Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

TANTANGAN MENULIS ARTIKEL UNTUK PUBLIKASI ILMIAH: PERSEPSI MAHASISWA MAGISTER PAI PASCASARJANA UIN MATARAM Ribahan Ribahan; Deddy Ramdhani
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Juli-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v1i1.30

Abstract

This study aimed to explore the perceptions of students of the Islamic Religious Education (PAI) Postgraduate Program of UIN Mataram regarding the challenges they face in writing articles for scientific publications, which include academic writing and language skills. The method used in this research was survey. The data collection technique used a questionnaire distributed to students of the Postgraduate Master of Islamic Education study program to obtain information about the challenges faced in both aspects. The collected data were then analyzed using descriptive statistical techniques which resulted in mean values and standard deviations. The research findings showed that students experience various obstacles in scientific publications, from formulating titles to compiling discussions. The main challenges included the preparation of the introduction, presentation of data, creation of complex sentences, use of grammar, and selection of academic vocabulary. An intensive and sustainable academic writing training program is needed, accompanied by comprehensive coaching, feedback, and mentoring.
Mendidik dengan Adil: Kesetaraan Gender sebagai Pilar Pendidikan Islam yang Berkemajuan Nurul Khatimah; Deddy Ramdhani
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Juli-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v2i1.95

Abstract

Kesetaraan gender merupakan nilai fundamental dalam Islam yang menegaskan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan sama dalam pendidikan. Namun, dalam praktiknya, ketidakadilan gender, terutama terhadap perempuan, masih terjadi akibat budaya patriarki dan stereotip negatif di masyarakat. Penelitian ini menganalisis bagaimana prinsip kesetaraan gender dapat diinternalisasikan dalam kurikulum dan metode pembelajaran di lembaga pendidikan Islam serta mengidentifikasi tantangan implementasinya, khususnya di masyarakat tradisional. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data dari buku, jurnal, dokumen kebijakan, serta ayat Al-Qur’an dan hadis terkait. Analisis content analysis mengungkapkan bahwa Islam mengajarkan keadilan dan kesetaraan gender secara tegas, baik secara spiritual maupun sosial. Pendidikan Islam yang inklusif dan responsif gender mampu mengatasi hambatan budaya dan diskriminasi serta memberdayakan peserta didik mencapai potensi terbaik. Namun, budaya patriarki, norma sosial tradisional, dan kurangnya pemahaman nilai keadilan gender masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan integrasi nilai kesetaraan gender secara sistematis dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan kebijakan pendidikan Islam. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang inklusif dan bebas diskriminasi gender.
Transformasi Pendidikan Islam di Era Kurikulum Merdeka: Integrasi Nilai Keislaman dan Pendekatan Pedagogis Abad ke-21 Syamsul Hadi; Deddy Ramdhani
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Juli-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v2i1.96

Abstract

Transformasi pendidikan Islam di Indonesia semakin berkembang seiring implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran holistik, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum ini menjadi instrumen penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kompetensi abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, meliputi analisis deskriptif terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dilakukan sintesis tematik untuk memperoleh temuan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka berkontribusi signifikan terhadap penguatan karakter, moderasi beragama, dan internalisasi nilai-nilai Islam pada peserta didik. Namun demikian, masih terdapat kendala pada aspek kesiapan guru, keterbatasan sarana pembelajaran, serta adaptasi kurikulum di tingkat madrasah. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan kompetensi pedagogis guru, pengembangan perangkat ajar berbasis nilai Islam, dan penelitian lanjutan mengenai penerapan model pembelajaran proyek yang kontekstual guna mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka di madrasah.
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Pengembangan Karakter Kompetitif Siswa di MAN 2 Mataram Triyadi Novanda; Syamsul Arifin; Deddy Ramdhani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan karakter kompetitif siswa di MAN 2 Mataram. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter kompetitif siswa yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Islam seperti fastabiqul khairat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, wakil kepala madrasah, pembina, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala madrasah, seperti pembentukan tim olimpiade, pembinaan intensif melalui program karantina, penguatan kegiatan ekstrakurikuler, pemberian reward, kolaborasi dengan pihak eksternal, penguatan mental siswa, serta penanaman nilai fastabiqul khairat, berkontribusi dalam membentuk karakter kompetitif siswa yang meliputi kerja keras, inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan yang terarah dan berbasis nilai mampu mengintegrasikan pembinaan prestasi dengan pembentukan karakter secara efektif di lingkungan madrasah.
PROBLEMATIKA DAN SOLUSI PEMBELAJARAN PAI DI PONDOK PESANTREN Muhammad Karedo; Deddy Ramdhani
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren NW Mataram, serta mencari solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren NW Mataram. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode penelitian lapangan, data diperoleh dari wawancara, observasi, serta dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menghadapi tantangan besar seperti kualitas guru, metode pembelajaran, kurikulum yang belum sesuai, serta minimnya sarana dan prasarana. Kurangnya integrasi teknologi dan terbatasnya fasilitas juga berdampak pada rendahnya semangat belajar santri. Sebagai solusi, perlu dilakukan pelatihan rutin bagi guru, pembaruan kurikulum, penerapan metode pembelajaran yang inovatif, serta peningkatan sarana pendidikan dan keterlibatan masyarakat. Jika upaya-upaya ini dilaksanakan dengan serius, maka kualitas pembelajaran PAI di SMA NW Mataram dapat meningkat secara signifikan dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAMI PADA NAK USIA DINI DI DUSUN PRAKO DESA PRAKO KECAMATAN JANAPRIA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Herdin Marthana; Baehaqi Baehaqi; Deddy Ramdhani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11900

