Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi Tentang Pemberian Makanan Pendamping Pada Bayi Usia 6-24 Bulan Di Posyandu Sambinae Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2022 Amellya, Sita; Hayati, Zahratul; Faturahmah, Erni
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.11

Abstract

Usia 6-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga dapat diistilahkan sebagai periode emas sekaligus kritis. Pada bayi dan anak, kurang gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabila tidak diatasi secara dini akan berlanjut hingga dewasa.. Periode emas ini dapat diwujudkan apabila pada masa bayi memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan tumbuh kembang yang optimal. Dari 6 bulan hingga setidaknya 2 tahun,ASI harus tetap diberikan bersama dengan makanan pendamping ASI yang aman dan bergizi.namun di Indonesia,mereka dalam kehidupan,hanya 42% dari bayi yang berusia dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif,pada saat anak-anak mendekati ulang tahunnya yang ke dua,hanya 55 % yang masih diberi ASI.Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran pengetahuan Ibu Bayi tentang pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-24 bulan di Posyandu Sambinae wilayah kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2022. MetodePenelitian ini merupakan penelitia ndeskriptif kuantitatif dengan menghitung distribusi frekuensi (%). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 77 Ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di posyandu Sambinae wilayah kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2022. Tempat Penelitian : Dilaksanakan di Posyandu Sambinae wilayah Kerja Puskesmas Mpunda. Waktu Penelitian : Dilaksanakan pada Bulan juni-juli 2022. Analisis Data : Digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. HasilPenelitian:Sebagianbesaribubayiusi 6 – 24 bulan di Posyandu Sambina’e Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda tahun 2022 pada kategori usia 20 – 35 tahunya itu sebanyak 81,4 % responden, sebagian besar pendidikan ibu bayi usia 6 – 24 bulan pada kategori pendidikan menengah yaitu sebanyak 69,8 % responden, dangam baran Pengetauan Ibu Bayi tentang makanan pendamping ASI pada bayi usia 6 – 24 bulan sebagain besar pada kategori pengetauan baik yaitu sebanyak 76,8%. Kesimpulan : Gambaran pengetahuan Ibu Bayi tentang makanan pendamping pada bayi usia 6-24 bulan di Posyandu sambinae wilayah kerja Puskesmas Mpunda tahun 2022 sebagian besar pada kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 76,8%. Saran : Agar dapat digunakan untuk bahan pertimbangan dan evaluasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan konseling dan edukasi pada bayi 6-24 bulan tentang pentingnya memberikan makanan pendamping pada bayi usia 6-24 bulan.
Gambaran Pengetahuan Akseptor Kb Suntik 3 Bulan Tentang Efek Samping Kb Suntik 3 Bulan Di Kelurahan Melayu Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima Naturohman, Astriani; Hayati, Zahratul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i2.13

Abstract

Keluarga Berencana merupakan suatu program yang membantu pasangan suami istri untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera dengan cara perencanaan kehamilan dan sebaliknya menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Setyaningrum, 2016). Kenaikan berat badan pada akseptor kontrasepsi Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) per tahun 2,3 – 2,9 kg. Tujuan : penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran pengetahuan Akseptor KB tentang efek samping KB suntik 3 bulan di Puskesmas Mpunda Tahun 2023. Jenis penelitian: ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB Suntik 3 bula di kelurahan melayu sebanyak 32 responden. Sampel dalam penelitian ini di ambil menggunakan Total sampling sebanyak 32 responden. Teknik sampling menggunakkan Total sampling. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa kriteria responden berdasarkan umur berada pada kelompok dengan rentang umur 20-35 tahun sebanyak 23 responden (71,9%). Kriteria responden berdasarkan pendidikan menunjukkan bahwa dari 32 responden tingkat pendidikan yang paling banyak adalah menengah (SMA) yaitu sebanyak 18 responden (56,2%). Kriteria responden berdasarkan pekerjaan menunjukkan bahwa sebagai besar responden dengan tidak bekerja (IRT) yaitu 24 responden (75%). Tingkat pengetahuan responden tentang efek samping KB Suntik 3 Bulan adalah Yang memiliki pengetahuan baik adalah 24 orang (75%), pengetahuan cukup adalah 7 orang (21,9%), pengetahuan kurang adalah 1 orang (3,1%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa pengetahuan Akseptor KB tentang efek samping KB suntik 3 Bulan adalah sebagian besar responden berpengetahuan Baik sebanyak 24 orang (75%). Dan ini merupakan Jawaban dari Tujuan umum penelitian. Saran: dari hasil penelitian yang didapatkan tingkat pengetahuan responden adalah Baik, namun sebaiknya responden dapat meningkatkan lagi pengetahuan kesehatan dengan cara mengikuti penyuluhan, mencari informasi melalui smartphone dan media lainnya untuk menambah informasi mengenai efek samping KB suntik 3 Bulan
Faktor Penyebab Food Taboo Pada Ibu Hamil Di Indonesia : Literature Review Hayati, Zahratul; Hasanah, Uswatun
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.23

