Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Effect of Variations in The Composition of Coffee Grounds and Cocopeat Powder on The Characteristics of Briquettes With Tapioca Flour as A Binder Ahmadien, Ichwan Kurnia; Alfian, Devia Gahana Cindi; Afisna, Lathifa Putri; Silitonga, Dicky Januarizky
Jurnal Tekno Insentif Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Tekno Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jti.v18i2.1714

Abstract

Biomass energy can be employed as a substitute for fossil fuels in energy systems: it is relatively sulfur-free, so it does not cause air pollution, and it can be used continuously due to its renewable nature. In this study, the production of biomass briquettes were carried out using coffee grounds and cocopeat powder as the base materials. The method involved making briquettes from coffee grounds and cocopeat powder with percentage ratios of 80%+20%, 60%+40%, 40%+60%, also 20%+80% using tapioca flour as a binder. The pressing was done at 50 kgf/cm², with carbonization of coffee grounds and cocopeat powder at 180°C for 60 minutes. Based on the testing results, the best variation was 60% coffee grounds and 40% cocopeat powder with a calorific value of 5196.25 cal/g, moisture content of 9.62%, ash content of 8.11%, carbon content of 50.2%, volatile matter of 67.4%, and a burning rate of 0.1978 grams/minute.
PERUBAHAN DIAMETER KAWAT TEMBAGA PADA KINERJA ENERGI LISTRIK GENERATOR TURBIN ANGIN Kolala, Putra Andi; Afisna, Lathifa Putri; Syaukani, Muhammad; Syah, Muhammad Aksel; Siregar, Ilham Ramadhan; Anugrah, Galang
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v6i1.1714

Abstract

Generator merupakan komponen penting dalam sistem tenaga listrik yang mengubah energi mekanik dari putaran turbin menjadi energi listrik. Pada penelitian ini, turbin digerakkan oleh angin yang dihasilkan di salah satu puncak gedung di Institut Teknologi Sumatera. Generator dirancang dengan tiga variasi diameter kawat tembaga dalam lilitannya, yaitu 0,15 mm, 0,75 mm, dan 1 mm, untuk mengevaluasi efisiensi daya listrik yang dihasilkan pada putaran rotor rendah. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kawat tembaga dengan diameter 0,15 mm menghasilkan tegangan tertinggi sebesar 744 V, arus 29,6 A, dan daya 22.022,4 W pada putaran rotor yang tertinggi 1500 RPM . Diameter 0,75 mm menghasilkan tegangan 125 V, arus 4,8 A, dan daya 600 W, sedangkan diameter 1 mm menghasilkan tegangan 92 V, arus 3,4 A, dan daya 312,8 W. Dengan demikian, daya tertinggi dihasilkan oleh kawat berdiameter 0,15 mm, menunjukkan bahwa diameter kawat berpengaruh signifikan terhadap output daya generator turbin angin.
PERBANDINGAN KUALITAS BRIKET CANGKANG KAKAO DAN LIMBAH PLASTIK SELULOSA ASETAT Alfian, Devia Gahana Cindi; Hidayatullah, M Taufik; Muhyi, Abdul; Syaukani, Muhammad; Afisna, Lathifa Putri; Silitonga, Dicky Januarizky; Kolala, Putra Andi
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v6i1.1948

Abstract

Pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi alternatif merupakan solusi potensial dalam mendukung keberlanjutan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik briket berbahan dasar kulit kakao yang dipadukan dengan selulosa asetat dalam tiga variasi komposisi (%), yaitu A (95:5), B (93:7), dan C (90:10). Briket diproses menggunakan tekanan sebesar 60 kg/cm² dan dikeringkan pada suhu 100°C selama 4 jam. Pengujian dilakukan untuk menentukan kadar karbon, kadar zat terbang, kadar abu, nilai kalor, serta laju dan durasi pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar karbon tertinggi diperoleh pada variasi A (79,29%), yang mendekati standar SNI 1683-2021 dengan batas minimal 79%. Kadar zat terbang pada semua variasi memenuhi standar, dengan nilai terendah pada variasi A (7,05%), lebih rendah dari batas maksimal SNI, yaitu 10-17%. Namun, kadar abu masih jauh melebihi standar, dengan variasi C memiliki kadar abu tertinggi (20,83%), sedangkan batas maksimal SNI adalah 4%. Dari segi nilai kalor, seluruh variasi belum memenuhi standar SNI yang mensyaratkan minimal 6500 kal/g, dengan nilai tertinggi hanya mencapai 4671,63 kal/g. Laju pembakaran tertinggi terjadi pada variasi C (0,26 g/menit) dengan waktu pembakaran 69 menit, sementara variasi A memiliki laju pembakaran terendah (0,22 g/menit) tetapi dengan durasi terpanjang (81 menit), menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih baik. Secara keseluruhan, briket kulit kakao dengan selulosa asetat memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif, tetapi masih memerlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan nilai kalor dan menurunkan kadar abu agar sesuai dengan standar nasional.
EVALUASI KINERJA GENERATOR AC SEDERHANA SECARA EKSPERIMEN BERDASARKAN VARIASI KECEPATAN PUTARAN DAN DIAMETER KAWAT Syaukani, Muhammad; Syah, Muhammad Aksel; Arirohman, Ilham Dwi; Afisna, Lathifa Putri; Pujiyulianto, Eko
Jurnal Teknologi Terapan Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v11i1.786

