Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KONSELING KENALI GEJALA DAN JAUHI PERILAKU BERISIKO PENYAKIT HIPERTENSI DI MASYARAKAT RT 05 RW 12 KELURAHAN TANGKERANG SELATAN KOTA PEKANBARU TAHUN 2020 priwahyuni, yuyun; Vita Gloria, Cristine; Alamsyah, Agus; Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.900

Abstract

Blood pressure is the pressure contained in the blood vessels that occurs when the heart pumps blood throughout the body. If the blood pressure is less than 120/80 mmHg it is under normal conditions. Hypertension occurs when the systolic / diastolic blood pressure exceeds 140/90 mmHg. The causes of hypertension are divided into two groups, namely: a) Essential Primary Hypertension is hypertension which has several possible causes; b) Secondary hypertension is hypertension caused by disturbances in blood vessels or certain organs, such as the kidneys, adrenal glands, and aorta. The purpose of PKM is to increase public knowledge and understanding of how to recognize symptoms and behaviors at risk of hypertension. The PKM method is in the form of counseling and health education on identifying symptoms and behaviors at risk of hypertension, targeting community PKM in RT 05 RW 12, Tangkerang Selatan District, Pekanbaru City. Activities will be held on Thursday, September 10 to September 19, 2020. The results of the PKM activities showed that of the 20 people who participated in the activity, 70% of the people knew and could mention about hypertension, especially the community was able to recognize the symptoms of hypertension and risky behavior that could cause hypertension. Health education and counseling activities on identifying symptoms and behaviors at risk of hypertension are very effective in the community. To related parties such as RT 05 RW 12 Tangkerang Selatan District to be able to coordinate with the local health center so that they can schedule activities like this on a regular basis, in order to provide knowledge to the public about recognizing symptoms and risky behavior from hypertension so that this disease can controlled. Keywords: Hypertension, RT 05 RW 12 Tangkerang Selatan    Abstrak Tekanan darah adalah suatu tekanan yang terdapat didalam pembuluh darah yang terjadi saat jantung memompakan darah keseluruh tubuh. Jika tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg maka dalam kondisi normal. Hipertensi terjadi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya melebihi 140/90 mmHg. Penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu ;a) Hipertensi Primer Eesensial merupakan hipertensi yang memiliki beberapa kemungkinan penyebabnya; b) Hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang disebabkan karena gangguan pembuluh darah atau organ tubuh tertentu, seperti ginjal, kelenjar adrenalin, dan aorta. Tujuan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat bagaimana mengenali gejala dan perilaku beresiko penyakit hipertensi. Metode PKM berupa konseling dan pendidikan kesehatan tentang kenali gejala dan perilaku beresiko penyakit hipertensi, sasaran PKM masyarakat di RT 05 RW 12 Kelurahan Tangkerang Selatan Kota Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis 10 September sampai dengan  tanggal 19 September 2020. Hasil kegiatan PKM didapat bahwa dari 20 masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut, 70% masyarakat mengetahui dan dapat menyebutkan mengenai tentang penyakit hipertensi terutama masyarakat sudah dapat mengenali gejala penyakit hipertensi dan perilaku yang beresiko yang dapat menyebabkan penyakit hipertensi. Kegiatan konseling dan pendidikan kesehatan tentang kenali gejala dan perilaku beresiko penyakit hipertensi sangat efektif dilaksanakan pada masyarakat. Kepada pihak-pihak yang terkait seperti perangkat RT 05 RW 12 Kelurahan Tangkerang Selatan untuk dapat berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat agar dapat mengagendakan kegiatan seperti ini secara rutin, agar dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kenali gejala dan perilaku beresiko dari penyakit hipertensi sehingga penyakit ini dapat dikendalikan.   Kata Kunci : Penyakit Hipertensi, RT 05  RW 12 Tangkerang Selatan
Pemberdayaan Kader dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Pada Lansia di Puskesmas Rumbai BUkit Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin; Jasrida Yunita; Asep Marzuki; Iswadi, Iswadi
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 8 No. 3 (2024): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v8i3.7888

