Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesehatan Remaja di sekolah melalui Peningkatan Keterampilan “Kader Kasehatan Remaja” Basit, Mohammad; Oktovin, Oktovin; Mambang, Mambang; Wahyudin, Rahmawati; Amelia, Mahlianor; Ladjar, Imelda Ingir
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4395

Abstract

Pengabdian ini untuk menggambarkan upaya peningkatan kesehatan remaja disekolah melalui peningkatan ketrampilan kader kesehatan remaja (KKR) SMAN 10 Banjarmasin. Kegiatan pembinaan kader kesehatan remaja ini agar bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, yang pada akhir membutuk pola kebiasan sehat pada remaja di kehidupannya dan bisa meningkatkan derajat kesehatan dan kualiatas hidup generasi muda sekarang. Mitra pengabdian pada kegaiatan ini adalah kader kesehatan remaja berjumlah 16 orang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 8 bulan dengan 8 kali pertemuan mulai dari bulan juni sampai dengan bulan desember 20024 di SMAN 10 Banjarmasin. dengan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Metode yang di lakukan pada kegiatan ini adalah metode diskusi, ceramah, dan demontrasi, dengan menggunakan focus pada penyelesaian masalah mitra, garis besar kegiatan yang di laksnakan adalah 1) sistem tata kelola UKS 2)Peningkatan Keterampilan tim UKS 3). Pendampingan implementasi kegiatan UKS. Secara umum hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu Kader Kesehatan Remaja SMAN 10 Banjarmasin telah memiliki keterampilan yang baik dalam menjalankan perannya untuk memaksimalkan berjalannya program UKS di SMAN 10 Banjarmasin. Di mana KKR telah memiliki pehaman yang baik untuk melaksanakan kegiatan KKR,keterampilan yang baik dalam melakukan penghitungan Indek Masa tubuh (IMT), mengukur visus mengukur adanya buta warna, memerikan pertolongan pada orang pingsan dan luka ringan, Selain itu, KKR juga memiliki ketrampilan yang baik dalam membuat dan menyebarkan informasi kesehatan yang sangat diperlukan oleh remaja saat ini.
BUILDING A HEALTHY COMMUNITY BY IMPROVING THE HEALTH OF THE ELDERLY IMPLEMENTATION THE DIARII PROGRAM IN SOUTH KALIMANTAN Unja, Ermeisi Er; Oktovin; Rachman, Aulia; Warjiman; Mallisa, Hilda Emma
Community Service Journal of Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v5i2.577

Abstract

Hypertension is still one of the most common diseases among the elderly. One of the areas where hypertension cases are still high is South Kalimantan. The elderly need internal and external support as a preventive measure to avoid further consequences of hypertension. The role of cadres in this case is very important to provide education about hypertension in the elderly. Community service was carried out with the aim of improving the quality of cadres in the care of the elderly, especially those suffering from hypertension, whose activities were carried out on 26 May 2023. The participants in this activity were 15 cadres and 40 elderly people. The activities were carried out for 3 weeks. The first week, the cadres were trained in gerontic care. The second week, the elderly hypertension and their families were counseled during the implementation of the DIARII programme. The third week, the elderly gymnastics activities were carried out. The service activities carried out received a positive response from the cadres and the community, considering that this is an effort to improve the performance of the cadres and to improve the quality of life of elderly groups with hypertension.
Gambaran Life Style Remaja di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan yang Beresiko menjadi Penyebab Penyakit Tidak Menular di Era Society 5.0 Warjiman, Warjiman; Ingir, Imelda; Oktovin, Oktovin; Sipayung, Allesandra Dielviony; Panarang, Ahmad Surya; Sari, Dea Frastika; Ramadhani, Nanda Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.955-962

