Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGEMBANGAN SEKOLAH INKLUSIF DENGAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN INDEKS FOR INCLUSION JAUHARI, MUHAMMAD NURROHMAN
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol13.no23.a445

Abstract

Inclusive education is to provide education system that provides opportunities for all learners who have the disorder and have intelligence and special talents to participate in education or learning in an educational setting together with the learners in general. The problems that occurred in the implementation of inclusive education include the acceptance of students with special needs; identification and assessment; lack of understanding of teachers to the school curriculum inclusive; fields of energy, duty and authority; classroom management system; learning process; Facilities and infrastructure; the understanding of the school and the community about inclusive schools and children with special needs. To address the issue of implementation of inclusive schools using instruments Index for Inclusion as an effort to develop a suitable school with inclusive value in terms of three dimensions, namely: (1) the dimensions of culture (creating inclusive cultures), (2) the dimensions of policy (producing inclusive policies) and (3) the dimensions of practice (evolving inclusive practices). Each dimension is divided into two sections. namely: cultural dimension consists to build a community (community building), and build inclusive values ​​(establishing inclusive values). Dimension policy consists of the development section the place for all (developing setting for all) and implement support for diversity (organizing support for diversity). While the dimensions of the practice consist of sections to learn and play together (orchestrating play and learning) and mobilization of resources (Mobilizing resources.)
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif untuk Pendidikan Seks Usia Dini bagi Siswa Tunagrahita Annisa Padmadiani; Muhammad Nurrohman Jauhari; Lutfi Isni Badiah
SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal Vol 2 No 2 (2021): Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/special.vol2.no2.a5087

Abstract

Anak tunagrahita juga sama seperti anak normal pada umumnya yang memiliki perkembangan seksual. Sayangnya masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa anak tunagrahita tidak memiliki hasrat seksual. Kurangnya pendidikan seks usia dini pada anak tunagrahita merupakan masalah yang serius. Mereka rentan terhadap pelecehan seksual. Anak tunagrahita tidak paham dengan anggota tubuhnya. Karena itu dibutuhkan bimbingan dan strategi untuk memberikan pelayanan pendidikan seks usia dini untuk anak tunagrahita. Penelitian menggunakan desain penelitian one group pre-test post-test, dimana desain ini melibatkan satu kelompok diberi pre-test, treatment, dan post-test. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan penghitungan statistik t-test berpasangan (paired). Layanan dengan media pembelajaran interaktif untuk pendidikan seks usia dini dilakukan secara 3 tahap, (1) pre-test, (2) perlakuan, (3) post-test agar terlihat apakah ada perkembangan dari pre-test ke post-test. Penelitian dilakukan pada 10 orang anak tunagrahita SLB-C Alpha Kumara Wardhana I Surabaya yang kemudian akan diolah dengan uji statistik t-testberpasangan (paired). Hasil yang didapat dari pre-test dan post-test berdasar nilai signifikansi (Sig.). adalah 0.00 yang berarti Sig.tailed <0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat diambil kesimpulan media pembelajaran interaktif berpengaruh terhadap pendidikan seks usia dini bagi anak tunagrahita di SLB-C Alpha Kumara Wardhana I Surabaya.
Penerapan Pelatihan Terapi Auditory Verbal Therapy (AVT) untuk Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Tunarungu Lutfi Isni Badiah; Muhammad Nurrohman Jauhari; Sambira Mambela
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 6, No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.466 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i12020p39-42

Abstract

Anak tunarungu adalah anak yang kemampuan pendengan dan bicaranya mengalami gangguan atau hambatan. Hal ini disebabkan adanya kelainan atau kerusakan pada organ pendengarannya. Namun dengan adanya penggunaan alat bantu dengan (ABD) yang mutakhir dan terapi yang tepat, dapat membantu anak tunarungu mengembangkan bahasa verbalnya melalui kegiatan mendengar.  Salah satu pilihan terapi yang bisa digunakan untuk mengembangkan Bahasa verbal anak tunarungu adalah terapi AVT. Peranan orang tua dalam keberhasilan terapi Auditory Verbal Therapy (AVT) untuk mengembangkan bahasa anak tunarungu sangat besar karena tidak mungkin hanyak mengandalkan sesi terapi di tempat terapi. Meskipun begitu, masih banyak ditemui permasalahan di lapangan, yakni orang tua dari anak tunarungu yang merasa kesulitan ketika mencari referensi lengkap tentang prosedur pelaksanaan AVT. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah orang tua dari anak tunarungu yang bersekolah di KB-TK Aurica Surabaya. Total peserta berjumlah 21 orang. Pelatihan terapi AVT yang diberikan kepada orang tua tunarungu ada 3 materi yakni (1) pemberian informasi mengenai Program dan Teknik Terapi AVT, (2) peran orang tua dalam pengulangan terapi AVT di rumah dan (3) praktek terapi AVT dan berdiskusi dengan peserta pelatihan. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi, serta simulasi. 
Peningkatan Keterampilan Guru Paud Dalam Menyusun Program Pembelajaran Individual Anak Berkebutuhan Khusus Di PAUD Permata Bunda Lutfi Isni Badiah; Muhammad Nurrohman Jauhari; Sambira Sambira
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa IKIP PGRI Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.836 KB) | DOI: 10.31537/speed.v3i2.287

