Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edukasi Gizi bagi Orangtua dan Anak Usia Sekolah di Taman Baca Sahabat Lentera Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia; Rizkiyah, Diamarella; Razi, Dimas Khairul; Sabililhaq, Muhammad Adnan; Anggraeni, Rizkia Dewi Putri
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3254

Abstract

Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional. Lingkup terkecil dalam pembangunan kesehatan adalah keluarga. Keluarga yang memiliki kesadaran, kemauan, serta kemampuan berperilaku hidup sehat akan dapat mencapai kondisi kesehatan yang optimal, baik jasmani, rohani, maupun sosial. Taman Baca Sahabat Lentera (TBSL) merupakan salah satu wadah dalam melakukan berbagai kegiatan, diantaranya berlatih mendongeng, membaca buku, dan sharing. Namun sayangnya, belum ada kegiatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan gizi sehingga anak-anak masih memiliki kebiasaan jajan yang tidak sehat serta tidak suka mengonsumsi buah dan sayur. Salah satu solusi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah edukasi gizi bagi orangtua dan pengenalan konsep gizi seimbang bagi anak dengan media komik “Pahlawan Gizi Seimbang”. Hasil analisis statistik menggunakan uji paired samples t-test menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari edukasi gizi terhadap pengetahuan gizi orangtua (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi gizi yang dilakukan cukup berhasil untuk meningkatkan pengetahuan gizi. Secara keseluruhan anak yang terlibat dalam kegiatan edukasi gizi juga mampu menceritakan dengan baik dan benar isi dari komik “Pahlawan Gizi Seimbang”. Pengenalan konsep yang sudah diberikan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan anak terkait gizi seimbang, dan kemudian dapat tercermin dari sikap mereka di kemudian hari dalam pemilihan makanan sehari-hari.Kata kunci: Edukasi gizi, Taman Baca, Komik, Gizi seimbang
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Program Terintegrasi “Beli Lanting: Bersama Lingkungan Lawan Stunting” di Desa Ciledug, Kabupaten Bekasi Adhanuraina, Annisa; Kamilah, Dhiya Zahra; Komala, Euis Ratna; Sabrina, Putri Nur; Masnun, Siti Fatimah; Rahmawati, Lusi Anindia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2483

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Desa Ciledug termasuk area dengan lokus stunting, yaitu masih terdapat 8 orang balita stunting. Hal ini dikarenakan salah satunya akibat pola asuh yang kurang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan dan remaja serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terkait peningkatan pola asuh anak di tingkat desa untuk memutus rantai stunting di Desa Ciledug. Metode pendekatan yang dilakukan adalah Training of Trainer (TOT) yaitu memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting kepada kader untuk selanjutnya disebarluaskan kepada ibu hamil dan calon pengantin. Penilaian keberhasilan program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Intervensi pendidikan gizi dilaksanakan dengan menggunakan poster "Stunting" dan leaflet "Gizi Calon Pengantin (Gizi Catin)". Analisis data dengan menggunakan uji paired T-Test. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan gizi sasaran sebelum (pre) dan sesudah (post), yaitu sasaran yang memiliki gizi baik meningkat dari yang sebelumnya 14 orang menjadi 15 orang. Berdasarkan hasil uji Paired T-Test, rerata pengetahuan gizi, diketahui bahwa nilai p adalah sebesar 0,001(p< 0,05). Terdapat pengaruh dari pendidikan gizi melalui Program "Beli Lanting" terhadap pengetahuan kader posyandu, ibu hamil (bumil), dan calon pengantin (catin).Kata kunci: Stunting, Calon Pengantin, Edukasi Gizi, Gizi Seimbang
The Influence of Emo Demo on Mother’s Knowledge and Attitudes in Providing Infant Feeding Kirana Ayu Palupi; Irawan, Andi Muh Asrul; Yusuf, Andi Mukramin; Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v3i2.259

