Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Meningkatan Kemampuan Berbahasa Lisan Anak Secara Kontektual Melalui Pembelajaran Threelis (Sindu 3 Bahasa) Afrianingsih, Anita; mukarromah, isnu; Putri, Aprilia Riyana
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol 3, No 3: November 2020
Publisher : Jurusan PG-PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.111 KB) | DOI: 10.36709/jrga.v3i3.14659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ada peningkatan kemampuan berbahasa lisan anak secara kontekstual melalui pembelajaran threeliS di Lembaga PAUD Rosellana Pecangaan Jepara. Jenis penelitian yang ini yaitu jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak didik pada kelompok usia 4-6 tahun yang berjumlah 27 peserta didik. Analisis dara hasil observasi meunjukkan aktivitas mengajar guru pada siklus 1 mendapat ketercapaian persentase sebesar 78,6%, aktivitas belajar peserta didik mendapatkan persentase sebesar 71,4 % sedangkan hasil belajar anak berupa peningkatan kemampuan bahasa lisan anak secara kontekstual melalui pembelajaran threeliS sebelum dilakukan tindakan sebesar 73,8%. Siklus II, persentase ketercapaian aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan sebesar 86,7% dan hasil belajar anak berupa peningkatan kemampuan bahasa lisan anak secara kontekstual melalui pembelajaran threeliS bertambah meningkat sebesar 90,5%.  
Media Pembelajaran Sindu Sebagai Aplikasi Peningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Budaya Jepara Bumi Kartini Bagi Peserta Didik Paud Afrianingsih, Anita; Putri, Aprilia Riyana; Wibowo, Purwo Adi; Setiardi, Dicky; Mukarromah, Isnu
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v8i2.1786

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan aplikasi GeoGebra pada mata pelajaran matematika bagi guru di tingkat Sekolah Dasar di Jakarta Selatan. Kegiatan pelatihan ini diadakan di gedung Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan peserta pelatihan sebanyak 28 guru matematika Sekolah Dasar di Jakarta Selatan. Metode yang digunakan pada pengabdian ini berupa pemberian pelatihan dalam bentuk workshop mengenai penggunaan dan pemanfaatan aplikasi GeoGebra pada materi Bangun Ruang. Adapun tahapan pengabdian ini terdiri dari: persiapan/ perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Kegiatan pelatihan ini mendapat respon positif dari peserta pelatihan, adapun manfaat yang didapat oleh peserta pelatihan adalah menumbuhkan minat guru dalam menggunakan aplikasi GeoGebra pada proses pembelajaran Matematika di kelas, menambah wawasan bagi guru untuk membuat media pembelajaran berbasis ICT yang lebih menyenangkan dengan menghasilkan ilustrasi benda tiga dimensi sehingga dapat meningkatkan daya tangkap siswa, mempermudah guru dalam menyampaikan konsep matematika yang abstrak menjadi lebih konkret, memudahkan guru dalam membuat soal mengenai bangun ruang. Kata kunci—GeoGebra, Pembelajaran Matematika, Bangun Ruang, ICT.
Pengaruh Pembelajaran Bermuatan STEAM pada Kemandirian ditinjau dari Jenis Kelamin Anak Usia 5-6 Tahun Amalia, Dina; Afrianingsih, Anita
SAAT INI WEBSITE PAUDIA TELAH BERMIGRASI KE (https://journal2.upgris.ac.id/index.php/paudia) Vol 12, No 2 (2023): Desember 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v12i2.16281

