Claim Missing Document
Check
Articles

Diversitas Bivalvia di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Sartika, Mellani; Kurniawan, Dedy; Zahid, Ahmad
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.7039

Abstract

Kawasan pesisir Senggarang Besar memiliki keunikan ekosistem alam yang produktif dan mempunyai nilai ekologis dan ekonomi yang signifikan. Berdasarkan temuan observasi awal ditemukan keberadaan beberapa spesies bivalvia di Perairan Senggarang Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis, menghitung jumlah kepadatan dan indeks ekologi bivalvia di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2023 yang bertempat di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak tiga stasiun menggunakan transek kuadran 1x1 m dengan jumlah 9 transek per stasiun. Pada Perairan Senggarang Besar ditemukan 9 spesies bivalvia yang terdiri dari 5 family dan 9 genera, yaitu: Pitar floridana, Plakuna plasenta, Anomalodiscus squamosus, Anadara antiquata, Placamen chloroticum, Cyclotellina remies, Geloina expansa, Ruditapes variegatus, dan Circe tumefacta. Dari hasil ketiga stasiun jenis yang banyak ditemukan yaitu jenis Cyclotellina remies, dengan total individu yang dijumpai yaitu 8 individu. Kepadatan tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 sebesar 14.444 ind/ha, sedangkan kepadatan terendah pada Stasiun 1 sebesar 6.667 ind/ha. Kategori indeks keanekaragaman (H’) pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Sedang”. Indeks keseragaman pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Tinggi”. Indeks dominasi pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Rendah”.
Diversitas Bivalvia di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Sartika, Mellani; Kurniawan, Dedy; Zahid, Ahmad
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.7039

Abstract

Kawasan pesisir Senggarang Besar memiliki keunikan ekosistem alam yang produktif dan mempunyai nilai ekologis dan ekonomi yang signifikan. Berdasarkan temuan observasi awal ditemukan keberadaan beberapa spesies bivalvia di Perairan Senggarang Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis, menghitung jumlah kepadatan dan indeks ekologi bivalvia di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2023 yang bertempat di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak tiga stasiun menggunakan transek kuadran 1x1 m dengan jumlah 9 transek per stasiun. Pada Perairan Senggarang Besar ditemukan 9 spesies bivalvia yang terdiri dari 5 family dan 9 genera, yaitu: Pitar floridana, Plakuna plasenta, Anomalodiscus squamosus, Anadara antiquata, Placamen chloroticum, Cyclotellina remies, Geloina expansa, Ruditapes variegatus, dan Circe tumefacta. Dari hasil ketiga stasiun jenis yang banyak ditemukan yaitu jenis Cyclotellina remies, dengan total individu yang dijumpai yaitu 8 individu. Kepadatan tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 sebesar 14.444 ind/ha, sedangkan kepadatan terendah pada Stasiun 1 sebesar 6.667 ind/ha. Kategori indeks keanekaragaman (H’) pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Sedang”. Indeks keseragaman pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Tinggi”. Indeks dominasi pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Rendah”.
Prevalensi Penyakit Dan Gangguan Kesehatan Karang Di Perairan Pulau Tidung Besar Kepulauan Seribu Aryamukti, Gusti Gilang; Yandri, Falmi; Kurniawan, Dedy
Jurnal Kelautan Vol 17, No 3: Desember (2024)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v17i3.23246