Abstract

Children under two years old are a critical period in child development, characterized by rapid growth and development. One nutritional issue, stunting, can arise from inappropriate feeding practices and leads to impaired brain development, intelligence, physical growth, and metabolic function. To address this, we implemented Emotional Demonstration education on baby and child feeding schedules for young mothers. This study aimed to analyze the impact of Emotional Demonstration education on mothers’ knowledge and attitudes regarding toddler feeding practices at Dahlia Posyandu, Pabuaran Village, Bogor Regency. A Pre-Experimental One Group Pre-Test Post-Test design was employed involving 32 young women from the Bojonggede Community Health Center. Data were collected through pre-test and post-test questionnaires, analyzed using the Wilcoxon test. Results indicate a significant improvement in mothers’ knowledge following Emotional Demonstration education. However, no significant change was observed in their attitudes. In conclusion, Emotional Demonstration education effectively enhances maternal knowledge about baby and child feeding schedules but does not influence their attitudes
Pengaruh Edukasi Gizi Media Video terkait Kekurangan Energi Kronis (KEK) terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri: The Influence of Video Media Nutrition Education on Chronic Energy Deficiency (CED) on the Knowledge and Attitudes of Adolescent Girls Isnaini, Rafa; Andi Mukramin Yusuf; Umami, Zakia; Irawan, Andi Muh Asrul; Rahmawati, Lusi Anindia
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 5 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v5i1.3997

Abstract

Background: CED generally occurs in Women of Childbearing Age (WCA), especially adolescent girls who are in the preconception period. The prevalence of CED in WCA in the age range of 15-19 years is included in the high category, this is a problem because it will have an impact on children's health and nutrition problems in the future. Purpose: This study aims to analyze the effect of nutrition education related to CED on adolescent preconception through video media on the knowledge and attitudes of adolescent girls at SMAN 92 Jakarta. Methods: This study used a Quasi Experiment Two Group Pre-Post Test research design. This study was conducted in June 2024 with a sample of 74 people. Primary data were obtained from questionnaires from respondent interviews. The sampling technique used purposive sampling with data analysis using the Wilcoxon statistical test. Results: The results showed that there was an increase in knowledge score of 20,41 in the intervention group and 12,97 in the control group. Providing nutrition education using video media provides an increase in knowledge. And there was an increase in attitude scores of 6,79 in the intervention group and 7,48 in the control group. Providing nutrition education using video media provides changes in improving attitudes. Conclusion: Providing education using video media is more effective in improving the knowledge of adolescent girls when compared to Powerpoint. However, in the attitude category, both media, namely video and Powerpoint, are equally effective in changing the attitudes of adolescent girls. In the future, it is hoped that video media can be utilized properly as an alternative option for nutrition education media.
Formulasi Sosis Ikan Tuna dan Hati Ayam sebagai Pangan Alternatif Pencegahan Stunting dan Anemia pada Balita Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia; Komalasari, Ema; Rinaldy, Nadya; Iskandar, Suhayhoa Jaceyntha Sarah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v10i1.3287

Abstract

 Stunting is a chronic nutritional deficiency issue that can lead to growth and development disorders in children. Children suffering from stunting are also likely to have significantly lower hemoglobin levels. This study aims to analyze the effect of adding tuna fish and chicken liver on the nutrient content of sausage food products and to assess the acceptance of the sausages among semi-trained panelists at Al-Azhar University Indonesia. The research was conducted using an experimental method with 33 panelists, employing a Completely Randomized Design (CRD) with three treatment levels. The results of the hedonic sensory analysis and hedonic quality were analyzed using One-Way ANOVA. The hedonic test results showed significant differences (p<0.05) in all parameters: taste, texture, aftertaste and overall acceptance. The hedonic quality test also indicated significant differences (p<0.05) in the same parameters. The selected formula based on the MPE test was formula F1, consisting of 35% chicken liver and 65% tuna fish. Nutritional analysis of formula F1 revealed energy content of 155 kcal, protein 12.5 g, total fat 2.6 g, total carbohydrates 20.4 g, moisture content 62.6%, ash content 1.9%, and iron content 3.5 mg. The F1 sausage formula can be considered a high-iron and high-protein food for toddlers aged 1 to 3 years.Keywords – Chicken Liver, High Protein, Sausage, Stunting, Tuna Fish.
Edukasi Gizi Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Terkait Obesitas Anak Usia Sekolah di Panti Asuhan Al-Andalusia Rahmawati, Lusi Anindia; Putri, Adelia Nadia; Devanka, Nadya Auliyaa; Patricia, Wulandari; Aulia, Rifdah Putri; Iskandar, S Jaceyntha Sarah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3139

