Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH LANSIA MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI PANTI JOMPO ANNUR KOTA LHOKSEUMAWE Yuziani, Yuziani; Rahayu, Mulyati Sri
Jurnal Vokasi Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v5i1.2067

Abstract

Kondisi dunia global saat ini yaitu munculnya wabah pandemi COVID-19, Penyebaran Covid-19 yang terus meningkat ini membuat kita lebih memberikan perhatian terhadap kesehatan tubuh lansia. Kita juga semakin menyadari bahwa penting untuk melakukan pencegahan agar terhindar dari Covid-19. Diantaranya adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menggunakan masker, physical  distancing, dan yang paling penting adalah menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh dengan baik. Sehingga tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah terserang penyakit. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi komoditas yang banyak dicari masyarakat pasca-merebaknya Covid-19. Tanaman-tanaman ini dipercaya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas sebagai penangkal Covid-19. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan penyuluhan pemamfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Untuk meningkatkan imunitas tubuh lansia menghadapi Pandemi Covid-19 di Panti Jompo Annur Kota Lhokseumawe dan menyediakan tanaman obat di panti. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktek lapangan. Target yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan lansia tentang penyakit Covid-19, imunitas, TOGA dan adanya tanaman obat dipanti sehingga panti punya kesiapan menghadapi wabah Covid-19 ini. Hasil yang telah dicapai melalui program kegiatan ini adalah sesuai dengan target yang telah direncanakan sebelumnya yaitu: telah dilakukan membaca doa, aktivitas fisik ringan dan pemeriksaan kesehatan, pengetahuan Covid-19, pengetahuan Imunitas, pengetahuan TOGA, Penyediaan tanaman obat keluarga. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa dengan edukasi  lansia panti jompo An-Nur kota lhokseumawe dapat mencegah penularan covid-19 dengan menerapkan protocol kesehatan di lingkungan panti dan meningkatkan imun tubuhnya serta telah tersedianya tanaman obat keluarga di panti 
PELATIHAN MANAJEMEN DATA MENGGUNAKAN SOFTWARE UNTUK DOSEN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH TAHUN 2020 Sawitri, Harvina; Yuziani, Yuziani
Jurnal Vokasi Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v5i1.2160

Abstract

Dosen, sebagai salah satu komponen penting dalam dunia pendidikan perguruan tinggi, membutuhkan sejumlah keterampilan yang termasuk dalam hard skills yang berguna bagi mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karenanya dosen dituntut untuk memiliki kemampuan mengelola data (data management) yang umumnya diperoleh melalui training. Sejumlah training yang terkait dengan pengelolaan data diperlukan oleh dosen karena sangat berguna dalam berbagai aktivitas ilmiah seperti penelitian. Salah satu training yang dibutuhkan adalah keterampilan menggunakan teknologi komputer dengan menggunakan software atau aplikasi tertentu yang dapat menunjang aktivitas ilmiah dosen. Tujuan kegiatan manajemen data bagi dosen di lingkungan FK Unimal tahun 2020 ini adalah meningkatkan keterampilan dosen dalam mengelola data (data management) pada sejumlah kegiatan dalam tri dharma perguruan tinggi, mengetahui penggunaan sejumlah software dan aplikasi yang dapat menunjang aktivitas tri dharma perguruan tinggi dan membangun kemandirian dosen dalam aktivitas mengelola data seperti memasukkan (input) data, mengolah data, menganalisis data, dan presentasi data. Metode pelaksaan pelatihan menggunakan pendekatan antara lain orientasi dimana dosen diberikan informasi tentang manajemen data dan manajemen data statistic ( software atau aplikasi ), training mengajarkan manajemen data dan manajemen data statistic (software atau aplikasi) untuk mendapatkan kemampuan hard skill dan melakukan percobaan untuk penerapan manajemen data dan manajemen data statistic (software atau aplikasi) ke masing-masing dosen. Hasil dan luaran yang diperoleh adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dosen dalam manajemen data dan penggunaan aplikasi yang mendukung terlaksananya tridharma perguruan tinggi, terbitnya berita di media massa online dan submitted artikel pada jurnal nasional tidak terakreditasi.
SOSIALISASI PENGGUNAAN PAYUNG DAN SUNSCREEN UNTUK PENCEGAHAN PENUAAN EKSTRINSIK DI LINGKUNGAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH WP, Mellaratna; Yuziani, Yuziani; A, Millizia; YF, Rahima; A, Lutfiah
Jurnal Vokasi Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i1.3382