Abstract

ABSTRAKSalah satu pulau di Kepulauan Seribu yang banyak mendapatkan tekanan dari lingkungan sekitar, baik dari faktor alami maupun faktor antropogenik adalah Pulau Tidung Besar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi terumbu karang, prevalensi penyakit dan gangguan kesehatan karang di Perairan Pulau Tidung Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 - Mei 2023 di Perairan Pulau Tidung Besar. Data yang diambil meliputi data kualitas perairan, bentuk pertumbuhan karang, serta penyakit dan gangguan kesehatan karang. Metode yang digunakan adalah metode LIT (Line Intercept Transect) untuk pengambilan data bentuk pertumbuhan karang dan metode Transek Sabuk (Belt Transect) untuk pengambilan data penyakit dan gangguan kesehatan karang. Selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Tutupan terumbu karang pada stasiun penelitian berada dalam kondisi buruk hingga baik. Penyakit dan gangguan kesehatan karang yang ditemukan pada stasiun penelitian antara lain, Predation, Black Band Disease, Brown Band Disease, Ulcrative White Spots, White Syndrome, Bleaching, Sediment Damage, Growth Anomalies, dan Pigmentation Response. Prevalensi keseluruhan penyakit dan gangguan kesehatan karang yang tertinggi berada pada staiun 3 sebesar 62,86%. Sediment Damage adalah yang paling banyak ditemukan di semua titik penelitian. Kondisi lingkungan perairan pada stasiun penelitian berdasarkan PP RI No.22 Tahun 2021 masih baik serta mendukung pertumbuhan karang.Kata Kunci: Prevalensi, Penyakit, Gangguan Kesehatan, Karang, Pulau Tidung BesarABSTRACTOne of the islands in the Kepulauan Seribu that receives a lot of pressure from the surrounding environment, both from natural and anthropogenic factors is Tidung Besar Island. This research aims to analyze condition of coral reefs, prevalence of coral disease and health problems in the waters of Tidung Besar Island. This research was conducted from November to May 2023 in the waters of Tidung Besar Island. The data collected included water quality data, coral growth forms, and coral disease and health problems. The method used was the Line Intercept Transect (LIT) method to collect data on coral growth forms and the Belt Transect method to collect data on coral disease and health problems. Furthermore, data processing is done using Microsoft Excel software. Coral cover at the research station is in poor to good condition. Coral diseases and health problems found at the research station include Predation, Black Band Disease, Brown Band Disease, Ulcrative White Spots, White Syndrome, Bleaching, Sediment Damage, Growth Anomalies, and Pigmentation Response. The overall prevalence of coral disease and health disorders was highest in station 3 at 62.86%. Sediment Damage is yes. The condition of the aquatic environment at the research station based on PP RI No.22 of 2021 is still good and supports coral growth.Keywords: Prevalence, Diseases, Health Disorders, Coral, Tidung Besar Island
Diversitas Bivalvia di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Sartika, Mellani; Kurniawan, Dedy; Zahid, Ahmad
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7177

Abstract

Kawasan Pesisir Senggarang Besar memiliki keunikan ekosistem alam yang produktif, serta mempunyai nilai ekologis dan ekonomi yang signifikan. Berdasarkan hasil observasi awal ditemukan keberadaan beberapa spesies bivalvia di Perairan Senggarang Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis, menghitung jumlah kepadatan dan indeks ekologi bivalvia di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2023 yang bertempat di Perairan Senggarang Besar, Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling sebanyak tiga stasiun. Pengambilan data bivalvia menggunakan transek kuadran ukuran 1x1 m dengan jumlah 9 transek per stasiun. Di Perairan Senggarang Besar ditemukan 9 spesies bivalvia yang terdiri dari 5 family dan 9 genera, yaitu: Pitar floridana, Plakuna plasenta, Anomalodiscus squamosus, Anadara antiquata, Placamen chloroticum, Cyclotellina remies, Geloina expansa, Ruditapes variegatus, dan Circe tumefacta. Dari hasil ketiga stasiun, jenis bivalvia yang banyak ditemukan yaitu jenis Cyclotellina remies, dengan total individu yang ditemukan sebanyak 8 individu. Kepadatan tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 sebesar 14.444 ind/ha, sedangkan kepadatan terendah pada Stasiun 1 sebesar 6.667 ind/ha. Kategori indeks keanekaragaman (H’) pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Sedang”. Indeks keseragaman pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Tinggi”. Indeks dominasi pada semua stasiun di Perairan Senggarang Besar tergolong “Rendah”.
Kelimpahan Ikan pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang Khatimah, Khusnul; Azizah, Diana; Kurniawan, Dedy
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.6156