Abstract

AbstractSTEAM-based learning can help children develop their creativity in interactive learning in their own way, especially in the 21st century. This study aims to further review the effect of STEAM-charged learning on the independence of children aged 5-6 years according to their gender. The research method is a quantitative descriptive type, by collecting data using observation, interview, documentation, and questionnaire techniques. The number of research samples (n = 140) was taken in each district / city in Central Java, consisting of 4 teachers and 4 parents from 2 samples of PAUD institutions in each district / city. The results of this study indicate that children's independence gets an F score of 32 and a score of 141-160 (22.9%) when learning STEAM. The results of the study say that the independence of girls is classified as more independent than boys. Of course, based on these results, teachers are expected to further optimize STEAM learning, especially for boys, so that children have more physical skills, are confident, responsible, disciplined, get along well, share, and control their emotions.Keywords: STEAM; independence; gender AbstrakPembelajaran berbasis STEAM dapat membantu anak-anak mengembangkan kreativitasnya dalam pembelajaran interaktif dengan caranya sendiri, terutama di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan meninjau lebih lanjut pengaruh pembelajaran bermuatan STEAM terhadap kemandirian anak usia 5 – 6 tahun menurut jenis kelaminnya. Metode penelitian berjenis deskriptif kuantitatif, melalui pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Sampel penelitian berjumlah (n=140) dengan pengambilan sampel pada masing-masing kabupaten / kota di Jawa Tengah sejumlah 4 guru dan 4 orang tua dari 2 sampel Lembaga PAUD tiap kabupaten / kota.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemandirian anak mendapatkan skor F 32 dan skor 141-160 (22,9%) saat belajar STEAM. Hasil penelitian mengatakan bahwa kemandirian anak perempuan digolongkan lebih mandiri daripada anak laki-laki. Tentunya berdasarkan hasil tersebut, para guru diharapkan untuk lebih mengoptimalkan pembelajaran STEAM, khususnya bagi anak laki-laki, sehingga anak lebih memiliki keterampilan fisik, percaya diri, bertanggung jawab, disiplin, bergaul dengan baik, berbagi, dan mengendalikan emosi.Kata kunci: STEAM; kemandirian; jenis kelamin
Mengatasi Anak Tantrum Dengan Media Melukis Pada Masa Pandemi Aisyah, Siti; Afrianingsih, Anita
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.237 KB) | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.8745

Abstract

Temper trantum merupakan suatu bentuk luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Masih Banyak di Indonesia orangtua belum  mengenal istilah ini, namun sangat akrab dengan perilaku yang ditunjukkan anak saat mengalami temper tantrum seperti menangis keras-keras, berteriak, menjerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, serta melempar badan ke lantai. Covid-19 telah resmi menjadi pandemi di Dunia. Sejak di tetapkannya pandemi ini banyak sekali aktivitas yang berubah mulai dari pekerjaan,  sekolah bahkan kehidupan sehari-hari pun berubah. Kegiatan yang dilakukan di rumah saja berdampak cukup besar kepada siswa, diantaranya adalah mereka harus belajar dari rumah. Belajar dari rumah secara Daring membuat siswa harus beradaptasi secara ekstrim perubahan gaya belajar mereka. Hal ini menimbulkan kecemasan pada siswa, karena mereka tidak bisa bersosialiasai dan bermain bersama teman seperti biasa, berkurangnya bimbingan dari guru, orang tua yang kurang mampu memberikan bimbingan belajar, membuat siswa panik karena takut tidak dapat pencapai target belajar mereka sebelumnya. Anak usia dini merupakan anak yang baru belajar mengenal dirinya sendiri, termasuk sosial emosionalnya. Pada masa ini pula anak-anak baru mengenal perasaan senang, sedih, marah, kecewa dan sebagainya.  anak usia dini masih belum mampu mengelola dan mengekspresikan emosinya secara wajar. Konselor dalam sesi konseling harus memiliki berbagai cara keterampilan untuk membantu mengungkap permasalahan ataupun keinginan konseli, salah satu cara mengungkap permasalahan konseli dapat dilakukan menggunakan lukisan. Lukisan sangat tepat untuk mengepresikan berbagai hal yang sulit diungkapkan konseli secara verbal maupun tulisan Konseling yang baik adalah dengan seni, karena lebih selaras dengan humaniora dibandingkan dengan ilmu pengetahuan (Hansen, 2012). Pendekatan penelitian ini menggunakan metode Observasi dan tindakan orang tua. Pada penelitian ini subyek menangis karena tidak ingin mengerjakan PR BDRnya daningin bermain dengan memandikan ayamnya, akan tetapi orangtuanya mencegahnya sehingga ia menangis dan melempar-lempar barang yang ada di sekitarnya. Dalam penelitian ini konseling memberikan terapi Melukis Pada subyek dan subyek merespon dengan baik.
Modification of Angry Emotion Behavior in 5 Years Old Children with Relaxation and Self-Management Procedures in Kindergarten Yulianti, Enny; Afrianingsih, Anita
Al Hikmah: Journal of Education Vol 3, No 2 (2022): Al Hikmah: Journal of Education
Publisher : Lembaga Pendidikan Hikmatun Najah Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54168/ahje.v3i2.122

