Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Mengatasi Anak Tantrum Dengan Media Melukis Pada Masa Pandemi Aisyah, Siti; Afrianingsih, Anita
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.8745

Abstract

Temper trantum merupakan suatu bentuk luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Masih Banyak di Indonesia orangtua belum  mengenal istilah ini, namun sangat akrab dengan perilaku yang ditunjukkan anak saat mengalami temper tantrum seperti menangis keras-keras, berteriak, menjerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, serta melempar badan ke lantai. Covid-19 telah resmi menjadi pandemi di Dunia. Sejak di tetapkannya pandemi ini banyak sekali aktivitas yang berubah mulai dari pekerjaan,  sekolah bahkan kehidupan sehari-hari pun berubah. Kegiatan yang dilakukan di rumah saja berdampak cukup besar kepada siswa, diantaranya adalah mereka harus belajar dari rumah. Belajar dari rumah secara Daring membuat siswa harus beradaptasi secara ekstrim perubahan gaya belajar mereka. Hal ini menimbulkan kecemasan pada siswa, karena mereka tidak bisa bersosialiasai dan bermain bersama teman seperti biasa, berkurangnya bimbingan dari guru, orang tua yang kurang mampu memberikan bimbingan belajar, membuat siswa panik karena takut tidak dapat pencapai target belajar mereka sebelumnya. Anak usia dini merupakan anak yang baru belajar mengenal dirinya sendiri, termasuk sosial emosionalnya. Pada masa ini pula anak-anak baru mengenal perasaan senang, sedih, marah, kecewa dan sebagainya.  anak usia dini masih belum mampu mengelola dan mengekspresikan emosinya secara wajar. Konselor dalam sesi konseling harus memiliki berbagai cara keterampilan untuk membantu mengungkap permasalahan ataupun keinginan konseli, salah satu cara mengungkap permasalahan konseli dapat dilakukan menggunakan lukisan. Lukisan sangat tepat untuk mengepresikan berbagai hal yang sulit diungkapkan konseli secara verbal maupun tulisan Konseling yang baik adalah dengan seni, karena lebih selaras dengan humaniora dibandingkan dengan ilmu pengetahuan (Hansen, 2012). Pendekatan penelitian ini menggunakan metode Observasi dan tindakan orang tua. Pada penelitian ini subyek menangis karena tidak ingin mengerjakan PR BDRnya daningin bermain dengan memandikan ayamnya, akan tetapi orangtuanya mencegahnya sehingga ia menangis dan melempar-lempar barang yang ada di sekitarnya. Dalam penelitian ini konseling memberikan terapi Melukis Pada subyek dan subyek merespon dengan baik.
Implementasi Art Therapy Berbasis Batik Pati untuk Meningkatkan Kreativitas dan Koordinasi Motorik Anak ADHD Afrianingsih, Anita; Susila, Dwi Agus; Rufi’ati, Alfina; Mufid, Mufid; Farida, Yushinta Eka; Wasi’ah, Rahma
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v8i2.9019

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan terapi seni berbasis batik khas Pati sebagai media untuk meningkatkan kreativitas serta koordinasi motorik anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif, kegiatan membatik dilakukan secara bertahap mulai dari pengenalan motif, menggambar pola, menorehkan malam, hingga proses mewarnai dan menjemur karya. Setiap tahap dirancang untuk menstimulasi gerak halus, fokus visual, dan ekspresi kreatif anak. Data dikumpulkan melalui observasi proses, wawancara dengan guru pendamping dan orang tua, serta dokumentasi hasil karya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk melihat perubahan kemampuan motorik, perilaku, dan perkembangan ide kreatif anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan koordinasi tangan, ketelitian, fokus, rasa percaya diri, serta imajinasi dalam mengolah motif dan warna. Kegiatan membatik juga mendorong interaksi sosial yang lebih positif dan suasana belajar yang menyenangkan. Secara keseluruhan, terapi seni berbasis batik Pati berpotensi menjadi alternatif intervensi yang efektif, edukatif, dan bernilai budaya bagi anak dengan kebutuhan khusus
Transformasi Media Pembelajaran di PAUD: Pelatihan Media Hand on Practice Dan Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran Anak Usia Dini Pratiwi, Dewi; Afrianingsih, Anita; Farida, Yushinta Eka; Nurismatul Hidayah, Nada
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 7 No 2 (2025): Edisi November
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v7i2.2961

