Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Usulan Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Berbasis ALDEP (Studi Kasus Pada Gema Frozen) Maulana Anam, Muhammad Akbar; Muflihah, Nur; Minto
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gema Frozen is a company engaged in the distributor of frozen food products. The problems that occur at Gema Frozen are the ineffective distribution process and the lack of attention to layout in the company, especially in the flow of goods storage. This study aims to create a structured layout that increases the effectiveness of material handling and optimization of material transfer distances based on ALDEP (Automated layout Design Program) in order to create good and comfortable conditions in the company environment. Obtained the value of the results of the calculation of ARC and TCR in the office of 3, loading in by 7, incoming goods by 8, cool storage by 12, Transit Area 11, outcoming goods 7, loading out 6, Terrace 0. The highest value of TCR is in cold storage which reaches 12, this ranking indicates that the high level of need for cool storage. After analyzing the redesign with the ALDEP method, the total distance obtained is 43.1 with several changes in each department, namely loading in and loading out which were originally side by side are now separated to be more efficient, the office is brought closer to between incoming goods, outcoming goods and cool storage Therefore, there is a distance savings in the distribution process flow of 6.68%.
PELATIHAN PENGELASAN PEMUDA KARANG TARUNA DI DESA NGAMPEL NGUSIKAN JOMBANG Basuki; Retno Eka P; M. Munib Rosadi; Fajar Satriya Hadi; Minto
ABIDUMASY Vol 1 No 1 (2020): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v1i1.652

Abstract

Desa Ngampel merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang. Secara geografis Desa Ngampel mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah bercocok tanam, yang melatar belakangi pengabdian masyarakat ini adalah masih minimnya lapangan pekerjaan yang ada di Desa tersebut. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat tentang pelatihan pengelasan SMAW yang sasarannya pada pemuda desa Ngampel. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan bekal keterampilan agar nantinya bisa digunakan untuk mencari pekerjaan dan dapat digunakan untuk membuka lapangan kerja dimasyarakat. Dalam pengabdian ini kami bekerjasama dengan mitra Pemerintah Desa Ngampel yang dijadikan sebagai obyek dan tempat pengambdian. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode, ceramah, tanya jawab dan praktik langsung pengelasan. Adapun materi yang diberikan adalah prosedur pengoperasian mesin las SMAW, komponen – komponen las SMAW dan macam-macam sambungan las. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah memberikan wawasan tentang materi pengelasan dan praktik pengelasan SMAW pada masing – masing peserta sebagai bekal untuk berwirawasta dan mencari pekerjaan.
PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK SERAGAM SEKOLAH DENGAN METODE SIX SIGMA DI TPKU PP.TEBUIRENG Sumarsono; Nur Muflihah; Sulung Rahmawan. W.G; Andhika Mayasari; Minto; Fatma Ayu Nuning F.A
ABIDUMASY Vol 2 No 1 (2021): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v2i1.1321

Abstract

TPKU PP.Tebuireng's business is engaged in school uniforms. The results of previous research, it was found that there were seven Critical to Quality (CTQ). The seven CTQs are button attachment, accessories installation, untidy stitching, loose overlock, uniform stain, slanted pocket, and sloping belt. Based on these findings, the objective of the activity is transforming knowledge to develop the quality of school uniform using the six sigma method. The six sigma method is improving quality, aiming 3-4 defects per million products or services. The results of the service activities have been delivery of material and the application of the six sigma method. The six sigma method stages include define, measure, analyze, improve, control. The results of the define application by check sheet, identified seven CTQs. The application of measure is 2.95 sigma level, is equivalent to 74,830 defective in a million productions. The analyze application with pareto and causal diagram shows two types of CTQ. That have dominant causes of defects, namely untidy seams and uniform stains. The implementation of improve is based on the analyze stage results. Implementation of control by means of documentation, disseminate all relevant sections. As a step to improve the performance of the next process.
SOSIALISASI UJI MAKANAN/JAJANAN MENGANDUNG BORAKS PADA WALI MURID SISWA SDIT DARUL FALAH TEBUIRENG JOMBANG Dian Anisa Rokhmah Wati; Nur Muflihah; Nailul Izzati; Imamatul Ummah; Minto
ABIDUMASY Vol 3 No 2 (2022): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v3i2.3339

Abstract

The misuse of borax as a food additive is still often found in food/snacks, including in the elementary school environment. Therefore, the community service team of Faculty of Engineering, Hasyim Asy'ari University took the initiative to disseminate information about the risks of borax misuse and how to detect the presence of borax in a food. This community service program aims to socialize to the public about the use of turmeric as an ingredient to test foods containing borax in a simple way. This is socialized to the public, especially the guardians of SDIT Darul Falah Cukir Jombang. The final target of this community service program activity is to increase public awareness about the importance of monitoring the food eaten by their children so that the development of children is well maintained. Based on the results of this community service, it is known that the socialization carried out could provide knowledge to the community about the meaning and importance of healthy food for student development and provide knowledge about how to test food easily, in an effective and efficient way.
PELATIHAN PRAKTIKUM VIRTUAL FISIKA MENGGUNAKAN MEDIA PHET SIMULASI Nur Muflihah; Fatma Ayu; Minto; Sumarsono
ABIDUMASY Vol 4 No 02 (2023): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v4i02.5063