Abstract

Pendidikan inklusi sudah dilaksanakan pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. Pendidikan inklusi merupakan pendidikan yang memberi kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan peserta didik lain disekolah umum. Mereka diberikan kesempatan dalam mengikuti proses belajar mengajar, interaksi sosial dan dalam kegiatan sekolah. Pada Tingkat Pendidikan Anak Usia Dini banyak terdapat anak berkebutuhan khusus antara lain anak yang memiliki hambatan perilaku, cerdas istimewa dan bakat istimewa dan anak autis. Permasalahan yang terjadi banyak guru PAUD yang belum mengetahui tentang penyusunan program pembelajaran individual. Maka dari itu guru memerlukan pelatihan dalam melakukan penyusunan program pembelajaran individual.Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 3 tahapan antara lain perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, subjek dari kegiatan ini sebanyak 10 guru Pendidikan Anak Usia Dini di Permata Bunda. Dari hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dan pelaksanaan peserta dalam menyusun program pembelajaran individual.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHAPAD PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENJAS ADAPTIF DI SEKOLAH LUAR BIASA Muhammad Nurrohman Jauhari; Sambira Mambela; Zykra Zakiah
STAND Vol 1 No 1 (2020): STAND : Journal Sports Teaching and Development
Publisher : UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/j-stand.v1i1.2594

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak pandemi covid-19 terhadap pelaksanaan pembelajaran penjas adaptif di sekolah luar biasa. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data berupa ungkapan seseorang yang mengarah pada suatu keadaan tertentu. Hasil dari penelitian bahwa guru pendidikan jasmani adaptif dalam melaksanakan pembelajaran kepada anak berkebutuhan khusus mengalami hambatan pada pelaksanaan praktik program pendidikan jasmani adaptif, dan arana prasarana yang kurang memadai
KETERLIBATAN ORANGTUA DALAM PENANGANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Khairunisa Rani; ana rafikayati; Muhammad Nurrohman Jauhari
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 2 No 1 (2018): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.958 KB) | DOI: 10.36456/abadimas.v2.i1.a1636

Abstract

To succeed in early intervention and remember the age of young children, of course the role of parents is important. This is because the parent is the closest child and the person who is always with the child. Parental involvement is very important to realize optimal learning in the golden age of children.It's strengthened by the opinion of Wu and Brown that states that parent participation is one important factor that determines the development of children with special needs. However, in practice many parents still lack understanding of their children. Many parents have difficulty raising their children. Parents do not know what they can do to optimize their child's development. Given the topic of children with special needs is also very limited discussed in general, parents, it is increasingly difficult for parents to get information about how to deal with their children. Based on these problems, the parents of children with special needs need trained to able educate their children properly and children can develop optimally.
IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN KOMUNIKASI ANAK PERVASIVE DEVELOPMENTAL DISORDER Muhammad Nurrohman Jauhari
HELPER Vol 32 No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/helper.vol32.no2.a469

Abstract

Komunikasi merupakan bagian terpenting dalam hidup manusia, tanpa adanya komunikasi, manusia tidak dapat berinteraksi dengan manusia lainnya. Peran dasar komunikasi adalah jembatan untuk membangun interaksi sosial antara individu satu dengan individu lainnya. Untuk itu, komunikasi berfungsi sebagai medium bagi pembentukan dan pengembangan pribadi individu melalui kontak sosial Anak pervasive developmental disorder atau dapat disebut dengan ASD (Autism Spectrum Disorder) merupakan suatu gangguan atau ketidaknormalan pada seseorang yang ditandai dengan tidak berkembangnya kemampuan sosial dan komunikasi yang di iringi dengan perilaku repetitive dan restrictive (gangguan minat). Pervasive developmental disorder mempunyai empat klasifikasi, yaitu Autis Disorder, Asperger syndrome, Rett Syndrome, dan PDD-NOS (Pervasive Development Disorder-Not Otherwise Specified). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentiikasi dan mendeskripsikan tahapan komunikasi anak pervasive developmental disorder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah studi kasus. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan menunjukan bahwa anak pervasive developmental disorder mempunyai perkembangan komunikasi yang berbeda-beda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa perkembangan komunikasi anak Autis Disorder, Asperger syndrome, Rett Syndrome, dan PDD-NOS (Pervasive Development Disorder-Not Otherwise Specified) mempunyai perbedaan berdasarkan karakteristik anak. Kata kunci : komunikasi, anak pervasive developmental disorder, identifikasi
PENGEMBANGAN SEKOLAH INKLUSIF DENGAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN INDEKS FOR INCLUSION MUHAMMAD NURROHMAN JAUHARI
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.649 KB) | DOI: 10.36456/bp.vol13.no23.a445

