Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Sistem Penyimpanan Rekam Medis Di Indonesia (Literature Review) Listania Aisyah Putri; Puteri Fannya; Laela Indawati; Daniel Happy Putra
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2121

Abstract

Penyimpanan rekam medis merupakan tempat dimana terdapat berkas-berkas yang berisikan catatan yang didalamnya terdapat identitas pasien, pencatatan diagnosa, pengobatan pasien dan tindakan yang dilakukan oleh pelayanan kesehatan yang bersifat rahasia. Agar formulir rekam medis tetap aman dan terhindar dari debu dan cairan, maka setiap lembar kertas harus dimasukkan ke dalam map atau folder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan rekam medis dan masalah pada sistem penyimpanan rekam medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan sumber jurnal Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Hasil penelitian berdasarkan tinjauan literature review terhadap 24 jurnal mengenai sistem penyimpanan rekam medis dapat disimpulkan bahwa terdapat Terdapat 10 jurnal menggunakan sistem sentralisasi, 13 jurnal menggunakan sistem desentralisasi dan 1 jurnal menggunakan wilayah. Terdapat 13 jurnal menggunakan sistem penjajaran Straight Numerical Filing, 9 jurnal menggunakan sistem penjajaran Terminal digit filing dan 1 jurnal Middle Digit Filing. Masalah dalam sistem penyimpanan yaitu petugas yang tidak memakai tracer saat pengambilan rekam medis, data rekam medis yang menjadi tidak berkesinambungan antara rekam medis rawat jalan dan rawat inap, filing yang dilakukan oleh semua petugas, penumpukkan rekam medis, tidak adanya alat pengangkut berkas (trolly), tangga dan tracer. Disarankan kepada kepala rekam medis untuk menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan di unit rekam medis.
Tinjauan Ketepatan Pengkodean Penyakit pada Rekam Medis Pasien Rawat Inap Peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 Lasmaria Simorangkir; Puteri Fannya; Laela Indawati; Daniel Happy Putra
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i1.2098

Abstract

ABSTRACTThe accuracy of disease coding is very important for hospitals because it facilitates the presentation of information data and as a determinant of treatment costs. Disease coding was performed by a coder with the ICD-10 and ICD-9-CM manuals. The purpose of this study was to determine the percentage accuracy of coding for inpatients BPJS participants at the Air Force Hospital dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021. This study used a descriptive method with a quantitative analysis approach, with 90 samples taken using a simple random sampling technique. From the 90 samples, it was found that the accuracy of coding for the disease of inpatients BPJS participants at the Air Force Hospital dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 as many as 65 (72.2%) and 25 (27.8%) are incorrect. In identifying obstacles in the implementation of coding, the researchers used the 5M element. The inaccuracy of coding disease based on the Man element is due to the lack of officer resources and the coder officers who are less thorough. From the Material element, the doctor's writing was not legible and the medical record file was late in returning from the treatment room. And from the Method element because the SPO regarding the use of the 5th character does not yet exist and the coding officer tends to use rote.  Keyword                              : the accuracy of disease coding, BPJS, element 5MABSTRAKKetepatan pengkodean penyakit sangat penting bagi rumah sakit karena memudahkan dalam penyajian data informasi dan sebagai penentu biaya perawatan. Pengkodean penyakit dilakukan oleh koder dengan buku pedoman ICD-10 dan ICD-9-CM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketepatan pengkodean penyakit pasien rawat inap peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisa kuantitatif, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 90 sampel. Dari 90 sampel tersebut didapatkan hasil bahwa ketepatan pengkodean penyakit pasien rawat inap peserta BPJS di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Bogor Tahun 2021 sebanyak 65 (72,2%) dan 25 (27,8%) tidak tepat. Dalam mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan pengkodean, peneliti menggunakan unsur 5M. Ketidaktepatan pengkodean penyakit berdasarkan unsur Man karena kurangnya SDM PMIK dan petugas koder yang kurang teliti. Dari unsur Material karena tulisan dokter yang tidak terbaca dan terlambatnya pengembalian berkas rekam medis dari ruang perawatan. Dan dari unsur Method karena SPO tentang penggunaan karakter ke-5 belum ada dan petugas koding yang cenderung menggunakan hafalan.  Kata Kunci                         : Ketepatan pengkodean penyakit, BPJS, unsur 5M
Penerimaan Pasien Terhadap Sistem Pendaftaran Online Menggunakan Technology Acceptance Model di RSUP Fatmawati Nanda Aula Rumana; Elina Intan Apzari; Deasy Rosmala Dewi; Laela Indawati; Noor Yulia
Faktor Exacta Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/faktorexacta.v13i1.5611