Abstract

Kondisi usia rata-rata dosen yang sudah diatas 30 tahun cenderung berisiko mengalami penuaan ekstrinsik. Kesadaran para dosen untuk melindungi diri dari paparan sinar UV baik melalui penggunaan pelindung dan penggunaan sunscreen rutin masih rendah. meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan seluruh dosen FK Unimal tentang penuaan ekstrinsik dan pentingnya menghindari sinar ultraviolet melalui penggunaan payung/topi dan sunscreen. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi. Pengabdi menilai ada tidaknya peningkatan kesadaran dosen dalam menggunakan sunscreen dan penilaian persentase tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap menghindari sinar matahari yang dinilai melalui kuesioner google form yang telah tervalidasi. Sebagian besar dosen memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang cukup baik (44,83%) dan tindakan yang kurang baik (51,72%) dalam menghindari paparan sinar ultraviolet. Tindakan dosen diharapkan dapat meningkat melalui sosialisasi penggunaan payung, topi dan sunscreen sehingga para dosen tidak hanya memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang cukup baik terhadap pentingnya melindungi diri dari sinar ultraviolet namun dapat dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Iuaran dari kegiatan ini adalah mengetahui akan peningkatan kesadaran dosen dalam meningkatkan perlindungan dari sinar UV. Penggunaan alat pelindung diri berupa topi, payung dan sunscreen perlu disosialisasikan karena masih minimnya tindakan dosen dalam menghindari paparan sinar ultraviolet dan tinglat pengetahuan dan sikap dosen diharapkan dapat meningkat pada tingkat yang sangat baik. 
PROGRAM PEMBERDAYAAN DESA TANGGUH COVID-19 MELALUI PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM MENGHADAPI NEW NORMAL PADA MASYARAKAT DESA UTEUNKOT-LHOKSEUMAWE Yuziani, Yuziani; Rahayu, Mulyati Sri
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2444

Abstract

Kondisi dunia global saat ini, munculnya wabah pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronvirus 2 (SARS-CoV-2). WHO menyatakan adanya kegawat daruratan permasalahan kesehatan global berdasarkan jumlah kasus novel coronavirus SARS-CoV-2 (coronavirus disease 2019/ COVID-19) yang terus meningkat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran Covid-19 yang terus meningkat ini membuat kita lebih memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Kita juga semakin menyadari bahwa penting untuk melakukan pencegahan agar terhindar dari Covid-19. Diantaranya adalah dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masalah kesehatan yang sering dialami dilapangan untuk pembiasaan PHBS ini masing sangat kurang. Terutama mengingat sekarang ini kita masi berada pada kondisi lingkungan yang kurang sehat yakni berada pada masa pandemi Covid-19. Desa Uteunkot yang menjadi salah satu Desa binaan Univesitas Malikussaleh (Unimal) ini, dimana masyarakatnya belum menerapkan pola PHBS yang sesuai. Oleh karena itu, kami sebagai dosen Unimal akan melaksana pengabdian pada masyarakat merasa terpanggil untuk membiasakan pola hidup sehat pada masyarakat Desa Uteunkot ini. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan  bagi masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan tentang penyakit Covid-19 dan PHBS, menjelaskan cara mencuci tangan yang benar, menjelaskan pemanfaatan tempat cuci tangan, membuang sampah pada tempatnya serta pemilahan sampah yang dapat didaur ulang, pemanfaatan jamban yang tepat serta pengunaan air bersih dan melakukan pembagian tempat cuci tangan, sabun cuci tangan dan tempat sampah. Hasil yang telah dicapai melalui program kegiatan ini adalah edukasi pemaparan materi dilakukan didepan masyarakat desa uteunkot kota Lhokseumawe. Masyarakat dibekali dengan pengetahuan tentang penyakit covid dan PHBS. Berdasarkan analisis post test pada 40 kader menunjukkan ada perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Sosialisasi cara mencuci tangan yang benar, memakai masker dan pengelolaan sampah yang ekonomis. Pembekalan kader dan diakhir dengan penyerahan bahan/barang PHBS. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa melalui program pengabdian ini, pengetahuan kader dapat meningkat tentang PHBS dan pencegahan penyakit covid, keterampilan kader meningkat cara melakukan gerakan cuci tangan dan pengelolaan sampah yang benar, serta melaului program pengadian ini telah terbentuk tim .PHBS untuk desa tangguh covid-19.
HUBUNGAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN MASSAL FILARIASIS DI KECAMATAN BAKTIYA ACEH UTARA Yuziani, Yuziani; Rahayu, Mulyati Sri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol.6 : No.1 (Mei, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v6i1.2660