Abstract

ABSTRACT Islamic character education in early childhood extends beyond the transmission of religious teachings; it involves a process of habit formation and lived experiences through which values become embedded in children's daily behavior. Amid growing parenting challenges, including limited parental involvement due to time constraints and increasing exposure to digital media, the family remains the primary setting for character internalization. This study explores how parents contribute to the development of Islamic character among young children in Prako Hamlet, Prako Village, Janapria District, Central Lombok Regency, while also identifying the values fostered and the factors influencing their implementation. A qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that character development is nurtured through a combination of role modeling, habituation, effective communication, guidance, and continuous supervision. The values cultivated include faith, religious devotion, honesty, responsibility, politeness, and respect for others. The effectiveness of this process is influenced by consistent parenting practices and support from the surrounding socio-religious environment, whereas limited parental time and insufficiently monitored digital media use emerge as the most significant obstacles. These findings highlight that Islamic character education develops through the synergy between family and a supportive environment that enables children to practice and experience values in their everyday lives. ABSTRAK Pendidikan karakter Islami pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ajaran agama, tetapi juga dengan proses pembentukan kebiasaan dan pengalaman hidup yang memungkinkan nilai-nilai tersebut tumbuh menjadi bagian dari perilaku sehari-hari anak. Di tengah meningkatnya tantangan pengasuhan, termasuk keterbatasan waktu pendampingan dan paparan media digital, keluarga tetap menjadi lingkungan utama dalam proses internalisasi karakter. Penelitian ini menelaah bagaimana orang tua menjalankan perannya dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia dini di Dusun Prako, Desa Prako, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, sekaligus mengidentifikasi nilai-nilai yang dikembangkan serta faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan makna dari data. Temuan menunjukkan bahwa pembentukan karakter berlangsung melalui kombinasi keteladanan, pembiasaan, komunikasi yang efektif, pendampingan, dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Nilai yang berkembang meliputi keimanan, ibadah, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan penghormatan kepada sesama. Keberhasilan proses tersebut dipengaruhi oleh konsistensi pengasuhan serta dukungan lingkungan sosial-keagamaan, sedangkan keterbatasan waktu orang tua dan penggunaan media digital yang kurang terkontrol menjadi hambatan yang paling menonjol. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter Islami bertumbuh melalui sinergi antara keluarga dan lingkungan yang mendukung praktik nilai dalam kehidupan anak.
Ritualizing Tolerance: How Shared Imtaq Practices Govern Religious Coexistence in a Plural Secondary School Nuraeni; Mustain; Deddy Ramdhani
Journal of Religious Studies Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Religious Studies
Publisher : 2 issues per year (June and December)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64780/jors.v1i2.151

Abstract

This study explores how shared IMTAQ practices operate as an institutional mechanism for governing religious coexistence within a plural secondary school setting. Departing from dominant approaches that frame religious tolerance as a curricular objective or moral instruction, this research reconceptualizes tolerance as a ritualized social process embedded in everyday institutional routines. Using a qualitative case study design, the study was conducted in a multi-religious public secondary school where students from different faith traditions participate in IMTAQ activities simultaneously. Data were generated through in-depth interviews with school leaders, teachers representing different religious backgrounds, and students, supported by sustained participant observation and analysis of institutional documents. The findings demonstrate that IMTAQ functions as a form of soft governance through ritual synchronization, spatial openness, and normative regulation, allowing religious diversity to be managed through shared practices rather than formal theological dialogue. These ritual arrangements normalize interreligious presence, reduce symbolic boundaries, and cultivate a stable pattern of religious coexistence without requiring doctrinal alignment or explicit tolerance discourse. Tolerance, in this context, emerges as a lived disposition shaped through repeated participation in institutionally structured rituals rather than as an abstract value transmitted through instruction. The significance of this study lies in its contribution to the sociology of religion and religious governance by highlighting how everyday ritual practices within educational institutions can regulate pluralism and sustain social cohesion. By shifting analytical attention from religious teaching to ritual governance, this study offers a novel perspective on how tolerance is produced, embodied, and maintained in plural societies, extending current debates on lived religion and institutional responses to religious diversity.
IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI PEMASAR KABUAPATEN SUMBAWA Aprilia, Pratiwi; Jumarim; Ramdhani, Deddy
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50493