Abstract

Sistem pendaftaran online adalah sebuah sistem dimana pasien melakukan pendaftaran untuk mendapatkan pemeriksaan dari fasilitas pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi. Saat ini beberapa rumah sakit milik pemerintah sudah menerapkan sistem pendaftaran online guna mempermudah proses pendaftaran pasien. Technology Acceptance Model merupakan sebuah model untuk mengukur faktor yang mempengaruhi diterimanya suatu sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerimaan pasien terhadap pendaftaran online serta kendala yang terjadi saat menggunakan pendaftaran online. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Dari hasil penelitian yang melibatkan 106 responden 48% diantaranya menyatakan sudah menggunakan sistem pendaftaran online. Karakteristik pasien di RSUP Fatmawati mayoritas berjenis kelamin perempuan (69,81%), umur rata-rata 36 tahun, pendidikan terakhir kebanyakan berpendidikan SMA (59,4%), berstatus menikah (84%), pekerjaan terbanyak yaitu Ibu rumah tangga (31,1%), suku terbanyak yaitu jawa (33%). Pendapatan rata-rata keluarga >UMR (69%). factor yang mempengaruhi penerimaan pasien terhadap sistem pendaftaran online di RSUP Fatmawati adalah faktor Perceived Ease of Use (persepsi kemudahan penggunaan), Behavioral Intention to Use (niat perilaku). Faktor yang paling berpengaruh terhadap penerimaan pasien pada sistem pendaftaran online adalah faktor Behavioral Intention to Use/niat perilaku.. Disarankan RSUP Fatmawati untuk lebih menyosialisasikan cara menggunakan pendaftaran online kepada pasien/masyarakat. Selain itu diharapkan sistem tidak hanya dibuat di android, tapi juga di iOS agar jangkauannya lebih luas, dan diharapkan tersedianya informasi terkait batasan pasien di poliklinik.
Penerimaan Petugas terhadap ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Matraman Jakarta Timur Aqshal Hidayatullah; Nanda Aula Rumana; Puteri Fannya; Laela Indawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.396

Abstract

AbstrakDalam meningkatkan manajemen penyelenggaraan puskesmas perlu dukungan sistem informasi puskesmas yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah sistem yang digunakan untuk menilai penerimaan pengguna terhadap teknologi diantaranya adalah TAM (Technology Acceptance Model). Tujuan penelitian ini mengetahui penerimaan petugas terhadap ePuskesmas di Puskesmas Kecamatan Matraman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Matraman dengan jumlah sampel 62 responden yang mengisi angket penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pada persepsi kegunaan 44% menyatakan kurang baik, pada persepsi kemudahan 45% menyatakan kurang baik, pada sikap menggunakan 45% menyatakan kurang baik, pada niat perilaku menggunakan 47% menyatakan  kurang baik, pada penggunaan sesungguhnya 48% menyatakan kurang baik. Hasil dari kelima variabel didapatkan penerimaan petugas terhadap ePuskesmas  di Puskesmas Kecamatan Matraman dengan 35 responden (56%) menyatakan menerima ePuskesmas dan 27 responden (44%) menyatakan tidak menerima ePuskesmas.  
Analisis Akurasi Koding Pada Pengembalian Klaim BPJS Rawat Inap Di RSUP Fatmawati Tahun 2016 Laela Indawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v7i2.230

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan keilmuan dan dapat meminimalkan pengembalian klaim BPJS terkait koding. Adanya pengembalian klaim rawat inap pasien BPJS terkait akurasi koding atau ketidaksesuaian pengkodean terhadap diagnosis dan tindakan sebesar 30% dari berkas yang dikembalikan menjadi latar belakang penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan studi kasus. Tehnik pengumpulan data berupa observasi, studi literature dan wawancara.Penyebab pengembalian klaim pasien rawat inap terkait akurasi koding diantaranya karena kurangnya pemeriksaan penunjang pendukung diagnosis, ketidaktepatan pemberian kode oleh koder, dan ketidaksesuaian dengan rule MB dan konsensus. Disarankan ada satu pedoman kerja yang mengatur tugas hak wewenang dan tanggung jawab dari masing masing profesi seperti dokter, koder, dan verifikator BPJS.
PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN LINGKUNGAN SOSIAL-BUDAYA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA MAHASISWA Rokiah Kusumapradja; Nanda Aula Rumana; Laela Indawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 1, No 2 (2013): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.72 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v1i2.88

