Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN PENURUNAN DAMPAK PSIKOLOGIS SAAT KEMOTERAPI PADA PASIEN CA MAMAE DENGAN TERAPI GAYATRI MANTRAM DAN RINDIK BALI Agus Ari Pratama; Ketut Eka Larasati Wardana; Luh Yenny Armayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.56

Abstract

Kanker payudara menjadi suatu sebab kematian utama pada wanita dan merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara, terlebih sebanyak 8,2 juta orang wanita meninggal. Data menunjukkan bahwa di Indonesia kanker payudara menempati angka kematian sejumlah 1,41% dari semua kematian yang terjadi. Tingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan karena umumnya kanker tersebut ditemukan distadium lanjut yang sudah terjadi metastase dan sedang menjalankan tindakan kemoterapi. Kemoterapi pada penderita kanker payudara dapat menimbulkan dampak psikologis. Intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan dampak negatif psikologis pasien ca mame yang sedang menjalani terapi kemoterapi yaitu dengan pemberian terapi gayatri mantram dan rindik bali. Penatalaksanaan pada kanker payudara bisa diimplementasikan dengan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan radiologi, dan laboratorium. Pengobatan dan terapi pada penderita kanker payudara akan menimbulkan dampak positif maupun negatif. Masalah jangka panjang mempengaruhi dampak psikologis penderita kanker. Usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, jenis terapi, stadium, dan dukungan keluarga menjadi faktor yang mempengaruhi mutu hidup pasien kanker payudara. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk ceramah dengan bantuan power point, diskusi dengan para pasien tentang Penurunan Dampak Psikologis Saat Kemoterapi Pada Pasien Ca Mamae Dengan Terapi Gayatri Mantram dan Rindik Bali. Adapun yang menjadi peserta adalah pasien Ca Mamae yang berjumlah 34 orang. Penyuluhan ini dilaksanakan secara mandiri dan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh pelaksana.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Stunting Dan Skrining Status Gizi Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Penurunan Stunting Di SMKN 1 Klungkung Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Nurtini, Ni Made; Wardana, Ketut Eka Larasati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.683

Abstract

Stunting merupakan kondisi kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi yang berulang dan pola asuh yang tidak optimal. Permasalahan gizi pada remaja putri dapat menyebabkan meningkatnya kejadian stunting. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan deteksi dini yang tepat serta edukasi yang baik pada remaja putri untuk meningkatkan gizinya. Remaja putri di SMKN 1 Klungkung mengatakan kurang mengetahui mengenai tanda gejala gejala Stunting dan resiko dari Stunting. Berdasarkan Kendala yang dihadapi, maka dilakukan pemberian edukasi dan skrining pada remaja Putri.  Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pemberian kuesioner pre dan post test untuk mengukur pengetahuan serta melakukan skrining status gizi pada remaja Putri.  Hasil penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri pada kategori baik menjadi 77,8% dan tidak ada yang memiliki pengetahuan pada kategori kurang. Remaja putri yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 27,8% dan Indeks Masa Tubuh (IMT) kurus sebanyak 33,3%, remaja yang memiliki lila normal sebanyak 68,5% dan IMT Normal sebanyak 55,56% serta remaja putri yang memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) lebih dari normal atau obesitas sebanyak 3,7% dan IMT Obesitas sebanyak 11,11%. Sebanyak 9,26% remaja putri mengalami anemia, dan sebanyak 90,74% remaja putri tidak mengalami anemia.   Kata kunci: Penyuluhan, pengetahuan, skrining status gizi
Health Education On The Danger Signs Of Pregnancy In Primigravidan And Multigravida Triguno, Yopita; Wardana, Ketut Eka Larasati; Ayu Wulandari, Ketut
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.264 KB) | DOI: 10.55018/janh.v3i2.8

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (MMR) is one attempt to assess the degree of public health. One of the problems associated with maternal mortality is the problem of pregnancy that should be avoidable. Such pregnancy problems can be detected early from the presence of danger signs in pregnancy. One factor affecting mothers' knows the pregnancy hazard signs is maternal knowledge. Methods: Maternal Mortality Rate (MMR) is one attempt to assess the degree of public health. One of the problems associated with maternal mortality is the problem of pregnancy that should be avoidable. Such pregnancy problems can be detected early from the presence of danger signs in pregnancy. One factor affecting mothers' knows the pregnancy hazard signs is maternal knowledge. Results: The success of the implementation of this activity is obtained by analyzing pretest and posttest values. The average pretest and posttest results are 58,1018.55 respectively with the minimum, maximum (20, 60), and 79,329.26 values with minimum and maximum (90,100). The average difference in pretest and posttest values is 21.22 or reaches 36.5%. This increase in knowledge is statistically significant. Conclusion: The activity aims to educate pregnant women about the linking of pregnancy hazard signs. At the end of the activity, the purpose of the implementation of this activity was well achieved and targeted.
Difference In Knowledge Between Primigravida And Multigravida Mothers About The Danger Signs Of Pregnancy At Seririt 1 Health Center Wardana, Ketut Eka Larasati; Triguno, Yopita; Wulandari, Ni Ketut Ayu
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.621 KB) | DOI: 10.55018/janh.v3i2.26