Abstract

This study aims to modify the elimination of angry behavior in children aged 5-6 years with relaxation and self-management procedures in TK/TA Panggang. This type of research is qualitative. The data in this research are school identity, student profiles, and those related to learning activities. Data collection techniques and instruments include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is data reduction technique, data display, conclusion or verification. The results of the relaxation technique can have a positive impact on the child, so that angry behavior can be relaxed, because if the child repeats negative behavior it will be sanctioned and vice versa if the child behaves positively will be given a positive surprise so the child will get used to and avoid negative behavior.
PENGARUH BERMAIN PERMAINAN SKIPPYROO KANGAROO TERHADAP PERKEMBANGAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN Junaidi, Miladia Haritsa; Afrianingsih, Anita
LENTERA ANAK Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jla.v4i2.7297

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis seberapa berpengaruhkah permainan skippyroo kangaroo terhadap perkembangan perilaku prososial anak usia 4-5 tahun di PAUD AlQuran Mutiara Salamah Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Perilaku prososial merupakan perilaku yang penting dalam kehidupan anak, karena perilaku tersebut merupakan perilaku yang digunakan dalam kehidupan sosial atau berinteraksi dengan lingkungan. Beberapa anak masih terlihat egois dalam beberapa hal, seperti berebut mainan dan tidak mau bekerjasama dalam tim bermain. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil penggunaan media permainan skippyroo kangaroo di PAUD Al-Quran Mutiara Salamah menunjukkan bahwa nilai thitung memiliki nilai 0,000 yang berarti nilai tersebut kurang dari 0,05 atau 5% berarti terjadi pengaruh perkembangan perilaku prososial anak setelah penggunaan media permainan skippyroo kangaroo. 
MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AUD ERA INDUSTRI 5.0 Putri, Nandani Widya; Afrianingsih, Anita; Istianah, Istianah
LENTERA ANAK Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jla.v4i1.7212

Abstract

Semakin canggihnya teknologi diera indsutri 5.0, sehingga para orang tua harusnya semakin mudah untuk menfasilitasi anaknya guna meningkatkan kemampuan membaca. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan motivasi orang tua terhadap kemampuan membaca anak usia dini (AUD) di KB Nurussalam Al Mubarok Suwawal dalam konteks era industri 5.0. Era ini ditandai dengan adopsi teknologi canggih yang dapat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendekatan penelitian yang dipilih yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 15 orang tua dari anak-anak usia 4-6 tahun di KB Nurussalam Al Mubarok Suwawal. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat motivasi orang tua serta kemampuan membaca anak-anak mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan linier positif yang signifikan antara motivasi orang tua dengan kategori dan kemampuan membaca AUD. Orang tua yang care, lebih antusias dalam mendukung proses belajar anak. Selain itu, dukungan teknologi dalam era industri 5.0 memungkinkan orang tua untuk lebih mudah mengakses informasi dan alat bantu belajar yang dapat meningkatkan kemampuan membaca anak. Adapun hubungan motivasi orang tua terhadap kemampuan membaca anak usia dini (AUD) dapat terlihat hasil uji linieritas dengan nilai sig Deviation from Linearity > dari 0,05 yaitu (0.984) > 0.05 , yang berarti terdapat hubungan linier secara signifikan antara motivasi orang tua terhadap kemampuan membaca AUD era industri 5.0 di KB Nurussalam Al Mubarok Suwawal.
TRANSFORMASI DIGITAL DI DUNIA PAUD: SISTEM INFORMASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK (SIPPA) BERBASIS ANDROID Pratiwi, Dewi; Afrianingsih, Anita; Khanif Zyen, Akhmad; Hakim, Lukman; Widya Putri, Nandani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.4926-4942