Abstract

Padang lamun memilki berbagai peranan dalam kehidupan ikan merupakan daerah asuhan, sebagai tempat mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan relatif ikan di ekosistem padang lamun dan menganalisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling terbagi menjadi 4 stasiun yang terletak di bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan perairan Pulau Terkulai. Metode transek garis untuk pengambilan data lamun dan pengambilan data ikan dengan menggunakan jaring insang hanyut (gill net). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 74 individu terdiri dari 12 spesies, jenis ikan yang paling banyak ditemui setiap stasiun ialah Gerres oyena, Siganus javus dan Valamugil buchananii. Struktur komunitas ikan pada daerah padang lamun di perairan Pulau Terkulai menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) di stasiun 1,2,3 dan 4 pengamatan tergolong tinggi yang berarti tingkat kestabilan komunitas tinggi, nilai indeks keseragaman (E) yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 0,95, pada stasiun 2 diperoleh sebesar 0,94 Nilai ini mendekati 1 yang berarti bahwa jumlah individu di setiap spesies hampir sama stasiun 3 sebesar 0,69 dan stasiun 4 sebesar 0,48 nilai tersebut mendekati 0 yang berarti adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis. Nilai indeks domiansi (C) pada masing-masing stasiun tidak ada yang mendominasi. Kerapatan padang lamun Perairan Pulau Terkulai tertinggi ditemukan pada Stasiun I dan terendah ditemukan pada Stasiun III, dengan kondisi tutupan berada dalam kondisi sedang. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai ini memiliki hubungan positif antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan dengan tingkat hubungan sangat kuat, yang berarti semakin tinggi kerapatan lamun maka keanekaragaman ikan semakin tinggi.
Laju Pertumbuhan Karang Acropora pulchra (Brook, 1891) yang Ditransplantasi dengan Substrat Berbeda di Perairan Bintan Samsudin, Samsudin; Kurniawan, Dedy; Apriadi, Tri
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.7566

Abstract

Desa Teluk Bakau merupakan daerah dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Di Desa Teluk Bakau juga terdapat beberapa lokasi pariwisata. Kondisi tersebut menjadikan Desa Teluk Bakau merupakan jalur lalu lintas kapal nelayan, penangkapan ikan, dan kegiatan pariwisata yang dapat memengaruhi kondisi alami terumbu karang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup karang Acropora pulchra yang ditransplantasi dengan substrat berbeda di Perairan Bintan, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai bulan Desember 2023 di Perairan Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Media transplantasi karang menggunakan substrat karang mati, substrat semen, dan substrat botol kaca. Setiap substrat terdiri dari 5 sampel karang sebagai ulangan. Pengamatan karang dilakukan setiap 7 hari sekali, dengan memonitoring pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, serta pembersihan pada media dan sampel karang. Berdasarkan hasil penelitian selama tiga bulan pengamatan didapatkan rata-rata pertumbuhan mutlak karang dengan media substrat karang mati sebesar 1,90 cm, media substrat semen sebesar 1,68 cm, dan media substrat botol kaca sebesar 1,63 cm. Laju pertumbuhan karang menggunakan media substrat karang mati sebesar 0,63 cm/bulan, media substrat semen sebesar 0,56 cm/bulan, dan media substrat botol kaca sebesar 0,54 cm/bulan. Tingkat kelangsungan hidup karang dengan media substrat karang mati sebesar 100%, media substrat semen dan media substrat botol kaca sebesar 80%.
Kepadatan Teripang (Holothuroidea) pada Zona Intertidal Desa Penaga Kabupaten Bintan Sari, Wulan; Kurniawan, Dedy; Hasnarika, Hasnarika
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 23 No. 1 (2024): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v23i1.3758