Abstract

Small-scale renewable energy use is crucial for supplying the world's electrical needs. Utilizing these renewable energy sources requires a device that can transform mechanical power into electrical power. The purpose of this research is to construct a simple AC generator by converting mechanical power into electricity by varying the copper wire's diameter and rotational speed. The outcomes of the investigation include information on the electrical power, torque, mechanical power, and efficiency of the generator. The technical details of the generator employed are 12 poles, a rotor diameter of 9.25 cm, and a stator diameter of 9 cm. The results of the investigation reveal that the generator with the 0.15 mm variation in copper wire diameter performs better than the generators with the 0.75 mm variation in wire diameter. It can generate 80,6 watts of electric power, 1,231 N.m. of torque, 193,468 watts of mechanical force, and 41.66% of efficiency at a rotational speed of 1500 rpm. The result shows that the generator's performance will vary depending on the diameter of the wire at different rotating speeds.
THE EFFECT OF VARIATIONS IN PVC FOAM CORE THICKNESS ON THE FAILURE ANALYSIS OF BENDING TEST IN SANDWICH COMPOSITE Rodian, Afiko; Paundra, Fajar; Afisna, Lathifa Putri; Nurullah, Fajar Perdana; Pujiyulianto, Eko
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v26i1.6108

Abstract

The composite sandwich core is one of the parts that act as an additional material. Despite the thinner core, it should produce a stiff, strong, and lightweight composite, and the higher the bending strength value obtained. This study aims to observe and analyze the influence of core thickness on bending strength and obtain elastic modulus as well as analyze the results of sandwich composite fracture after bending testing. The materials used are polyester resin, 240 gsm twill carbon fiber and core PVC foam. Variations in core thickness of 2 mm, 3 mm, 5 mm, 8 mm, and 10 mm. The method used is vacuum bagging. The tests carried out are bending tests using the ASTM C393 standard. The bending strength value of sandwich composite was obtained at a core thickness variation of 2 mm, which was 81.34 MPa, while the lowest bending strength value was found in a core thickness variation of 10 mm, which was 13.08 MPa.
STUDI EKSPERIMEN ALAT DESTILASI TENAGA SURYA DI KELURAHAN WAY HUWI Ramadhan, Ahmad Fikri; Afisna, Lathifa Putri; Maharani, Ajeng; Ramadhanty, Nabila; Isak, Rabin; Ningsih, Wulan
Vortex Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.549 KB) | DOI: 10.28989/vortex.v3i2.1260

Abstract

Destilasi merupakan salah satu proses pengolahan air keruh menjadi air bersih. Pada prinsipnya penyulingan merupakan cara sederhana untuk mendapatkan air bersih melalui proses penyulingan air kotor. Dalam proses distilasi, terdapat proses perpindahan panas, penguapan, dan kondensasi. Pada percobaan ini akan membuat alat destilasi air sederhana dengan menggunakan alat dan bahan yang terbuat dari stainless steel, styrofoam 2, aluminium foil, lakban hitam, lakban bening, kaca 28x34 cm. (tebal 3 mm), tipe ganda, gunting, pemotong, penggaris, dan air keruh. Hasil pengujian diperoleh dengan cara mengumpulkan data dengan cara mengkompromikan alat destilasi yang sudah berisi baskom stainless steel berisi air keruh di Desa Way Huwi.Kemudian udara ditempatkan di bawah sinar matahari. Pengambilan data suhu dan volume dilakukan mulai pukul 08.00 s/d 17.00 WIB. Dari data percobaan dapat diketahui bahwa efisiensi alat pada volume 1000 ml adalah 13,2%, pada volume 500 ml memiliki efisiensi 10,8%, dan pada volume 300 ml memiliki efisiensi. sebesar 10,3%. Kemudian ketebalan kaca yang digunakan sebagai penutup juga mempengaruhi efisiensi alat distilasi udara, dan ketebalan kaca yang efisien adalah 3 mm. Untuk mendapatkan data yang baik yang diperlukan sinar matahari yang terik. Semakin panas sinar matahari yang mengenai alat destilasi udara maka semakin cepat proses penguapan dan semakin banyak volume udara suling.Kemudian ketebalan kaca yang digunakan sebagai penutup juga mempengaruhi efisiensi alat distilasi udara, dan ketebalan kaca yang efisien adalah 3 mm. Untuk mendapatkan data yang baik yang diperlukan sinar matahari yang terik. Semakin panas sinar matahari yang mengenai alat destilasi udara maka semakin cepat proses penguapan dan semakin banyak volume udara suling. Kemudian ketebalan kaca yang digunakan sebagai penutup juga mempengaruhi efisiensi alat distilasi udara, dan ketebalan kaca yang efisien adalah 3 mm. Untuk mendapatkan data yang baik yang diperlukan sinar matahari yang terik. Semakin panas sinar matahari yang mengenai alat destilasi udara maka semakin cepat proses penguapan dan semakin banyak volume udara suling. 
EXPERIMENTAL STUDY OF PORTABLE STOVE PERFORMANCE USE SOLAR ENERGY Afisna, Lathifa Putri; Adimas, Fransiskus; Adryansyah, Rizky Sultan
Vortex Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.416 KB) | DOI: 10.28989/vortex.v3i2.1251

