Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Endoparasitic Infestation Case on Buffalo (Bubalus bubalis) in West Praya District of Central Lombok Muhammad Hipzul Mursyid; Anwar Rosyidi; Wayan Wariata; Made Sriasih
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.222 KB) | DOI: 10.29303/jitpi.v5i2.66

Abstract

The purpose of this study was to determine endoparasitic infestation on Buffaloes in Praya Barat district, Central Lombok. Stools samples were taken from 61 buffaloes from 5 villages and examined at Banyumulek Animal Health Laboratory of Animal Husbandry and Animal Health Service of NTB Province using the floating and sedimentation methods to perceive the presence of parasitic eggs. The data obtained were analyzed descriptively. The results show that from 61 fecal samples analyzed, 20 samples (32.7%) were positively infected with endoparasites with a single type of infection and multi-species infection. A total of 13 samples (21.3%) were infected with Nematodes, 2 samples (3.27%) were infected with Cestode, 2 samples (3.27%) were infected with Trematode and 11 samples (18.03%) were infected with Protozoa. The degree of endoparasitic infection in buffaloes in West Praya district is included in the category of mild infection. Endoparasites that infect buffaloes in Praya Barat are coming from family Toxocaridae, Trichostrongylidae, Cooperidae, Anoplocephalidae, Strongylidae, Strongyloididae, Chabertidae, Fasciolidae and Eimeriidae. The highest prevalence for worm parasite was Toxocaridae with the percentage of 11.46%, whilst for the protozoa was the family of Eimeriidae accounted for 18.01%.
Infection and Distribution of Liver Fluke (Fasciola Sp) Zoonotic Parasite on Cattle in Central Lombok and East Lombok Districts Wayan Wariata; Made Sriasih; Anwar Rosyidi; Muhamad Ali; Sulaiman N. Depamede
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.317 KB) | DOI: 10.29303/jitpi.v5i1.55

Abstract

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi populasi dan produksi ternak adalah masalah penyakit dan parasit. Gejala serangan parasit seringkali tidak tampak dan kadang-kadang petani kurang menyadarinya. Cacing hati (Fasciola sp.) merupakan parasit zoonosis yang dapat menginfeksi berbagai macam hewan ternak ruminansia terutama sapi. Fasciolamemiliki dua spesies utama yaitu hepatica dan gigantica. Penyebaran Fasciola sp. adalah daerah beriklim tropis basah yaitu di Asia dan Afrika. Fasciola sp. yang sering dijumpai di Indonesia adalah spesies gigantica, sedangkan spesies hepatica sering terdeteksi pada sapi-sapi impor. Untuk mengetahui infeksidan tingkat penyebaran Fasciola giganticadan Fasciola hepaticapada ternak sapi di kabupaten Lombok Tengahdan Lombok Timurmaka dilakukan survei, pengamatan dan pengambilan sampel organ hati sapi di pasar-pasar daging yang ada pada dua daerah tersebut. Pada masing-masing daerah diambil 3 lokasi pasar daging, yaitu di kabupaten Lombok Tengah: pasar Praya, pasar Mantangdan pasar Kopang; di kabupaten Lombok Timur: pasarSelong, pasarMasbagikdan pasarTerara. Pada masing-masing pasar, pengamatan dan pengambilan sampel diulang sebanyak 3 kalipada 3 orang pedagang.Selanjutnya sampel diamati di laboratorium untuk mengetahui adanya cacing hati dan kerusakan hati sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sapi-sapi dan daging sapi yang diperjual belikan di pasar-pasar Lombok Tengah dan Lombok Timur terinfeksi parasit cacing hati (Fasciola sp.), dengan tingkat infeksi yang masih rendah, yaitu antara 1,3 sampai 2,3. Di samping itu, warna dan tekstur hati sapi yang diperjual belikan di pasar-pasar Lombok Tengah dan Lombok Timur relatif masih baik dan layak dikonsumsi.