Claim Missing Document
Check
Articles

HEMODYNAMIC FEATURES OF PRELOADING AND COLOADING FLUIDS IN PATIENTS UNDER SPINAL ANESTHESIA AT EMANUEL HOSPITAL BANJARNEGARA Apriliyanti, Risni; Suandika, Made; Susanto, Amin
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11181122

Abstract

Background: Spinal anesthesia techniques can cause acute vasodilation due to sympathetic nerve blockade, resulting in decreased hemodynamics in spinal anesthesia patients. Central blood volume can be increased to prevent hemodynamic decline by administering fluid preloading and coloading. The aim of this study was to determine the hemodynamic status of preloading and coloading fluids in spinal anesthesia patients at Emanuel Banjarnegara Hospital. Method: The research design used is descriptive with a cross-sectional approach. This research was conducted in May 2023. Samples were taken using a purposive sampling technique as many as 37 respondents who met the inclusion criteria. The instruments used in this study were observation sheets and bedsite monitors. Data processing techniques in this study using univariate analysis. Results: The results showed that the majority of patients in this study experienced normal preloading hemodynamics, blood pressure with 23 (62.2%) respondents, normal pulse for 32 (86.5%) respondents, normal MAP for 31 (83.8%) respondents, normal temperature. 37 (100%) respondents, normal RR 37 (100%) respondents, normal SpO2 37 (100%) respondents. Hemodynamic coloading blood pressure was normal with 25 (67.6%) respondents, normal pulse with 30 (81.1%) respondents, normal MAP with 27 (73%) respondents, normal temperature with 37 (100%) respondents, normal RR with 37 (100%) respondents, normal SpO2 37(100%) respondents. Conclusion: Giving preloading and coloading fluids can maintain hemodynamic status in spinal anesthesia patients at Emanuel Banjarnegara Hospital.
Gambaran Kejadian Mual Dan Muntah Pasca Operasi Dengan Anestesi Umum Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Anisa, Anisa; Susanto, Amin; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi umum merupakan teknik anestesi yang paling umum digunakan dibandingkan teknik anestesi lainnya. 70-80% kasus pembedahan memerlukan anestesi umum. Anestesi umum mempunyai beberapa efek samping pada pasien, selama 24 jam pertama setelah anestesi, yaitu mual dan muntah. Mual dan muntah pasca operasi merupakan penyebab paling umum ketidaknyamanan pasien setelah anestesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian mual dan muntah pasca operasi dengan anestesi umum di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Pengambilan sampel dengan convenience sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 17-25 tahun sebanyak 28 (35,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 46 (57,5%), tidak mempunyai riwayat merokok sebanyak 53 (66,3%), tidak memiliki riwayat mabuk perjalanan sebanyak 47 (58,8%), tidak menggunakan opioid pasca operasi sebanyak 74 (92,5%), durasi cepat (<60 menit) sebanyak 40 (50,0%), GA Imbang sebanyak 49 ( 61,3%), bedah umum sebanyak 45 (56,3%). Berdasarkan kejadian mual dan muntah pasca operasi terbanyak pada usia 17-25 tahun sebanyak 20 (25%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 (35%), tidak memiliki riwayat merokok sebanyak 30 (37,6%). ), mempunyai riwayat mabuk perjalanan sebanyak 25 (31,3%), tidak menggunakan opioid sebanyak 31 (38,7%), durasi sedang (1-2 jam) sebanyak 26 (32,5%), GA seimbang sebanyak sebanyak 32 (40%), bedah umum sebanyak 15 (18,8%).
Gambaran Ketepatan Orotracheal Tube dengan Chula Formula pada Anestesi Umum Afifah, Ishma Rayhana; Suandika, Made; Susanto, Amin
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 7 No. 2 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v7i2.364

Abstract

The depth and accuracy of the orotracheal tube are things that must be considered to avoid endotracheal tube malposition. The Chula formula is a method used to predict the accuracy of the orotracheal tube in the right position before intubation. This study aims to determine the accuracy of an orotracheal tube with the Chula formula in general anesthesia. This research method is quantitative with a descriptive observational approach. The sampling technique used total sampling with a total sample of 35 patients undergoing orotracheal tube intubation at Emanuel Hospital. Data was taken by observing the accuracy of the orotracheal tube using the Chula formula during intubation. The results of the study showed that the accuracy of the orotracheal tube with the Chula formula had 100% accuracy. Suggestions for further research are measuring body height directly and applying the chula formula to other tribes.
GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA Putri, Ferra Ayu Apriliya; Yudono, Danang Tri; Suandika, Made; Susanto, Amin
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v11i2.811

