Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

REALIZING DEMOCRATIC EDUCATION THROUGH THE DEVELOPMENT OF PESANTREN EDUCATION PROCESS Muh. Nur Rochim Maksum; Deddy Ramdhani; Meti Fatimah; Athia Tamyizatun Nisa
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16665

Abstract

An educational institution will be able to actualize democratic education in its school environment holistically as described by Zamroni (2011) must at least integrate three important elements in a school. The three elements are the structure, the culture of the school, and the educational process carried out by teachers. Previous literature studies show that the integration of the three elements has not been maximally actualized in educational institutions. This research will explain the actualization of democratic education through the reorientation of the democratic education process through the development of extracurricular activities of modern Islamic boarding school Assalaam Surakarta Indonesia. To achieve the research objectives, this study uses a qualitative approach with three data collection techniques: interviews, documentation, observations. The results of this study show that the actualization of democratic education in the boarding school environment through the development of extracurricular activities can be done by reorienting extracurricular activities. At least the reorientation process can be carried out in the early stages, namely, the use of extracurricular activities proportionately and professionally, to carry out the management of the extracurricular based on democratic values and develop extracurricular activities in a structured and planned manner to develop democratic values gradually and continuously.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kecerdasan Spritual Siswa Amri Rusdi; Deddy Ramdhani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i3.2862

Abstract

Krisis moral yang melanda Indonesia memunculkan perhatian terhadap peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda. Penelitian ini menyoroti tantangan dalam pendidikan agama Islam di SMP, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi. Guru PAI dihadapkan pada tugas yang kompleks untuk menyelaraskan pendidikan agama dengan kebutuhan siswa yang semakin beragam. Namun, peran guru PAI dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa, terutama di SMPN 11 Mataram, belum sepenuhnya optimal. Kecerdasan spiritual memiliki dampak positif pada pembentukan kepribadian siswa. Oleh karena itu, penelitian dan pengabdian yang lebih intensif diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk pemahaman mendalam terhadap pendidikan agama, kebutuhan siswa, dan pengembangan metode pengajaran yang efektif. Dengan demikian, diharapkan pendidikan agama Islam dapat berperan secara maksimal dalam membentuk karakter dan kecerdasan spiritual generasi muda Indonesia.
TANTANGAN MENULIS ARTIKEL UNTUK PUBLIKASI ILMIAH: PERSEPSI MAHASISWA MAGISTER PAI PASCASARJANA UIN MATARAM Ribahan Ribahan; Deddy Ramdhani
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Juli-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v1i1.30

Abstract

This study aimed to explore the perceptions of students of the Islamic Religious Education (PAI) Postgraduate Program of UIN Mataram regarding the challenges they face in writing articles for scientific publications, which include academic writing and language skills. The method used in this research was survey. The data collection technique used a questionnaire distributed to students of the Postgraduate Master of Islamic Education study program to obtain information about the challenges faced in both aspects. The collected data were then analyzed using descriptive statistical techniques which resulted in mean values and standard deviations. The research findings showed that students experience various obstacles in scientific publications, from formulating titles to compiling discussions. The main challenges included the preparation of the introduction, presentation of data, creation of complex sentences, use of grammar, and selection of academic vocabulary. An intensive and sustainable academic writing training program is needed, accompanied by comprehensive coaching, feedback, and mentoring.
Mendidik dengan Adil: Kesetaraan Gender sebagai Pilar Pendidikan Islam yang Berkemajuan Nurul Khatimah; Deddy Ramdhani
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Juli-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v2i1.95