Abstract

Abstract The prevalence of drug abuse in Indonesia reached 2.2 %, or 3.8 million people. Predicted up to 2015 the prevalence increased to 5.1 million people. DRUGS complex problems have caused many casualties and material losses, so that Indonesia now entering the era of emergency drugs. This condition needs to overcome the dangers of drugs in a comprehensive, integral and synergistic. All parties must cooperate in preventive medicine. Students are the group most vulnerable to drug abuse. The research subjects were students of 9 faculties who have followed the course for 1 year. The purpose of research to get an idea of the influence of individual factors and socio - cultural environmental factors on the behavior of drug abuse prevention at the Esa Unggul University. Methods of this study is a descriptive correlation with quantitative approaches conducted in May-June 2013. Number of sample is 137 respondents and sampling technique with random sampling method. The technique of data collection using a questionnaire that had been tested for validity and reliability and measurement using the test for knowledge and Likert scales for attitude and behavioral dimensions. Based on the analysis it was found that individual variable hasn’t relationship but socio-cultural environment variables shown significant relationship with the variable behavior of drug abuse prevention. With this model, we can predict the behavior of drug abuse prevention score using individual variables and socio - cultural environment. Statistical analysis of the results it can be concluded that : (1) Any increase in drug abuse prevention behavior score will reduce 0,014 individual predisposition score, and (2) At the student who has a score of socio - cultural environment is high then the behavior of drug abuse prevention will be higher 1,509 after controlled individual predisposing variables. Suggestions from this study is expected the regulatory review of drug abuse prevention , need to hold campus activities involving parents and students , but it also needs to be training the impact of drug abuse and assertive communication and parenting training for families to high up the role in creating a positive family conditions. Keywords:  individual factors, socio – cultura,l environmental factor
Perancangan Sistem Informasi Administrasi Pasien Rawat Inap Pada Klinik Bidan HJ. Aswilda Anisa Aprilia; Laela Indawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 3, No 2 (2015): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.818 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v3i2.114

Abstract

AbstractComputer as a tool to facilitate the performance as well as being a means of improving working efficiency is very good. One way to take advantage of developments in information technology is the use of computers in the health care field, to provide good service and customer satisfaction. Administrative procedures are simple, easy and fast is one of the improvement of services for patients .. The problem in Bidan Hj. Aswilda is the lack of good health care, the process of recording data, calculating fees, duration of service provided, making the letters associated with the health of the patient and preparing reports for the performance is done in helping the health service is still manual. The purpose of this study is to overcome these problems, we need a new information system that can speed up the process of patient registration and patient data search, can make data storage to be efficient, helping the payment process more effective, and the system can make a statement and presentation the results of the report made easier this final form of the draft administrative information system that includes inpatients master menu, menu transactions, navigation certificate and the reports menu. The author hopes that the design of information systems inpatient computerized administration, could help midwife Hj. Aswilda. In addressing the problems that often occur.Keywords: inpatient information system administration, object-oriented methodology AbstrakKomputer sebagai alat bantu dapat mempermudah kinerja serta menjadi sarana peningkatan efisiensi kerja yang amat baik. Salah satu cara memanfaatkan perkembangan teknologi informasi adalah penggunaan komputer di bidang pelayanan kesehatan, untuk memberikan pelayanan yang baik dan kepuasan pelanggan. Prosedur administrasi yang sederhana, mudah dan cepat merupakan salah satu peningkatan pelayanan kepada pasien.. Masalah di Bidan Hj. Aswilda adalah kurangnya pelayanan kesehatan baik itu proses pencatatan data, penghitungan biaya, lamanya pelayanan yang diberikan, membuat surat-surat yang berhubungan dengan kesehatan pasien dan pembuatan laporan karena kinerja yang dilakukan dalam membantu pelayanan kesehatan masih bersifat manual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan sebuah sistem informasi baru yang dapat mempercepat dalam proses pendaftaran pasien dan pencarian data pasien, dapat membuat penyimpanan data menjadi efisien, membantu proses pembayaran yang lebih efektif, dan sistem yang dapat membuat surat keterangan dan penyajian laporan menjadi lebih mudah Hasil tugas akhir ini berupa rancangan sistem informasi administrasi pasien rawat inap yang meliputi Menu master, menu transaksi, menu surat keterangan dan menu laporan. Penulis berharap dengan adanya rancangan sistem informasi administrasi rawat inap yang terkomputerisasi, dapat membantu Bidan Hj. Aswilda. Dalam mengatasi masalah-masalah yang sering terjadi.Kata kunci: Sistem informasi administrasi rawat inap, metodologi berorientasi obyek
Identifikasi Unsur 5M Dalam Ketidaktepatan Pemberian Kode Penyakit Dan Tindakan (Systematic Review) Laela Indawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 5, No 2 (2017): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.107 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v5i2.127

