Claim Missing Document
Check
Articles

Application of Social Competence (ASCAAL) to improve student learning creativity in the online learning system (SPADA) in the Covid-19 Pandemic Era Siahaan, Mungkap Mangapul; Purba, Rudiarman; Sianturi, Tambos August
Journal of Education Technology Vol. 5 No. 4 (2021): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v5i4.40377

Abstract

Social competence ensures teaching objectives in the SPADA system that knows no boundaries of space and timefor teachers and students. 54% of Indonesian teachers do not have sufficient competence to teach. It has an impact on the lackoflearning objectives that are not achieved optimally. This study aims to investigate the innovation of two groups of studentsin learning English Syntactic Structure. With purposive sampling technique, ASCAAL was measured from the results ofseveral methods in the form of a questionnaire, pretest and posttest given to 45 students. The group is the controlclass and the experimental class that study Syntactic Structure. The experimental class consisted of 25 students, andthe control class consisted of 20 students. One group teaches with SPADA, and the other teaches with social media facilitiessuch as Google Classroom and WhatsApp. The technique used to analyze the data is descriptive qualitative andquantitative analysis. The result of the research is that ASCAAL is proven to be positive in increasing students'creativity. ASCAAL also supports a positive learning management system. The features and menus on SPADA show adeveloping learning creativity system that increases student motivation and value.
SOSALISASI PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN BABAT RUMPUT DI DESA SIBUNTUON KECAMATAN DOLOK PARDAMEAN KABUPATEN SIMALUNGUN Regi Chandela Situmorang; Epanro Natanael Simanjuntak; Gestian Janperdi Sianipar; Pastron Simanjorang; Winfonstein Naibaho; Tambos Sianturi
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 3 No. 5 (2025): Mei
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Service Lecture (KPPM) is an academic activity that aims to implement science and technology to the community through a multidisciplinary-based empowerment program. The KPPM activity carried out in Sibuntuon Village, Dolok Pardamean District, Simalungun Regency, aims to improve community welfare through various programs, such as mutual cooperation, socialization of grass cutting machine maintenance and repair, and making garbage signs. The methods used include location observation, coordination with village officials, implementation of social activities, and program evaluation. The results of the activity show that the mutual cooperation program helps increase public awareness of environmental cleanliness, while socialization of grass cutting machine maintenance provides insight for the community about the maintenance of agricultural equipment. In addition, the installation of garbage signs contributes to public education regarding the types of waste and their decomposition time. In conclusion, KPPM has a positive impact on increasing public awareness and participation in maintaining environmental cleanliness and the use of simple technology to support agricultural activities.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN CHLORELLA SEBAGAI PAKAN IKAN GURAMI DAN PENDAMPINGAN EVALUASI MANAJEMEN USAHA BUDIDAYA IKAN Welmar Olfan Basten Barat; Tambos Sianturi; Mardame Sinaga
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 4 (2025): Nusantara Hasana Journal, September 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i4.1701

Abstract

Tanjung Seri Village is a village in Laut Tador District, Batu Bara Regency, North Sumatra Province, Indonesia. The residents of Tanjung Seri Village are fish farmers, farmers, and traders. The national potential for aquaculture is estimated at 17.92 million hectares, including 2.83 million hectares of freshwater aquaculture. Feed that meets fish nutritional needs can improve the growth of fish fry to marketable size. The Tanser SPN Bersama community group and the Community Partnership Empowerment (PKM) team discussed the problems experienced by their partners, thus forming conclusions about the problems to be resolved, namely in the areas of production and management. Community partnership empowerment activities for productive economic partners, namely the gourami farmer group, namely: TANSER SPN BERSAMA are carried out in 5 stages in implementing the solutions offered, namely socialization, training, mentoring, monitoring and evaluation and application of technology. The results of the evaluation of the gourami fish business evaluation training program show that 10% have understood the outline of the evaluation of catfish farming management business, after the training, 100% of community groups know catfish farming management, there is an increase of 90% from the 10 respondents recorded.
Analisa Variasi Nozzle Dengan Dua Arah Pengeringan Pada Mesin Pengering Biji Kopi Type Drum Rotary Sianturi, Tambos August; Naibaho, Winfronstein; Girsang, Marensius; Tarigan, Efrata
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1611