Abstract

Desa Penaga merupakan salah satu perairan yang menjadi habitat teripang, yang dijadikan target penangkapan bagi masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, serta menganalisis kepadatan dan kelimpahan relatif teripang pada zona intertidal Desa Penaga, Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga September 2022, pada zona intertidal Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu pengamatan langsung terhadap biota yang akan diteliti. Pengamatan teripang dilakukan dengan menggunakan metode sapuan (swept area), dengan bantuan transek garis. Pengambilan data kelimpahan teripang dilakukan pada 3 garis transek sepanjang 50 m dan lebar 10 m pada zona intertidal. Hasil penelitian menunjukkan pada zona intertidal Desa Penaga ditemukan 4 jenis teripang, diantaranya Phyllophorus dobsoni, Holothuria scabra, Holothuria atra dan Holothuria coluber. Kepadatan jenis tertinggi berada pada spesies Phyllophorus dobsoni dengan nilai kepadatan yakni 40 ind/ha, sedangkan kepadatan terendah terdapat pada spesies Holothuria coluber dengan nilai kepadatan yakni 7 ind/ha. Phyllophorus dobsoni menjadi spesies dengan tingkat kelimpahan relatif tertinggi yakni sekitar 55%, sedangkan untuk tingkat kelimpahan terendah terdapat pada spesies Holothuria coluber yakni sekitar 9%.
BIOLOGICAL ASPECTS OF MANGROVE CRAB (Scylla serrata) AT THE BELADEN ESTUARY, DOMPAK, TANJUNGPINANG, RIAU ISLANDS Susiana, Susiana; Kurniawan, Dedy; Rochmady, Rochmady; Nurwisti, Isnaini; Rezky, Bintan; Lestari, Febrianti
BIOTROPIA Vol. 31 No. 1 (2024): BIOTROPIA Vol. 31 No. 1 April 2024
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2024.31.1.2036

Abstract

Mangrove crab (Scylla serrata) is one of the marine organisms that are of significant economic importance. The habitat is distributed in the coastal areas of Indonesia, within the extensive mangrove ecosystems, such as the estuary of Beladen in Dompak, Tanjungpinang. The Beladen estuary area features a flourishing mangrove ecosystem, which supports a diverse range of crab species, with a particular focus on the populations. Therefore, this study aimed to obtain several aspects of mangrove crab in the Beladen estuary, Tanjungpinang. Sampling by the census method was also carried out once every two weeks from May to June 2022. The results showed that the size composition of mangrove crab had a carapace width (CW) of 70-144 mm. The length-weight relationship reported that female and male exhibited a negative and positive allometric growth pattern (b < 3) and (b > 3), respectively. The proportion of male and female was 63% compared to 37% (sex ratio 1:0.59). The value of gonadal maturity index (GMI) in each size class ranged from 2.6512-7.1445 and 1.8751-6.7979 for male and female mangrove crab. Male and female gonadal maturity levels were predominantly categorized as II and III, indicating that crab with mature gonads was not encountered.
REKRUTMEN KARANG KERAS (SCLERACTINIA) BERDASARKAN ZONA GEOMORFOLOGI DI PERAIRAN PULAU BINTAN, KEPULAUAN RIAU Kurniawan, Dedy; Nurhasima; Nugraha, Aditya Hikmat
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i2.34551

Abstract

Kesehatan ekosistem terumbu karang dapat dilihat melalui kemunculan rekrutmen karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan rekrutmen karang Scleractinia berdasarkan genus, life form, dan variasi ukuran rekrutmen karang Scleractinia di perairan Kampung Baru Lagoi dan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan berdasarkan zona geomorfologi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan keberadaan karang Scleractinia di daerah reef flat dan reef slope pada kawasan terumbu karang dan metode survei dengan menggunakan bingkai kuadrat 1x1 m yang dipasang sepanjang garis transek 70 m sejajar garis pantai. Hasil penelitian ditemukan 164 koloni dari 24 genus yang didominasi oleh Favia dan Favites. Berdasarkan life form karang yang paling banyak ditemukan yaitu coral encrusting dan coral massive dengan variasi ukuran 4,5-6 cm dalam kategori ukuran sedang. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa perbedaan geomorfologi di kedua lokasi penelitian tidak berdampak secara signifikan terhadap kelimpahan karang rekrutmen.
Inventarisasi Ikan Pelagis di Tempat Pendaratan Ikan Jembatan Sei Enam Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau Meriyan, Meriyan; Susiana, Susiana; Kurniawan, Dedy
Akuatiklestari Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i.5693