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (AKI) is one of the efforts to assess the degree of public health. One of the problems associated with maternal mortality is pregnancy problems that should be avoided. Pregnancy problems can be detected early from the presence of danger signs in pregnancy. One of the factors that influences mothers knowing the danger signs of pregnancy is the mother's knowledge. From the preliminary study conducted there is still a difference in knowledge between primigravida and multigravida mothers about the danger signs of pregnancy in Seririt I Health Center. The purpose is to find out the difference in knowledge between primigravida and multigravida mothers about the danger signs of pregnancy in Seririt I Health Center..Methods: Research methods is Comparative Study with a cross sectional approach. The population is primigravida and multigravida pregnant women in Seririt I Health Center in 2021, with purposive sampling and obtained a sample of 52 respondents. The research instrument used is a questionnaire. The results of the study were then analyzed with an independent T-test.Results: The results of the analysis showed no difference in knowledge between primigravid mothers and multigravidas about pregnancy danger signs in Seririt 1 Health Center with a p-value of 0.000 and p-value of 0.0160 so that p-value>α 0.05.Conclusion: Conclusion there is no difference in knowledge between primigravida and multigravid mothers about the danger signs of pregnancy.
PENGARUH CONTENT KETERBUKAAN STATUS MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN YOUTUBE TERHADAP PRESEPSI DAN RESPON ODHIV TENTANG STIGMA DAN DISKRIMINASI DI PUSKESMAS KUBUTAMBAHAN 1 Dewi, Putu Dian Prima Kusuma; Widiastini, Putu Monna Frisca; Wardana, Ketut Eka Larasati; Utami, Komang Ayu Sri
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2893

Abstract

ABSTRAKData WHO tahun 2021 sebanyak 650.000 orang meninggal disebabkan tertular oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan 1,5 juta mengalami tertular HIV-AIDS (UNAIDS, 2022). Stigma terhadap ODHIV menjadi salah satu hambatan paling besar dalam pencegahan, perawatan, pengobatan, dan dukungan HIV/AIDS. Total pelanggaran HAM yang terdokumentasikan sejak Januari 2021 hingga September 2022 sebanyak 187 kasus, yang terdiri dari 65 kasus atau 34,8 % pelanggaran berupa stigma, pelanggaran berbentuk diskriminasi sebanyak 94 kasus atau 50,3%, dan berupa ujaran kebencian sebanyak 28 kasus atau 15%. Bentuk stigma dan diskriminasi tersebut adalah stigma publik, stigma diri, dan penghindaran verbal (Asrina et al., 2023). Tujuan : Peneliti ingin menganalis terkait pengaruh konten keterbukaan status melalui media sosial yaitu instagram dan youtube terhadap presepsi dan respon ODHIV mengenai stigma dan diskriminasi. Metode : Jenis penelitan ini adalah penelitian kuantitatif analitik, dengan pendekatan pre eksperimental dengan pre post test one grup design. Sampel : Jumlah Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ya itu probability sampling dengan menggunakan teknik  Total sampling yaitu tehnik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Alat ukur dalam penelitian ini ialah lembar kuesioner. Analisis  data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Berdasarkan hasil dari 53 responden berdasarkan karakteristik jenis kelamin, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 27 orang (50,9%), pendidikan, sebagian besar responden dengan pendidikan terakhir SMA sebanyak 27 orang (50,9%), pekerjaan sebagian besar responden bekerja sebanyak 37 orang (30,2%),status menikah sebagian besar responden menikah sebanyak 45 orang (84,9%). Sebagian besar responden tidak memiliki media sosial sebanyak 41 orang (77,4%). Sebagian besar responden terinfeksi HIV < 5 tahun sebanak 28 orang (52,8%). Sebagian besar mengetahui status HIV responden sebanyak 51 orang (96,2%. Sebagian besar responden tidak pernah dikucilkan sebanyak 30 orang (56,6%). Sebagian besar responden meminum ARV < 5 tahun sebanyak 28 orang (52,8%). Kesimpulan : Adanya pengaruh content keterbukaan status melalui media sosial instagram dan youtube terhadap presepsi dan respon ODHIV tentang stigma dan diskriminasi di Puskesmas Kubutambahan 1.Kata kunci: Stigma; Diskriminasi; Media Sosial; Pembuat Konten; HIV/AIDS ABSTRACT WHO data in 2021 as many as 650,000 people died due to contracting the Human Immunodeficiency Virus (HIV) and 1.5 million people contracted HIV-AIDS (UNAIDS, 2022). Stigma against HIV is one of the biggest obstacles in HIV prevention, treatment, treatment, and support. The total number of human rights violations documented from January 2021 to September 2022 was 187 cases, consisting of 65 cases or 34.8% of violations in the form of stigma, 94 cases or 50.3% of violations in the form of discrimination, and 28 cases or 15% of hate speech. These forms of stigma and discrimination are public stigma, self-stigma, and verbal avoidance (Asrina et al., 2023). Objective: The researcher wants to analyze the influence of status disclosure content through social media, namely Instagram and YouTube, on the perception and response of ODHIV regarding stigma and discrimination. Method: This type of research is quantitative analytical research, with a pre-experimental approach with a pre-post test one group design. Sample: The number of samples in this study is 52 respondents. The sampling technique in this study is probability sampling using the Total sampling technique, which is a sampling technique where the number of samples is equal to the population. The measuring tool in this study is a questionnaire sheet. Data analysis using the Wilcoxon test. Results: Based on the results of 53 respondents based on gender characteristics, most of them were male as many as 27 people (50.9%), education, most of the respondents with the last high school education were 27 people (50.9%), most of the respondents worked as many as 37 people (30.2%), and the marital status of most of the respondents were married as many as 45 people (84.9%). Most of the respondents did not have social media as many as 41 people (77.4%). Most of the respondents were infected with HIV < 5 years old as many as 28 people (52.8%). Most of the respondents knew the HIV status of 51 people (96.2%). Most of the respondents have never been excluded as many as 30 people (56.6%). Most of the respondents took ARVs < 5 years as many as 28 people (52.8%). Conclusion: The influence of status disclosure content through social media Instagram and youtube on the perception and response of ODHIV about stigma and discrimination at the KubuAdditional 1 Health Center.                                                                                                     Keywords: Stigma; Discrimination; Social Media; Content Creator; HIV/AIDS