Abstract

Lansia merupakan golongan umur yang paling rentan terhadap penyakit menular dan penyakit tidak menular, data dari Puskesmas Rumbai Bukit menunjukan kasus Diabetes Melitus, Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner banyak terjadi pada kelompok umur >60 tahun/ lansia ditambah lagi penyakit menular yang memiliki risiko penularan tinggi dan risiko kematian tinggi terjadi pada kelompok umur lansia. Penduduk dengan usia lanjut yang mendapatkan pelayanan kesehatan hanya 50,3% dari total lansia yang ada diwilayah kerja Puskesmas Rumbai. Pencatatan masih dilakukan manual dan berkemungkinan data rekam medis dari lansia yang melakukan pemeriksaan akan rusak dan hilang. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk deteksi dini penyakit pada lansia. Metode pengabdian ini berupa pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan dan pelatihan bagi 33 kader di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit. Pada pemeriksaan kesehatan rata rata tekanan darah pada lansia 151/87 mmHg, lingkar perut lansia 85,1 cm, IMT 25, gula darah Sewaktu 152 mm/dL dan asam Urat 6,2 mm/dL. Pada hasil peningkatan pemahaman dan keterampilan melalui pre test yakni dengan nilai 67,6 dan post test dengan nilai 85,2. Peningkatan signifikan ini juga menjadi modal dalam kemandirian kesehatan dalam peningkatan pengetahuan dan peningkatan kunjungan lansia ke posyandu. Diharapkan bagi penanggung jawab program kesehatan masyarakat agar konsisten memberikan pelayanan pemeriksaan disetiap posyandu bersama kader.
Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Klinik Swasta dan Kader dalam Respon Kewaspadaan Dini Penyakit Agus Alamsyah; Mardeni; Yessi Harnani; Ikhtiyaruddin
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 8 No. 3 (2024): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v8i3.7902

Abstract

Keterlibatan petugas di klinik swasta dan kader dalam pelaporan penyakit menular di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya masih minim dan masih menggunakan sistem manual melalui WhatsApp hal ini dikarenakan belum ada sistem pelaporan dari klinik ke puskesmas berbasis web aplikasi atau sistem online serta karena kurangnya pemahaman mereka mengenai Kewaspadaan Dini Penyakit. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan klinik dan kader mengenai penyakit menular potensial KLB serta peningkatan pemahaman dan pelaporan data penyakit menular potensial KLB menggunakan sistem aplikasi web. Metode pengabdian ini berupa Pembuatan aplikasi pelaporan Penyakit berupa aplikasi web, penyuluhan kesehatan dan pelatihan bagi nakes klinik, bidan dan kader di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya yaitu berjumlah 23 peserta. Sistem Aplikasi Pelaporan Penyakit menular berhasil dibuat dan bisa digunakan oleh nakes klinik dan kader dalam pelaporan penyakit menular. Pada hasil peningkatan pemahaman dan keterampilan melalui pre test yakni dengan nilai 57,8 dan post test dengan nilai 87. Peningkatan pemahaman petugas kesehatan dan kader mengenai penyakit menular dan pelaporannya ini dapat meningkatkan sistem kewaspadaan dini terhadap Penyakit menular yang potensial KLB dan Wabah. Diharapkan Kepada Nakes dan Kader untuk dapat melaporkan kejadian penyakit yang ada dimasyarakat melalui Web Sistem Kewaspadaan Dini Penyakit Menular (SKDPM) Harapan.
HUBUNGAN KEPATUHAN TERAPI ARV TERHADAP VIRAL LOAD DAN INFEKSI OPORTUNISTIK Agus Alamsyah; Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin; Purba, Christine Vita Gloria
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 13 No 2 (2024): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v13i2.2800

Abstract

  HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit menular tertinggi di Puskesmas Lima Puluh yaitu ada sebanyak 305 kasus. Dari jumlah tersebut pasien HIV yang sedang mendapat pengobatan ARV sebanyak 204 orang (66,9%) dan sebanyak 102 (50%) pasien yang tidak patuh terhadap terapi ARV. Menurut hasil pemeriksaan viral load, diperoleh 86,3% pasien HIV dengan viral load tersupresi dan 13,7% tidak tersupresi. Viral load yang tersupresi sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka sendiri dan menurunkan risiko penularan HIV kepada orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepatuhan terapi ARV terhadap Viral Load dan Infeksi Oportunistik. Jenis penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain studi potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien HIV yang sedang menjalani pengobatan ARV di Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru tahun 2024 berjumlah 204 pasien. Besaran sampel dengan alpha 5% sebesar 84 responden, dengan teknik Simple random sampling. Pengumpulan data Kepatuhan Terapi dengan wawancara menggunakan kuesioner sementara untuk pengumpulan data viral load dan infeksi oportunistik menggunakan data sekunder. Analisis bivariat menggunakan uji qhi square. Hasil penelitian diketahui tidak ada hubungan Kepatuhan terapi ARV dengan Viral Load (p value 0,09) namun  Odds Viral Load tidak patuh terapi ARV 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan yang patuh terapi ARV (POR = 2,5; CI 95% = 0,9 -6,7). Kepatuhan terapi ARV berhubungan dengan Infeksi Oportunistik (P value =0,013). Odds Infeksi Oportunistik pada yang tidak patuh terapi ARV 3,8 kali lebih tinggi dibandingkan yang patuh terapi ARV. Disarankan agar penderita HIV-AIDS dapat mematuhi Terapi ARV sehingga  dapat menurunkan kadar viral load dan mencegah infeksi oportunistik.    
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PUSKESMAS JAYA MUKTI KOTA DUMAI TAHUN 2023-2024 Masalena, Lisa; Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin; Priwahyuni, Yuyun
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 3 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3362