Abstract

This research is motivated by the low interest in learning among students, the suboptimal involvement of students in Islamic Religious Education (PAI) learning, as well as students' learning achievements that have not reached the expected results. This study aims to describe the implementation of the Discovery Learning model in Islamic Religious Education learning at SD Negeri Pemasar, identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of the Discovery Learning model, and analyze its impact on students' learning achievements. This research uses a qualitative approach with a qualitative descriptive research type. The study was conducted at SD Negeri Pemasar, Sumbawa Regency. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The data sources of the study consisted of the principal, PAI teachers, and students. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of the Discovery Learning has been carried out through three main stages, namely planning, implementation, and evaluation of learning. In the implementation stage, the learning process follows the Discovery Learning syntax, which includes stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and drawing conclusions. The supporting factors for the implementation of the Discovery Learning model include teacher support, school environment, and the teacher’s role as a facilitator, while inhibiting factors consist of time limitations, facilities and infrastructure, and the varying abilities of students. The application of the Discovery Learning model has a positive impact on students' learning achievement, with increased material comprehension, student activity, learning motivation, and students' critical thinking skills.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SDN 1 BADRAIN Muhammad Rusman Hadi; Deddy Ramdhani; Fatimatuzza’rah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa di SDN 1 Badrain. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan siswa dan hasil belajar yang belum optimal akibat dominannya penggunaan pembelajaran yang berpusat pada guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai penerapan dan dampak model PjBL. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru PAI dan siswa sebagai subjek penelitian. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa. Siswa menunjukkan peningkatan partisipasi dalam kegiatan diskusi, kerja sama kelompok, penyusunan proyek, dan presentasi hasil kerja. Proyek yang berupa poster edukatif dan video sederhana tentang Kalimat Thayyibah membantu siswa menghubungkan konsep teoritis dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, PjBL memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa terhadap materi PAI, meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi, serta memperkuat sikap religius melalui penerapan nilai-nilai Islam dalam aktivitas sehari-hari. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan perbedaan kemampuan siswa, secara keseluruhan model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI BASIRU DI DESA SEKONGKANG BAWAH, SUMBAWA BARAT Amnul Khalaqul Khairi Muhid; Syukri Syukri; Deddy Ramdhani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15271

Abstract

Local traditions play a strategic role as a vehicle for instilling Islamic values within community life. One tradition that is still actively practiced is basiru in Sekongkang Bawah Village, West Sumbawa, particularly during circumcision processions. This reciprocal mutual assistance tradition is rich in socio-religious meaning, yet the comprehension of its educational values remains minimal among the younger generation. This descriptive qualitative research aims to describe the implementation procession of the basiru tradition at circumcision events in Sekongkang Bawah Village and analyze the Islamic educational values contained within it. Data were gathered through direct observation techniques, in-depth interviews with key informants, and documentation, which were then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that the stages of basiru encompass tokal adat, basebada, penulung, bekelewang, the circumcision execution and baserakal, culminating in syukuran. This tradition embodies three pillars of Islamic educational values: akidah values through zikir, selawat, and supplication; akhlak values through gotong royong, care, and silaturahmi; and ibadah values through charity (sedekah) and mutual assistance (ta‘āwun). Consequently, the basiru tradition functions effectively as a local wisdom-based non-formal Islamic educational medium. ABSTRAK Tradisi lokal memiliki peran strategis sebagai sarana penanaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Salah satu tradisi yang masih dipraktikkan adalah basiru di Desa Sekongkang Bawah, Sumbawa Barat, khususnya dalam prosesi khitanan. Tradisi tolong-menolong timbal balik ini sarat makna sosial-keagamaan, namun pemahaman nilai edukatifnya masih minim dipahami oleh generasi muda. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi basiru pada acara khitanan di Desa Sekongkang Bawah serta menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya. Data dihimpun melalui teknik observasi langsung, wawancara mendalam terhadap informan kunci, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tahapan basiru meliputi tokal adat, basebada, penulung, bekelewang, pelaksanaan khitan dan baserakal, hingga syukuran. Tradisi ini memuat tiga pilar nilai pendidikan Islam: nilai akidah melalui zikir, selawat, dan doa; nilai akhlak melalui gotong royong, kepedulian, dan silaturahmi; serta nilai ibadah melalui sedekah dan tolong-menolong (ta‘āwun). Dengan demikian, tradisi basiru berfungsi efektif sebagai media pendidikan Islam nonformal berbasis kearifan lokal.