Claim Missing Document
Check
Articles

Laju Pertumbuhan Karang Acropora brueggemanni dan Psammocora digitata Ditransplantasi di Perairan Bintan Rudiansyah Rudiansyah; Dedy Kurniawan; Tri Apriadi; Rika Kurniawan
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.42001

Abstract

Indonesia memiliki 2,5 juta hektar luasan terumbu karang dengan persentase kondisi terumbu karang dalam kondisi rusak cukup banyak yaitu 36,18%, untuk kondisi dalam kategori cukup sebanyak 34,3% sedangkan kategori baik yaitu 22,96%, dan hanya 6,56% termasuk dalam kategori sangat baik. Perairan Kampung Baru Lagoi seringkali menjadi objek konservasi seperti penyu dan terumbu karang. Sebagai ekosistem yang sangat produktif, pengelolaan terumbu karang yang lestari sangatlah penting. Tindakan konservasi terumbu karang memerlukan informasi tentang pertumbuhan karang, khususnya laju pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang jenis Acropora brurggemanni dan Psammocora digitata di Perairan Kampung Baru Lagoi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023 di Perairan Kampung Baru Lagoi Bintan. Media tranplantasi yang digunakan adalah meja transplantasi yang terbuat dari bahan pipa dengan substrat keramik. Masing-masing jenis karang diuji sebanyak 5 sampel. Media transplantasi diletakkan di kedalaman 5 meter dengan jarak 157 meter dari garis pantai. Monitoring pengukuran terumbu karang dan kualitas air dilakukan setiap 15 hari selama 6 bulan.  Dari hasil penelitian didapat pertumbuhan mutlak Acropora brueggemanni 46,14 ± 0,5 mm dan Psammocora digitata 2,40 ± 0,47 selama 6 bulan. Laju pertumbuhan karang Acropora brueggemanni terbilang baik dengan nilai rata-rata 0,2851 mm/hari dan 8,5536 mm/bulan, sedangkan Psammocora digitata memiliki nilai laju pertumbuhan yang sangat lambat dengan rata-rata 0,0319 mm/ hari dan 0,959 mm/ bulan. Acropora brueggemanni memiliki tingkat kelangsungan hidup 80% dan Psammocora digitata memiliki tingkat kelangsungan hidup 100%. Indonesia has 2.5 million hectares of coral reef area with the percentage of coral reefs in damaged condition being quite high, namely 36.18%, for conditions in the fair category it is 34.3% while in the good category it is 22.96%, and only 6.56 % is included in the very good category. The waters of Kampung Baru Lagoi are often the object of conservation, such as turtles and coral reefs. As a highly productive ecosystem, sustainable management of coral reefs is very important. Coral reef conservation actions require information about coral growth, especially its growth rate. This research aims to determine the absolute growth, growth rate and survival rate of coral species Acropora brurgmanni and Psammocora digitata in the waters of Kampung Baru Lagoi. The research was carried out from October 2022 to March 2023 in the waters of Kampung Baru Lagoi Bintan. The transplant medium used is a transplant table made of pipe material with a ceramic substrate. Each type of coral was tested with 5 samples. The transplant media was placed at a depth of 5 meters at a distance of 157 meters from the coastline. Monitoring measurements of coral reefs and water quality are carried out every 15 days for 6 months. From the research results, it was found that the absolute growth of Acropora brueggemanni was 46.14 ± 0.5 mm and Psammocora digitata 2.40 ± 0.47 for 6 months. The growth rate of Acropora brueggemanni coral is considered good with an average value of 0.2851 mm/day and 8.5536 mm/month. Meanwhile, Psammocora digitata has a very slow growth rate with an average of 0.0319 mm/day and 0.959 mm/month. Acropora brueggemanni has a survival rate of 80% and Psammocora digitata has a survival rate of 100%. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA PENGUJAN DALAM PEMBUATAN BERAS ANALOG BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL RUMPUT LAUT DAN SAGU SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN SEHAT BAGI PENDERITA DIABETES Sri Novalina Amrizal; Novi Winarti; Elfa Oprasmani; Haidawati Haidawati; Rika Anggraini; Yulia Oktavia; Azwin Apriandi; Dwi Septiani Putri; Shavika Miranti; Tetty Tetty; Rafid Luthfi; Jumsurizal Jumsurizal; Dedy Kurniawan; Afran Dion Simatupang; Enasya Warnoveana; Dhena Yudeseptrada Verlita; Philipus Jhohanes Moa Loren
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 2 (2026): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i2.8337