Abstract

AbstractThe inaccuracy of disease code determination and procedure is caused by several factors according to the condition of each health service institution. The author tries to synthesize the previous studies by looking at the 5M elements (Man, Money, Material, method, Machine) cause the result of coding is not accurate. The purpose of this study is to identify and review the literature that learn about the accuracy of coding and the factors that influence it is on the 5M element. The research method used is with Systematic review. What has not been explained in previous research, and identified in this research is from the side of Method and Machine, that there is still no policy or SPO that regulate the encoding of disease, SPO coding that still not specific, the unavailable coding support books, and SIMRS that is not yet user friendly. It is recommended that there is one working guideline that regulates the coding of disease event and more specific actions as a reference of the coder in health care. Keywords: Inaccuracy of coding, ICD 10, Cause of Accuracy CodingAbstrakKetidaktepatan penentuan kode penyakit dan tindakan disebabkan oleh beberapa faktor sesuai kondisi masing-masing institusi pelayanan kesehatan. Penulis mencoba melakukan sintesis terhadap penelitian-penelitian sebelumya dengan melihat pada unsur 5M (Man, Money, Material, method, Machine) penyebab hasil koding tidak akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mereview literature yang mempelajari tentang akurasi koding dan faktor – faktor yang mempengaruhinya yaitu pada unsur 5M.. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan Systematic review. Yang belum dijelaskan pada penelitian sebelumnya, dan teridentifikasi dalam penelitian ini adalah dari sisi Method dan Machine, yaitu masih belum adanya kebijakan maupun SPO yang mengatur tentang pengkodean penyakit, SPO pengkodean yang masih belum spesifik, ketidak tersediaannya buku-buku penunjang koding, dan penggunaan SIM RS yang belum user friendly. Disarankan ada satu pedoman kerja yang mengatur tentang tata acara pengkodean penyakit dan tindakan yang lebih spesifik sebagai acuan tenaga koder di pelayanan kesehatan..Kata kunci : Akurasi koding, ICD 10, Penyebab Akurasi Koding
Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Bhakti Mulia Tahun 2019 Siva Maulia Fauziah; Nanda Aula Rumana; Deasy Rosmala Dewi; Laela Indawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 8, No 2 (2020): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v8i2.205