Abstract

Proses melahirkan mengandung resiko bagi ibu dan janinnya. Salah satu bahaya yang dapat muncul sebagai akibat dari penggunaan anestesi selama operasi Sectio Caesaria adalah perubahan hemodinamik dalam tubuh ibu. Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan pemantauan hemodinamik sebelum dan setelah anestesi spinal. Penelitian ini bertujuan guna memperoleh gambaran terkait hemodinamik sebelum dan sesudah spinal anestesi serta untuk mengetahui demografi dari seorang ibu. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif berpendekatan cross-sectional dan bersifat survey deskriptif. Sample 60 pasien SC dan metode pengambilan data dengan menggunakan total sampling. Penelitian menggunakan lembar observasi dan dikumpulkan dalam master tabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan hemodinamik tetapi tidak signifikan, seperti tekanan sistolik dengan persentase penurunan (15,53%), tekanan diastolik dengan persentase penurunan (15,94%), MAP dengan persentase penurunan (16,12%), denyut nadi dengan persentase penurunan (1,75%), pernapasan dengan persentase penurunan (2,38%), saturasi oksigen dengan persentase penurunan (0,12%). Kesimpulan pada analisis ini ada perubahan hemodinamik sebelum dan setelah spinal anestesi diberikan kepada pasien operasi caesar tetapi tidak signifikan yang artinya masih dalam batas normal. Kata kunci: Sectio Caesarea, Spinal Anestesi, dan Perubahan Hemodinamik.
Implementasi Relaksasi Nafas Dalam untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pra-Anestesi Wahyuningsih, Ratih; Susanto, Amin; Siwi, Adiratna Sekar
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.802

Abstract

Introduction: Anxiety is a psychological problem that often arises in patients before undergoing surgery, especially in the pre-anesthesia phase. This condition can affect physiological responses such as increased heart rate, irregular breathing patterns, and high blood pressure. At Ajibarang Regional General Hospital, most pre-anesthesia patients are known to experience moderate to severe anxiety, while standardized non-pharmacological interventions to address this problem are not yet available. Therefore, an effective and easy-to-implement approach is needed to help reduce patient anxiety before surgery. Objective: Assessing the effectiveness of deep breathing relaxation techniques as a non-pharmacological intervention in reducing anxiety levels in pre-anesthesia patients at Ajibarang Regional General Hospital. Method: The intervention was carried out using deep breathing relaxation techniques through controlled breathing exercises designed to stimulate the parasympathetic nervous system, thereby creating a state of relaxation. The patients' anxiety levels were measured using the APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) instrument before and after the intervention. A total of 30 pre-anesthesia patients underwent this structured therapy process. Result: The results show a significant decrease in anxiety after administering deep breathing relaxation techniques. A total of 30 participants took part in the activity, predominantly adults (96.7%) and women (66.7%). The majority underwent major surgery (83.3%). Before the intervention, anxiety levels were in the moderate (93.3%) and severe (6.7%) categories. After being given deep breathing relaxation techniques, there was a decrease in anxiety, with 93.3% of respondents in the mild anxiety category and no one experiencing severe anxiety. Conclusion: Deep breathing relaxation techniques have been proven effective in reducing anxiety levels in pre-anesthesia patients at Ajibarang Regional General Hospital. This intervention can be recommended as a simple, safe, and easy-to-implement non-pharmacological procedure as part of preoperative preparation in the pre-anesthesia room.
Hubungan antara Lama Operasi dengan Kejadian Shivering pada Pasien Spinal Anestesi Januarti, Rahma; Novitasari, Dwi; Susanto, Amin; Yulian, Anggadria Iqbal; Sinarilah, Sinarilah
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.458