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Ketergantungan masyarakat terhadap beras putih sebagai pangan pokok berkontribusi pada tingginya asupan karbohidrat berindeks glikemik tinggi yang berpotensi memicu lonjakan kadar gula darah. Pemanfaatan pangan lokal seperti rumput laut dan sagu menjadi alternatif potensial dalam upaya pencegahan diabetes. Rumput laut memiliki kandungan serat dan senyawa bioaktif yang mampu memperlambat penyerapan glukosa, sedangkan sagu memiliki indeks glikemik rendah serta mengandung pati resisten yang bermanfaat bagi pengendalian gula darah. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya diabetes, manfaat pangan lokal, dan pengenalan inovasi beras analog berbahan dasar rumput laut dan sagu. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan penyebaran kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai hubungan pangan dengan risiko diabetes serta meningkatnya minat masyarakat untuk mencoba beras analog sebagai alternatif pangan yang lebih sehat.
BIOLOGICAL ASPECTS OF MANGROVE CRAB (Scylla serrata) AT THE BELADEN ESTUARY, DOMPAK, TANJUNGPINANG, RIAU ISLANDS Susiana Susiana; Dedy Kurniawan; Rochmady Rochmady; Isnaini Nurwisti; Bintan Rezky; Febrianti Lestari
BIOTROPIA Vol. 31 No. 1 (2024): BIOTROPIA Vol. 31 No. 1 April 2024
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2024.31.1.2036

Abstract

Mangrove crab (Scylla serrata) is one of the marine organisms that are of significant economic importance. The habitat is distributed in the coastal areas of Indonesia, within the extensive mangrove ecosystems, such as the estuary of Beladen in Dompak, Tanjungpinang. The Beladen estuary area features a flourishing mangrove ecosystem, which supports a diverse range of crab species, with a particular focus on the populations. Therefore, this study aimed to obtain several aspects of mangrove crab in the Beladen estuary, Tanjungpinang. Sampling by the census method was also carried out once every two weeks from May to June 2022. The results showed that the size composition of mangrove crab had a carapace width (CW) of 70-144 mm. The length-weight relationship reported that female and male exhibited a negative and positive allometric growth pattern (b < 3) and (b > 3), respectively. The proportion of male and female was 63% compared to 37% (sex ratio 1:0.59). The value of gonadal maturity index (GMI) in each size class ranged from 2.6512-7.1445 and 1.8751-6.7979 for male and female mangrove crab. Male and female gonadal maturity levels were predominantly categorized as II and III, indicating that crab with mature gonads was not encountered.
Struktur Komunitas Kepiting pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Desa Duara, Kabupaten Lingga Amin Adam Saputra; Susiana Susiana; Dedy Kurniawan
Akuatiklestari Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i2.7646

Abstract

Perairan Desa Duara, Kabupaten Lingga, memiliki ekosistem padang lamun yang berperan sebagai habitat dan daerah penangkapan berbagai jenis kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas kepiting, kondisi kerapatan lamun, serta keterkaitan antara kelimpahan kepiting dengan kerapatan lamun dan parameter perairan di Perairan Desa Duara, Kabupaten Lingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023, bertempat di Perairan Desa Duara, Kabupaten Lingga. Penentuan 30 titik pengamatan menggunakan metode random sampling. Pengamatan kepiting dilakukan menggunakan alat tangkap bubu sebanyak 4 kali pengulangan, sedangkan pengamatan lamun menggunakan kuadrat berukuran 50 x 50 cm. Hasil penelitian menemukan 6 jenis kepiting, yaitu Myomenippe hardwickii, Portunus pelagicus, Thalamita crenata, Gelasimus vocans, Scylla paramamosain, dan Scylla serrata. Komposisi jenis kepiting tertinggi didominasi oleh Myomenippe hardwickii (39,73%), sedangkan yang terendah adalah Scylla serrata (0,68%). Nilai indeks keanekaragaman (H’) kepiting sebesar 1,73, keseragaman (E) 0,77, dan dominansi (D) 0,30. Spesies lamun yang ditemukan meliputi Halophila ovalis, Thalassia hemprichii, dan Enhalus acoroides dengan kerapatan total sebesar 237 tegakan/m2 (kategori sangat rapat). Kerapatan tertinggi dicapai oleh Halophila ovalis (118 tegakan/m2) dan terendah Enhalus acoroides (42 tegakan/m2). Hasil analisis hubungan menunjukkan kelimpahan Portunus pelagicus memiliki keterkaitan erat dengan kerapatan lamun serta parameter perairan berupa kedalaman dan salinitas.
Inventarisasi Hasil Tangkapan Bubu di Perairan Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Sarah Rumaisha BR Ginting; Mega Vici Sinaga; Deni Sabriyati; Dedy Kurniawan; Susiana Susiana; Wahyu Muzammil
Akuatiklestari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i1.4287

