Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Inovasi Digitalisasi Pajak Daerah Melalui Pengembangan Aplikasi PAKINTA oleh Dinas Pendapatan Kota Makassar untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Barraq, Helmi; Fatah, Zainal; Dwijosusilo, Kristyan; Widyawati
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 7 No 2 (2025): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v7i2.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan aplikasi PAKINTA oleh Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Makassar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui teori difusi inovasi yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan terkait, dokumentasi yang mendukung, dan observasi langsung terhadap penggunaan aplikasi PAKINTA oleh wajib pajak. Data juga dianalisis berdasarkan dimensi-dimensi dari teori Difusi Inovasi, yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas, kerumitan, trialabilitas, dan observabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PAKINTA memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kinerja BAPENDA dan kepatuhan wajib pajak. Sekitar 75% wajib pajak merasa lebih puas dan merasa lebih mudah dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, sementara 80% merasa bahwa aplikasi ini sangat sesuai dengan kebiasaan bertransaksi secara digital. Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi antara lain rendahnya literasi digital sebagian Wajib Pajak dan kompleksitas fitur-fitur tertentu dalam aplikasi. Kesimpulannya, meskipun aplikasi PAKINTA sangat efektif dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam administrasi perpajakan, namun diperlukan upaya lebih lanjut dalam hal edukasi digital dan pembaruan fitur untuk memastikan adopsi yang lebih luas. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pelatihan bagi wajib pajak yang kurang familiar dengan teknologi dan secara teratur melakukan pemeliharaan dan pembaruan aplikasi.
Optimalisasi Peran Guru dalam Pembelajaran PAI pada Generasi Z; Studi Kasus di SMA NU 08 Brangsong, Kabupaten Kendal Fatah, Zainal
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 5 No 1 (2025): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v5i1.10134

Abstract

This study aims to identify the optimization strategy of Islamic Religious Education (PAI) teachers in educating Generation Z in the digital era, with a case study at SMA NU 05 Brangsong, Kendal Regency. This study employed a qualitative approach to investigate the experiences of teachers and students through observations, in-depth interviews, and document analysis. The study results indicate that PAI teachers face challenges adjusting learning methods to the characteristics of Generation Z, who are digital-native. However, the learning process can run effectively through technology integration, contextual approaches, and ethical and collaborative methods. This study emphasizes the importance of strengthening digital literacy, ongoing teacher training, and collaboration between stakeholders to shape students' religious and moral character amidst the flow of digitalization. These findings provide practical contributions to the development of PAI learning strategies that are adaptive and relevant to the needs of today's generation.
TEKNOLOGI PENYIRAMAN OTOMATIS PADA GREEN HOUSE KAMPUNG MELON NAPOTE DI KABUPATEN SAMPANG Rachmatullah, Sholeh; Arifin, Mohammad Nazir; Zain, Muhammad Yasir; Rahman, Ali; Hamid, Faisal Abdul; Mansur, Muhammad Umar; Yaqin, Moh Ainul; Fatah, Zainal
NGABDIMAS UNIRA Vol 2, No 2 (2022): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.337 KB) | DOI: 10.53712/ngu.v2i2.1633

Abstract

Sistem penyiraman buah melon di green house kelompok masyarakat kampoeng wisata melon napote masih menggunakan cara manual yaitu mengalirkan air dengan cara memutar kran air pada blok pipa penyiraman. Permasalahan lainya, belum sepenuhnya berbasis teknologi informasi. Belum memiliki website profil sebagai kampung wisata melon, informasi pembelian buah melon, ketersedian melon siap jual. Solusi dari Tim PKM adalah penerapan teknologi berbasis Internet of Thing (IOT) yang ramah lingkungan dan mampu melakukan penyirman secara otomatis. Sistem ini mampu menagani masalah penyiraman pada tanaman buah melon, serta media informasi yang mensupport informasi web profil tentang pembelian buah, ketersedian melon siap jual dan kelompok masyarakat yang bertani melon yang digadang oleh pemerintah sebagai destinasi kampung wisata buah melon napote di Kabupaten Sampang.
STRATEGI DINAS KOMINFO KOTA MOJOKERTO DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL MASYARAKAT Kurniasari, Winda; Pramono, Sapto; Fatah, Zainal
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mojokerto dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama: pelatihan literasi digital terbuka, kampanye edukasi melalui media sosial, pendampingan komunitas lokal, kolaborasi dengan institusi pendidikan, serta pengembangan infrastruktur internet publik. Strategi ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan digital, memperluas edukasi, dan membangun ekosistem literasi digital berkelanjutan. Kesuksesan program didukung oleh pendekatan multi-strategi yang adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang literasi digital terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat serta melihat pengaruh faktor demografis terhadap tingkat adopsi teknologi digital di Kota Mojokerto.
PERAN LEMBAGA ADAT DAYAK AGABAG DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT DAYAK AGABAG Eddie RY, Wowon; Fatah, Zainal; Dwijosusilo, Kristyan
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap peran Lembaga Adat Dayak Agabag dalam mencegah pernikahan dini di komunitasnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga adat berperan penting melalui penegakan norma adat, edukasi nilai dalam forum budaya, serta kewenangan tokoh adat dalam keputusan pernikahan. Mekanisme sosial seperti sanksi adat, penyuluhan, dan pelibatan pemuda memperkuat nilai penundaan usia nikah. Lembaga adat terbukti menjadi aktor sosial aktif dalam membentuk perilaku masyarakat. Penelitian merekomendasikan kolaborasi antara lembaga adat dan institusi formal dalam program pencegahan pernikahan dini. Penelitian lanjutan disarankan mengeksplorasi peran perempuan dan dinamika perubahan nilai dalam komunitas adat.
PENGUATAN EKONOMI KREATIF MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK TENUN DAN PEMASARAN DIGITAL DI BANDAR KIDUL, KEDIRI Fatanti, Megasari Noer; Prabawangi, Rani Prita; Nafiah, Annisau; Fatah, Zainal
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36764