Abstract

Filariasis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara dan angka kejadian tertinggi tingkat propinsi Aceh. Kecamatan Baktiya paling tinggi angka kejadian di Aceh utara. Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial, yang menimbukan pembengkakan pada tangan, kaki dan genital.Salah satu strategi pemberantasan filariasis yang dilakukan dengan memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) filariasis. Keberhasilan pengobatan sangat tergantung dari sikap masyarakat menyingkapi pengobatan ini. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan sikap Masyarakat dengan kepatuhan pengobatan massal filariasis di Kecamatan Baktiya Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 256 sample dan analisis data menggunkan uji Chi-Square dan Uji Kolmogorov Smirnov sebagai alternatif lain untuk pemenuhan syarat. Didapatkan hasil responden dengan rentang umur terbanyak yaitu berada pada usia 17-25 yaitu 43,4 %. Distribusi jenis kelamin responden terbanyak  adalah jenis kelamin laki-laki yaitu  52,3 %. Distribusi pendidikan terakhir responden terbanyak adalah tamat SMA/MA/SMK yaitu 52,3 %. Distribusi pekerjaan responden terbanyak adalah IRT yaitu sebanyak 20,3 %. Gambaran tingkat sikap masyarakat tentang filariasis ada pada tingkatan kurang yaitu sebanyak 55,9 %, dan hanya 2,7 % yang memiliki tingkat sikap baik tentang filariasis sedangkan kepatuhan pengobatan massal filariasis didapatkan hanya 2,7 % yang diketahui patuh dalam mengkonsumsi obat filariasis, sedangkan 97,3 % diketahui tidak patuh. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat sikap masyarakat dengan kepatuhan pengobatan Massal Filariasis pada masyarakat di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara Periode 2015-2018.
Pendampingan Pengendalian DM dan Komplikasinya Melalui Pemberian Alat PGDM dan Tensimeter Serta Pencatatan Mandiri Melalui Aplikasi Berbasis Android pada Masyarakat Desa Reulet Barat Aceh Utara Z, Khairunnisa; Sofia, Rizka; Yuziani, Yuziani; Maulina, Meutia
Jurnal Vokasi Vol 9, No 2 (2025): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i2.7375

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global dan nasional, termasuk di Indonesia. Desa Reuleut Barat, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara merupakan wilayah dengan angka kejadian DM yang signifikan, disertai keterbatasan akses terhadap alat pemantauan kesehatan dan rendahnya literasi masyarakat tentang manajemen penyakit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan DM melalui pendekatan edukatif, pemeriksaan kesehatan, pemberian alat, dan pelatihan digital berbasis aplikasi Android. Metode pelaksanaan mencakup edukasi tentang DM dan komplikasinya, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, dan kolesterol, serta pelatihan penggunaan alat monitoring digital dan aplikasi pencatatan kesehatan bagi kader desa. Sebanyak 20 peserta terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 15 penyandang DM dan 5 kader kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki profil risiko metabolik tinggi, dengan 40% mengalami hipertensi, 25% hiperglikemia, dan 30% hiperkolesterolemia. Kegiatan juga menghasilkan peningkatan pemahaman kader terhadap penggunaan alat digital dan aplikasi pemantauan kesehatan. Penyerahan alat berupa glucometer multifungsi dan tensimeter digital menjadi bagian dari upaya pemberdayaan komunitas untuk deteksi dini dan kontrol mandiri DM. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi edukasi, teknologi sederhana, dan keterlibatan kader kesehatan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian DM berbasis komunitas. Pendekatan ini memiliki potensi replikasi di wilayah pedesaan lain sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan primer yang berkelanjutan.
Gambaran Pola Penggunaan Obat Anestesi pada Pasien Bedah Urologi di Instalasi Bedah RSU Cut Meutia Aceh Utara Patimah, Seni Nur; Millizia, Anna; Yuziani, Yuziani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.19850

Abstract

Anestesi merupakan suatu tindakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika dilakukan pembedahan dan berbagai prosedur lain yang menimbulkan rasa sakit. Urologi merupakan salah satu dari berbagai jenis pembedahan yang memerlukan anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat anestesi pada pasien bedah urologi di RSU Cut Meutia Aceh Utara yang merupakan rumah sakit rujukan di Aceh Utara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 48 pasien yang menjalani pembedahan urologi pada bulan Mei- Juli 2024, sebanyak 39 pasien bedah urologi (81.25%) berjenis kelamin laki-laki, 22 pasien (45.8%) berusia lanjut dan 36 pasien (75%) menjalani pembedahan minimal invasif. Hasil penelitian juga menunjukan sebanyak 42 pasien (87.5%) menerima jenis anestesi regional dengan teknik spinal dan sebanyak 42 pasien diinjeksi dengan bupivakain sebagai salah satu agen anestesinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis anestesi regional dengan teknik spinal anestesi paling banyak dilakukan di RSU Cut Meutia serta bupivakain merupakan obat yang sering digunakan pada pasien bedah urologi yang mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia lanjut dan menjalani pembedahan minimal invasif.
Edukasi Farmakologi Terapan: Pembuatan Oralit Mandiri dan Deteksi Dini DBD dengan Uji Torniquet pada Santri di MTs Syamsudduha Aceh Utara Yuziani, Yuziani; Sofia, Rizka; Sawitri, Harvina; Maulina, Meutia; Mellaratna, Wizar Putri; Siregar, Sarah Rahmayani
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.24076

