Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI METODE EKSPERIENTAL DENGAN PERMAINAN TRADISIONAL Diah Andika Sari
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018): Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.2.2.55-62

Abstract

Perilaku Prososial anak usia 4-5 tahun meliputi (1)Antusiasme dalam melakukan permainan bersama teman, seperti: keikutsertaan untuk bermain, menyapa teman, (2)Menaati peraturan, seperti: antri, sabar, (3) Menghargai orang lain,seperti: tenggang rasa, mau bekerja sama, (4) Menunjukkan empati, seperti: menunjukkan kepedulian, menolong, berbagi. Anak-anak di kelas TK A TK Aisyiah Busthanul Athfal 12, Pamulang, Tangerang Selatan pada umumnya baru pertama kalinya masuk sekolah dan sebelumnya tidak mengikuti kelompok bermain. Sehingga berkumpul bersama teman-teman disekolah setiap hari merupakan pengalaman pertama mereka. Terlihat mereka masih sulit untuk berinteraksi sesama teman. Saling berebutan, ngambek, dan berantam adalah pemandangan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Perilaku Prososial anak usia 4-5 tahun dikelas tersebut, melalui metode eksperiental dengan menggunakan permainan tradisional. Metode eksperiental adalah metode yang menggunakan pengalaman sebagai media pembelajaran. Pengalaman pada penelitian ini adalah penglaman bermain permainan tradisional. Dimana permainan tradisional banyak melibatkan komunikasi, kerjasama dan empati dalam melakukannya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan Perilaku Prososialanak usia 4-5 tahun awalnya (pra siklus) hanya mencapai 1,2 pada skala 4 (31%), yang artinya masih berada pada taraf belum berkembang, meningkat menjadi 1,7 (43%) pada siklus 1. Walau memang bukan perkembangan yang tinggi, dan akhirnya meningkat menjadi 2,5 (61%) pada siklus 2. Skala 2,5 pada skala 4 bearti sudah berada pada tahap mulai berkembang (MB) dan berkembang sesuia Harapan (BSH). Peningkatan yang didapat memang sedikit, karena Perilaku Prososialmerupakan suatu proses sikap yang harus terus dijaga dan membutuhkan waktu. Sehingga dapat disimpukan bahwa keterampilan social anak usia 4-5 tahun dapat ditingkatkan melalui metode eksperiental dengan permainan tradisional di kelompok A, di TK Aisyiah Busthanul Athfal 12 Pamulang, Tangerang Selatan. Dan untuk terus meningkatkan keterampilan sosial anak, diharapkan metode eksperiental ini dapat dilakukan secara kontinu pada anak-anak.
Evaluasi Seminar Nasional Online, Program Bermain Bersama Anak Selama Masa Pandemi Covid 19 Diah Andika Sari Jasmidalis; Tiara Astari; Ika Yulianingsih; Nova Nur Cahyanti; Siti Sarah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v1i1.7

Abstract

ABSTRAK. Tidak ada yang menduga dan siap menghadapi pandemi covid-19. Sejak diberlakukannya  pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah pada 16 Maret 2020,  semua kegiatan belajar, bekerja dan beribadah dilakukan dirumah saja. Para ibu bekerja harus bekerja sekaligus mengajar anaknya selama dirumah saja. Ibu berfungsi ganda menjadi ibu guru bagi anaknya dirumah. Seminar on line ini diadakan untuk  memberikan panduan kepada para ibu, untuk melakukan kegiatan bermain bersama anaknya selama dirumah saja. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengevaluasi apakah seminar tentang Program bermain bersama anak selama dirumah saja  berdampak positif terhadap  peserta dan juga lembaga penyelenggara. Metoda evaluasi yang digunakan adalah  metode penelitian evaluasi dari Kickpatrick. Ada 4 level metode evaluasi Kirckpatrick, yaitu level 1. reaksi, level 2. Belajar, level 3 perilaku, dan level 4 dampak. Penelitian  evaluasi hasil  penyelenggaraan seminar nasional secara on line ini dilakukan pada  level 1 dan level 2.  Dari hasil penelitian  didapatkan bahwa reaksi peserta terhadap pelaksanaan seminar on line tentang program bermain bersama anak selama masa pandemi covid-19 ini sangat positif.  Sedangkan  pada level 2, dari hasil  perbandingan pre test dan post test  terhadap materi  seminar didapatkan peningkatan pengetahuan para peserta  tentang  bermain bersama anak dirumah.  
Peningkatan Kemampuan Shalat Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Film Animasi Dodo Syamil Sriyanti Rahmatunnisa; Diah Andika Sari; Sri Nurhayati
Southeast Asian Journal of Islamic Education Vol 3 No 1 (2020): Southeast Asian Journal of Islamic Education, December 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.286 KB) | DOI: 10.21093/sajie.v3i1.2914

