Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PELATIHAN PEMANTAUAN GULA DARAH MANDIRI PADA KADER DAN PENYANDANG DM DI DESA UTEUN KOT KOTA LHOKSEUMAWE Sofia, Rizka; Nadira, Cut Sidrah
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2922

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan ciri hiperglikemia yang bisa disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau meliputi keduanya. Jumlah penyandang DM di Desa Uteun Kot mengalami peningkatan dimana pada tahun 2020 sebanyak 8 orang dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 22 orang. Permasalahan yang dijumpai di Desa Uteun Kot  mengenai DM yaitu rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat Desa Uteun Kot mengenai penyakit DM, belum adanya program Pemantauan Gula Darah (PGDM), dan belum tersedianya alat pemeriksaan kadar gula darah pada kader ataupun penyandang DM. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan penyandang DM Desa Uteun Kot yang siaga terhadap penyakitnya melalui program PGDM. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu pemberian edukasi tentang diabetes, program PGDM, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, pelatihan penggunaan glucometer, dan penghibahan glucometer kepada penyandang dan kader DM. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, yang ditandai dengan peningkatan pengetahuan peserta tentang diabetes dan PGDM. Berdasarkan hasil post test yang dilakukan, Para kader dan penyandang DM sudah mampu menggunakan glucometer untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Glucometer yang dibagikan kepada kader dan penyandang DM  diharapkan pemeriksaan gula darah dapat dilakukan secara rutin serta mencatat hasil pengukuran ke dalam kartu control gula yang telah dibagikan, sehingga diharapkan kadar gula penyandang DM dapat terpantau dengan baik.
Sekolah Bebas Asap Rokok: Edukasi dan Pembentukan Agen Anti-Rokok di Kalangan Siswa SDN 05 Muara Batu Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Rahayu, Mulyati Sri; Nadira, Cut Sidrah; Natasha, Cut Alia; Fitri, Dwi
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.25332

Abstract

Pendahuluan: Tembakau tetap menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Menurut WHO, lebih dari 8 juta orang meninggal tiap tahun akibat penggunaan tembakau, termasuk 1,2 juta dari paparan asap rokok tidak langsung. Anak-anak sangat rentan, karena asap rokok dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, gangguan fungsi paru-paru, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Di Indonesia, meningkatnya konsumsi tembakau pada remaja menjadi masalah kesehatan serius. Tujuan: Meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar tentang bahaya merokok dan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru. Melalui aktivitas interaktif, BREATHE mendorong anak-anak agar menghindari paparan asap rokok. Metode: Melakukan survei awal untuk melihat kondisi di lapangan untuk melihat permasalahan yang dihadapi dilokasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pendekatan edukasi tentang bahaya merokok bagi tubuh dan akan mengevaluasi hasil yang telah dicapai oleh siswa. Hasil dan pembahasan: Sebagian besar siswa SDN 05 Dewantara, Aceh Utara telah memahami bahaya merokok. Inisiatif ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan yang disampaikan secara menyenangkan dapat membentuk kebiasaan hidup sehat jangka panjang. Melindungi paru-paru dari asap rokok merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih sehat. Kesimpulan: Pendekatan edukatif yang dikombinasikan dengan aktivitas interaktif dan kampanye digital terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Kata kunci: WHO, rokok, paru-paru, edukasi
Gambaran Tingkat Risiko Jatuh pada Lansia Berdasarkan Berg Balance Scale di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe 2023 Salsabila, Salsabila; Nadira, Cut Sidrah; Maulina, Nora
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.1725

Abstract

The elderly are an age group of humans who have entered the final stages of their life. As we age, the human body will experience morphological changes in the body, muscles, bones and joints. Deterioration and morphological changes in muscles occur, causing functional changes in muscles, namely a decrease in strength, muscle contraction, muscle elasticity and flexibility, this causes the risk of falls in the elderly to tend to increase. Fall risk is a situation where a person has the potential to experience an increased chance of falling. The purpose of this research is as a screening effort to determine the level of risk of falls in the elderly in the Muara Dua Health Center working area, Lhokseumawe City. This research is descriptive observational with a cross sectional approach with a total of 76 respondents. This research was carried out at the Muara Dua Community Health Center, Lhokseumawe City. The sample in this study was elderly people who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique in this research was purposive sampling. The results of the study showed that elderly people in the Muara Dua Community Health Center working area, Lhokseumawe City, had a low fall risk level of 96.1% (73 people), a medium fall risk level of 3.9% (3 people) and a high fall risk level was not found. The conclusion obtained in this study was that of the 76 respondents, the majority had a low fall risk level of 96.1% (73 people).
Gambaran Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Atas Kepemilikan Sanitasi Dasar Di Desa Pusong Kecamatan Banda Sakti Shidqi, Hafizh; Khairunnisa, Cut; Nadira, Cut Sidrah
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.2181

