Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Menjaga Budaya Melalui Pentas Tari Oleh Guru Labschool UNISNU Jepara Pratiwi, Dewi; Amalia, Dina; Afrianingsih, Anita
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v2i1.39

Abstract

The arts scene has long been a rich platform for artistic and cultural expression in society. The role of dance as a form of artistic expression that connects movement, music, and narrative to convey cultural messages and meanings. This activity aims to provide an opportunity for early childhood education  to apply basic dance movements and their development as early childhood education learning materials. PAUD educators are invited to create variations of innovative dance movements. This service will take place from May to July 2023 with the partner Labschool Unisnu Jepara with a total of 6 educators. Through historical reviews and contemporary analysis, this service explores the role of dance performances in forming and maintaining cultural identity, as well as its impact on learning in PAUD. The implementation details are: 1) Determining groups and types of dance for each group, as well as preparing activity schedules and guidance. 2) Determining the back song for each dance. 3) Discussion and planning dance movements. 4) Review the dance creations. 5) Evaluation of the results of the revision of the dance creation. 6) Dance performance. It is hoped that further efforts will emerge to preserve, develop, and celebrate the richness of art and culture through artistic performances. Through dance, educators' creativity is developed so that they are able to work better and have artistic value. The ability to develop traditional and modern dance movements is a challenge in itself and can be a provision for them to apply their knowledge in the future when they teach as PAUD teachers. Written in English with a distance between sentences of 1 space and the number of words between 150-250. The abstract should contain introductions, methods, results and discussions and conclusions (without citation). Avoid using citations in the abstract.
PEMBINAAN MORAL AGAMA ANAK USIA KB MELALUI PARENTAL ENGAGEMENT DI KB ASWA ALBAROKAH MNU BANDENGAN JEPARA NADIA, HANIFA MINHATIN; AFRIANINGSIH, ANITA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.4016

Abstract

The alarming decline in early childhood morality at KB Aswa Albarokah MNU Bandengan Jepara is caused by a lack of parental involvement in fostering religious morality. The purpose of this research is to find out the role of parental engagement in fostering religious morality in early childhood. The research method used is qualitative with a descriptive approach, using observation and interviews as data collection techniques. The results showed that parental involvement in religious activities at school and children's moral development and behavior are strongly influenced by their families. Children who received moral guidance from parents showed better attitudes in respecting teachers and friends as well as adherence to religious rules. The conclusion of this study is the importance of synergy between schools and parents in fostering early childhood religious morals to create good character and strong religious values. ABSTRAKPenurunan moralitas anak usia dini yang memprihatinkan di KB Aswa Albarokah MNU Bandengan Jepara, yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan orang tua dalam pembinaan moral agama. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar bisa  mengetahui peran keterlibatan orang tua (parental engagement) dalam pembinaan moral agama anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan keagamaan di sekolah dan perkembangan moral dan perilaku anak sangat dipengaruhi oleh keluarga mereka. Anak-anak yang mendapat bimbingan moral dari orang tua menunjukkan sikap yang lebih baik dalam menghormati guru dan teman serta kepatuhan terhadap aturan agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam pembinaan moral agama anak usia dini untuk menciptakan karakter yang baik dan nilai-nilai agama yang kuat.
BACKGROUND PENDIDIK PAUD YANG BERJIWA AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH DI KB TBS KUDUS Afrianingsih, Anita; Sholikhah, Sholikhah; Zahroh, Lailatuz; Mustakhiroh, Istafidatul
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5 No 1 (2021): March-Agust
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v5i1.493

Abstract

The study aims to determine the description of the performance of the teaching of a teacher's birth control. Education in the Institute introduced and instilled the values of the total understanding of the worshippers to the students. So that they have value, character, and knowledge that is beneficial to religion, nation and country.  The collection method data that is used is a library is a method of data collection sourced from the literature, the result of the educators ' observation of planting Jan characters through habituation such as daily prayer activities, Hadist, dzitching, memorization Surah the short, Shalawat Nariyah and the introduction of prayers.
IMPLEMENTASI APLIKASI MEDIA TALITINA SEBAGAI SARANA MEMPERMUDAH BELAJAR PERKALIAN BAGI PESERTA DIDIK SD DI KELAS IV Damayanti, Sehla Safira; Afrianingsih, Anita
Tunas Nusantara Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jtn.v5i2.5741