Abstract

Kesetaraan gender merupakan nilai fundamental dalam Islam yang menegaskan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan sama dalam pendidikan. Namun, dalam praktiknya, ketidakadilan gender, terutama terhadap perempuan, masih terjadi akibat budaya patriarki dan stereotip negatif di masyarakat. Penelitian ini menganalisis bagaimana prinsip kesetaraan gender dapat diinternalisasikan dalam kurikulum dan metode pembelajaran di lembaga pendidikan Islam serta mengidentifikasi tantangan implementasinya, khususnya di masyarakat tradisional. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data dari buku, jurnal, dokumen kebijakan, serta ayat Al-Qur’an dan hadis terkait. Analisis content analysis mengungkapkan bahwa Islam mengajarkan keadilan dan kesetaraan gender secara tegas, baik secara spiritual maupun sosial. Pendidikan Islam yang inklusif dan responsif gender mampu mengatasi hambatan budaya dan diskriminasi serta memberdayakan peserta didik mencapai potensi terbaik. Namun, budaya patriarki, norma sosial tradisional, dan kurangnya pemahaman nilai keadilan gender masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan integrasi nilai kesetaraan gender secara sistematis dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan kebijakan pendidikan Islam. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang inklusif dan bebas diskriminasi gender.
Transformasi Pendidikan Islam di Era Kurikulum Merdeka: Integrasi Nilai Keislaman dan Pendekatan Pedagogis Abad ke-21 Syamsul Hadi; Deddy Ramdhani
Maharah: Journal of Islamic Education Teaching and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Juli-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/maharah.v2i1.96

Abstract

Transformasi pendidikan Islam di Indonesia semakin berkembang seiring implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran holistik, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum ini menjadi instrumen penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kompetensi abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, meliputi analisis deskriptif terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dilakukan sintesis tematik untuk memperoleh temuan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka berkontribusi signifikan terhadap penguatan karakter, moderasi beragama, dan internalisasi nilai-nilai Islam pada peserta didik. Namun demikian, masih terdapat kendala pada aspek kesiapan guru, keterbatasan sarana pembelajaran, serta adaptasi kurikulum di tingkat madrasah. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan kompetensi pedagogis guru, pengembangan perangkat ajar berbasis nilai Islam, dan penelitian lanjutan mengenai penerapan model pembelajaran proyek yang kontekstual guna mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka di madrasah.
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Pengembangan Karakter Kompetitif Siswa di MAN 2 Mataram Triyadi Novanda; Syamsul Arifin; Deddy Ramdhani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan karakter kompetitif siswa di MAN 2 Mataram. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter kompetitif siswa yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Islam seperti fastabiqul khairat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, wakil kepala madrasah, pembina, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala madrasah, seperti pembentukan tim olimpiade, pembinaan intensif melalui program karantina, penguatan kegiatan ekstrakurikuler, pemberian reward, kolaborasi dengan pihak eksternal, penguatan mental siswa, serta penanaman nilai fastabiqul khairat, berkontribusi dalam membentuk karakter kompetitif siswa yang meliputi kerja keras, inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan yang terarah dan berbasis nilai mampu mengintegrasikan pembinaan prestasi dengan pembentukan karakter secara efektif di lingkungan madrasah.
PROBLEMATIKA DAN SOLUSI PEMBELAJARAN PAI DI PONDOK PESANTREN Muhammad Karedo; Deddy Ramdhani
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren NW Mataram, serta mencari solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren NW Mataram. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode penelitian lapangan, data diperoleh dari wawancara, observasi, serta dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menghadapi tantangan besar seperti kualitas guru, metode pembelajaran, kurikulum yang belum sesuai, serta minimnya sarana dan prasarana. Kurangnya integrasi teknologi dan terbatasnya fasilitas juga berdampak pada rendahnya semangat belajar santri. Sebagai solusi, perlu dilakukan pelatihan rutin bagi guru, pembaruan kurikulum, penerapan metode pembelajaran yang inovatif, serta peningkatan sarana pendidikan dan keterlibatan masyarakat. Jika upaya-upaya ini dilaksanakan dengan serius, maka kualitas pembelajaran PAI di SMA NW Mataram dapat meningkat secara signifikan dan relevan dengan kebutuhan masa kini.