Abstract

Inclusive education is to provide education system that provides opportunities for all learners who have the disorder and have intelligence and special talents to participate in education or learning in an educational setting together with the learners in general. The problems that occurred in the implementation of inclusive education include the acceptance of students with special needs; identification and assessment; lack of understanding of teachers to the school curriculum inclusive; fields of energy, duty and authority; classroom management system; learning process; Facilities and infrastructure; the understanding of the school and the community about inclusive schools and children with special needs. To address the issue of implementation of inclusive schools using instruments Index for Inclusion as an effort to develop a suitable school with inclusive value in terms of three dimensions, namely: (1) the dimensions of culture (creating inclusive cultures), (2) the dimensions of policy (producing inclusive policies) and (3) the dimensions of practice (evolving inclusive practices). Each dimension is divided into two sections. namely: cultural dimension consists to build a community (community building), and build inclusive values ​​(establishing inclusive values). Dimension policy consists of the development section the place for all (developing setting for all) and implement support for diversity (organizing support for diversity). While the dimensions of the practice consist of sections to learn and play together (orchestrating play and learning) and mobilization of resources (Mobilizing resources.)
PENGETAHUAN MAHASISWA PG-PAUD UNIPA SURABAYA TENTANG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Muhammad Nurrohman Jauhari
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.95 KB) | DOI: 10.36456/bp.vol13.no24.a773

Abstract

Pada kondisi saat ini banyak sekolah yang mendeklarasikan sebagai sekolah inklusi, permasalahan yang terjadi banyak ditemukan sekolah-sekolah penyelenggara sekolah inklusif belum memahami sepenuhnya tentang konsep-konsep yang mendasari implementasi dalam sekolah masing-masing. Bahkan tidak jarang ditemukan adanya kesalahan dalam penyaringan peserta didik dalam memasuki sekolah inklusi karena kurangnya pemahaman guru tentang anak berkebutuhan khusus. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangan mengalami kelainan atau penyimpangan fisik, mental intelektual, sosial dan atau emosional dibanding dengan anakanak lain seusianya, sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan yang dimiliki mahasiswa tentang anak berkebutuhan khusus. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 38 mahasiswa PG-PAUD UNIPA Surabaya. Proses pengumpulan informasi ialah dengan teknik angket terbuka. Adapun analisis data penelitian menggunakan teknik uji tanda. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis dengan rumus statistik sederhana. Pemaparan hasil analisis data menunjukan rata-rata prosentase yang rendah yaitu 15,5%. Berdasarkan nilai persentase tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan mahasiswa PG-PAUD UNIPA Surabaya tentang anak berkebutuhan khusus masih sangat rendah. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan wawasan mahasiswa PG-PAUD UNIPA Surabaya terkait penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia.
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif untuk Pendidikan Seks Usia Dini bagi Siswa Tunagrahita Annisa Padmadiani; Muhammad Nurrohman Jauhari; Lutfi Isni Badiah
SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal Vol 2 No 2 (2021): Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/special.vol2.no2.a5087

Abstract

Anak tunagrahita juga sama seperti anak normal pada umumnya yang memiliki perkembangan seksual. Sayangnya masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa anak tunagrahita tidak memiliki hasrat seksual. Kurangnya pendidikan seks usia dini pada anak tunagrahita merupakan masalah yang serius. Mereka rentan terhadap pelecehan seksual. Anak tunagrahita tidak paham dengan anggota tubuhnya. Karena itu dibutuhkan bimbingan dan strategi untuk memberikan pelayanan pendidikan seks usia dini untuk anak tunagrahita. Penelitian menggunakan desain penelitian one group pre-test post-test, dimana desain ini melibatkan satu kelompok diberi pre-test, treatment, dan post-test. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan penghitungan statistik t-test berpasangan (paired). Layanan dengan media pembelajaran interaktif untuk pendidikan seks usia dini dilakukan secara 3 tahap, (1) pre-test, (2) perlakuan, (3) post-test agar terlihat apakah ada perkembangan dari pre-test ke post-test. Penelitian dilakukan pada 10 orang anak tunagrahita SLB-C Alpha Kumara Wardhana I Surabaya yang kemudian akan diolah dengan uji statistik t-testberpasangan (paired). Hasil yang didapat dari pre-test dan post-test berdasar nilai signifikansi (Sig.). adalah 0.00 yang berarti Sig.tailed <0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat diambil kesimpulan media pembelajaran interaktif berpengaruh terhadap pendidikan seks usia dini bagi anak tunagrahita di SLB-C Alpha Kumara Wardhana I Surabaya.