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di PAUD melalui pengembangan dan penggunaan media pembelajaran berbasis hand on practice dan media digital. Kegiatan dilaksanakan bersama TK Pertiwi Tedunan Jepara dengan melibatkan 10 guru TK. Metode yang digunakan adalah participatory empowerment, di mana guru berpartisipasi aktif dalam pelatihan pembuatan media pembelajaran manual serta penerapan aplikasi digital Animal 4D di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran interaktif, serta meningkatnya motivasi dan inovasi dalam proses pengajaran. Program ini berkontribusi pada penguatan praktik pembelajaran di PAUD sekaligus mendukung kesiapan pendidik menghadapi tuntutan pendidikan di era digital.
Optimalisasi Teknologi Dalam Administrasi Paud: Efektivitas Aplikasi Sippa Dalam Pencatatan Tumbuh Kembang Anak Afrianingsih, Anita; Zulfahmi, M. Nofan; As’ad, Ali; Rufiati, Alfina; Pratiwi, Dewi; Amalia, Dina
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v6i3.2649

Abstract

Systematic monitoring of children's growth and development is very important for early childhood educators. However, many PAUD institutions still record child development manually, which is less efficient, and risks data accuracy. Technology integration is the right solution to answer these challenges. This community service aims to improve the ability of teachers to utilize information technology to monitor children's growth and development, optimizing the recording of developmental data through the SIPPA application. This activity is carried out in stages; Preparation, socialization, technical training, implementation of SIPPA use practices, monitoring, and evaluation. The subjects of this activity are all teachers of Baiturrohim Kindergarten. The results of the activity showed a significant increase in the capacity of Baiturrohim Kindergarten teachers in managing child development data digitally. The teachers showed high enthusiasm for the integration of technology in the administrative process of documenting children's growth and development. In addition, this activity also has a positive impact on the institution as a whole, because the recording system becomes more organized, transparent, and easily accessible when needed. In the future, it is hoped that teachers' ability to use the SIPPA application can continue to be developed in an ongoing manner, so that recording children's development is not only an administrative obligation, but also an important instrument in designing learning that is more targeted and based on actual data.
Penggunaan Media Pembelajaran Game Digital Puzzle Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di Pos PAUD Delima Jobokuto Jepara Syaharani, Fajar Putri; Afrianingsih, Anita
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7162

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pendidikan anak usia dini. Penggunaan media pembelajaran berbasis digital menjadi salah satu alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas proses belajar anak. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada kegiatan hiburan, bukan sebagai sarana pengembangan kemampuan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran game digital puzzle dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun di POS PAUD Delima Jobokuto Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 15 anak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi perkembangan kognitif berdasarkan indikator kemampuan klasifikasi, pemecahan masalah, pengenalan pola, konsentrasi, dan daya ingat. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan game digital puzzle secara konsisten mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak, ditandai dengan meningkatnya kemampuan dalam mengenali pola, memecahkan masalah, dan mempertahankan fokus. Dengan demikian, game digital puzzle terbukti efektif sebagai media pembelajaran interaktif dan menyenangkan yang mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.
The Effectiveness of Providing Rewards and Punishment for Moral Development of Early Childhood Amalia, Dina; Afrianingsih, Anita; Safira Damayanti, Sehla
Jurnal Pendidikan Anak Vol 5 No 2 (2023): Child Education Journal: August
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v5i2.4223

