Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strengthening Banana Chips MSME Empowerment through Appropriate Production Technologies and Digital Bookkeeping in Pamijahan Village Andi Hidayat Muhmin; Gilang Pratama Hafiz; Ritta Setiyati
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v5i3.2160

Abstract

This community service program aimed to strengthen the empowerment capacity of banana chips micro, small, and medium enterprises (MSMEs) through appropriate production technologies and digital bookkeeping in Pamijahan Village, Bogor Regency, West Java, Indonesia. The program was implemented from June to October 2025 and involved 19 women MSME actors who were members of a local PKK-based banana chips business group. A participatory and practice-based approach was applied through five stages: needs assessment, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. The production intervention included hygienic production training, the use of a banana slicing machine, an oil spinner, and hygiene equipment. The business management intervention focused on digital bookkeeping, cash-flow understanding, simple financial recording, and business planning assistance. The evaluation used descriptive indicators to compare partner conditions before and after the program. The results showed improvements in production efficiency, product consistency, hygienic practices, appropriate technology use, digital bookkeeping adoption, cash-flow understanding, and simple business planning. Production efficiency, based on observed reductions in slicing and oil-reduction time supported by partner reports, increased by up to 30%. In addition, all participants used hygiene equipment during production practice, and 15 out of 19 participants, or approximately 79%, began recording income and expenses using a simple digital bookkeeping application. The program indicates that the integration of appropriate production technologies and digital bookkeeping can serve as a practical empowerment model for women-led food-based MSMEs in rural communities.
Pengaruh Fear Of Missing Out (FOMO) Terhadap Harmonious Brand Passion dan Obsessive Brand Passion Serta Dampaknya Terhadap Brand Addiction Pada Konsumen Skincare di Media Sosial Fina Puspita Laut; Ritta Setiyati
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i4.6787

Abstract

This study aims to analyze the effect of Fear of Missing Out (FOMO) on harmonious brand passion (HBP) and obsessive brand passion (OBP), as well as the impact of obsessive brand passion on brand addiction among skincare consumers on social media. The increasing phenomenon of FOMO, driven by the intensity of social media usage, encourages consumers to follow trends, particularly in skincare products associated with lifestyle and self-image. This study employs a quantitative approach using a survey method involving 150 respondents who are active social media users and have purchased skincare products. The sampling technique used is purposive sampling, and the data are analyzed using linear regression with SPSS. The results show that FOMO has a positive and significant effect on both HBP and OBP. In addition, OBP also has a positive and significant effect on brand addiction. These findings indicate that higher levels of FOMO lead to stronger emotional attachment to brands, both harmoniously and obsessively, which ultimately increases the tendency toward addictive consumption behavior. This study implies that social media-based marketing strategies should be implemented carefully to avoid encouraging excessive consumer behavior.
Pemberdayaan Ibu PKK melalui Pengembangan Usaha Frozen Food Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Digital Dodi Atmaja; Puspita Chairun Nisa2; Isniati Dwijayanti; Andi Hidayat Muhmin; Fachmi Tamzil; Unggul Kustiawan; Ritta Setiyati; Muniroh; Yuanita Arianti; Gilang Pratama Hafidz
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): May-August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i2.2883

Abstract

Pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan produksi, tetapi juga mengintegrasikan kemampuan manajemen usaha dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan kapasitas usaha kelompok ibu PKK Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat, melalui pengembangan usaha frozen food berbasis komunitas. Kelompok mitra memiliki 50 anggota, sedangkan kegiatan secara langsung melibatkan 12 orang perwakilan PKK RW sebagai peserta program. Program dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kondisi awal, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan berbasis capaian melalui observasi, dokumentasi, diskusi dengan mitra, dan penilaian terhadap luaran kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu menerapkan proses produksi frozen food secara lebih terstruktur, menerapkan praktik higienitas dan sanitasi, serta menggunakan teknologi produksi dan pengemasan. Program menghasilkan tiga produk utama berupa risoles frozen, nugget ayam, dan dimsum frozen. Pada aspek manajemen usaha, peserta mampu menerapkan pencatatan usaha sederhana, menghitung harga pokok produksi dan harga jual, serta menerapkan pembagian peran dalam pengelolaan usaha kelompok. Pada aspek pemasaran, program menghasilkan penguatan identitas produk melalui merek, label, dan kemasan serta pemanfaatan WhatsApp Business, media sosial, dan katalog digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital dapat menjadi pendekatan pemberdayaan hulu–hilir dalam mentransformasikan keterampilan pengolahan pangan rumah tangga menjadi kegiatan ekonomi produktif berbasis komunitas.
Bongkar Rahasia HPP: Pelatihan Penetapan Harga Jual Produk Makanan bagi Pelaku Usaha Kecil Jabodetabek Rilla Gantino; Gantino, Rilla; Arianti, Yuanita; Setiyati, Ritta
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6468

Abstract

Banyak pelaku UMKM sektor kuliner di Jabodetabek menghadapi masalah tata kelola keuangan, seperti pencatatan konvensional, mengabaikan penyusutan bahan (yield), biaya overhead, hingga penetapan harga spekulatif yang memicu pengikisan modal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) periode Maret–Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis penetapan harga presisi bagi 20 UMKM F&B Jabodetabek. Pendekatan Action Learning and Digital Mentoring diterapkan melalui enam sesi pelatihan daring, tugas praktik, pendampingan grup komunikasi, kunjungan lapangan, dan konsultasi individual. Materi mencakup kalkulasi HPP, yield percentage, BOM, BEP, food delivery pricing, dan aplikasi Accurate Online. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai pre-test dan post-test pertama dari rata-rata 37,5 menjadi 91,5 (N-Gain 0,864; kriteria tinggi). Hasil pre-test dan post-test kedua (skala Likert) naik dari 1,82 menjadi 4,35, serta 100% peserta (20 UMKM) dinyatakan lulus. Implikasinya, program ini berhasil mentransformasi pengelolaan keuangan mitra dari manual-spekulatif menjadi berbasis akuntansi digital yang presisi, sehat, dan berdaya saing. Empowering Jabodetabek F&B MSMEs: Enhancing COGS Calculation, Pricing Strategies, and Financial Digitalization  Abstract Many culinary SMEs in the Greater Jakarta (Jabodetabek) area face financial governance issues, such as conventional bookkeeping, overlooking material yield shrinkage, overhead costs, and speculative pricing that triggers capital erosion. This Community Service (Pengabdian kepada Masyarakat / PkM) program, conducted from March to May 2026, aims to enhance the understanding and technical pricing skills for 20 F&B SMEs in Jabodetabek. An Action Learning and Digital Mentoring approach was implemented through six online training sessions, practical assignments, group mentoring, field visits, and individual consultations. The curriculum covered Cost of Goods Sold (COGS) calculation, yield percentage, Bill of Materials (BOM), Break-Even Point (BEP), food delivery pricing, and the Accurate Online application. Evaluation results demonstrated an increase in the first pre-test and post-test scores from an average of 37.5 to 91.5 (N-Gain 0.864; high category). The second pre-test and post-test results (Likert scale) rose from 1.82 to 4.35, with 100% of participants (20 SMEs) successfully passing. Consequently, the program successfully transformed partners' financial management from a manual-speculative model into a precise, healthy, and competitive digital accounting-based system