Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Potensi Interaksi Obat pada Pasien Layanan Apotek Adinugraha Amarullah; Rifdah Nuur Ronaa Puteri; Klau, Ivan Charles Seran; Farida Anwari; Bella Fevi Aristia; Hamidah
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i1.59

Abstract

Interaksi obat terjadi ketika dua atau lebih obat dikonsumsi bersamaan, dan risikonya meningkat seiring jumlah obat yang digunakan. Polifarmasi, yakni pemakaian lima obat atau lebih, berpotensi memperbesar kejadian interaksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi interaksi obat pada pasien dengan resep polifarmasi selama Oktober 2024. Metode deskriptif retrospektif diterapkan pada data resep yang memuat minimum lima obat, dengan analisis interaksi berdasarkan Stockley Drug Interactions edisi 2015. Hasil menunjukkan 17 kasus interaksi teridentifikasi dan 5 kasus interaksi tak terklasifikasi. Mekanisme interaksi terbanyak berupa farmakokinetik (45,4%), diikuti farmakodinamik (31,8%). Dari segi keparahan, mayoritas interaksi bersifat minor (40,9%), diikuti moderate (36,3%), dan tanpa temuan interaksi mayor. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining interaksi obat pada pasien polifarmasi untuk meminimalkan efek merugikan.
Analisis Pemahaman Masyarakat Mengenai Dagusibu Obat di Desa Larangan Pamekasan Adinugraha Amarullah; Farida Anwari; Bella Fevi Aristia; Ivan Charles Seran; Hamidah, Hamidah
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i2.4945

Abstract

Medicine is an essential part of daily life, yet public knowledge regarding safe medication management often falls short of health standards. To address this issue, the Indonesian Pharmacists Association (Ikatan Apoteker Indonesia, IAI) launched the DAGUSIBU educational program (Obtain, Use, Store, Dispose) to enhance understanding of proper medication management. This study aims to assess the level of knowledge among the residents of Larangan Dalam Village, Larangan District, Pamekasan Regency regarding the DAGUSIBU principles and identify factors influencing their understanding. The study employs a quantitative descriptive approach using purposive sampling techniques, involving 98 respondents from a total population of 3,303 aged 17 to 60 years. Data were collected through a questionnaire covering demographic variables and questions about procedures for obtaining, using, storing, and disposing of medications according to IAI guidelines. Analysis was conducted using the Guttman scale to classify knowledge into three categories: good, moderate, and poor. The results reveal that 42.9% of respondents have good knowledge, 36.7% have moderate knowledge, and 20.4% have poor understanding of medication management. These findings highlight the importance of enhancing health education and strategic interventions to optimize medication management at the household level and prevent the risks of misuse and negative health impacts. The recommendations based on this study are expected to serve as a reference for healthcare institutions and related organizations in designing effective intervention programs.
Gasik: Gerakan Edukasi Siswa Anti Narkoba Dalam Upaya Menciptakan Pengetahuan Generasi Muda Berbasis Teknologi Charisma, Acivrida Mega; Octifani, Amellya; Prajawanti, Kadeq Novita; Anwari, Farida; Negara, Yohanes Ardi Kapri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.458

Abstract

Narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang atau yang biasa disebut dengan narkoba di bidang kesehatan memberikan manfaat yang cukup besar bagi penyembuhan dan keselamatan manusia. Tujuan dilakukannya kegiatan gerakan edukasi siswa anti narkoba dalam upaya menciptakan pengetahuan generasi muda berbasis teknologi di SMAN 1 Kedamean agar peserta didik sebagai target kegiatan sosialisasi dapat memahami dampak yang ditimbulkan.  Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan penyuluhan disekolah sasaran. Kegiatan penyuluhan untuk menciptakan Pengetahuan Generasi Muda Berbasis Teknologi di adakan di SMAN 1 Kedamean Kabupaten Gresik  pada Hari Rabu, 14 Agustus 2024 dengan peserta yaitu seluruh siswa SMAN 1 Kedamean dengan total peserta setidaknya 58 anak dari kelas XII. Jalanya kegiatan sosialisasi dilakukan melalui tiga tahap, yang pertama adalah pemutaran video mengenai video profil, pembagian kuisioner, sesi kedua sosialisasi materi, upaya pencegahan HIV, dan sesi yang terakhir sosialisasi gerakan edukasi siswa anti narkoba. Kemudian dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan siswa tentang pendidikan moral, narkoba, dan dampak penyalahgunaan narkoba dari sudut pandang kesehatan, sosial, dan hukum. Peningkatan pemahaman siswa-siswi akan bermuara pada terciptanya sikap dan perilaku bebas narkoba. Diharapkan kedepannya remaja terutama siswa-siswi SMA yang merupakan bagian dari generasi muda Indonesia menjadi generasi milenial yang bebas narkoba. Hasil dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran bagi para peserta kegiatan mengenai bahaya penggunaan narkoba. Informasi yang disampaiakan melalui kegiatan ini menjadi wawasan yang membuat peserta semakin sadar dan waspada bahwa penggunaan narkoba dengan berbagai bentuknya sangat berbahaya dan merugikan.
Edukasi Keluarga Pasien Hipertensi dan Diabetes di Desa Watugolong Sidoarjo Terhadap Kepatuhan Minum Obat Berbasis Teknologi Informasi Amarullah, Adinugraha; Anwari, Farida; Seran, Ivan Charles
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.1.2025.587