Abstract

The events that are currently occurring are indeed a lot of problems related to the provision of rewardsand punishment, especially in the parenting patterns given by parents to their children. So it can increaseor even reduce children’s moral development. Therefore, there are many cases of beatings and variouspunishments received by children, such as locking children in their rooms, hitting their body parts, andusing harsh words. This research is a form of social research which aims to analyze and summarizevarious conditions, as a social reality phenomenon in the form of rewards and punishments in the moraldevelopment of early childhood. It involved 39 children from KB Permata Kita Hadiwarno MejoboKudus. Data collection takes the form of observation, interviews, and documentation. The results ofthis research are that through rewards children are more confident and brave in making decisions, whilepunishment can be done through behavioral actions, education and strengthening motivation to avoidunwanted behavior. The conclusion of this research is that through reward and punishment, childrenknow what behavior is right and wrong, so that it has an impact on the child’s character effectively andefficiently to be applied in everyday life.
Optimizing Teaching Styles in Playgroups at Inclusive Schools: Adaptation, Creativity, and Inclusivity at Talenta Kudus Inclusive Classroom Afrianingsih, Anita; Tarjiat, Ita Tara; Mufid, Mufid
THUFULA Vol 13, No 1 (2025): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v13i1.31195

Abstract

Teaching in inclusive schools faces significant challenges, especially due to the diversity of students' learning needs. Children with special needs (ABK) require different teaching strategies than children without special needs, and in the context of playgroups, these differences are even more complex. Inclusive schools aim to unite children with special needs with children in general in the same learning environment. This requires the application of adaptive, creative, and inclusive teaching styles from playgroup teachers. This study aims to explore the application of effective teaching styles at KB Inklusi Talenta Kudus, with a focus on method adaptation, the use of creativity in teaching, and the application of inclusive principles. The data for this study were obtained through observation, interviews with teachers, and relevant literature studies. The results of the study indicate that a combination of individual adaptation, creativity in classroom management, and commitment to inclusive values play an important role in supporting the success of the teaching and learning process in inclusive schools.
Pengaruh Pencegahan Terhadap Perkembangan Moral Anak-Anak Afrianingsih, Anita; Setiardi, Dicky
THUFULA Vol 5, No 2 (2017): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v5i2.3476

Abstract

Abstract: THE INFLUENCE OF PREVENTION TO THE CHILDREN’S MORALDEVELOPMENT. Moral development can be divided into three categories:moral emotions, moral behavior, moral understanding and reasoning.Parents have the ability to stimulate moral development through theirmethods of discipline and consistency through compassion. Research showsthat using inductive discipline helps the child in internalizing the model ofmoral behavior. Inductive discipline is a form of correcting behavior byexplaining the consequences of breaking the rules and showing affectionfor children. Research involves parents by using survey methods withbrochure media at parenting parenting (PPO). The purpose of this study isto promote and promote awareness of the effects of child molestation onmoral development. The results of this study proved successful inpresenting and informing about the influence of parents on moraldevelopment in children and tips that can be used in everyday life toimprove the positive moral development of children.Perkembangan moral dapat dibagi menjadi tiga kategori:emosi moral, perilaku moral, pemahaman moral dan penalaran. Orangtua memiliki kemampuan untuk menstimulasi perkembangan moral melalui metode disiplin dan konsistensi mereka melalui kasih sayang. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan disiplin induktif membantu anak dalam menginternalisasi model perilaku moral. Disiplin induktif adalah bentuk mengoreksi perilaku dengan menjelaskan konsekuensi dari melanggar peraturan dan menunjukan kasih sayang terhadap anak. Penelitian melibatkan orang tua dengan menggunakan metode survei dengan media brosur pada pertemuan parenting orang tua (PPO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan dan mempromosikan kesadaran akan efek dari penganiayaan anak pada perkembangan moral. Hasil penelitian ini terbukti berhasil dalam menyajikan dan menginformasikan tentang pengaruh orang tua pada perkembangan moral pada anak dan tips yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan perkembangan moral positif anak.