Abstract

Era Society 5.0 menjanjikan kemudahan bagi penggunanya, dari kemudahan akses informasi dan komunikasi, sistem permintaan antar jemput, proses pembelajaran e-learning, berbelanja on-line, sampai dengan system pesan antar makanan tanpa harus ketempat yang dituju. Salah satu yang paling banyak memanfaatkan perkembangan teknologi adalah remaja terutama akses media sosial dan internet. Lama penggunaan media sosial oleh remaja rata-rata 3 jam 14 menit untuk akses media sosial dan 8 jam 52 menit untuk akses internet. Perilaku ini perlu diwaspadai karena akan berdampak pada perubahan perilaku sedentary life style terutama pada remaja yang merupakan masa depan bangsa Indonesia. Maka dari itu, diperlukan analisis mendalam terkait identifikasi faktor resiko seperti apa yang dapat meningkatkan kejadian penyakit tidak menular di Era Society 5.0 ini. Baik dari kondisi aktifitas fisik, pola konsumsi makanan, status Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lama penggunaan media sosial dan akses internet. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan data aktifitas fisik menggunakan Baecke Questionnaire, pola makan dengan Food Frequency Questionnaire (FFQ), IMT dengan pengukuran antopometri meliputi tinggi dan berat badan. Sampel penelitian ini berjumlah 315 orang yang merupakan remaja sekolah kelas X dan XI yang tersebar di 4 wilayah berbeda di Kota Banjarmasin yang akan ditentukan dengan Teknik Probability Sampling yaitu dengan cluster sampling. Hasil penelitian lama penggunaan smartphone pada remaja rata-rata 4-5 jam perhari (42,9%), aktifitas fisik remaja pada kategori sedang (79,4%), pola makan remaja pada kategori jarang (95,2%) dan status IMT remaja pada kategori normal (39,7%). Kesimpulan Remaja di Kota Banjarmasin memiliki faktor resiko meningkatnya PTM dengan masih ditemukannya kasus berat badan berlebih dan obesitas dan pola makan remaja terutama jarang dalam mengkonsumsi sayur dan buah. Aktifitas fisik ketika waktu senggang cukup rendah ditambah lagi rata-rata penggunaan smartphone 4-5 jam.
STUNTING ACCELERATION PROGRAM BY USING APPROACH TO OPTIMIZING THE HEALTH OF TEENAGE GIRLS WHO IS FREE FROM IRON DEFICIENCY ANEMIA IN THE CITY OF BANJARMASIN Sitompul, Dania Relina; Margaretha Martini; Oktovin
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v9i1.1338

Abstract

Stunting is the condition in which children under 5 years of age are less high than their height-for-age. In 2018, the prevalence of stunting in South Kalimantan was ranked 9th nationally. In 2019, based on Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), Indonesian Toddler Nutrition Status Survey, stunting proportion of children under 5 years of age in South Kalimantan attained 31.75% or at ranked 7th nationally. In 2021, there was a decline on stunting proportion which attained 30.0%. Nevertheless, at national rank was at ranked 6th. One of the prominent factors is anaemia on teenage girls’ case. On the latest condition, the problem which is faced by partner is the lack of knowledge on teenage girls about anaemia. Thus, it is considered important to give elucidation to share knowledge, measure HB blood levels on teenage girls, and distribute iron tablet (Fe) to teenage girls. These activities are aimed to prevent anaemia on teenage girls. Elucidation about anaemia was held at Banjarmasin Junior High School number 20 in May 2023. The target is female students at Banjarmasin Junior High School number 20. The methods used in the community service are survey, lecture, and discussion. The results obtained are SMPN 20 students who are able to understand the ways of preventing anemia in adolescents after following the counseling. There are 2 participants who have anemia with HB 9 grams/dL and 85 other students have normal HB levels after undergoing hemoglobin levels as part of the counseling event. The granting of the blood-booked tablet is directly drunk at the entire counseling in an effort to prevent iron anemia.
Pemanfaatan Makanan Lokal Pada Masyarakat Di Area Pinggiran Sungai Martapura Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Unja, Ermeisi Er; Oktovin, Oktovin; Rachman, Aulia; Lanawati, Lanawati; Dias, Maria Frani Ayu Andari; Ladjar, Imelda Ingir
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i1.440

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) telah menjadi masalah kesehatan global yang meningkat setiap tahunnya. Pola makan dan gaya hidup menjadi salah satu faktor risiko terjadinya PTM. Indonesia memiliki keanekaragaman pangan yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah PTM. Pemanfaatan sumber daya lokal yang beragam dapat menjadi strategi yang efektif dalam upaya pencegahan PTM. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah PTM dengan memanfaatkan makanan lokal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi partisipatif dengan melibatkan 42 responden di Desa Pinang Baru, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai PTM dan cara pencegahannya. Pemanfaatan makanan lokal merupakan solusi yang efektif dalam mencegah PTM.
Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat “Kendalikan Obesitas Optimalkan Aktifitas Fisik” Bagi Masyarakat Penderita Hipertensi di Kalimantan Selatan Oktovin, Oktovin; Unja, Ermeisi Er; Chrisnawati, Chrisnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JPMI - Februari 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2025

