-rata 16,77. Uji Wilcoxon didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan: Edukasi pencegahan dan penanganan diabetes gestasional berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil.
Upaya Pencegahan Preeklampsi pada Ibu Hamil melalui Deteksi Dini dan Paket Edukasi Kesehatan AS, Emilda; Magfirah, Magfirah; Alchalidi, Alchalidi; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.22440

Abstract

ABSTRAK Preeklampsia dan eklampsia menempati urutan kedua didunia sebagai penyumbang angka mordibitas dan mortalitas bagi ibu hamil yang memengaruhi 3% sampai 8% wanita hamil setelah pendarahan serta dapat meningkatkan risiko kematian janin sebesar empat kali dibandingkan dengan kehamilan normal. Jika hipertensi tidak dapat di antisipasi maka akan mengarah ke preeklamsia yang dapat meningkatkan resiko komplikasi selama kehamilan seperti kerusakan sistem atau organ lainnya yang berefek jangka panjang. Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut diperlukan pencegahan dini terutama pada kelompok yang berisiko tinggi dengan kegiatan pencegahan penyakit (promotif–preventif) seperti promosi kesehatan, penyuluhan, pendidikan masyarakat, maupun upaya-upaya pencegahan lainnya terbukti efektif dapat membentuk mindset masyarakat yang lebih peduli akan kesehatan diri dan keluarganya, yang pada akhirnya akan mewujudkan kesehatan masyarakat. Selain itu, program pendampingan ibu hamil dan kader ini telah terbukti bermanfaat dalam memotivasi ibu hamil agar rajin memeriksakan kesehatannya secara rutin selama masa kehamilan hingga nifas. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang preeklamsi dan cara membantu mengurangi gejalanya. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi kesehatan dan deteksi dini. Adanya perbedaan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah pada ibu hamil diberikan edukasi dengan kategori baik yaitu 60% menjadi 86,7%. Pemberian edukasi ibu hamil tentang preeklamsi dan cara membantu mengurangi gejalanya dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesehatan ibu hamil, sekaligus mendukung upaya pencegahan morbiditas dan mortalitas maternal di masyarakat. Kata Kunci: Preeklamsi, Deteksi Dini, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Preeclampsia and eclampsia rank second in the world as contributors to morbidity and mortality rates for pregnant women, affecting 3% to 8% of pregnant women after bleeding and can increase the risk of fetal death by four times compared to normal pregnancies. If hypertension cannot be anticipated, it will lead to preeclampsia which can increase the risk of complications during pregnancy such as damage to other systems or organs that have long-term effects. Therefore, to prevent this, early prevention is needed, especially in high-risk groups with disease prevention activities (promotive-preventive) such as health promotion, counseling, community education, and other prevention efforts that have proven effective in forming a mindset of the community that is more concerned about the health of themselves and their families, which will ultimately realize public health. In addition, this program of mentoring pregnant women and cadres has been proven to be useful in motivating pregnant women to diligently check their health regularly during pregnancy until postpartum. Increase knowledge of pregnant women about preeclampsia and how to help reduce its symptoms. The community service method used in this activity was health education and early detection interventions. There was a difference in knowledge scores between pregnant women before and after receiving education, with a positive score, increasing from 60% to 86.7%. Providing education about preeclampsia and ways to help reduce its symptoms can improve their understanding. This community service activity provides tangible benefits for improving the health of pregnant women while supporting efforts to prevent maternal morbidity and mortality in the community. Keywords: Preeclampsia, Early Detection, Health Education.