Abstract

AbstractMedical records are important units in hospitals; therefore, the organization of medical records must be managed by personnel who are competent in their fields.  The purpose of this research is to know the description of the characteristics and performance of officers.The research method uses descriptive quantitative analysis, the number of respondents was 26 officers.  The results of the study, obtained by officers in the medical record unit who came behind medical record education (35%), the last education was SMA/SMK (50%), never attended training (75%), the average length of service of the officer was 38 months, average age of officers 24 years, gender of female officers (63%), high knowledge (100%).  In the case mix unit, there were officers who did not graduate from medical records (44.4%), the last education was a diploma (44.4%), never attended training (88.9%), the average length of work 24 months a month, the sex of female officers (100%), average age of staff 24 years, high knowledge (100%).  In the TPP unit, officers who have not graduated from medical records (100%), the last education of officers are SMA / SMK (100%), never attended training (100%), the average length of service of officers is 18 months, the sex of female officers (100%), high knowledge (55.6%).  The average performance of officers in the medical record unit (55.41%), case mix (56.29%), and TPP (55.18%).  It is recommended to Bhakti Mulia Hospital to provide education or training to officers on medical record knowledge, officers can manage time so that they can complete work on time.Keyword: characteristic, performance, medical record officers.AbstrakRekam medis adalah unit penting di rumah sakit, oleh karena itu penyelenggaraan rekam medis harus dikelola oleh personil-personil yang kompeten dibidangnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui gambaran karakteristik dan kinerja petugas. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif, jumlah responden sebanyak 26 petugas. Hasil penelitian, didapat petugas di unit rekam medis yang berlatang belakang pendidikan rekam medis (35%), pendidikan terakhir adalah SMA/SMK (50%), tidak pernah mengikuti pelatihan (75%), rata-rata lama bekerja petugas adalah 38 bulan, rata-rata usia petugas 24tahun, jenis kelamin petugas perempuan (63%), pengetahuan tinggi (100%). Pada unit casemix terdapat petugas bukan lulusan rekam medis(44,4%),  pendidikan terakhir adalah diploma (44,4%), tidak pernah mengikuti pelatihan(88,9%), rata-rata lama bekerja petugas 24 bulan, jenis kelamin petugas perempuan(100%), rata-rata usia petugas 24 tahun, pengetahuan tinggi(100%). Di unit TPP petugas yang bukan lulusan rekam medis (100%), pendidikan terakhir petugas adalah SMA/SMK (100%), tidak pernah mengikuti pelatihan(100%), rata-rata lama bekerja petugas adalah 18 bulan, jenis kelamin petugas perempuan (100%), pengetahuan tinggi(55,6%). Rata-rata kinerja petugas di unit rekam medis (55,41%), casemix (56,29%), dan TPP (55,18%). Disarankan kepada Rumah Sakit Bhakti Mulia agar memberikan edukasi atau pelatihan kepada petugas tentang pengetahuan rekam medis, petugas dapat memanajemen waktu agar dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.Kata Kunci: karakteristik, kinerja, petugas rekam medis.
Tinjauan Kompetensi Koder Dalam Penentuan Kode Penyakit dan Tindakan Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Luviany Gouw; Laela Indawati
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 5, No 1 (2017): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.21 KB) | DOI: 10.47007/inohim.v5i1.122