Abstract

Penelitian dilakukan di Perairan Dompak Kota Tanjungpinang yang merupakan salahsatu lokasi matapencaharian masyarakat dari sumberdaya perikanan tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasikan komposisi, jumlah dan bobot hasil tangkapan dari penggunaan bubu lipat dengan ukuran 4 cm, 4,5 cm, 5 cm, 5,5 cm, 6 cm, dan 6,5 cm di lokasi penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Prosedur penelitian meliputi survei lapangan, pengambilan hasil tangkapan, penanganan hasil tangkapan, serta identifikasi dan analisis hasil tangkapan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasil tangkapan bubu ada 3 spesies yang ditemukan yaitu kepiting merah (Thalamita spinimana), kepiting okop (Myomenippe hardwikii) dan kepiting batu (Atergatis integerrimus). Hasil tangkapan pada 6 kategori ukuran mulut bubu terdapat perbedaan yang besar dilihat dari komposisi jenis tangkapan, yaitu didominasi oleh kepiting merah, sedangkan perolehan untuk kepiting batu hampir tidak ada. Perbedaan ukuran mulut bubu memperlihatkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah tangkapan dan bobot tangkapan yang dihasilkan. Tangkapan terbanyak yaitu 13 ekor dengan bobot 686,3 gr dengan penggunaan bubu 4,5 cm, dan terendah diperoleh pada bubu ukuran 6 cm dengan tangkapan sebanyak 6 ekor dan bobot 336,1 gr.
Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Perairan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Rahman Ritonga; Corina Dewi Ruswanti; Fadli Jaka; Novita Permata Putri; Muhammad Rifat Muharam; Dedy Kurniawan
Akuatiklestari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i1.5512

Abstract

Kondisi ekosistem terumbu karang di perairan Siantan Selatan telah mengalami penurunan akibat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom dan potassium. Kerusakan terumbu karang mengakibatkan penurunan produtivitas dan keanekaragaman ekosistem terumbu karang. Analisis indeks kesehatan terumbu karang bertujuan untuk menggambarkan dan membandingkan kondisi terumbu karang di beberapa lokasi. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menilai indeks kondisi kesehatan terumbu di 22 stasiun penelitian yang terletak di tiga lokasi yaitu, Pulau Kiabu, Pulau Bawah dan Pulau Telaga. Analisis indeks kesehatan terumbu karang dilakukan berdasarkan presentase tutupan karang, biomassa ikan karang dan tingkat resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan Pulau Telaga memiliki nilai indeks kesehatan terumbu karang tertinggi dengan nilai berkisar 5 -10, sedangkan Pulau Kiabu dan Pulau Bawah dengan nilai 2 - 7 dan 3 - 8. Analisis korelasi biomassa ikan karang dengan presentase tutupun karang menujukkan korelasi positif dimana tutupan karang yang tinggi memiliki biomassa ikan yang tinggi.
Co-Authors Abdul Haris Abdul Haris Abdul Rahman Ritonga Adih Adih Aditya Hikmat Nugraha Adrian, Dino Afran Dion Simatupang Ageng Nur Agustins Zahra Ahmad Zahid Amin Adam Saputra Ani Suryanti Anna Kristine Sigarlaki Apriandi, Azwin Aprilya Triana Aryamukti, Gusti Gilang Asep Mulyono Asmadi Hasan Aulia Rahman Bim Aprilyanto Bintan Rezky Bukhari Bukhari Corina Dewi Ruswanti Daza Septian Nugraha Dhena Yudeseptrada Verlita Diana Azizah Dilla Sahilla Dilla Sahilla Dwi Septiani Dwi Septiani Putri Edo Edo Edwin Ghutowo Elfa Oprasmani Enasya Warnoveana Eriawati, Herni Eriawati, Herni Fadli Jaka Falmi Yandri Febrianti Lestari Febrianti Lestari Fernando, Riky Gusti Randa Haidawati Haidawati Hardi Wiradinata Hasnarika, Hasnarika Hidayani, Siti Isnaini Nurwisti Ita Karlina Jamaluddin Jompa Juardi Mardani Juliana Juliana Jumsurizal Jumsurizal Kamal Rudin Karnanda Karnanda Karyawati Karyawati Karyawati Khatimah, Khusnul Lubis, Ledy Perawati M Ramlan M Ramlan Marina Anggasari Putri Mega Vici Sinaga Meriyan, Meriyan Muhammad Rifat Muharam Mulyadi Mulyadi Mustaromin, Endang Novi Winarti Novita Permata Putri Nurhasima Nurleni Nurleni Pangga Kurnia Dialam Philipus Jhohanes Moa Loren Prayetno, Eko Putri, Marina Anggasari Rafid Luthfi Raja Nina Haryati Rapita Rapita Ricky Try Noer Hidayah Rika Anggraini Rika Kurniawan Risandi Dwirama Putra Rivanda Rivanda Rivanda Rizki Abdullah Rizuandi Rizuandi Rochmady Rosa Moriska Sari Rudiansyah Rudiansyah Sabriyati, Deni Samsudin Samsudin Sarah Rumaisha BR Ginting Sari, Rosa Moriska Sartika, Mellani Shavika Miranti Siti Hatijah Soedrajad Haryo Adji Soehendrawan, Sherry Febrarismono Sri Novalina Amrizal Sri Novitri Susiana Susiana Susiana Susiana Susiana Susiana T. Ersti Yulika Sari Tetty Tetty Tri Apriadi Try Febrianto Ulfa Rianti Ulia Fahmi Wahyu Muzammil Wahyudin Wahyudin Wahyudin Wahyudin Winny Retna Melani Wulan Sari Wulan Sari, Wulan Yulia Oktavia Zulfi Ardiansyah