Abstract

Basic sanitation in Pusong Village, Banda Sakti Subdistrict is a basic human need and is also the most determining factor in public health. The purpose of this study is to find out an overview of the level of knowledge, attitudes and actions of the head of the family on the ownership of basic sanitation. This research is descriptive research with cross-sectional method, with respondents are the Head of Family in Pusong Village, Banda Sakti Subdistrict as many as 72 Family Heads and data retrieval using questionnaires. The results showed that 65.3% of respondents had poor knowledge, 47.2% of respondents had enough attitude, and 68.1% of respondents had poor actions. Basic sanitation conditions in the community in Pusong Village Banda Sakti Subdistrict for clean water facilities, stool / latrine disposal facilities, landfill facilities, and wastewater disposal facilities as a whole are predominantly ineligible. The economic condition of the respondent causes a low level of knowledge, attitudes and actions of the respondent to be able to realize basic sanitary conditions that meet health requirements. The conclusion of this study is that most of the Family Heads in Pusong Village, Banda Sakti Subdistrict have poor knowledge, adequate attitude and poor actions on basic sanitation ownership. It is recommended to the public to take more concrete action in achieving the implementation of basic sanitation facilities through mutual assistance, and to the Lhokseumawe City Health Office and Related Agencies to further improve health education and promotion.
Gambaran Pengetahuan Dan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien DM Tipe 2 Di RSUD Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Fetia, Mila; Debbyousha, Maulina; Nadira, Cut Sidrah
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3641

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah sekelompok penyakit metabolik kronis dengan karakteristik hiperglikemia yang disebabkan oleh defek sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Salah satu komplikasi kronis dari diabetes melitus adalah kaki diabetik dengan faktor risikonya yaitu iskemik, neuropati, dan infeksi. Upaya pencegahan primer pada pengelolaan kaki diabetik merupakan salah satu strategi yang paling efektif untuk mencegah luka kaki secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap faktor risiko terjadinya kaki diabetik dan mengetahui perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian ini adalah desktiptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 91 pasien DM Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam dengan teknik Consecutive Sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner pengetahuan yang dikembangkan Harry Ilham Bastanta dan kuisioner Nottingham Assesment of Fungtional Footcare (NAAF) sebagai alat pengumpulat data. Hasil penelitian diperoleh mayoritas penderita diabetes berjenis kelamin wanita (57,1%), usia 55-64 tahun (37,4%), Ibu rumah tangga (40,7%), pendidikan SD (45,1%), lama menderita DM < 5 tahun (61,5%) dan ulkus grade 0 (83,5%) berdasarkan klasifikasi wagner. Gambaran karakteristik tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap faktor risiko terjadinya kaki diabetik termasuk kedalam kategori cukup baik (46,2%) dan sebagian besar responden memiliki perilaku perawatan kaki yang buruk (75,8%). Pengetahuan dan perilaku perawatan kaki yang buruk dapat terjadi karena kurangnya informasi terkait faktor risiko terjadinya kaki diabetik dan penatalaksanaannya. Pemberian edukasi terkait komplikasi diabetes melitus dan perawatan kaki penting dilakukan pada pasien DM untuk meningkatkan pemahaman mengenai komplikasi diabetes melitus salah satunya yaitu kaki diabetik dan untuk meningkatkan pemahaman mengenai perawatan kaki yang tepat untuk mencegah terjadinya kaki diabetik.
Hubungan Profil Lipid Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Humaira, Siti; Nadira, Cut Sidrah; Debbyousha, Maulina
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3659

Abstract

Hipertensi merupakan masalah global. Data dari Dinas Kesehatan Aceh tahun 2018, hipertensi di Kota Lhokseumawe berada pada peringkat ke-4 dari 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, sementara pravelensi dislipidemia di Aceh mencapai 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan profil lipid dengan tekanan darah pada pasien hipertensi rawat inap di RSUCM periode Januari 2023-Desember 2023. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji spearman. Hasil penelitian ini pada 51 pasien hipertensi, didapatkan nilai rata-rata tekanan darah sistol 165,25 mmHg dan tekanan darah diastol 96,22 mmHg. Rata-rata profil lipid kolestrol total 204,37 mg/dL, HDL 41,06 mg/dL, trigliserida 146,80 mg/dL. Dari hasil uji korelasi didapatkan kolestrol total dengan tekanan darah sistol diketahui bahwa nilai p value <0,05 dan koefisien korelasi (r) 0,368, didapatkan LDL dengan tekanan darah sistol nilai p value <0,05 dan nilai (r) 0,313, sementara tekanan darah diastol dengan kolestrol total dan LDL diperoleh nilai p value >0,05 yang artinya tidak memiliki hubungan. Hasil uji korelasi HDL dan trigliserida dengan tekanan darah sistol dan diastol diperoleh p value >0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kadar kolestrol total dan LDL dengan tekanan darah sistol, artinya setiap peningkatan kadar kolestrol total dan LDL akan diikuti dengan peningkatan tekanan darah sistol.