Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Teknik Penulisan Berita (Kajian Pustaka: Buku 4 Pilar Jurnalistik Pengetahuan Dasar Belajar Jurnalistik Karya Azwar, M.Si) Kusuma, Adhi; Tamami, Holil; Kurnia, Revy; Mulyadi, Budi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan salah satu kegiatan yang sudah biasa dilakukan oleh seorang jurnalis. Menjadi seorang penulis yang andal tentu menjadi impian setiap orang terlebih khusus yang menekuni dunia kepenulisan. Dalam hal ini kemampuan menulis seorang jurnalis perlu ditingkatkan sehingga bisa menghadapi peluang dan tantangan di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan sebuah informasi terkait menulis berita yang baik dan benar sesuai dengan kode etik jurnalistik yang ada. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji sebuah buku yang berjudul 4 Pilar Jurnalistik, ditulis oleh Azwar,M.Si. Penelitian ini bertujuan membahas terkait dengan teknik penulisan berita, seperti bagaimana cara menulis berita, struktur berita, teknik menulis berita, dan nilai-nilai berita itu sendiri. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa menulis berita terdiri dari bagian pembuka, isi dan penutup. Dalam menulis berita, struktur penulisan berita mengikuti pola yang biasa kita sebut sebagai priamida terbalik, 1.Judul atau kepala berita, 2 Baris tanggal, 3 Teras berita, 4 Tubuh berita. Sedangkan kode etik yang harus ditaati mencakup kedalam beberapa poin diantaranya 1) Menunjukan identitas diri kepada narasumber. 2) Menghormati hak privasi. 3) Tidak menyuap. 4) Menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya. 5) Rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang. 6) Menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara. 7) Tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karyanya sendiri. 8) Penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik. Berdasarkan hasil penelitian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa menjadi seorang jurnalis yang berprofesi sebagai penulis wajib memiliki kerangka berfikir yang efektif dan efesien serta mampu menyusun hasil observasi dengan bahasa yang nyaman di baca oleh para pembaca.
Peran Penting Generasi Muda dalam Menjaga Identitas Bangsa Azzahra, Putri Asifa Dwi; Putri, Riska Amelia; Zaynab, Zaynab; Hikmah, Nazwa Anzalinal; Kusuma, Adhi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa atau negara adalah sebuah wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah yang dipatuhi oleh rakyat dan penduduknya, berdasarkan letak wilayah sebuah bangsa secara geografis menjadikan adanya keanekaragaman suku dan pulau yang membuat sebuah bangsa memiliki identitasnya masing-masing. Begitupun dengan bangsa Indonesia yang memiliki ragam identitas, identitas bangsa Indonesia sendiri sebenarnya sudah tertuang dalam dasar negara yaitu PANCASILA. Dimana pancasila memiliki dua peranan penting terhadap Bangsa Indonesia yaitu sebagai entitas dan identitas, sebagai entitas dikarenakan pancasila merupakan bukti adanya keberadaan unik dan berbeda, meski keunikannya tidak dalam bentuk fisik, keunikan itu bisa dinilai dari dapat terlihatnya keanekaragaman nilai bangsa dari point yang terdapat dalam pancasila. Pancasila juga dapat di katakan sebagai identitas karena dalam pancasila terdapat cerminan dari bangsa Indonesia yang memiliki beragam budaya, ras, suku, dan juga agama. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif, menggunakan metode kajian pustaka, dimana segala sumber dan bahan referensi di ambil dari buku, jurnal, dan riset yang ditemukan baik secara offline maupun online. Dari penelitian yang dilakukan di temukan bahwa bangsa Indonesia memiliki beberapa identitas yaitu 1) Pancasila, 2) bendera merah putih, 3) lambang garuda, 4) Bhineka Tunggal Ika, 5) UUD 1945, 6) ragam budaya dan 7) dan Bahasa Indonesia, identitas ini membuat bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain. Dalam era kemajuan teknologi seperti saat ini, dengan mudahnya akses komunikasi dan berita yang mengakibatakan maraknya masyarakat yang meninggalkan identitas bangsa dan lebih gemar dengan gaya barat, diperlukan peran generasi muda yang sangat penting untuk tetap melestarikan dan menjaga identitas bangsa menggunakan teknologi dan jiwa nasionalis yang tinggi agar identitas bangsa tidak hilang dan tergantikan oleh budaya asing. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa banyak generasi muda yang mulai meninggalkan identitas bangsa dan lebih menggemari budaya asing baik Korea, Jepang maupun barat, padahal peran generasi muda dalam menjaga identitas bangsa sangat krusial, identitas bangsa Indonesia seperti Pancasila, Bahasa Indonesia, UUD 1945, dan juga asas Bhineka Tunggal Ika harus dijaga dan dikembangkan melalui perkembangan teknologi dan budaya, dan disini peran generasi muda yang harus bisa menjaga dan tetap melestarikannya.