Abstract

TALITINA media is a media that is able to facilitate students in learning multiplication calculations, so that its implementation is easy to practice both in learning conditions at home or at school. The purpose of this study was to determine the activities of implementing the TALITINA media application as a means of facilitating multiplication learning for elementary school students. Methods for data collection used were observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that the TALITINA media has a positive impact on increasing student competence, especially in the multiplication calculation indicator. keywords: applications, TALITINA media, and students
KREASI KRIYA DI TK BERSAMA DOSEN PGPAUD FTIK UNISNU JEPARA Afrianingsih, Anita; Pratiwi, Dewi; Amalia, Dina; Nofan Zulfahmi, Muhammad; Asih Wiranti, Dwiana; Purnomo Endah Aflahani, Ari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4527-4535

Abstract

Karakteristik perkembangan anak usia dini berada di masa mengidentifikasi, meniru, eksplorasi dan masa-masa bermain. Guru PAUD memiliki kewajiban membimbing anak dengan optimal pada setiap moment perkembangan yang dilalui. Faktanya, guru mengalami kesulitan saat menciptakan karya seni untuk anak usia dini, sehingga perlu mendapatkan pelatihan berbasis cipta karya seni dari kerajinan kriya. Beberapa lembaga TK di daerah Kecamatan Mayong, umumnya mengalami kendala yang sama terkait cipta karya seni yang mampu menstimulasi perkembangan anak. Begitu pula di TK Mayong Lor dengan jumlah peserta didik 110 membutuhkan suatu media dengan memanfaatkan limbah-limbah yang ada di lingkungan sekitar TK. Limbah yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan kriya diantaranya dari batu-batuan, kerang, stick ice cream, dan limbah kayu. Tim pengabdian dosen PGPAUD UNISNU mengadakan pelatihan untuk para guru di TK tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran dalam bentuk kerajinan seni kriya sehingga pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Pelatihan dan pendampingan ini berlangsung dengan hikmat dan peserta mulai membuatnya sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas.
Mengatasi Anak Tantrum Dengan Media Melukis Pada Masa Pandemi Aisyah, Siti; Afrianingsih, Anita
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.8745

Abstract

Temper trantum merupakan suatu bentuk luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Masih Banyak di Indonesia orangtua belum  mengenal istilah ini, namun sangat akrab dengan perilaku yang ditunjukkan anak saat mengalami temper tantrum seperti menangis keras-keras, berteriak, menjerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, serta melempar badan ke lantai. Covid-19 telah resmi menjadi pandemi di Dunia. Sejak di tetapkannya pandemi ini banyak sekali aktivitas yang berubah mulai dari pekerjaan,  sekolah bahkan kehidupan sehari-hari pun berubah. Kegiatan yang dilakukan di rumah saja berdampak cukup besar kepada siswa, diantaranya adalah mereka harus belajar dari rumah. Belajar dari rumah secara Daring membuat siswa harus beradaptasi secara ekstrim perubahan gaya belajar mereka. Hal ini menimbulkan kecemasan pada siswa, karena mereka tidak bisa bersosialiasai dan bermain bersama teman seperti biasa, berkurangnya bimbingan dari guru, orang tua yang kurang mampu memberikan bimbingan belajar, membuat siswa panik karena takut tidak dapat pencapai target belajar mereka sebelumnya. Anak usia dini merupakan anak yang baru belajar mengenal dirinya sendiri, termasuk sosial emosionalnya. Pada masa ini pula anak-anak baru mengenal perasaan senang, sedih, marah, kecewa dan sebagainya.  anak usia dini masih belum mampu mengelola dan mengekspresikan emosinya secara wajar. Konselor dalam sesi konseling harus memiliki berbagai cara keterampilan untuk membantu mengungkap permasalahan ataupun keinginan konseli, salah satu cara mengungkap permasalahan konseli dapat dilakukan menggunakan lukisan. Lukisan sangat tepat untuk mengepresikan berbagai hal yang sulit diungkapkan konseli secara verbal maupun tulisan Konseling yang baik adalah dengan seni, karena lebih selaras dengan humaniora dibandingkan dengan ilmu pengetahuan (Hansen, 2012). Pendekatan penelitian ini menggunakan metode Observasi dan tindakan orang tua. Pada penelitian ini subyek menangis karena tidak ingin mengerjakan PR BDRnya daningin bermain dengan memandikan ayamnya, akan tetapi orangtuanya mencegahnya sehingga ia menangis dan melempar-lempar barang yang ada di sekitarnya. Dalam penelitian ini konseling memberikan terapi Melukis Pada subyek dan subyek merespon dengan baik.
Implementasi Art Therapy Berbasis Batik Pati untuk Meningkatkan Kreativitas dan Koordinasi Motorik Anak ADHD Afrianingsih, Anita; Susila, Dwi Agus; Rufi’ati, Alfina; Mufid, Mufid; Farida, Yushinta Eka; Wasi’ah, Rahma
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v8i2.9019

