Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Integrasi Prinsip Maqashid al-Syariah dalam Pembangunan Ekonomi Hijau di Indonesia Nurhabibi, Nurhabibi; Faqih Udin, Ahmad; Ridwan, Yusup; Muliani, Fitri; Adiputra, Andre Kussuma
Al-Mizan Vol 12 No 2 (2025): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiam.v12i2.1123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi prinsip-prinsip maqashid al-syariah dalam konteks ekonomi hijau syariah sebagai paradigma baru pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Selama ini, maqashid al-syariah lebih banyak dipahami dalam konteks hukum dan ibadah, sedangkan penerapannya dalam dimensi ekologis dan ekonomi hijau masih sangat terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka (library research) dan analisis deskriptif-analitik terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqashid al-syariah memiliki potensi besar untuk menjadi kerangka etis dan normatif bagi pembangunan ekonomi hijau yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. Prinsip hifz al-nafs, hifz al-mal, dan hifz al-bi’ah (perlindungan lingkungan sebagai maqashid kontemporer) dapat dijadikan dasar moral bagi kebijakan ekonomi yang ramah lingkungan. Rekonstruksi maqashid al-syariah dalam konteks ini menghasilkan konsep Islamic Green Economy Framework yang mengintegrasikan keseimbangan antara kemaslahatan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya wacana pembangunan nasional berbasis nilai-nilai Islam sekaligus memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Pelatihan Penggunaan Alat Ukur Theodolit dan Waterpass untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Teknik Sipil di Aceh Fadhil, Ammar; Ismy, Romaynoor; Kumita; Muliani, Fitri; Amna, Khairul; Khairunnisa, Hanyta; Munandar, Aris
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25073

Abstract

Pelatihan penggunaan alat ukur tanah theodolite dan waterpass merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi praktis mahasiswa Teknik Sipil di Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas praktik dan pengalaman lapangan mahasiswa dalam bidang survei pemetaan, sehingga diperlukan pelatihan terstruktur yang mengintegrasikan teori dan praktik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip kerja, kalibrasi, dan prosedur pengoperasian alat ukur tanah, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengukuran sudut dan beda tinggi secara akurat di lapangan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi teori, demonstrasi alat, praktik langsung di lahan Rusunawa Gampong Paya Cut, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta secara signifikan, di mana 92% mahasiswa mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan nilai rata-rata post-test meningkat sebesar 30% dibandingkan dengan pretest. Peserta juga mampu membaca dan mencatat hasil pengukuran dengan satuan internasional secara tepat, serta memahami prinsip perhitungan beda tinggi dan sudut vertikal. Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kegiatan praktik lapangan, serta terbangunnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis praktik. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa peningkatan keterampilan teknis mahasiswa, dokumentasi video pelatihan, dan publikasi ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.
SOSIALISASI KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH LAYAK HUNI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS HUNIAN DI WILAYAH TROPIS Zuraihan, Zuraihan; Idayani, Idayani; Muliani, Fitri; Saputra, Syifa; Yanis, Muhammad; Fazila, Noor
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28588

Abstract

Abstrak: Rumah layak huni merupakan hunian yang memenuhi standar kualitas, kenyamanan, aksesibilitas, kesehatan, dan keberlanjutan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman. Namun, minimnya pemahaman masyarakat mengenai kenyamanan termal sering kali menyebabkan pembangunan rumah hanya mengacu pada desain gambar tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan, seperti orientasi bangunan, ventilasi, dan material yang digunakan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan termal rumah layak huni melalui sosialisasi dan penerapan desain prototipe yang menyesuaikan dengan kondisi iklim setempat. Kegiatan ini melibatkan 15 peserta, terdiri dari perangkat desa, anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Pendamping Lokal Desa (PLD). Evaluasi dilakukan melalui angket pre-test dan post-test, wawancara, serta observasi langsung terhadap implementasi desain adaptif di rumah percontohan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa rumah contoh dapat dikategorikan layak huni, namun masih terdapat variabel yang memengaruhi kualitas kenyamanan termal, yaitu arah ventilasi dan bukaan, jumlah penghuni, luas rumah, serta jenis material bangunan. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta sebesar 60%, terutama dalam aspek perencanaan ventilasi silang dan pemilihan material isolasi termal. Selain itu, pengukuran menggunakan 5-in-1 Environment Meter menunjukkan adanya penurunan suhu ruangan rata-rata sebesar 2°C setelah dilakukan perbaikan ventilasi dan penggunaan material yang lebih sesuai. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan intervensi desain adaptif dapat meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas hunian di wilayah tropis.Abstract: A habitable house is a dwelling that meets the standards of quality, comfort, accessibility, health, and sustainability, as regulated in Law No. 1 of 2011 on Housing and Settlement Areas. However, limited public understanding of thermal comfort often results in house construction that solely follows design blueprints without considering environmental factors such as building orientation, ventilation, and materials used. This community service activity aims to enhance thermal comfort in habitable houses through socialization and the implementation of a prototype design adapted to local climate conditions. The activity involved 15 participants, including village officials, members of the Family Empowerment and Welfare group (PKK), and Local Village Facilitators (PLD). Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires, interviews, and direct observation of adaptive design implementation in sample houses. The results indicate that while the examined houses can be categorized as habitable, certain factors still influence thermal comfort, including ventilation orientation and openings, number of occupants, house size, and building materials. This socialization program successfully improved participants' knowledge and skills by 60%, particularly in planning cross-ventilation and selecting thermal insulation materials. Additionally, measurements using a 5-in-1 Environment Meter recorded an average indoor temperature reduction of 2°C after ventilation improvements and the use of more suitable materials. These findings demonstrate that education and adaptive design interventions can enhance thermal comfort and overall housing quality in tropical regions.