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah di atas normal. Angka kejadian hipertensi di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan sudah mencapai 2.747 kasus dan wilayah dengan kasus hipertensi tinggi yaitu kelurahan mantuil Banjarmasin. Pemeriksaan kesehatan jarang dilakukan masyarakat karena jarak tempuh ke Puskesmas sebelumnya cukup jauh. Akses jalan dan ketersiadaan fasilitas umum seperti lapangan untuk berolahraga juga tidak tersedia karena wilayah ini sebagian besar berada di pinggiran sungai. Berdasarkan hasil pengkajian awal terhadap 87 orang masyarakat kelurahan didapatkan 51 orang (58,6%) masyarakat mengalami Tekanan Darah Tinggi. Dari 51 Orang masyarakat yang mengalami Tekanan Darah Tinggi, sebanyak 6 orang (11,8%) baru saja terdekteksi Tekanan Darah Tinggi; 12 orang (23,5%) memang memiliki riwayat Hipertensi tetapi jarang memeriksakan diri dan tidak minum obat; 23 orang (45,1%) memiliki riwayat Hipertensi tetapi rutin mengkonsumsi obat dari dokter Puskesmas atau dokter umum; dan 10 orang (19,6%) memiliki riwayat hipertensi tetapi jarang memeriksakan diri dan mengkonsumsi obat yang di beli di apotik jika tanda gejala hipertensi timbul. Dari 51 orang masyarakat yang mengalami tekanan darah Tinggi 14 orang (27,5%) dengan obesitas; 12 orang (23,5%) dengan berat badan berlebih. Maka dari itu, pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat terkait Hipertensi dan keterkaitannya dengan obesitas dan aktifitas fisik perlu dilakukan. Hal ini untuk membantu masyarakat lebih sadar untuk mengendalikan Hipertensi.
Prevalence Of Events And Reports Symptoms Of Computer Vision Syndrome (CVS) In Nursing Students In Indonesia During Virtual Face Learning Current Time Of The Covid-19 Pandemic Rachman, Aulia; Oktovin, Oktovin
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.964 KB)

Abstract

While undergoing the learning process during the Covid-19 pandemic, nursing students must deal with digital device screens such as computers, laptops, and smartphones that are connected to the internet for a long time and continuously. Continuous use of digital devices harms health, such as Computer Vision Syndrome (CVS). This condition causes sufferers to experience visual disturbances, eye muscle, and musculoskeletal disorders. This research aims to describe the prevalence of CVS events and symptoms felt by nursing students while undergoing virtual face-to-face lectures during the Covid-19 pandemic. This type of research is quantitative research with a descriptive approach. The sample of this research was 494 students from 13 public and private universities in Indonesia. This sample was selected with the Cluster Sampling Technique. The results of this study showed that the majority of nursing students complained of headaches with moderate complaints (80.2%), eye fatigue with moderate complaints (75.9%), eye redness with mild complaints (50.0%), blurred vision with complaints moderate (49.2%), dry eyes with mild complaints (74.5%), pain in the shoulders and neck with moderate complaints (40.1%). The majority of the time, using digital devices (laptops, computers, or smartphones) in attending online lectures ≥5 hours (98.6%). Most device screen monitor lighting is bright (78.7%), and the position when using most devices is in the wrong category (87.0%). Most CVS complaints among nursing students from various regions in Indonesia are at a moderate level related to complaints of headaches, eye fatigue, redness, blurred vision, and shoulder and neck pain. This can be attributed to using electronic devices for more than 5 hours in one day and poor behaviour when using these devices
Lifestyle Phenomena Of South Kalimantan Communities That Contribute To Stroke Incidents : Mixed Method Research Oktovin, Oktovin; Er Unja, Ermeisi
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.639 KB)