Abstract

Mengajak anak untuk bisa tenang melakukan shalat tidak terlalu mudah. Mereka berlari-larian, bercanda dan tidak bisa diam saat diajak untuk melakukannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak dalam melakukan kegiatan ibadah shalat dengan benar melalui film animasi Dodo Syamil. Penelitian ini menggunalan metode penelitian tindakan kelas. Dilakukan pada kelas B, di RA Al-Muhajirin, Koja, Jakarta Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan shalat anak yang pada awalnya memiliki rata-rata skor kemampuan shalat sebesar 44,75. Setelah diberikan tindakan dengan kegiatan menonton film animasi Dodo Syamil, terlihat mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada siklus 1 diperoleh skor rata-rata kemampuan shalat anak sebesar 78,57. Meningkat pada siklus 2 skor rata-rata kemampuan shalat anak menjadi 97,06. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media film Dodo Syamil dapat meningkatkan kemampuan shalat anak usia 5-6 tahun di RA Al-Muhajirin, Koja, Jakarta Utara.
Batik Dalam Literasi Budaya dan Perkembangan Anak Anita Damayanti; Diah Andika Sari; Sriyanti Rahmatunnisa; Sri Rahayani
Perspektif Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i3.535

Abstract

Abstrak Merawat dan menjaga warisan budaya bangsa melalui pendidikan pusaka (heritage education) merupakan salah satu pilar membangun karakter dan sarana stimulasi semua aspek perkembangan anak secara optimal. Pengembangan literasi budaya pada anak dilakukan melalui rancangan atau program pembelajaran membatik kedalam sub-sub tema yang dikemas dalam suasana bermain yang menarik dan menyenangkan. Di samping itu, pendidik dilatih kemampuan menganalisis potensi lingkungan di luar sekolah untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar anak dengan melakukan kunjungan ke museum. Khusus untuk pelestarian batik, museum teksil memfasilitasi masyarakat umum dan peserta didik untuk belajar melalui pengenalan tumbuhan pewarnaan alam dan praktek belajar membuat kain batik dengan teknik yang disesuaikan usia perkembangannya. Dengan demikian, museum tekstil adalah tempat tepat yang dapat dikunjungi untuk mendukung program literasi budaya anak sebagai salah satu rangkaian proses upaya menumbuh kembangkan semua potensi yang ada pada anak. Abstract Caring for and safeguarding the nation's cultural heritage through heritage education is one of the pillars of building character and a means of stimulating all aspects of child development optimally. The development of cultural literacy in children is carried out through designs or learning programs to make batik into sub-themes which are packaged in an interesting and fun playing atmosphere. In addition, educators are trained in the ability to analyze the potential of the environment outside of school to be used as a source of children's learning by visiting museums. Specifically for the preservation of batik, the textile museum facilitates the general public and students to learn through the introduction of natural coloring plants and the practice of learning to make batik cloth with techniques that are age-appropriate for their development. Thus, the textile museum is the right place to visit to support the children's cultural literacy program as a series of efforts to develop all the potential that exists in children.
Edukasi Gadget Ramah Anak Usia Dini bagi Orang Tua Diah Andika Sari Jasmidalis; Oktaviana Purnamasari; Luthfia Zulhaini
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i1.149

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua tentang penggunaan gadget yang ramah anak. Pengabdian masyarakat ini menggunakan model ADDIE dari Dick and Carry, yang terdiri dari  Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Tahap analisa kondisi pengetahuan orangtua tentang penggunaan gadget gadget yang ramah anak kepada orangtua yang mempunyai anak usia 5-6 tahun. Tahap perancangan dirancang materi pelatihan berupa materi pengetahuan gadget yang ramah anak, sesuai dengan kebutuhan, dan kondisi demografi. Tahap Development mengembangkan materi pelatihan, berupa praktek penggunaan gadget yang ramah anak sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dari orangtua, serta angket untuk mengukur validitas dan respon subjek penelitian. Tahap implementasi adalah tahap pelatihan penggunaan modul yang terdiri dari 47 orang peserta. Tahap evaluasi, dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan evaluasi didapatkan bahwa peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan setelah mendapatkan pelatihan sebesar 33% dari nilai rata-rata Pre test 47,1 mejadi 70,3 pada saat post tes. Sedangkan pada prakteknya, peserta mampu untuk memilih dan menggunakan aplikasi gadget yang ramah anak usia dini. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan model Addie ini sesuai digunakan untuk pemberian pengetahuan pada kegiatan masyarakat.
PERMAINAN TRADISIONAL BATU TUJUH UNTUK PENINGKATAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Diah Andika Sari; Siti Hawa
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.7.2.183-190