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang ada di Indonesia. kopi adalah tanaman perkebunan yang telah lama menjadi tanaman yang dibudidayakan. Tanaman kopi berasal dari afrika dan asia selatan, termasuk famili Rubiaceae dengan tinggi mencapai 5 meter. Daun tanaman kopi memiliki panjang 5-10 cm dan lebar daun 5 cm dengan bunga kopi berwarna putih dan buah kopi berbentuk oval berwarna hijau kuning kehitaman. Di Indonesia, pengeringan biji kopi masih dilakukan secara alami, dengan cara dikeringkan langsun dengan cara dijemur. Dengan pengeringan secara alami ini terdapat kelemahan yaitu proses pengeringan yang bergantung pada cuaca. Sehingga jika tidak ada sinar matahari dan ketika terjadi hujan maka hasil pada proses pengeringan biji kopi dengan menggunakan sinar matahari kualitasnya akan berkurang. Alat pengering buatan merupakan salah satu alternatif dalam proses pengeringan biji kopi. Untuk menjaga kualitas hasil pengeringan biji kopi maka dilakukan teknologi baru menggunakan mesin pengering biji kopi type drum rotary yang sederhana menggunakan gas LPG sebagai bahan utama pembakaran terhadap pengeringan biji kopi, Pelngujilan yang pelrtama dillakukan delngan melnggunakan mata nozzlel no 1 selbagail alat pelngelrilngan melndapatkan hasill biljil kopil pelngelrilngan pada suhu 450c,50℃,60℃ pada silsil kanan dan kilril drum pelngelrilng. Hasill biljil kopil kelrilng adalah 2,40 kg,2,35kg,2,23kg. Pelngujilan keldua dillakukan delngan melnggunakan mata nozzlel no 2 selbagail alat pelngelrilngan pada suhu 450c,50℃,60℃. Hasill biljil kopil kelrilng adalah 2,2 kg,2kgdan 1kg.
Pengadaan Mesin Pengering Biji Kopi Tipe Drum Rotary Di Desa Buttu Bartong Lama Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Purba, Jhon Sufriadi; Sianturi, Tambos; Siahaan, Saloom
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3388

Abstract

Kopi merupakan minuman yang diperoleh dari tanaman kopi. Kopi sendiri memiliki cita rasa yang unik bagi orang yang meminumnya. Kopi yang dipanen kebanyakan didaerah mitra ini menggunakan kopi Robusta. Proses penyiapan kopi diawali dengan pengeringan dan pemanggangan biji kopi  yang dilakukan di dalam mesin yang terjamin kebersihannya. PkM ini adalah merancang  alat pengering biji kopi dengan menggunakan model drum berputar. Ketahui mekanisme pengoperasian pengering biji kopi. Mengetahui efisiensi alat pengeringan biji kopi dibandingkan dengan cara tradisional dengan cara memanfaatkan sinar matahari. Metode penelitian ini merupakan metode uji eksperimen pada alat pengering tabung putar biji kopi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat penurunan kadar air  biji kopi selama pengeringan dan memperoleh kualitas biji kopi yang baik sesuai SNI yaitu 12,5 dengan menggunakan alat pengering biji kopi jenis rotary drum dengan dua arah pengeringan. Data yang diperoleh dari pengujian dapat divisualisasikan menggunakan tabel pencarian dan diagram selama pengembangan tes. Pengering biji kopi yang digunakan ini mampu menapung 3 kg biji kopi sekaligus dengan menggunakan sumber listrik serta alat ini pada bagian tepi samping drum dilengkapi dengan pemanas api yang ditenagai oleh gas LPG guna mempercepat proses pengeringan biji kopi.
Analisa Kerusakan Pompa OCCWP Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap 2 x 115 MW Sianturi, Tambos; Hutauruk, Sindak; Sihombing, Fiktor
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 3 No 1 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.445 KB) | DOI: 10.36655/sprocket.v3i1.572

Abstract

The use of pumps in the industrial world, especially in power plants, cannot be separated from problems that arise that can cause losses. The research was conducted at PLTU 2 X 115 MW by taking a case that had happened to the pump, namely the Open Cycle Cooling Water Pump 2A. The analytical method used in this final project is the vibration analysis method, namely by reading the spectrum of the data retrieval results so that it can be seen what happens to the equipment that experiences an increase in vibration. Bearing damage can be seen in the spectrum image of the measurement results, where the appearance of the spectrum in the high frequency range is an indication of bearing damage. And the high vibration which reaches 13.06 mm/s and is already in the danger category based on ISO 10816-3.
Analisa Pengaruh Putaran Pada Mesin Pencacah Rumput Gajah Pakan Ternak Manurung, Marito Yanti; Sianturi, Tambos; Naibaho, Winfrontstein
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 4 No 2 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v4i2.859