Abstract

Ikan pelagis adalah kelompok ikan perenang handal yang menghuni kolom air jauh di atas dasar laut. Ikan merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia, dimana ikan pelagis juga ikan yg memiliki nilai ekonomi dikehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ikan pelagis yang didaratkan di Jembatan Sei Enam Kijang Kota. Metode penelitian dilakukan melalui metode survey, meliputi instrumen yang berupa kuisoner (wawancara) kepada nelayan di tempat pendaratan jembatan Sei Enam Kijang. Alat tangkap yang digunakan para nelayan adalah dengan menggunakan pancing, dimana Data yang diambil adalah Data Primer dan Data Sekunder. Hasil penelitian terdapat 7 jenis ikan pelagis, diantaranya: Ikan selikur (Megalaspis cordyla), Ikan selar (Atule mate), Ikan tamban (Sardinella lemuru), Ikan mata besar (Selar crumenophthalmus), Ikan barakuda (Sphyraena qenie), Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) dan Ikan selar kuning (Selaroides leptolepis).
Co-Authors Abdul Haris Abdul Haris Adih Adih Aditya Hikmat Nugraha Adrian, Dino Ageng Nur Agustins Zahra Ahmad Zahid Ani Suryanti Anna Kristine Sigarlaki Apriandi, Azwin Aprilya Triana Aryamukti, Gusti Gilang Asep Mulyono Asmadi Hasan Aulia Rahman Bim Aprilyanto Bukhari Bukhari Daza Septian Nugraha Diana Azizah Dilla Sahilla Dilla Sahilla Dwi Septiani Dwi Septiani Putri Edo Edo Edwin Ghutowo Eriawati, Herni Eriawati, Herni Falmi Yandri Febrianti Lestari Fernando, Riky Gusti Randa Hardi Wiradinata Hasnarika, Hasnarika Hidayani, Siti Ita Karlina Jamaluddin Jompa Juardi Mardani Juliana Juliana Jumsurizal Jumsurizal Kamal Rudin Karnanda Karnanda Karyawati Karyawati Karyawati Khatimah, Khusnul Lubis, Ledy Perawati M Ramlan M Ramlan Marina Anggasari Putri Meriyan, Meriyan Mulyadi Mulyadi Mustaromin, Endang Nurhasima Nurleni Nurleni Nurwisti, Isnaini Pangga Kurnia Dialam Prayetno, Eko Putri, Marina Anggasari Raja Nina Haryati Rapita Rapita Rezky, Bintan Ricky Try Noer Hidayah Rika Kurniawan Risandi Dwirama Putra Rivanda Rivanda Rivanda Rizki Abdullah Rizuandi Rizuandi Rochmady Rosa Moriska Sari Rudiansyah Rudiansyah Sabriyati, Deni Samsudin Samsudin Sari, Rosa Moriska Sartika, Mellani Siti Hatijah Soedrajad Haryo Adji Soehendrawan, Sherry Febrarismono Sri Novitri Susiana Susiana Susiana Susiana T. Ersti Yulika Sari Tri Apriadi Try Febrianto Ulfa Rianti Ulfa Rianti Ulia Fahmi Wahyu Muzammil Wahyudin Wahyudin Wahyudin Wahyudin Winny Retna Melani Wulan Sari Wulan Sari, Wulan Zulfi Ardiansyah