Abstract

Stroke incidence in South Kalimantan ranks 6th out of 34 provinces in Indonesia. The incidence of stroke in this province continues to increase every year. In 2016 the stroke rate reached 739 cases; in 2018, it increased to 9,361 stroke cases in 13 districts in South Kalimantan. The purpose of this study is to identify in detail the description of the lifestyle of the people in South Kalimantan. The research design is Mixed Method with The Explanatory Sequential Design model. Quantitative research samples totaling 426 samples spread across 13 districts in South Kalimantan were selected with the Probability Sampling technique with the type of Stratified Random Sampling. Qualitative data collection involved 10 participants from 6 districts in South Kalimantan. The majority of respondents in this study were aged 36-45 years (32.9%), male (52.6%), worked as office workers (39%), and had a tertiary level of education (48.8%). The people of South Kalimantan have a habit of consuming foods high in sodium and fat (90.8%), moderate activity patterns (62.0%), the majority are light smokers (25.4%), and those who consume alcohol (16.7%), stress category mild (39.9%), and low health control at the nearest health facility (68.8%). The living habits of the people in South Kalimantan are still low health, where eating habits are high in sodium and fat, low daily physical activity, smoking and consuming alcohol, stress, and low routine check-ups at the nearest health facility. This is because the pattern that has been followed has become a habit since childhood. Community knowledge and obedience are also originators of the bad habits of people's days
Pengaruh Pemberian Teh Bunga Telang Terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Unja, Ermeisi Er; Fitrianingsih, Rani Nur; Oktovin, Oktovin; Rachman, Aulia; Warjiman, Warjiman; Lanawati, Lanawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i3.196

Abstract

Prevalensi Hipertensi terus meningkat setiap tahunnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Hipertensi menduduki peringkat pertama untuk penyakit tidak menular di Kota Banjarmasin dan memiliki kasus tertinggi yaitu 62.662 kasus pada tahun 2021. Puskesmas Alalak Selatan adalah salah satu fasilitas kesehatan yang menangani kasus hipertensi tertinggi kedua. Penanganan hipertensi selama ini hanya dilakukan dengan memberikan terapi farmakologi saja, sehingga terapi non farmakologi dapat menjadi salah satu solusi yang dapat ditawarkan seperti terapi konsumsi teh bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian teh bunga Telang terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Alalak selatan Banjarmasin tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 orang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Dan hasil dianalisis dengan uji paired sample T-test. Hasil menunjukan bahwa adanya perbedaan rerata nilai systole dan diastole pada tekanan darah responden antara sebelum dan sesudah pemberian teh bunga telang terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dengan hasil p-value=0,00 <0,05. Adanya pengaruh pemberian teh bunga Telang terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Alalak selatan Banjarmasin.
Resiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Usia Produktif (15-64 Tahun) Di Kota Banjarmasin di Era Society 5.0 Oktovin; Unja, Ermeisi Er; Maratning, Anastasia; Rachman, Aulia
Journal of Nursing Invention Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v5i2.680

Abstract

Background: In the current Era of Society 5.0, the use of technology by the majority of society is actually increasing. It is hoped that the use of technological development can provide convenience for users, both in obtaining information, communicating, getting goods easily and even helping with working. It’s just that convenience offered will have a negative impact on society. Among other things, changes in activity patterns and eating patterns of people of productive age. So that the increase in body weight above normal or obesity and the risk of non-communicable diseases increases. Objective: This research aims to describe physical activity patterns, daily food consumption patterns and body weight status which are considered to contribute to the triggering of non-communicable diseases in people of productive age in Banjarmasin City, South Borneo, Indonesia Method: This research is quantitative descriptive research. The sample for this research consisted of 274 people spread across 5 areas in Banjarmasin City. The sample for this research was selected using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. This research instrument uses a questionnaire, namely the Baecke Questionnaire for physical activity, anthropometric data collection including height and weight, and the Food Frequency Questionnaire (FFQ) for eating patterns. Data analysis using SPSS version 16 with descriptive analysis. Result: The findings of this research show that the majority of productive age people's activity patterns in Banjarmasin City are in the low category (97.4%), with poor eating patterns (87.2%) and the majority's weight status in the normal category (51.9%). Conclusion: The physical activity of people of productive age in Banjarmasin City tends to be in the low category and their eating patterns are in the poor category. This finding can illustrate that the majority of people in Banjarmasin City are at risk of various non-communicable diseases.