Abstract

Tujuan penelitian adlaah untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Al-Manshuriyyah Kalideres Jakarta Barat melalui permainan tradisional batu tujuh. Siswa berjumlah 10 orang, terdiri dari 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), model Kemis Taggart. Pada observasi awal dikelas terlihat perkembangan motorik kasar anak yang belum berkembang dengan optimal. Masih banyak anak-anak yang belum mampu melakukan gerakan melompat, berlari secara terkoordinasi, melempar benda secara terarah, menangkap benda dengan tepat, juga bergerak menghidari bola. Permainan Batu tujuh adalah permainan tradisional seperti bowling yang dilakukan secara berkelompok. Terdiri dari 2 kelompok, yaitu kelompok pemain dan kelompok penunggu. Bola dibuat dari gumpalan kertas yang dibuat menjadi bulat, dibungkus dengan plastic agar tidak keras jika mengenai anak,Sedangkan pin dibuat dari susunan ranting, ataupun ranting yang disusun seperti piramida. Dilakukan dengan berlari, melempar bola, juga menghindari bola. Dari hasil pra siklus didapatkan kemampuan motorik kasar anak berada pada tahap skala penilaian 2.2, jika dipersentasekan 54,4%, atau baru mulai berkembang. Setelah dilakukan tindakan permainan batu tujuh sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus dilakukan 4 kali tindakan, didapatkan peningkatan kemampuan motorik kasar anak menjadi 2.7 pada skala penilaian 4, atau menjadi 68,1% secara persentase pada siklus 1. Selanjutnya terjadi peningkatan pada siklus 2 menjadi 3,4 skala penilaian 4, atau sebesar 83,8% yang artinya kemampuan motoric kasar anak sudah berkembang sesuai harapan menuju sangat baik dan mandiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional batu tujuh dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun.
Relationship between Preparation and Attitude in 3-4 Year Old Children regarding Newborn Sibling Andika Sari, Diah; Nuryuliani, Eneng; Prapti, Ndaru; Pasco Bayan, Rocelia
Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Islamic Early Childhood Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-athfal.2022.81-01

Abstract

Purpose – The aim of this study was to determine the relationship between the preparation for a newborn sibling and the attitude of children aged 3 to 4 years. This study was carried out in Kemayoran District, Central Jakarta.Design/methods/approach – The method used was a correlational quantitative research method. The sampling method was carried out using the one stage cluster sampling method from 8 sub-districts in Kemayoran District, Central Jakarta, Indonesia. A total of 240 mothers who have children aged 3-4 years with younger siblings were taken as samples. Data collection technique used was a questionnaire.Findings – While the results of the study obtained a Pearson correlation coefficient of 0.589, the results of the t test showed that tcount was 11.235> ttable namely, 1.651. It means there was a significant positive relationship between the preparation for a newborn sibling and the attitude of children aged 3-4 years. The coefficient of determination test results calcuated by SPSS v.22 program obtained R2 of 0.347 or KD of 34.7%. This means that the preparation for a newborn sibling was able to explain 34.7% of the attitude of children aged 3-4 years. Meanwhile, the remaining 65.3% was influenced by other variables which were not included in this study.Research implications/limitations – This study was limited to simple correlational research with one independent variable and one dependent variable. Future studies can explore greater with other related variables. Practical implications – From this study, it can be concluded that there was a significant and positive relationship between the preparation for a newborn sibling with the attitude of early childhood children aged 3-4 years.Originality/value – With careful preparation, parents who prepare for the arrival of a new sibling can form a positive attitude response in children aged 3-4 years. Paper type Research paper
PELATIHAN MODEL LATIHAN TARI PENDIDIKAN BERMUATAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN JAMAK ANAK 5-6 TAHUN Sari, Diah Andika; Rosiyanti, Hastri; Ismah, Ismah; Astika, Tria
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i1.1525