Abstract

Obesitas dan berat badan berlebih merupakan akibat dari penumpukan lemak dalam tubuh yang berlebihan. Berdasarkan data SSGI tahun 2022, prevalensi obesitas dan berat badan berlebih pada anak berusia 5-12 tahun adalah 10,8% memiliki berat badan berlebih dan 9,2% obesitas. Hal ini berarti berarti 2 dari 10 anak berusia 5-12 tahun memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk pemberian edukasi gizi terkait obesitas pada anak usia sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap anak usia sekolah di Panti Asuhan Al-Andalusia sebagai upaya pencegahan obesitas. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 30 siswa dan siswi aktif yang berusia antara 6-16 tahun. Pengetahuan dan sikap terkait obesitas pada peserta diukur menggunakan kuesioner. Metode yang digunakan merupakan kombinasi antara ceramah, tanya jawab, dan focused group discussion (FGD) yang dilakukan secara bergantian dengan menggunakan media PowerPoint dan Nutricard obesitas. Kegiatan yang dilakukan menghasilkan peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi (p<0,05). Terdapat pula peningkatan sikap positif dari 63,3% menjadi 73,3%, tetapi perubahan ini tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Beberapa faktor yang menyebabkan hasil sikap tidak signifikan antara lain adalah durasi pemberian edukasi gizi yang pendek dan kurangnya perhatian dan fokus anak-anak terhadap materi yang diberikan.Kata kunci: Edukasi gizi, Obesitas, Pengetahuan, Sikap.
Pendidikan Gizi Menggunakan Emotion-Demonstration pada Ibu Hamil di Puskesmas Kelurahan Pondok Bambu 2 Jakarta Timur Shafara, Adinda; Nadia, Assyifatun; Rahmawati, Meidhina; Alatas, Fatimah Zahra; Rahmawati, Lusi Anindia; Juwita, Rosa
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3140

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan serius yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan janin. Meskipun program Tablet Tambah Darah (TTD) telah dilaksanakan, prevalensi anemia di Indonesia tetap tinggi. Program pendidikan gizi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku ibu hamil terkait asupan gizi, khususnya zat besi, melalui pendekatan Emotional Demonstration (Emo-Demo) yang diimplementasikan pada 30 ibu hamil di Puskesmas Kelurahan Pondok Bambu 2, Jakarta Timur. Ibu hamil di daerah ini mengalami keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya kesadaran kesehatan, yang menjadi penghalang. Metode yang digunakan mencakup ceramah, tanya jawab, dan Emo-Demo, dengan evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan dan sikap ibu hamil; pada pre-test, hanya 16,7% responden yang memiliki pengetahuan baik, sementara setelah post-test, 100% responden berada dalam kategori baik, dan sikap positif meningkat dari 90% menjadi 100%. Hasil ini menunjukkan efektivitas pendekatan Emo-Demo dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan zat besi. Dengan demikian, program pendidikan ini tidak hanya berkontribusi pada pengetahuan gizi ibu hamil, tetapi juga berpotensi menurunkan prevalensi anemia, menjadikannya model yang relevan untuk diterapkan dalam program kesehatan di masa mendatang.Kata Kunci: Anemia Kehamilan, Edukasi Gizi, Emo demo, Pengetahuan Sikap Gizi
Pendidikan Gizi Menggunakan Permainan Ular Tangga Anemia pada Remaja di Surau Duta Munzalan Jakarta Selatan Yusuf, Nadya Salsabila; Untari, Puteri; Lubis, Syakira Kiyasa; Putri, Intan Melinda; Firdausiyah, Afranissa; Rahmawati, Lusi Anindia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3142