Abstract

Food taboo dikenal dari hampir semua kalangan masyarakat manusia sebagai seperangkat aturan yang sistematis tentang makanan atau kombinasi makanan mana yang tidak boleh dikonsumsi. Namun, pantangan makanan sering menargetkan wanita hamil untuk mencegah apa yang dianggap sebagai efek berbahaya dari makanan ini pada yang yang masih dalam kandungan atau pada bayi yang baru lahir. Tujuan artikel ini untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya food taboo pada ibu hamil di Indonesia dengan menggunakan pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan penelitian terdahulu dengan kriteria yang sudah ditentukan langsung oleh peneliti yakni artikel yang terindeks Sinta 2,3,4 dan 5 serta waktu publikasi maksimal 10 tahun terakhir. Pencarian artikel dengan menggunakan Google Scholar sehingga ditemukan sebanyak 9 artikel yang mendukung. Setelah dilakukan analisis maka dapat diketahui beberapa faktor dominan yang dapat mempengaruhi perilaku food taboo pada ibu hamil di Indonesia antara lain, kebudayaan, kepercayaan, pengetahuan, pendidikan, lingkungan, dan pengalaman pribadi. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada ibu hamil maupun ibu menyusui yakni melakukan peningkatan pengetahuan ibu hamil maupun ibu menyusui terkait makanan yang dapat dikonsumsi maupun yang tidak dapat dikonsumsi sehingga ibu hamil dan ibu menyusui tidak mengalami kurang gizi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kebersihan Rongga Mulut Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima Tahun 2024 Rosdalena, Elly; Hasanah, Uswatun; Hayati, Zahratul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.24

Abstract

Prevalensi karies gigi (gigi berlubang) pada penduduk Indonesia adalah 88,8%. Ini berarti hampir 9 dari 10 orang di Indonesia memiliki masalah karies gigi. Hanya 10,2% dari penduduk yang mengalami masalah gigi dan mulut yang mendapatkan perawatan medis. Pengetahuan yang baik tentang cara menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat mendorong individu untuk mengadopsi kebiasaan kebersihan mulut yang baik, seperti menyikat gigi dengan benar dan rutin, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur yang sesuai. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan metode cross sectional untuk melihat hubungan antar dua variabel. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jati Baru Kec. Asakota Kota Bima NTB pada tanggal 3 Juni s.d. 3 Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan di Posyandu Wilayah kerja Puskesmas Jatibaru dengan melibatkan sebanyak 50 responden dengan teknik non-Probability Sampling. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima berdasarkan nilai korelasi Spearman (r=0,654) menunjukkan kekuatan korelasinya adalah kuat serta informasi yang diperoleh ibu hamil terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kec Asakota Kota Bima masih belum memadai
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kolostrum Di Lingkungan Kodo Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Nur Fajariati; Hayati, Zahratul; Faturahmah, Erni
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.27

Abstract

Latar belakang : Colostrum merupakan bagian dari ASI yang penting untuk diberikan pada kehidupan pertama bayi, karena colostrum mengandung Zat kekebalan tubuh terutama immunoglobulin (IgA) untuk melindungi bayi dari berbagai zat infeksi dan zat ini tidak akan ditemukan dalam ASI selanjutnya atau dalam susu formula. Komposisi ASI tidak sama dari waktu ke waktu dan terbagi tiga yaitu Colostrum, ASI Masa Transisi dan ASI Matur. Berdasarkan data tentang IMD di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima tahun 2020, jumlah bayi baru lahir sebanyak 376 bayi dan sedangkan jumlah bayi yang mendapatkan IMD sebanyak 313 bayi, dan jumlah bayi yang tidak mendapatkan IMD sebanyak 63 bayi. Dari hasil data tersebut ternyata masih ada beberapa bayi yang belum mendapatkan IMD yaitu sebanyak 63 bayi, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kolostrum di Lingkungan Kodo Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima Tahun 2024”. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu Hamil sejumlah 49 responden. Sampel sebanyak 49 responden. Teknik sampling menggunakkan total sampling. Hasil penelitian : berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 49 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 22 orang (45%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (30%) dan pengetahuan kurang adalah 12 orang (25%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu Hamil tentang Kolostrum di Lingkungan Kodo wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima dalam kategori baik yaitu sebanyak 22 responden (45%). Saran: diharapkan Ibu Hamil di Lingkungan Kodo wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang Kolostrum
Pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada korban bencana kebakaran di Desa Naru Kecamatan Sape Kabupaten Bima NTB Hayati, Zahratul; Nurul Qamarya; Susanti; Neti Sulami
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ruangcendekia.v1i2.121