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian utama, terutama di wilayah-wilayah endemis. Salah satu upaya strategis untuk menurunkan angka keparahan kasus DBD adalah melalui deteksi dini dan penanganan awal berbasis edukasi farmakologi terapan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembuatan oralit mandiri sebagai langkah awal penanganan dehidrasi, serta penerapan uji tourniquet sebagai metode sederhana untuk deteksi dini DBD. Kegiatan dilaksanakan di MtsS Syamsudduha Aceh Utara dalam bentuk edukasi interaktif yang mencakup ceramah, demonstrasi pembuatan oralit, dan pelatihan praktik uji tourniquet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi langsung terhadap keterampilan praktik peserta. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40,76% berdasarkan hasil perbandingan pre-test dan post-test. Selain itu, sebagian besar peserta mampu melakukan uji tourniquet secara tepat sesuai pedoman yang dikeluarkan oleh WHO. Evaluasi keterampilan juga menunjukkan bahwa 95% peserta berhasil membuat oralit mandiri dengan benar. Edukasi farmakologi terapan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap DBD dan kemampuan penanganan awal dehidrasi. Intervensi semacam ini sangat relevan untuk diterapkan di komunitas, terutama di daerah endemis. Kata Kunci: Farmakologi terapan, oralit mandiri, DBD, uji tourniquet, edukasi masyarakat
Gambaran Karakteristik dan Kualitas Hidup pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Penderita Hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe Khusnia, Lutfiatul; Sawitri, Harvina; Yuziani, Yuziani
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 12 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i12.1318

Abstract

Hipertensi yang tidak terkontrol memiliki risiko yang tinggi untuk terjadinya komplikasi. Komplikasi tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup. Program Pengelolaan Penyakit hipertensi masuk ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional bernama Prolanis dengan tujuan agar pesertanya mencapai kualitas hidup yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan kualitas hidup peserta prolanis penderita hipertensi di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Menggunakan rancangan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juni 2021-Februari 2022 di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Sampel ditentukan dengan total sampling dengan jumlah 35 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner WHOQOL-Bref. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas karakteristik responden adalah lansia awal (51,4%), jenis kelamin perempuan (91,4%), tidak bekerja (88,6%), pendidikan Sekolah Dasar (34,3%), dan status kawin (77,1%), serta lama menderita hipertensi dengan durasi ? 5 tahun (45,7%). Derajat hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 1 (40,0%). Kualitas hidup terbanyak berdasarkan tiap domain yang berada dalam kategori baik yaitu kesehatan fisik (57,1%), kesejahteraan psikologis (57,1%), dan hubungan lingkungan (51,4%), sedangkan hubungan sosial terbanyak dalam kategori sedang (42,9%). Perlu dilakukannya sosialisasi kepada peserta prolanis agar lebih komitmen dan aktif dalam mengikuti kegiatan prolanis sehingga didapatkan kualitas hidup yang lebih baik terutama domain hubungan sosial
Evaluation of the Rationality of Antihypertensive Drug Use in Hypertension Patients at Peusangan Siblah Krueng Public Health Center, Bireuen District Adduana, Nuva; yuziani, yuziani; Novalia, Vera
Ahmad Dahlan Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admj.v6i2.14430

Abstract

Hypertension is a chronic disease with a high prevalence and a significant risk of serious complications if not properly managed. The aim of this study was to evaluate the rational use of antihypertensive drugs in hypertensive patients at Peusangan Siblah Krueng Public Health Center, Bireuen District, based on the criteria of appropriate indication, appropriate patient, appropriate drug, and appropriate dose according to JNC VIII guidelines. This was a descriptive observational study with a retrospective approach using medical records of hypertensive patients in 2023. A total of 185 patients were selected through purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data collected included patient identity, diagnosis, type of antihypertensive drugs, dosage, and administration. Rationality was evaluated using the 4T classification (appropriate indication, patient, drug, and dose) in accordance with JNC VIII guidelines. The results showed that appropriateness of indication and patient both reached 100%. Appropriateness of drug was 96.8%, with the majority of patients receiving amlodipine as the main therapy. Appropriateness of dose was 98.9%, with a small proportion of inappropriateness observed in patients with comorbid diabetes mellitus. Overall, the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients at Peusangan Siblah Krueng Public Health Center, Bireuen District, can be categorized as rational based on the 4T criteria, although some discrepancies remain in drug selection and dosage, particularly among patients with comorbidities.