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan umum yang memengaruhi jutaan anak dan remaja di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dampaknya pada remaja sangat signifikan, memengaruhi konsentrasi, perkembangan fisik, dan stamina. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang anemia melalui pendidikan gizi menggunakan permainan ular tangga di Surau Duta Munzalan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini melibatkan 31 remaja dengan metode ceramah dan permainan edukatif. Permainan ini dirancang untuk menyampaikan informasi penting tentang anemia secara interaktif dan menyenangkan, sehingga peserta dapat belajar dengan cara yang lebih menarik dan efektif, serta lebih mudah mengingat dan memahami informasi yang disampaikan terkait gejala, penyebab, dan pencegahan anemia melalui pola makan yang sehat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan remaja di Surau Duta Munzalan meningkat dengan 22,6% memiliki pengetahuan baik dan 48,4% memiliki pengetahuan cukup. Hasil setelah kegiatan abdimas juga menunjukkan peningkatan dalam sikap remaja terhadap anemia sebesar 6,5%.Kata Kunci: Anemia, Pendidikan Gizi, Permainan Ular Tangga, Remaja
Pemberdayaan Kader Posyandu Cempaka melalui Program Ekonomi Kreatif untuk Menunjang Kualitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia; Yusuf, Andi Mukramin; Firdausiyah, Afranissa; Noorfajaraina, Aisya; Darmawan, Azzahra Putri; Aryani, Nurlita; Hidayah, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3510

Abstract

Abstrak Kurangnya alokasi dana di Posyandu Cempaka, Kelurahan Pabuaran, masih menjadi kendala yang belum terselesaikan, khususnya untuk mendukung Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Masalah ini mengakibatkan PMT yang disediakan bagi anak-anak kurang bervariasi, baik dari segi jenis makanan serta kandungannya, meskipun variasi makanan bergizi sangat penting untuk mereka. Program ini dirancang sebagai alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan tujuan agar dapat meningkatkan keterampilan kader posyandu dan kemandirian ekonomi posyandu serta memperbaiki kualitas dan variasi PMT yang diberikan, sehingga anak-anak dapat menerima asupan makanan yang lebih bergizi. Program ini dilaksanakan dengan sasaran yaitu 5 Kader Posyandu Cempaka, Kelurahan Pabuaran. Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada saat pelaksanaan meliputi pembuatan yogurt, pendampingan proses produksi, pelatihan manajemen usaha, pelatihan menentukan harga pokok penjualan (HPP), serta pembukuan sederhana. Tahap pemantauan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pemantauan dua kali saat produksi pembuatan yogurt dan satu kali saat penjualan. Hasil kegiatan ini meningkatkan keterampilan kader secara mandiri membuat yogurt tanpa bantuan fasilitator, menghitung harga pokok penjualan, dan menggunakan label kemasan. Berdasarkan hasil monitoring, yogurt tidak diminati oleh konsumen sehingga kader Posyandu Cempaka memilih untuk tidak melanjutkan produksi yogurt.Kata kunci: Ekonomi Kreatif, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Posyandu.
Pendidikan Gizi bagi Ibu Baduta melalui Kipas MPASI di Posyandu Gandaria Utara 1 dan Petogogan Noorfajaraina, Aisya; Darmawan, Azzahra Putri; Aryani, Nurlita; Hidayah, Nurul; Putri, Saskirani Ichsania; Rahmawati, Lusi Anindia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3172

Abstract

Pemberian edukasi gizi pada masyarakat bertujuan untuk mengurangi masalah gizi yang dikaitkan dengan pengetahuan dan sikap yang ada pada seseorang. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta masih terbilang cukup tinggi yaitu sebesar 17,6%. Hal tersebut dikarenakan masih banyak ibu yang belum memahami konsep MPASI yang benar, baik dari segi kandungan gizi, cara penyajian, maupun frekuensi pemberian. Dengan adanya pemberian edukasi gizi pada ibu baduta ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam memenuhi kebutuhan zat gizi seimbang pada baduta guna mencegah terjadinya stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian MPASI yang tepat dan sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi mengenai MPASI. Perhitungan jumlah sampel pada pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan Rumus Slovin dan didapatkan sampel sebanyak 30 responden. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pendidikan gizi pada pengetahuan ibu baduta sebesar 86,7% (P<0,05) dan terdapat peningkatan pendidikan gizi pada sikap ibu baduta sebesar 8,5% (P<0,05) di Posyandu Gandaria Utara 1 dan Petogogan.Kata kunci: Edukasi Gizi, Pengetahuan, Sikap