Abstract

Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi dan diabetes di masyarakat pedesaan masih tergolong rendah, khususnya di Desa Watugolong, Kabupaten Sidoarjo. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya kepatuhan tersebut adalah rendahnya literasi kesehatan, kurangnya keterlibatan keluarga dalam pendampingan pengobatan, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai media edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap konsumsi obat melalui dua pendekatan utama: edukasi langsung kepada pasien dan kampanye “Keluarga Peduli Obat” berbasis media video edukatif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sedangkan Edukasi dilakukan secara tatap muka dengan pendekatan partisipatif, sedangkan kampanye dilakukan melalui distribusi video edukatif berdurasi singkat yang disebarkan melalui WhatsApp dan diputar dalam forum warga. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil survei sebelum dan setelah kegiatan, baik dalam bentuk kuesioner maupun wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata skor meningkat dari 60% menjadi 85%. Peningkatan juga terjadi pada indikator kepatuhan minum obat, seperti konsumsi obat sesuai jadwal, pemahaman efek samping, dan kebiasaan berkonsultasi dengan tenaga medis. Selain itu, kampanye video berhasil mendorong keterlibatan aktif keluarga dalam mendampingi pasien dengan cara sederhana, seperti penggunaan alarm ponsel dan pengingat visual. Kesimpulannya, pendekatan edukatif berbasis komunitas yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi informasi terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan penyakit kronis di tingkat desa.
Body Mass Index, Glucose, and Triglycerides as Predictors of HbA1c Control in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus: A Cross-Sectional Study Anwari, Farida; Octifani, Amellya
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i3.393

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic disease with rising global and national prevalence. Glycemic control, measured by glycated hemoglobin (HbA1c), is essential to prevent complications. Previous studies showed inconsistent findings on the effects of age, gender, body mass index (BMI), and triglycerides on HbA1c levels, with limited use of logistic regression. This study examined the influence of age, gender, BMI, glucose, and triglyceride levels on HbA1c control in Indonesian patients with T2DM. Methods: A cross-sectional study was conducted using secondary medical records of 55 T2DM patients treated at RA Basoeni Clinic, Mojokerto, Indonesia, in 2024. Inclusion criteria included patients aged ≥18 without anemia or hemoglobinopathy; patients with incomplete data were excluded. HbA1c values were estimated from average fasting and postprandial glucose over the past three months using the American Diabetes Association (ADA) 2019 conversion table. HbA1c status was categorized as controlled (≤6.5%) and uncontrolled (>6.5%). Logistic regression analysis was performed using SPSS version 25.0. The study adhered to STROBE reporting guidelines. Results: Of the 55 patients, 24 (43.6%) had controlled HbA1c and 31 (56.4%) had uncontrolled HbA1c. Logistic regression showed that BMI (OR=1.192, p=0.047), glucose (OR=1.026, p=0.044), and triglycerides (OR=1.017, p=0.049) significantly predicted HbA1c status. Age (p=0.837) and gender (p=0.884) were not significant predictors. The model explained 68.9% of the variance (Nagelkerke R²=0.689) with an overall classification accuracy of 83.6%.. Conclusion: BMI, glucose, and triglycerides are significant predictors of HbA1c control in T2DM patients, while age and gender are not. To improve glycemic outcomes, clinical management should prioritize weight regulation, glucose monitoring, and triglyceride control.
GEMILANG (BALANCED NUTRITION FOR A BRILLIANT GENERATION): EDUCATION AND EMPOWERMENT OF PREGNANT WOMEN AND TODDLERS IN STUNTING PREVENTION BASED ON LOCAL FOOD Charisma, Acivrida; Octifani, Amellya; Anwari, Farida; Dewi Nur Aini, Jessica; Cahyani Putri, Sintia; Charrisa Amelinda, Nora
Community Service Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v7i2.819

Abstract

Stunting, or the condition of growth failure in children under five, is caused by chronic malnutrition that occurs from pregnancy until the child is two years old. Children experiencing stunting have a height below the standard for their age and are at risk of cognitive, motor, and immune system impairments. The community service program GEMILANG (Balanced Nutrition for a Brilliant Generation) was carried out in Kesamben Wetan Village, Driyorejo District, Gresik Regency, activity was conducted from Agustus 2025 with the aim of improving the knowledge, skills, and nutritional awareness of pregnant women, mothers of toddlers, and posyandu (integrated health post) cadres in stunting prevention based on local food. Activities included education on balanced nutrition, introduction to the potential of local food sources, training on nutritious food processing such as moringa leaf pudding, and strengthening the capacity of posyandu cadres in monitoring the nutritional status of toddlers. The implementation method used a participatory approach through interactive lectures, group discussions, demonstrations, and hands-on practice. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests as well as participant practice observations. The results showed an average knowledge increase of 33–35%, 90% of participants were able to practice the recipes at home, and 38% began utilizing their yards to grow vegetables or moringa leaves. In addition, there was a 20% increase in toddler attendance at posyandu after the program’s implementation. In conclusion, an educational approach combined with local food processing practices proved effective in improving nutrition literacy and encouraging changes in family consumption behavior. This program has the potential to become a model for community empowerment based on local potential to support sustainable stunting reduction efforts.