Analisis Pesan Dakwah Pada Film “172 Days” Karya Nadzira Shafa Kusuma, Adhi; Febianti, Yola Aviva; Alwaan, Alfathir Zahy; Kamali, Muhammad Fakhri; Muhammad, Agil Barqy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah adalah tugas dan tanggung jawab umat Islam. Menyebarkan ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadits dengan tujuan “Amarr makruf dan Nahi Munkar”. Beranekaragam cara kita dalam menyebarkan kebaikan, salah satunya dengan dakwah melalui media film, media saat ini menggunakan kemajuan teknologi dapat berperan. Sejalan dengan perkembangan perfilman Indonesia saat ini, hal tersebut cenderung meningkatkan semangat para sineas untuk menghasilkan karya terbaiknya. Karya-karya yang dihasilkan menjadi media bagi Hadrah Daeng Ratu untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat, dikemas dalam kisah-kisah ringan dan menghibur yang cenderung menonjolkan kisah keseharian masyarakat tanpa melupakan nilai-nilai inspiratif yang terkandung dalam kaidah Islam. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan Penelitian ini di buat menggunakan metode analisis dari sebuah film karya Nadzira Shafa yang berjudul 172 days. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Dakwah merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam. 2) Demi tersampaikannya sebuah pesan tentu hal yang paling utama adalah pendekatan yang tepat sesuai dengan keahlian dan profesi yang kita miliki. 3) Adanya film ini tentu bertujuan untuk memberikan suatu gambaran yang nyata, bahwa setiap umat manusia terlebih khusus umat beragama Islam pasti dapat kembali kepada Allah Swt. 4) Tentu banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari adanya film 172 days ini sebagai berikut: a) Menjalankan kewajiban dengan melaksanakan dakwah. b) Membuktikan bahwa dakwah tidak hanya dengan metode ceramah. c) Memberikan edukasi kepada para penonton. e) Dapat memberikan sebuah inspirasi bahwa dakwah bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan, keahlian dan profesi masing-masing individu. Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kita sebagai umat Islam tidak diperbolehkan menghakimi orang-orang yang saat ini sedang bermaksiat sebab masih banyak kemungkinan untuk mereka kembali kepada Allah Swt. Salah satu cara yang paling efektif dan efesien adalah kita berdakwah dengan keahlian, kemampuan dan profesi yang sedang kita tekuni saat ini.
Efektivitas Penulisan Kreatif dalam Menarik Perhatian Pembaca Kusuma, Adhi; Maharani, Shilvia; Lestari, Ayu; Setiawati, Aulia; Cahaya, Karina Nadyas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis merupakan soft skill yang harus dimiliki oleh siapa saja, terlebih khusus bagi kalangan pelajar, sebab banyak sekali manfaat dan pengaruhnya bagi peradaban sosial. Penulisan kreatif merupakan salah satu kegiatan yang menyediakan keterampilan menulis sehingga tulisan yang dihasilkan menjadi menarik dan mampu memberikan manfaat bagi para pembaca. Penelitian ini membahas tentang efektivitas penulisan kreatif dalam menarik perhatian minat baca. Metode deskriptif kualitatif menjadi cara penulis dalam menyajikan sebuah data, ditambah dengan kajian pustaka dengan mencari data melalui buku, jurnal online, internet/website dan lain sebagainya. Metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, penulisan kreatif adalah sebuah karya yang dihasilkan dari kegiatan menulis dengan menuangkan ide dan pemikiran yang imajinatif. Menulis kreatif dapat di maknai sebagai kegiatan tulis-menulis yang bertujuan untuk menambah kreativitas seseorang, sehingga bisa melahirkan produk tulisan yang bermanfaat bagi orang lain berikut tata cara dalam menulis tulisan kreatif, 1). memanfaatkan panca indra, 2). gunakan teknik deskriptif, 3). gunakan kata benda, 4). hindari kata keterangan, 5). gunakan metafora atau perumpamaan, 6). membuat dialog, 7). lakukan riset sebelum menulis, 8). menggali ide lebih dalam, 9). pikirkan arah tulisan/objektivitas tulisan, 10). Berdasarkan hasil penelitian diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kepenulisan kreatif dapat menarik perhatian pembaca, untuk menjadi seorang penulis tentu harus bisa memperhatikan bagaimana karya tulis yang dibuat bisa bermakna bagi orang lain.