Abstract

On October 10, 2021, a catastrophic fire hit Naru Village, Sape District, Bima Regency, West Nusa Tenggara. Hundreds of people had to be evacuated because their houses were razed to the ground. The fire devoured 63 houses consisting of 71 families (241 people lost their homes), the survivorswere still forced to live in refugee camps built by the army. This disaster occurred in the midst of the Covid-19 pandemic which has had a negative impact on economic conditions and public health. In order to ease the burden on the victims, the Surya Mandiri Midwifery Academy Bima initiated a community service program consisting of a fundraising campaign, raising funds from the community and collaborating with the Surya Mandiri Bima Midwifery Academy of Research and Community Service. This program is expected to raise awareness about the importance of providing assistance to disaster victims.
Pemberdayaan kelompok ibu Toloweri Kelurahan Nungga dalam pembinaan terpadu penyakit tidak menular Hayati, Zahratul
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ruangcendekia.v1i2.122

Abstract

This Community Service (PKM) activity is carried out in an effort to provide additional knowledge and understanding about the development of PTM Posbindu which is an integrated part of the health service system based on PTM problems that exist in the community which includes promotive and preventive efforts as well as referral patterns. Posbindu PTM is community participation in carrying out early detection and monitoring of PTM risk factors that are carried out in an integrated, routine, and periodic manner for the elderly in the Toloweri community, Nungga Village, East Rasanae District, Bima City, West Nusa Tenggara. Activities are carried out using the lecture method, and answer questions, and direct practice. At the end of the activity, a final evaluation is held. This evaluation is measured based on the activities of the participants during the activity. The results of this PKM activity make mothers know and understand the health service system based on PTM problems that exist in the community which include promotive and preventive efforts as well as referral patterns. Posbindu PTM is the participation of the community in carrying out early detection and monitoring of PTM risk factors that are carried out in an integrated, routine, and periodic manner. In general, this service activity is said to be successful if at least 80% of the service participants are present and fully participate in the activity. In addition, PKM implementers collaborate with PKL Students at the Midwifery Academy, Surya Mandiri Bima, as a form of concern for the prevention of non-communicable diseases.
SCREENING STATUS NUTRISI DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN KUMBE KEC. RASANAE TIMUR KOTA BIMA NUSA TENGGARA BARAT Hayati, Zahratul; Aliyati, Nini Niatullah; Susanti, Susanti; Julianti, Ratu; Wahyuningsih, Putri; Muliati, Sri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40308

Abstract

Status gizi anak  sangat berkaitan erat dengan masalah kesehatan anak. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta pengukuran proses tubuh. Perilaku pemenuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah dasar. Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami gizi kurang. Permasalahan gizi pada anak merupakan salah satu dampak dari ketidakseimbangan status gizi kesehatan di beberapa negara berkembang di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui studi literatur review menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab gizi buruk pada anak yaitu status ekonomi, status pendidikan dan pola asuh. Anak sekolah dengan pola makan seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Status gizi merupakan faktor penting dalam menjamin perkembangan dan pertumbuhan seorang anak yang optimal. Penilaian status gizi berkala merupakan upaya dalam deteksi dini malnutrisi sehingga dapat dilakukan tindakan yang semestinya. Upaya deteksi dini status gizi anak sekolah melalui tim dosen pengabdian kepada masyarakat prodi DIII Kebidanan Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima melakukan screening status gizi pada anak sekolah sekolah dasar di SD Negeri 48 Kota Bima. Adapun kegiatan screening dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan, di dapatkan dari 40 orang anak yang hadir pada saat pengukuran kemudian hasil pengukuran dihitung berdasarkan IMT dalam umur. Kegiatan ini sangat penting untuk mendeteksi secara dini tenang stautus gizi pada anak usia sekolah..
Determinan Terhadap Kejadian Stunting Anak Chiani, Saraswati Haylian; Irawan, Bambang; Mayasari, Windatania; Prawita Sari, Bening; Hayati, Zahratul; Hakim, Furqanul
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3089