Abstract

Alternative energy has begun to develop over time, such as thermal stoves that use solar energy as a heat source for cooking. The solar cooker must be of high quality, affordable, user friendly, lightweight and, stackable. A thermal solar cooker can cook a meal because the plates are heated by the sun's energy. Sunlight enters the pan or thermal solar panel and reflected toward the can or heated object. Then, Sunlight turns into heat energy.Thermal stove performance analysis was carried out starting from 09:00 WIB to 16:00 WIB. The most efficient time to use a thermal stove is 13:00 WIB, it is recorded that 350 ml of water from a temperature of 27℃ reaches a temperature of 83℃ with a heating duration of 55 minutes. One of the conclusion of this  study is the time of heating  influenced by weather temperature. Last, to shorten the time, then we must use  the shape of sun catcher like a parabola.
A COMPARISON OF HYDROGEN PRODUCTION BY ELECTROLYSIS METHOD USING WATER ELECTROLYTE WITH STAINLESS STEEL AND COPPER ELECTRODES Afisna, Lathifa Putri; Kolala, Putra Andi; Meha, Gabriel; Pasaribu, Frans Winner; Sindhu, I Gede Pande Naraya
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v9i1.73126

Abstract

This experiment focuses on the production of hydrogen gas (H2) using the electrolysis method. The electrolysis method converts water (H2O) into the combustible compound H2 and O2, which aids in the combustion process. Hydrogen gas (H2) is an important renewable energy source. Therefore, research is needed to explore and optimize alternative and renewable energy sources, one of which is hydrogen gas. The objective of this experiment was to find the optimal variation between stainless steel and copper in producing the highest hydrogen gas pressure. In this experiment, a power source of 12 V 20 A was used, along with a salt solution of 1500 mL with a concentration of 0.167 gr/mL. Two different types of cathodes were used, stainless steel and copper. The experiment involved variations in the number of plates, namely 3, 5, and 7, and testing durations of 5, 10, and 15 minutes. The test results indicated that the hydrogen gas pressure increased with the increasing number of plates and electrolysis time. The highest pressure was achieved using copper plates with 7 plates and an electrolysis time of 15 minutes. Under these conditions, the hydrogen gas pressure reached 439.677 Pa 
Pengolahan Limbah Pelepah Pisang Terfermentasi Sebagai Alternatif Pakan Konsentrat Ternak Sapi Di Sanjaya Farm Afriansyah, Aidil; Mufidah, Zunanik; Sabar; Afisna, Lathifa Putri; Paundra, Fajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 1 No. 3 (2023): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v1i3.37

Abstract

Sanjaya Farm bergerak pada bidang peternakan sapi potong. Mulia farm terletak di Jl. Pulau Singkep Sukabumi, Bandar Lampung yang berjarak ± 7.3 Km dari Institut Teknologi Sumatera. Sanjaya Farm memiliki 20-30 sapi potong. Kendala yang dimiliki adalah dengan rantai pasok kebutuhan pakan yang masih dirasa kurang optimal. Sejauh ini pakan ternak pada mitra masih menggunakan singkong dan cocopeat, Kebutuhan rata rata pakan konsentrat perhari adalah 60-120 kg/hari. Sehingga dalam program ini kami menawarkan untuk memanfaatkan limbah pelepah pisang terfermentasi sebagai alternatif pakan konsentrat ternak sapi. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dengan memanfaatkan limbah pelepah pisang dapat dijadikan sebagai alternatif pakan konsentrat ternak sapi menjadi sumber pakan bernutrisi tinggi, Kegiatan telah diaksanakan di lokasi mitra, pelaksanaan kegiatan minimal dua kali hingga pendampingan. Hasil kegiatan diikuti oleh 16 peserta pengabdian masyarakat menunjukkan hasil dimana dari 5 pertanyaan. 14 orang sudah memahami limbah pelepah pisang terfermentasi sebagai alternatif pakan dan manfaat pakan konsentrat bagi kesehatan ternak. Hasil ini menunjukkan peningkatan sebesar 75% dari hasil pretest.
Adsorbent-based biogas quality analysis through purification process Afisna, Lathifa Putri; Verdia, V Daniel; Syaukani, Muhammad; Saputra, Aprizal
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 5 No 3 (2022): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v5i3.27623