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi kebutuhan mendesak di era informasi saat ini. Salah satu inovasi yang diperlukan adalah digitalisasi laporan perkembangan anak agar orang tua dapat memantau dan berinteraksi dengan perkembangan anak secara real-time. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan dampak Sistem Informasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (SIPPA) berbasis Android, yang dirancang untuk memberikan laporan harian kepada orang tua terkait perkembangan anak di PAUD. SIPPA memungkinkan guru untuk mencatat dan mengirimkan laporan perkembangan anak secara digital, yang dapat langsung diakses oleh orang tua melalui perangkat Android. Latar belakang pengabdian ini didasari oleh perlunya solusi yang efektif untuk menjembatani komunikasi antara guru dan orang tua, guna memastikan bahwa stimulasi perkembangan anak yang diberikan di sekolah dan di rumah dapat sejalan. Implementasi SIPPA di PAUD bertujuan untuk meningkatkan transparansi dalam pelaporan perkembangan anak, memudahkan guru dalam pengelolaan informasi, dan mempercepat respon dari orang tua terhadap kebutuhan perkembangan anak. Metodologi pengabdian melibatkan pelatihan intensif bagi guru dan orang tua untuk menggunakan SIPPA, disertai dengan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas dan kesesuaian aplikasi ini dalam mendukung komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa SIPPA tidak hanya meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak, tetapi juga memungkinkan guru untuk memberikan intervensi yang lebih tepat waktu berdasarkan umpan balik dari orang tua. Artikel ini menyimpulkan bahwa digitalisasi melalui SIPPA merupakan langkah signifikan dalam transformasi pendidikan anak usia dini, yang memungkinkan kerjasama yang lebih efektif antara sekolah dan rumah dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Analisis Berpikir Konstruktif Ditinjau dari Penerapan Sentra Balok Anak Usia 4-5 Tahun di KB Cendekia Bapangan Hendrianto, Muhammad Yeyen; Afrianingsih, Anita
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13, No 3 (2024): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v13i3.12561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sentr balok dapat di terapkan di KB Cendekia Bapangan serta dapat meningkatkan kemampuan berpikir konstruktif bagi anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi lapangan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan didukung oleh sumber data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak berusia 4-5 tahun yang berjumlah 10 orang, 3 orang guru pendidik, dan Kepala sekolah sebagai informan, serta 5 orang tua sebagai informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis aktivitas atau kegiatan dapat dilaksanakan secara signifikan dengan meningkatkan keterampilan berpikir anak, khususnya dalam konteks konstruktif. Sentra balok akan memberikan kesempatan belajar bagi anak mlalui eksplorasi, praktik langsung, dan pengamatan yang semua itu menjadi komponen penting bagi pengembangan kemampuan berpikir konstruktif.
Strategi Penanaman Moral Agama Melalui Lingkungan Hidup Zahroh, Fatimatuz; Afrianingsih, Anita
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.2158

Abstract

Penanaman moral agama dan kesadaran lingkungan sejak dini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter anak yang peduli terhadap lingkungan dan bertanggung jawab secara spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanaman moral agama melalui pendidikan lingkungan hidup di KB Dahlia, Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan proses pendidikan yang diterapkan. Analisis data menunjukkan bahwa pendekatan integratif antara pendidikan agama dan pendidikan lingkungan hidup, yang melibatkan pembelajaran berbasis pengalaman dan rutinitas keagamaan seperti doa sehari-hari, praktek shalat, serta kegiatan kebersihan, terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak-anak. Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak menerapkan perilaku peduli lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah, seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat tanaman. Data wawancara juga mengungkapkan bahwa pendekatan yang diterapkan oleh guru mampu menghubungkan nilai-nilai agama dengan tanggung jawab terhadap alam, sehingga terjadi transfer nilai yang baik. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan sarana, kurangnya pelatihan bagi guru, dan minimnya keterlibatan orang tua. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan bagi pendidik dan kolaborasi yang lebih intens antara sekolah dan keluarga. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengembangkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik dan integratif.