Abstract

AbstrakAngka prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini masih tercatat sebesar 33,5%. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun angka tersebut masih diatas angka Nasional sebesar 29,6%. Salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi NTB yaitu Kabupaten Dompu mencatat angka kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan per puskesmas pada tahun 2019 yaitu sebesar 2.464 (29.19%), tahun 2020 sebesar 3.011 (18.72%) dan pada tahun 2021 sebesar 3.120 (14.30%). Angka ini tergolong tinggi untuk wilayah kabupaten yang ada di Provinsi NTB. Kejadian stunting pada anak disebabkan oleh banyak faktor antara lain faktor makanan, kesehatan, perawatan, sosial, ekonomi dan politik. Berdasarkan data dan hasil penelitian sebelumnya maka perlu adanya dilakukan penelitian tentang Determinan Terhadap Kejadian Stunting Anak.  Adapun determinan yang akan diteliti pada penelitian ini adalah pendidikan ibu, pendapatan orangtua dan pemberian MP ASI. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik observasional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak yang memiliki usia 6-23 bulan yang tinggal di 3 wilayah puskesmas sasaran yaitu Wilayah Kerja Puskesmas Soriutu, Dompu Barat dan Dompu Timur sebanyak 1.837 anak. Sementara untuk sampel penelitian ini adalah sebanyak 200 responden dengan menggunakan teknik sampling yaitu Acidental Sampling. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan adalah ada pengaruh secara langsung dan tidak langsung antara pendidikan ibu (OR= 0.06; CI 95%= 0.03 hingga 0.15; p= <0.001), pendapatan orangtua (OR= 0.02; CI 95%= 0.00 hingga 0.08; p= <0.001) dan pemberian MP-ASI (OR= 0.07; CI 95%= 0.03 hingga 0.16; p= <0.001) terhadap kejadian stunting pada anak sehingga perlu adanya kerjasama dan dukungan baik dari orangtua, keluarga, pemerintah dan atenaga kesehatan untuk dapat segera mengatasi permasalahan stunting yang ada di Kabupaten Dompu khususnya dan Indonesia pada umumnya.Kata Kunci: Determinan, Stunting, Anak AbstractThe prevalence of stunting in West Nusa Tenggara Province is currently still recorded at 33.5%. This figure shows a decrease when compared to previous years. However, this figure is still above the national figure of 29.6%. One of the regencies in NTB Province, namely Dompu Regency, recorded the incidence of stunting in children aged 0-59 months for  each Public Health Centre  in 2019 which was 2,464 (29.19%), in 2020 it was 3,011 (18.72%) and in 2021 it was 3,120 ( 14.30%). This figure is relatively high for the district in the province of NTB. The incidence of stunting in children is caused by many factors including food, health, care, social, economic and political factors. Based on the data and results of previous studies, it is necessary to conduct research on the Determinants of Child Stunting Incidence. The determinants that will be examined in this study are maternal education, parental income and the provision of complementary feeding. The research method used is quantitative research using an observational analytical research design. The population in this study were all children aged 6-23 months who lived in 3 target health centres, namely the Soriutu, West Dompu and East Dompu Community Health Centre Work Areas as many as 1,837 children. Meanwhile, the sample for this study was 200 respondents using a sampling technique, namely Accidental Sampling. The results of the research that have been carried out are that there is a direct and indirect effect between mother's education (OR= 0.06; 95% CI= 0.03 to 0.15; p= <0.001), parental income (OR= 0.02; 95% CI= 0.00 to 0.08 ; p= <0.001) and complementary feeding (OR= 0.07; 95% CI= 0.03 to 0.16; p= <0.001) on the incidence of stunting in children so there needs to be cooperation and support from parents, families, government and health workers to be able to immediately overcome the stunting problem in Dompu Regency in particular and Indonesia in general.Keywords: Determinant, Stunting, Child
An Explorative Study of Bima City Public Perception of the Risks of Smoking on the Health of Mothers and Children in Bima City Zahratul Hayati; Nurul Qamarya; Puput Artika June; Jelita Purnama Sari
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Statistics Indonesia Exposure to cigarette smoke in pregnant women is correlated with an increased risk of low birth weight and child morbidity; evidence from the last 5 years in Indonesia also links household cigarette smoke exposure to the risk of stunting. Smoking remains a serious public health problem, especially in developing countries like Indonesia. Exposure to cigarette smoke not only impacts active smokers, but also vulnerable groups, including pregnant women, breastfeeding mothers, and children. The study used a qualitative-exploratory design with in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs). Informants were selected using purposive-maximum variation, including pregnant and breastfeeding mothers, husbands/family members of smokers, adolescents, health cadres, and religious and community leaders in six sub-districts in Bima City. The number of informants was 45 people, consisting of 21 in-depth interviews and 4 FGDs. The results showed that most people are aware of the dangers of smoking in general, but the perception of the risks to mothers and children is still low. Social norms, patriarchal culture, and the assumption that smoking is an individual right are the main factors influencing high exposure to cigarette smoke in households. The implementation of Bima Mayoral Regulation Number 15 of 2023 concerning Smoke-Free Areas (KTR) is considered positive, but has not been effective at the household level.