Abstract

Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi regional yang banyak digunakan dalam prosedur pembedahan. Teknik ini memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat dilakukan pada semua bagian tubuh serta berpotensi menimbulkan komplikasi, salah satunya gangguan pengaturan suhu tubuh dan Shivering. Lama operasi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan terjadinya shivering. Operasi dengan waktu lebih lama, dapat memperpanjang paparan terhadap suhu ruang operasi yang relatif rendah serta memperpanjang efek vasodilatasi akibat anestesi spinal. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara lama operasi dengan kejadian Shivering pada pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal Di Ruang IBS RSUD Lagita Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu, observasional analitik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, dimana variabel bebas yang digunakan adalah lama operasi pada pasien dengan anestesi spinal, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah kejadian shivering. Data pasien pasca operasi dengan spinal anestesi di IBS RSUD Lagita Kabupaten Bengkulu Utara yang didapatkan sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan telaah rekam medis, mencakup karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, IMT), serta lama operasi dan Shivering. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tiap variabel penelitian. Diketahui bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 26 orang (86,7%). Usia responden mayoritas berada pada kelompok dewasa awal (26–35 tahun) yaitu sebanyak 15 orang (50,0%). Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), mayoritas responden memiliki IMT kategori normal (18,5–<24,9) yaitu sebanyak 20 orang (66,7%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal pada penelitian ini memiliki status gizi normal. Hasil analisis univariat terhadap 30 pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal, diperoleh bahwa lama operasi paling banyak berada pada durasi 80 menit, yaitu sebanyak 8 pasien (26,7%). Mayoritas pasien mengalami Shivering derajat 2 (sedang) yaitu sebanyak 15 pasien (50,0%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami Shivering pada tingkat sedang setelah tindakan pembedahan dengan anestesi spinal.
Co-Authors Adiratna Sekar Siwi Aditrisna, Dita Arum Adriani, Prasanti Afifah, Ishma Rayhana Akbar, Fazri Alan Marbase, Festus Amanda Sri Utari Amba, Pither Batu Amiarti, Winda Anisa Anisa Apriliyani, Ita Apriliyanti, Risni Ardan, Achmad Budi, Martyarini Burhan, Asmat Darmawan, Wisnu Dwi Dedi, Dedi Irawan Desy Rahayu Dewandana, Rizal Rizky Dwi Novitasari Faristanty, Audria Noviand Ghofur, Amin Ghoni Gisbella, Choirunisa Hadi Kurniawan, Hadi Harfiyanto, Naufal Putra Haryanti, Dianita Hasan, Adhariannur Heliyana HR, Okto Hidu, Asfan La Hikmanti, Arlyana Husnul Khotimah Muliono, Siti Indah Susanti Januarti, Rahma Jerau, Emiliani Elsi Kabnani, Melinda Winarti Koban, Leonardo Ekarynansya Ola Belatan Lana One, Vinsensius Lintang Suryani, Roro Made Suandika Mawarti, Mustika Ari Mixrova Sebayang, Septian Nabillah, Destiara Putri Nabitha, Kanaya Nuraeni, Novi Yulianti Nurdiamsyah, Pratomo Nurjanah, Dzawi Pangestika, Widia Pramesti Dewi Prapto Sasongko, Didik Pratama, Ilham Pratiwi, Syavira Salsabilah Putri Nola Primadiyadi, Syaikh Azib Esa Priyatama, Rajendra Putri, Ferra Ayu Apriliya Putri, Vilda Ardya Putriwardian, Kensa Dwimelita Rahmaya Nova Handayani Rena Fitri, Rena Rudiati, Rudiati Rumadan, Elsafika Sari, Dias Permata Sebayang, Septian Sebayang, Septian Mixrova Setyawati, Martyarini Budi shelina , shelina Sinarilah, Sinarilah Siti Haniyah Solikhati, Nuki Soniawati, Diah Suandik, Made Suci Khasanah Sukmaningtyas, Willis Suryani, Roro Lintang Sutanto Sutanto Tarsono Tarsono Tri Sumarni Tri Yudono, Danang Wahyuningsih, Ratih Waldi Rahman Wibowo, Tophan Heri Wijayanti, Indri Wilis Sukmaningtyas Wirakhmi, Ikit Netra Yudono, Danang Tri Yulian, Anggadria Iqbal Zaky Ariyanto, Hafizh Zamron, Muhammad