Abstract

Ketersediaan fasilitas atau media praktikum memiliki peran penting dalam pelaksanaanya, namun hal ini menjadi kendala bagi SMK 10 Nopember Jombang sehingga diperlukan suatu alternatif media pembelajaran praktikum secara virtual. PhET dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Aplikasi PhET ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada para pengajar/guru fisika dalam menyampaikan materi pembelajaran terutama dalam hal praktikum. PhET juga berfungsi untuk memudahkan pemahaman materi khususnya materi-materi yang berkaitan dengan alam nyata dan perlu dipraktekkan di laboratorium. Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pelaksanaan praktikum terutama pada mata pelajaran fisika. Berdasarkan hasil survei menunjukkan 45,9% merasa puas dengan hasil pelaksanaan pelatihan dan sebagian besar peserta menganggap perlunya kegiatan seperti ini dilakukan untuk membantu siswa dalam memahami materi fisika baik secara teori dan praktek. Hasilnya 62,2% menyatakan sangat penting, media pembelajaran PhET berbasis virtual lab mata pelajaran fisika memiliki kesesuaian dengan kebutuhan siswa di SMK 10 Nopember Jombang
ANALISIS RISIKO DALAM MENENTUKAN STRATEGI INSPEKSI DAN MITIGASI PADA PIPELINE DI PERUSAHAAN MIGAS Imam Hilman Fathoni; Minto; Nur Muflihah; Fatma Ayu Nuning F.A
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9760

Abstract

Sistem perpipaan pada industri migas memiliki peran vital dalam proses distribusi fluida hidrokarbon. Namun, sistem ini juga memiliki risiko kegagalan yang tinggi akibat korosi, tekanan operasional, kondisi lingkungan, serta minimnya inspeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kegagalan pipa migas menggunakan tiga pendekatan utama yaitu, Thickness Requirement yang digunakan untuk mengetahui standar kemanan ketebalan minimum pipa dan juga laju korosi serta perkiraaan masa umur pipa. Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan memprioritaskan risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengetahui akar penyebab dari terjadinya mode kegagalan dengan RPN terbesar pada metode FMEA. Melalui analisis Thickness Requirement diperoleh minimum required wall thickness sebesar 3,413 mm, dengan laju korosi terbesar 0,18 mm/tahun, terkecil 0,03 mm/tahun dan rata-rata 0,135/tahun dan didapatkan juga perkiraan umur pipa terkecil selama 27,42 tahun, terlama 46,31 tahun dan rata-rata 33,53 tahun. Kemudian hasil dari menunjukkan bahwa penurunan ketebalan pipa di bawah batas minimum merupakan mode kegagalan paling kritis dengan RPN sebesar 360. Sementara itu, Fault Tree Analysis digunakan untuk memetakan penyebab kegagalan secara sistematis. Hasil dari metode FTA menunjukkan bahwa terdapat 27 basic events yang dapat memicu penurunan ketebalan pipa hingga menyebabkan kegagalan. Ketiga metode ini saling melengkapi dalam mengevaluasi kondisi teknis pipa, memetakan akar penyebab kegagalan, dan memberikan strategi mitigasi risiko yang lebih efektif.
PENERAPAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DALAM MENYUSUN SISTEM PEMELIHARAAN PREVENTIF PADA BOILER Feriyono; Nur Muflihah; Minto; Andhika Mayasari
INVANTRI (Inovasi Dan Pengelolaan Industri) Vol 5 No 2 (2026): Februari
Publisher : Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/invantri.v5i2.9843

Abstract

PT. XYZ mengalami downtime produksi yang disebabkan oleh padamnya boiler, salah satu penyebabnya adalah kegagalan pada mesin Forced Draft Fan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi mode-mode kegagalan, akibat dari kegagalan dan menyusun lembar kerja perawatan preventif mesin FDF berdasarkan metode RCM. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat 8 mode kegagalan pada tahap FMEA yaitu keausan bearing, pelumasan tidak memadai, bearing retak, VFD terlalu panas, kipas pendingin VFD rusak, pressure transmitter tidak akurat, kerusakan power supply dan sensor rusak, 7 mode kegagalan diantaranya berdampak pada akibat operasional. Lembar kerja perawatan dapat disusun dengan mengacu pada hasil perhitungan fungsi keandalan dan hasil analisis RCM. Dari hasil perhitungan fungsi keandalan, nilai keandalan bearing pada 905,1 jam sebesar 47%, nilai keandalan VFD pada 1187,2 jam sebesar 29% dan nilai keandalan pressure transmitter pada 2082,6 jam sebesar 23%. Kemudian didapatkan pula waktu interval perawatan yang direkomendasikan yaitu setiap 788,2 jam untuk komponen bearing, setiap 663,6 jam untuk komponen VFD dan setiap 689,2 jam untuk komponen pressure transmitter dengan target probabilitas keandalan yang ditetapkan sebesar 70%.