Abstract

ABSTRAKSentra Tenun Ikat Bandar Kidul (TIBK) di Kediri memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, tetapi perkembangan produksinya melambat akibat keterbatasan diversifikasi produk dan pemasaran yang masih konvensional. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan daya saing dan kesejahteraan pengrajin melalui pengembangan produk turunan tenun serta penguatan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan lebih dari 20 pengrajin dan Pokdarwis melalui sosialisasi, pelatihan produksi, pendampingan pemasaran digital, dan penguatan kelembagaan. Evaluasi dilakukan melalui monitoring penjualan, observasi keterampilan, dan peninjauan kinerja promosi digital. Hasil program menunjukkan terciptanya produk turunan seperti pouch serbaguna dan lanyard ID card berbahan tenun yang didukung video tutorial ber-HaKI sebagai media belajar berkelanjutan. Pemanfaatan platform Shopee, WhatsApp, Instagram, dan TikTok meningkatkan jangkauan pemasaran dan berkontribusi pada kenaikan penjualan online sebesar 30% dalam enam bulan. Program ini juga mendorong terbentuknya koperasi beranggotakan 20 orang sebagai wadah penguatan manajemen usaha, disertai peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–30%. Secara keseluruhan, program ini memperkuat transformasi produksi dan modernisasi strategi pemasaran TIBK sebagai sentra ekonomi kreatif berbasis budaya.Kata kunci: digital marketing; diversifikasi produk; pariwisata berkelanjutan; tenun Kediri. ABSTRACTThe Tenun Ikat Bandar Kidul (TIBK) weaving center in Kediri has significant creative economic potential, but production growth has been slow due to limited product diversification and conventional marketing. This community service program aims to improve the competitiveness and welfare of artisans through the development of woven derivative products and strengthening digital marketing. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach involving more than 20 artisans and the local tourism group (Pokdarwis) through outreach, production training, digital marketing assistance, and institutional strengthening. Evaluation was carried out through sales monitoring, skills observation, and digital promotion performance review. The program results showed the creation of derivative products such as multipurpose pouches and woven ID card lanyards, supported by video tutorials with IPR as a continuous learning medium. The use of the Shopee, WhatsApp, Instagram, and TikTok platforms increased marketing reach and contributed to a 30% increase in online sales in six months. The program also encouraged the formation of a 20-member cooperative to strengthen business management, accompanied by a 20–30% increase in artisan income. Overall, this program strengthened the production transformation and modernized TIBK’s marketing strategy as a culture-based creative economy center. Keywords: digital marketing; product diversification, sustainable tourism; tenun Kediri
Peran Fasilitator Puspaga dalam Pelaksanaan Sosialisasi Parenting dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di DP3APPKB Kota Surabaya Zumroh, Alifatul Reniwati; Kamariyah, Sri; Sholichah, Nihayatus; Dwijosusilo, Kristyan; Widyawati, Widyawati; Fatah, Zainal; Wirawan, Dandi Patrija
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1352

Abstract

Child parenting is a crucial aspect in supporting optimal child development; however, it continues to face various challenges, including limited parental knowledge, low family communication skills, and the persistence of violence against children. The Surabaya City Government, in collaboration with the National Population and Family Planning Board (BKKBN), initiated the Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Program as a family-based educational intervention implemented through the Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) services. This community service article aims to describe the role of PUSPAGA facilitators in the implementation of parenting socialization and the SOTH Program at DP3APPKB Surabaya City, particularly through the involvement of students from the Certified Internship and Independent Study Program (MSIB) Batch 5 at the neighborhood (Balai RW) level in Margorejo Sub-district. A participatory approach was employed by directly involving students in socialization activities and educational assistance within the community. The results indicate an improvement in parents’ understanding and awareness of positive parenting practices, effective family communication, and the prevention of child and adolescent issues. Furthermore, the involvement of MSIB students strengthened the role of PUSPAGA facilitators as a bridge between government policies and community needs at the local level.
Policy Evaluation Of Face Recognition Technology For  Railway Passengers At Surabaya Gubeng Station Adi Kartika, Raditya; Kamariyah, Sri; Fatah, Zainal; Mustofa, Amirul
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 2 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13i2.11305

Abstract

Abstract This study evaluates the policy implementation of the face recognition system at Surabaya Gubeng Station as a digital innovation in public service by PT Kereta Api Indonesia (Persero). Using a qualitative approach and the policy evaluation model by William N. Dunn, the study assesses six key indicators: effectiveness, efficiency, adequacy, responsiveness, accuracy, and equity. The findings indicate that the system is effective in accelerating the boarding process, reducing queues, and improving passenger convenience. Efficiency is achieved through reduced staff workload and automated identity verification. However, several challenges remain, including technical disruptions, data input errors, and low digital literacy among users. Personal data protection is also a concern as most users are not fully aware of how their biometric data is managed. Therefore an adaptive governance strategy is needed, involving infrastructure improvement, staff training, public education, and greater transparency in data policy. With these measures, the face recognition system can serve not only as a tool for technical efficiency but also as a form of inclusive and sustainable public service transformation.