Abstract

Biogas is a raw material utilized to produced biogas. Biogas is renewable energy source produced by the anaerobic activity of organic matter through the fermentation process. Quality of biogas is determined by its main composition, such as methane (CH4). In addition, the composition of biogas also contains impurities such as unburnt carbon dioxide (CO2) so that it reduces the heating value, hydrogen sulfide (H2S) and water vapor (H2O) which are corrosive as well as Nitrogen (N2). Adsorption method on the impurity compositions can be used to improve biogas quality. This research used a column purifier containing four adsorbents in the form of calcium hydroxide Ca(OH)2, iron gram (Fe2(O3)), zeolite and activated carbon with three volume variations 600 cm3, 900 cm3 and 1200 cm3. The results of biogas testing using gas chromatography showed that the best quality obtained from the 1200 cm3 volume of adsorbent. Methane content was increased up to 17.985% and the impurity gases were decreased, such as carbon dioxide in as much as 18.15%, hydrogen sulfide and water vapor in as much as 0.182%. The heat produced by unpurified biogas was 1518.312 kJ/m3 and the highest heating value after purification was 2108.22 kJ/m3. The biogas combustion resulted in a dominant blue flame color.The most optimum effectiveness of the technology resulted in an increase of the methane content up to 64.275%. Based on this research, the utilization of column purifier with the adsorption method was able to improve the quality of biogas
Co-Authors Achmad Gus Fahmi Adi Prayoga Adimas, Fransiskus Adryansyah, Rizky Sultan Afriansyah, Aidil Ahmadien, Ichwan Kurnia Aji Suwito Akasah, Ahmad Alfian, Devia G.C. Anugrah, Galang Arirohman, Ilham Dwi Azriel Windiarto Cindi Alfian, Devia Gahana Deendarlianto Devia Gahana Cindi Alfian Devia Gahana Cindi Alvian Dicky Aufa Mahesha Dicky J. Silitonga Dicky Januarizky Silitonga Eko Pujiyulianto Fadillah Ramadhani Farid Jayadi Faturrizky Rakha Yudanta Fellando Martino Nugroho Fitrah Qalbina Fransisco Dino Permadi Gilang Handi Wibowo Gita Johannes Saragih Goklas Miracle Siahaan Guguk, Kardo Raja Harianja, Martua Jaya Harmiansyah Heni Pornawati Hidayatullah, M Taufik Indarto Indarto Irfan Dafa Denara Isak, Rabin Jayadi, Farid Jhonatan Jufrianto Sitorus Kardiansyah Krisna Pratama Wibisono M.Riyan Kaspari Maharani, Ajeng Meha, Gabriel Mufidah, Zunanik Muhammad Firmansyah Suherman Muhammad Lasin Muhammad Syaukani Muhyi, Abdul Ningsih, Wulan Nurullah, Fajar Perdana Oktavirnanda Oktavirnanda P Pasaribu, Frans Winner Pathur Razi Ansyah Paundra, Fajar Prahmana, Rico Aditia Prasetya, Theodorus Rendy Pratama, Muhammad Hasbi Pujiyulianto, Eko Putra Andi Kolala Rahadi, Bagas Nugroho Jati Ramadhan, Ahmad Fikri Ramadhanty, Nabila Riayatsyah, Teuku Meurah Indra Rico Aditia Prahmana Rizky Faesal Sadikin Rodian, Afiko Rori Zarhimsyah Ruly Davisca Pratama Rustam Efendi Ruzaki Fatra Jaya SABAR Sadikin, Rizky Faesal Santoso, Yopi Rusdian Saputra, Aprizal Saragih, Gita Johannes Selamet Riski Amiludin Shintha Sarmila A.S Yahya Silitonga, Dicky Januarizky Sindhu, I Gede Pande Naraya Siregar, Ilham Ramadhan Sugatra Dwi Atmaja Syah, Muhammad Aksel Teuku Meurah Indra Riayatsyah Theodorus Rendy Prasetya Verdia, V Daniel Vicky F Sanjaya Wibawa Endra Juwana Wibawa Endra Juwana WR Supratman Yopi Rusdian Santoso