Abstract

Abstract: Local wisdom needs to be introduced from an early age. If children are aware of the richness and beauty of their country's local wisdom, they will like and love them from an early age. In terms of plural intelligence, it is hoped that this creative dance containing local wisdom can be a tool to stimulate children's plural intelligence. This Community Service aims to introduce and train teachers at RA Permata, Ciputat, South Tangerang regarding the Educational Dance Training Model Containing Local Wisdom to Increase the Multiple Intelligences of Children 5-6 Years. This service is part of the researcher's Community Service road map on the theme: Application of learning methods media in AUD traditional dance practice. This research is also a continuation of previous service, namely Methods and media for Dancing Practice for Indonesian Traditional Dances at AUD. The Educational Dance Training Model Containing Local Wisdom can increase the Multiple Intelligences of Children 5-6 Years through training methods using sports methods and creative movement approaches.Keywords: Training; Kindergarten teacher; Practice Model;Dance Education.Abstrak: Kearifan lokal perlu dikenalkan sejak usia dini. Jika anak menyadari kekayaan dan keindahan kearifan lokal negaranya, menyukai dan mencintainya sedari dini. Dari sisi kecerdasan jamak, diharapkan tari kreatif bermuatan kearifan lokal ini dapat menjadi alat untuk menstimulasi kecerdasan jamak anak. Pengabdian Masyarakat  ini bertujuan untuk memperkenalkan, serta melatih guru di RA Permata, Ciputat, Tangerang Selatan mengenai Model Latihan Tari Pendidikan Bermuatan Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Kecerdasan Jamak Anak 5-6 Tahun. Pengabdian ini merupakan bagian dari road map Pengabdian Masyarakat peneliti pada tema: Penerapan Metode media pembelajaran pada latihan tarian tradional AUD. Penelitian ini juga merupakan lanjutan dari pengabdian sebelumnya, yaitu Metode dan media Latihan Menari Tarian Tradisional Indonesia pada AUD. Model Latihan Tari Pendidikan Bermuatan Kearifan Lokal dapat meningkatkan Kecerdasan Jamak Anak 5-6 Tahun melalui metode latihan dengan metode olahraga dan pendekatan gerak kreatif.Kata kunci: Pelatihan; Guru TK; Model Latihan;Tari Pendidikan
Parental Education and Gadget Knowledge: Their Impact on Gadget Use Behavior in Children Aged 5-6 Years Andika Sari, Diah; Damayanti, Anita; Bahfen, Munifah; Zulhaini, Luthfia
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2024.91-15

Abstract

This study investigates the relationship between parental education levels, gadget knowledge, and the gadget use behavior of children aged 5-6 years. Using a quantitative correlational research methodology, data were collected via a structured questionnaire from 168 parents across Indonesia. The questionnaire assessed parental education, knowledge of gadget use, and children's gadget use behavior. Results showed no significant correlation between parents' education levels and children's gadget use behavior. However, a low positive correlation was identified between parents' gadget knowledge and children's gadget use behavior. This suggests that parents with higher gadget knowledge can more effectively manage their children's gadget use. This finding underscores the importance of enhancing parental understanding of digital technology to foster healthier gadget use among young children. Limitations of the study include reliance on self-reported data and a predominantly maternal sample, which may only partially represent the broader population. Additionally, the cross-sectional nature of the study limits the ability to conclude long-term effects. Future research should involve more diverse samples, consider additional variables such as socio-economic status and cultural factors, and employ longitudinal designs to explore the long-term impacts of parental gadget knowledge on children's development. These steps are essential to gain a more comprehensive understanding of the factors influencing children's gadget use behavior and to inform strategies aimed at promoting healthier digital habits among young children.
Hubungan Pengetahuan Penggunaan Gadget Orang tua dengan Perilaku Anak Pengguna Gadget Usia 5-6 Tahun Luthfia, Luthfia Zulhaini; Sari, Diah Andika; Damayanti, Anita; Bahfen , Munifah
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 6 No 1 (2024): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v6i1.2620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gadget orang tua dengan perilaku anak pengguna gadget usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional. Instrumen penelitian menggunakan angket degan aplikasi google form. Teknik pengambilan sampel dengan metode random sampling pada orang tua yang memiliki anak berusia 5 sampai 6 tahun. Jumlah responden yang terkumpul sebanyak 168 orang. Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi diperoleh sebesar 0,051 artinya sampel berdistribusi normal. Hasil nilai linieritas diperoleh sebesar 0,300 artinya sample tersebut linier. Hasil uji korelasi didapatkan sebesar 0.346 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Ini bermakna bahwa hubungan signifikan (0.000 < 0.05). Maka Ho ada hubungan signifikan pengetahuan gadget orang tua dengan perilaku pengguna gadget anak usia 5-6 tahun. Nilai r diperoleh 0,346 dimana nilai ini menunjukkan hubungan yang rendah. Sedangkan hasil determinasi memperoleh jumlah 12%. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan pengetahuan penggunaan gadget orang tua dengan perilaku pengguna gadget anak usia 5-6 tahun sebesar 12%, sedangkan 78% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk kedalam penelitian ini.