Claim Missing Document
Check
Articles

a ANALISA HASIL PEMERIKSAAN LINE PROBE ASSAY DAN MYCOBACTERIUM GROWTH INDIKATOR TUBE LINI DUA GOLONGAN FLUOROQUINOLONE PADA PASIEN TB-MDR Dewi Hartati; Bastian
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 4 No 1 (2026): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v4i1.93

Abstract

atar belakang : TB merupakan penyakit infeksi mudah menular melalui udara yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. TBmenjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat global dan Indonesia menempati posisi kedua kasus TB tertinggi di dunia. Diagnosa dan penatalaksaan pasien TB akan berpengaruh dalam penanggulan TB. TB-MDR atau Multi Drug Resistant adalah TB resisten obat terhadap minimal 2 obat anti TB lini pertama. Mycobacterium Growth Indicator Tube (MGIT) merupakangold standardalam pemeriksaan TB namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu alternative yang dikembangkan WHO adalah Line Probe Assay dengan metode genotypeyang memberikan diagnosa lebih cepat. Sehingga deteksi dan pengobatan TB-MDR dapat segera dilakukan. Tujuan penelitian: Untuk menganalisisLine Probe Assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube pada pasien TB-MDR. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasionaldengan metode cross sectional dengan desain post test only control desain antara Line probe assay dan Mycobacterium Growth Indicator Tube terhadap hasil uji OAT Lini dua golongan Fluoroquinolone. Hasil : Hasil Analisa menunjukkan LPA Genotype MTBDRsI ver 2.0dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube sebagai gold standar adalah sensitivitas 100%. Simpulan: Line Probe Assayterbukti mampu mendeteksi resistensi Fluoroquinolonedengan akurasi yang sama baiknya dengan Mycobacterium Growth Indicator Tube, namun lebih cepat sehingga berpotensi mempercepat terapi TB-MDR.”
ANALISA PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN ENZIM HATI BERDASARKAN ATURAN WESTGARD DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT: Accuracy, Enzyme heart, Precision, Consolidation Quality Control Internal Adinda Ainuzzahroh; Aristoteles; Bastian
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 4 No 1 (2026): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v4i1.96

Abstract

Latar Belakang: Pemantapan Mutu Internal (PMI) merupakan kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara terus menerus agar tidak terjadi atau mengurangi kejadian error/penyimpangan. Cakupan objek pemantapan mutu internal salah satunya adalah tahap anlitik yaitu quality controlyang merupakan tahap dengan dilakukanya uji presisi (presisi) dan ketelitian (akurasi). Salah satu penerapan yang dilakukan dapat dilakukan dengan menggunakan grafik Levey Jennings kemudian pembacaannya dapat digunakan aturan Westgard untuk mengukur akurasi (d%) dan presisi (CV%)pemeriksaan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini untuk mengetahui Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan Enzim Hati Berdasarkan Aturan Westgard diLaboratorium Rumah Sakit. Metode Penelitian : Deskriptif Kuantitatif, penelitian ini dilakukan di RS X dan RS Y pada tanggal 10 -16 Maret 2025. Populasi yang diambil adalah seluruh data sekunder hasil quality control pemeriksaan enzim hati (AST dan ALT) Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder pada bulan Agustus-Desember 2024. Hasil: Nilai pada perhitungan pemeriksaan enzim hati pada RS X memiliki nilai bias yang baik dengan tidak ada nilai bias yang mencapai batas maksimal ±10% dan RS Y memiliki hasil bias yang cukup baik dengan 4 bulan hasil QC tidak melebihi batas maksimal dan 1 bulan hasil QC yang tidak akurat karena melebihi batas maksimal.Tingkat presisi pada pemeriksaan enzim hati RS X dan RS Y memiliki tingkat presisi yang cukup teliti karena tidak ada hasil CV yang melebihi batas maksimal 7%, Evaluasi grafik levey-jenning menggunakan aturan wesgrad pada pemeriksaan enzim hati pada RS X ditemukan banyak aturan 1-2 S, dan 10x. sedangkan pada RS Y banyak ditemukan aturan 1-2S, 4-1S, dan 10x.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan hasil penelitian pemantapan mutu pemeriksaan internal enzim hati berdasarkan aturan westgard dilaboratorium rumah sakit.
Co-Authors Adinda Ainuzzahroh Amelia Amelia Andini Junytri Anggie Natalia Anggie Natalia Anggun Sagita Anisa Nur Afifa Anjas Prayoga Annisa Fitri, Annisa Aristoteles Aristoteles Aristoteles, Aristoteles Asteria, Viola Ayu Enjellya Prisicilya Aziyo Kurniawan BASTIAN BASTIAN, BASTIAN Cut Nur’azimah Putri Rico Cyndy Hasendra Damayanti , Allya Denny Juraijin Denny Juraijin Depi Anggraini Desika Mela Amelia Devi Apriani Dewi Hartati Dewi Hartati Dewi Hartati Dewi Hartati Dilla Wulandari Eddy Mart Salim, Eddy Mart Eka Yuniar Ema Karlina Endang Endang Faaizah Ramadhania Ferdi Afriansyah Feronica Putri Pratama Firna Kamilatun Nuha Firna Kamilatun Nuha Gina Septia Rizki Hani Ammariah Hartati, Dewi Hartati, Dewi Helnia Sari Helniasari Helniasari Heriyanto, Ian Kurniawan Indah Sari Indah Sari Indah Sari Indah Sari Indah Sari Jusak Nugraha Juwy Trianes Juwy Trianes Juwy Trianes Juwy Trianes Juwy Trianes Juwy Trianes kurniati, nova M. Dicky Fahrurreza Maisya Putri Marlina, Melli Melli Marlina Meyrita Birka Yolanda Muhammad Adi Saputra Muhammad Irsan Saleh Novi Rianti Nurhidayanti Nurhidayanti Nurhidayanti Nurhidayanti Nurul Pathia Pratama, Feronica Putri Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahmadani, Inoy Rizky Redy Novrian Utama Reni Junika Familianti Rossa Veronneca RR. Ella Evrita Hestiandari Salsabillah, Felisa Tanoehardjo, Francisca Srioetami Tanoehardjo, Francisca Srioetami Teni Lestari Tria Agustina Trianes, Juwy Trimin Kartika Try Era Realita Ulva, Maria Veny Tresia Utari Widya Yuniasari Widya Yuniasari Wulandari, Atika Putri