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan terapi seni berbasis batik khas Pati sebagai media untuk meningkatkan kreativitas serta koordinasi motorik anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif, kegiatan membatik dilakukan secara bertahap mulai dari pengenalan motif, menggambar pola, menorehkan malam, hingga proses mewarnai dan menjemur karya. Setiap tahap dirancang untuk menstimulasi gerak halus, fokus visual, dan ekspresi kreatif anak. Data dikumpulkan melalui observasi proses, wawancara dengan guru pendamping dan orang tua, serta dokumentasi hasil karya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk melihat perubahan kemampuan motorik, perilaku, dan perkembangan ide kreatif anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan koordinasi tangan, ketelitian, fokus, rasa percaya diri, serta imajinasi dalam mengolah motif dan warna. Kegiatan membatik juga mendorong interaksi sosial yang lebih positif dan suasana belajar yang menyenangkan. Secara keseluruhan, terapi seni berbasis batik Pati berpotensi menjadi alternatif intervensi yang efektif, edukatif, dan bernilai budaya bagi anak dengan kebutuhan khusus
Transformasi Media Pembelajaran di PAUD: Pelatihan Media Hand on Practice Dan Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran Anak Usia Dini Pratiwi, Dewi; Afrianingsih, Anita; Farida, Yushinta Eka; Nurismatul Hidayah, Nada
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 7 No 2 (2025): Edisi November
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v7i2.2961

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di PAUD melalui pengembangan dan penggunaan media pembelajaran berbasis hand on practice dan media digital. Kegiatan dilaksanakan bersama TK Pertiwi Tedunan Jepara dengan melibatkan 10 guru TK. Metode yang digunakan adalah participatory empowerment, di mana guru berpartisipasi aktif dalam pelatihan pembuatan media pembelajaran manual serta penerapan aplikasi digital Animal 4D di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran interaktif, serta meningkatnya motivasi dan inovasi dalam proses pengajaran. Program ini berkontribusi pada penguatan praktik pembelajaran di PAUD sekaligus mendukung kesiapan pendidik menghadapi tuntutan pendidikan di era digital.
Optimalisasi Teknologi Dalam Administrasi Paud: Efektivitas Aplikasi Sippa Dalam Pencatatan Tumbuh Kembang Anak Afrianingsih, Anita; Zulfahmi, M. Nofan; As’ad, Ali; Rufiati, Alfina; Pratiwi, Dewi; Amalia, Dina
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v6i3.2649

Abstract

Systematic monitoring of children's growth and development is very important for early childhood educators. However, many PAUD institutions still record child development manually, which is less efficient, and risks data accuracy. Technology integration is the right solution to answer these challenges. This community service aims to improve the ability of teachers to utilize information technology to monitor children's growth and development, optimizing the recording of developmental data through the SIPPA application. This activity is carried out in stages; Preparation, socialization, technical training, implementation of SIPPA use practices, monitoring, and evaluation. The subjects of this activity are all teachers of Baiturrohim Kindergarten. The results of the activity showed a significant increase in the capacity of Baiturrohim Kindergarten teachers in managing child development data digitally. The teachers showed high enthusiasm for the integration of technology in the administrative process of documenting children's growth and development. In addition, this activity also has a positive impact on the institution as a whole, because the recording system becomes more organized, transparent, and easily accessible when needed. In the future, it is hoped that teachers' ability to use the SIPPA application can continue to be developed in an ongoing manner, so that recording children's development is not only an administrative obligation, but also an important instrument in designing learning that is more targeted and based on actual data.
Analisis Pembelajaran Cooperative Play pada Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun Aulia, Firda; Afrianingsih, Anita
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran cooperative play dalam meningkatkan interaksi sosial anak usia 4–6 tahun di TK Pertiwi Tahunan. Interaksi sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun masih banyak ditemukan anak yang kesulitan dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran cooperative play memberikan dampak positif pada berbagai aspek interaksi sosial anak. Anak mampu bermain dalam kelompok, berbagi peran, saling membantu, serta menunjukkan sikap toleransi dan empati terhadap teman. Selain itu, anak semakin percaya diri dalam mengekspresikan emosi, terbiasa menggunakan bahasa santun, lebih disiplin dalam menaati aturan, serta mampu menghargai pendapat dan karya teman sebaya. Secara keseluruhan, penerapan cooperative play terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini, khususnya dalam hal kerja sama, kedisiplinan, dan empati, dengan dukungan dari guru serta keterlibatan orang tua.