Abstract

(Elephant grass is the most common food ingredient consumed by livestock, such as goats or lemurs. In this final project, we will analyze variations in the rotation of the elephant grass chopper by calculating the machine elements. The steps taken for this purpose are: observing the existing enumerator, assembling the tool and then testing the tool. So you can find out the capacity of the machine. The results of calculations and discussions concluded that F0 determines how much torque and power. The belt selected is a v-belt type A, pulley diameter I (70 mm), II (97 mm). With the results of chopping that can be obtained the standard for animal feed is 5.8 cm. then the capacity obtained from the elephant grass chopper is 21 kg/hour. Keywords: Belt, diameter, grass, torque
Pengaruh Variasi Perubahan Suhu untuk Mengukur Kadar Air Pada Cengkeh dengan Menggunakan Gas LPG 3 Kg Purba, Moses Novianus; Naibaho, Winsfronstein; Sianturi, Tambos August
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu dan waktu terhadap kadar air pada cengkeh menggunakan mesin pengering berbahan bakar Gas LPG 3 kg. Cengkeh, sebagai komoditas penting di Sumatera Utara, memerlukan metode pengeringan yang efisien untuk meningkatkan kualitas dan nilai jualnya. Penelitian dilakukan di laboratorium Teknik Mesin Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar selama enam bulan, dengan pengujian suhu 60°C, 70°C, dan 80°C serta pengukuran kadar air setiap 10 menit selama 90 menit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 70°C lebih efektif dalam menurunkan berat akhir cengkeh dibandingkan suhu 80°C, meskipun suhu 80°C mempercepat proses penguapan air. Rata-rata waktu pengeringan optimal untuk mencapai kadar air rendah 12,5% adalah 84 menit pada suhu 80°C, sedangkan penurunan berat akhir cengkeh sebanyak 95 gram dicapai dalam 62 menit pada suhu 70°C. Selain itu, faktor lingkungan seperti kelembapan dan aliran udara juga berpengaruh terhadap efisiensi penguapan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan metode pengeringan cengkeh yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Analisa Kebutuhan Energi (Termal) Pada Proses Pengeringan Cengkeh dengan Menggunakan Variasi Elemen Pemanas Sipayung, Fitri Maria Goretti; Naibaho, Winsfronstein; Sianturi, Tambos August
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19187

Abstract

Pengeringan cengkeh merupakan tahap krusial dalam proses pasca panen, yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dan meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan energi mesin pengering cengkeh dengan variasi elemen pemanas, yaitu heater listrik, gas, dan biomassa. Metodologi yang digunakan meliputi pengukuran suhu, kelembapan, dan konsumsi energi selama proses pengeringan pada masing-masing elemen pemanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis elemen pemanas mempengaruhi efisiensi dan kebutuhan energi dalam proses pengeringan. Heater listrik memberikan kontrol suhu yang lebih stabil, sementara heater gas menunjukkan biaya operasional yang lebih rendah. Melalui analisis ini, diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai sistem pengeringan yang optimal, yang tidak hanya efisien secara energi tetapi juga ekonomis, sehingga mendukung keberlanjutan industri pengolahan cengkeh.
Analisa Perbandingan Hasil Produksi Mesin Pencetak Briket Dengan Variasi Cetakan Petak Dan Bulat gultom, Boini Pardamean; Naibaho, Winfrontstein; sianturi, tambos august
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 4 No. 01 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v4i01.8151

Abstract

Briket merupakan salah satu solusi altenatif yang cukup efektif dan efisien dalam menghadapi krisis sumber energi atas energi fosil untuk bahan bakar seperti yang telah diperkirakan oleh para ahli dan ilmuwan. Briket juga mempunyai beberapa keuntungan antara lain kering sehingga nilai panasnya seragam dan tinggi, kerapatan tinggi sehingga ruang penyimpanannya minimum, dan dapat dilakukan pembakaran dalam sistem yang dirancang untuk batubara. Untuk hasil cetakan petak, cetakan menggunakan material besi hollow kotak ukuran 4 x 4 cm, penggunaan besi hollow ini agar memudahkan pada saat pengelasan cetakan. Sementara untuk hasil cetakan bulat, cetakan menggunakan alat press briket ukuran cetakan d = 40 mm, t = 68 mm. Penambahan corong memudahkan operator untuk meratakan bahan di cetakan dan mengambil sisa bahan. Untuk material corong dan penyambung menggunakan plat baja.