Abstract

Abstract: The Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) disease is a contagious illness caused by the dengue virus and transmitted by the Aedes aegypti mosquito. The implementation of DHF surveillance at Jaya Mukti Public Health Center has not been effective. This study aims to examine the epidemiological surveillance of dengue hemorrhagic fever (DHF) at Jaya Mukti Public Health Center for the period of 2023–2024. This research employs a qualitative method with a descriptive analytical approach through in-depth interviews, observations, and document reviews. The study involved six informants, including the head of the Jaya Mukti Public Health Center, surveillance officers, DHF program officers at Jaya Mukti Public Health Center, as well as supporting informants such as doctors, nurses, laboratory analysts, and DHF program officers from the Dumai City Health Office. This research was conducted from September to December 2024. The findings indicate that human resources at Jaya Mukti Public Health Center remain inadequate, with only one surveillance officer who is not an epidemiologist. The data analysis activities carried out were only descriptive analysis based on place (sub-district) but not yet by person, place and time. The analysis is only conducted based on location (sub-district) but does not comprehensively consider person, place, and time. Interpretation of data in the form of graphs (diagrams). Dissemination is carried out in workshops and cross-sector meetings, while through social media it is very minimal. It is recommended that Jaya Mukti Public Health Center take immediate measures to provide adequate training and resources, particularly for DHF surveillance. Additionally, supporting applications beyond the Early Warning and Response System (SKDR) should be introduced, and coordination among staff members should be enhanced in data collection process, data processing, data analysis, data interpretation and dissemination of information.Keywords: Epidemiological Surveillance, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Data Collection Process.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gejala Gastritis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Prodi Kesmas Fakultas Kesehatan Universitas Hang Tuah Pekanbaru Tahun 2025 Isnani, Rama; Alhidayati, Alhidayati; Purba, Christine Vita Gloria; Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin; Wardani, Sri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.7228

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan atau peradangan pada lambung yang disebabkan oleh iritasi atau infeksi yang sering terjadi pada masyarakat, termasuk pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gejala gastritis pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Hang Tuah Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian di lakukan di Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Jumlah responden sebanyak 91 responden yang di pilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, analisis univariat ,bivariat dan dengan uji chi square untuk melihat hubungan variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian gejala gastritis (p=0,023) POR 2,977 (1,247-7,111), konsumsi kopi (p=0,033) POR 2,740 ( 1,740-6,434), dan kualitas tidur (p=0,045) POR 2,775 ( 1,117-6,893), dan tidak ada hubungan merokok dan tingkat stres dengan kejadian gejala gastritis. Kesimpulannya, maha- siswa tingkat akhir dengan pola makan tidak sehat, konsumsi kopi berlebihan, dan kualitas tidur buruk memiliki risiko lebih besar mengalami kejadian gejala gastritis. Kata Kunci: Pola makan, Konsumsi kopi, Kualitas tidur
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Menular Potensial Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin; Sari, Nila Puspita; Fahlepi, Rizer; Alamsyah, Agus; Yanti, Desri Novita
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 2 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i2.6044

Abstract

Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya terletak dipusat Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 69.452 jiwa yang terletak di Kecamatan Harapan Raya. Puskesmas sering kali terjadi kenaikan Kasus penyakit menular 3 tahun terakhir yakni Demam berdarah dengue dengan status KLB, Covid-19 dengan jumlah kasus tertinggi di Kota Pekanbaru, Tuberkulosis dengan jumlah nomor 2 tertinggi di Kota Pekanbaru. Puskesmas Harapan Raya menjadi tumpuan masyarakat dalam pelayanan basic six/enam program salah satunya adalah pemberantasan penyakit menular. Kader kesehatan merupakan tumpuan masyarakat di awal berkonsultasi kesehatan secara empati, kader kesehatan di Wilayah Puskesmas Harapan Raya berjumlah 162 dan perlu di manajemen terutama untuk deteksi awal penyakit potensial menular di wilayah Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru terutama dilingkungan tempat tinggal kader. Permasalahannya kader: 1. Minimnya pengetahuan kader terhadap penyakit menular potensial KLB dan Wabah, 2. Pencatatan kegiatan kader masih manual mengunakan WA group. Tujuan pengabdian ini adalah untuk kemandirian kesehatan dimasyarakat melalui kader kesehatan. Metode dalam pengabdian ini melaksanakan Pelatihan kepada kader terhadap penyakit menular potensial KLB dan Wabah dengan perwakilan dari masing masing posyandu yakni 32 Posyandu dan memberikan penerapan sistem informasi dalam deteksi dini Penyakit KLB