Abstract

Abstract To determine code of Illnes and Procedures, it’s often found inaccuracies codes provided by the coder. Based on Kepmenkes 377 on 2007 explained about the competence that must be owned by Medical Recorders and Health Information. In practice the provision of code can’t be separated from the competence that must be owned by the coder so that the resulting code is more accurate. The research is descriptive qualitative research to know the coder competency’s needed to support the accuracy of generated code. Informant in this research is inpatient coder at RSUP Fatmawati. Data collected by interview method, after data collected then data processed, analyzed and presented in the form of qualitative analysis. The results of this research showed that the SPO of Code of Illness and Procedures on Fatmawati Hospital has been running well. Educational background and work experience play a role in improving the quality of the code accurately and completely. Competencies already owned by coders are about how to coding using ICD-10 and procedures codes using ICD-9-CM, anatomy, medical terminology, pharmacology, communication and english. Competencies that have not been possessed are competence about another examination to support a diagnose, result of laboratory examination, and drug therapy. The average code accuracy produced by 5 inpatient coder personnel is 71.98% accurate and 28.02% is not accurate. Thus, for the coder to owned the competencies that have not been owned to attend training, seminars, and more attention to explanation in the ICD.Keywords: competency, coder, inpatient AbstrakDalam penentuan kode penyakit dan tindakan, seringkali ditemukan ketidakakuratan kode yang diberikan oleh petugas koder. Berdasarkan Kepmenkes 377 tahun 2007 dijelaskan mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Dalam praktek pemberian kode tidak terlepas dari kompetensi yang harus dimiliki oleh koder supaya kode yang dihasilkan menjadi akurat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui kompetensi apa yang dibutuhkan koder untuk menunjang keakuratan kode yang dihasilkan. Informan dalam penelitian ini adalah koder rawat inap di RSUP Fatmawati. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, setelah data terkumpul maka data diolah, dianalisis dan disajikan dalam bentuk analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPO Pemberian Kode Penyakit dan Tindakan di RSUP Fatmawati sudah berjalan dengan baik. Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja berperan dalam meningkatkan kualitas kode yang akurat dan lengkap. Kompetensi yang sudah dimiliki koder yaitu mengenai cara mengkode dengan ICD-10 dan kode tindakan menggunakan ICD-9-CM, anatomi, terminologi medis, farmakologi, komunikasi dan bahasa inggris. Kompetensi yang belum dimiliki adalah kompetensi mengenai pemeriksaan penunjang, hasil pemeriksaan laboratorium, dan terapi obat. Rata-rata ketepatan kode yang dihasilkan oleh 5 tenaga koder rawat inap adalah 71,98% akurat dan 28,02% tidak akurat. Dengan demikian, agar koder lebih menguasai kompetensi yang belum dimiliki dapat mengikuti pelatihan, seminar, dan lebih memperhatikan keterangan dalam ICD.Kata kunci : kompetensi, koder, rawat inap
Co-Authors Abdul Rokim Adelia Anggraini Adi Widodo Adijaya, Nuryansyah Ahmad Ripki Alex Sander Alfi Shiddiq Syafrian Almahshunatul Hanifah Amirah Syafiqah Zahra Amnur, Alvina Salsabila Aneu Rosliana Anggi Alpiyani Anggraini, Adelia Anisa Aprilia Anisa Dewi Wahyuni Anisa Dyah Irawati Annida Ariyani Annisa Nur Salsabila Aqshal Hidayatullah Arip Budiana Athirah Iwani Rahman Athiyyah, Hanifatul Ayu Hardianti Azhar Muttaqin Azhar Muttaqin Bagas Saputra Bahlani Bangga Agung Satrya Bayu Fajar Ilhami Carono Daniel Happy Putra Debbie Friscilla Carolina Manalu Della Rati Saputri della Dessy Safutri Deta Nurfena Nurfena Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewi, Deasy Rosmal Dewi, Deasy Rosmala Diah putri Ayu Islammia Dian Nur Muslimah Dina Sonia Dinda Melani Safitri Diva Sabina Dwi Chandrarika Putri Aulia Dwijayanti, Risma Mei Elina Intan Apzari Elvira Xandra Ximenes Harum Endika Rachmad Erviana, Erviana Fani Nur Azizah Fannya, Puteri Fauzan Habibilah Fauziah Irfany Fiqih Nurhidayah Fitria, Annah Gilang Dasa Dwi Mahendra Hanif Andini Hanum Milla Kurnia Harahap, Maulidiah Rizki Ilhami, Bayu Fajar Intan Rusdiana Dewi Iqbal, Muhammad Fuad Jeillia Jihan Swaradwibhagia Junata, Ilfan Kamalia, Farhah Karim, Hidayat Ramadhani Nuzulul Kevin Handynata Kurnia, Hanum Milla Kusumapradja, Rokiah Lasmaria Simorangkir Listania Aisyah Putri Luthfiah Aulia Rachman Luviany Gouw Manalu, Debbie Friscilla Carolina Maria Ferawaty Parera Maulidiah Rizki Harahap Mei Nur Khasanah Muammar Dzachwani Muhamad Endra Suriatno Muhamad Fazriyansah Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh Muniroh, Muniroh Nadia Sintia Nanda Aula Romana Nanda Aula Rumana Nur Mawaddah, Nur Nurasiyah Nurfena, Deta Nurfena Nurmalasari, Dinda Nurmalasari, Mieke Nusamina Pulungan Octa Rina Sari Putri Rafikasani Putri, Alifatul Aulia Sagita Putri, Listania Aisyah Putri, Sisilia Rahayu, Ririn Rahmawati, Rena Maulina Regina Yulianti T. S Rezal, Muhammad Rianta Sari Gultom Rifda Ulfa Andini Rifqi Fauzan Ririn Rahayu Risma Ayu Fitriyani Rizal Ramadhan Rizky Alfiansyah ROKIM, ABDUL Rumana, Nanda Saarah Salsabila Putri Yadita Sabina, Diva Sadono Hadi Saputro Safitri, Dinda Melani Salsabila Putri Cahyani Salsabila, Annisa Nur Salsabillah, Shania Sansy Dua Lestari Shania Salsabillah Shania Salsabillah Silfa Haniasti Simorangkir, Lasmaria Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Siswati Sitoayu, Laras Siva Maulia Fauziah Sonaria Tambunan Tia Ivany Uli Shalatiya uli Viatiningsih, Wiwik Widjaja, Lily Widjaya, Lily Yulia, Noor Zalipa Wittri