Peran Teknologi Informasi dalam Pensyiaran Berita melalui Media Sosial (Efektivitas dan Tantangan) Kusuma, Adhi; Hamdiyah, Mutifatul; Assifa, Aisha Nazla Putri; Abdillah, Ibnu Malik; Khoerunnisa, Riska
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi merupakan wujud nyata yang dapat dirasakan oleh semua ummat di dunia, di era 4.0 ini hampir semua tatanan kehidupan manusia sudah mengandalkan teknologi. Media sosial menjadi babak baru dalam mensyiarkan sebuah pesan, berkembangnya ilmu pengetahuan sangat terasa sekali manfaatnya bagi semua kalangan. Saat ini bukan hanya para ahli yang menemukan teori saja yang dapat menikmati canggihnya media sosial, orang-orang awam yang mempunyai akses jejaring di media sosialpun sudah bisa merasakan cangihnya layanan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode libery research atau kajian pustaka, serta mendeskipsikan hasil riset menggunakan metode deskriptf kualitatif dengan menarasikan refensi-refensi yang penulis dapatkan dari jurnal penelitian yang relevan dengan pembahasan, studi kasus yang terupload di website, buku dan sumber bacaan lainnya. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa, adanya media massa ini sangat mempengaruhi terhadap kecepatan informasi. Maka dari itu hal-hal yang harus kita perhatikan yaitu 1) Harus mengetahui isu-isu aktual 2) tidak melupakan hari-hari bersejarah 3) sebelum menyampaiakan sebuah informasi, wajib membaca dan mencari data-data yang kredibilitasnya dapat dipertanggung jawabkan 4) Dalam opini yang ditulis hindari terlalu banyak memakai bahasa yang kurang dimengerti oleh para pembaca 5) Data dan fakta harus disertakan sumber agar meningkatkan kepercayaan masyarakat dan 6) Hendaklah mengendapkan tulisan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan akibat terlalu cepat dalam memosting sebuah tulisan. Indikator keberhasilan aplikasi layanan publik sehingga, suatu kegiatan dikatakan efektif jika kegiatan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan menyediakan layanan masyarakat yang merupakan sasaran yang sudah ditentukan. Namun tidak dapat dipungkiri jika tantangan adanya teknologi informasi ini sangatlah besar, banyak sekali kasus-kasus yang terjadi di berbagai kalangan karena penyalahgunaan teknologi informasi salah satunya kasus penyelahgunaan aplikasi layanan publik seperti, 1) mengakses pornografi melalui youtube, 2) penyebaran berita hoks dan pencemaran nama baik melalui twitter. Berdasarkan dari data-data diatas dapat kita pahami bahwa 1) media sosial sangat berpengaruh bagi perkembangan informasi media sosial sebagai sarana belajar bagi kalangan pelajar, dan 2) media sosial dapat memberikan manfaat dalam menyelesaiakan suatu pekerjaan individu dan kelompok. Akan tetapi tantangan yang didapatkan juga cukup besar kasus-kasus itu seperti, 1) mudahnya mengakses konten negatif, 2) menyebarkan hoks, 3) pencemaran nama baik dan lain sebagainya.
Strategi Komunikasi di Era Digital Guna Meningkatkan Kualitas Dakwah Islam Kusuma, Adhi; Mita, Mita; Anisa, Nur; Ramadhan, Alvian; Munadi, Hasan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah mengubah cara penyampaian dakwah Islam. Media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi platform utama untuk menyebarkan pesan-pesan Islam. Namun, tidak semua pendakwah mampu memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas dakwah Islam di era digital. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dan video streaming dapat memperluas jangkauan dakwah dan meningkatkan keterlibatan audiens. Strategi seperti penggunaan podcast, digitalisasi kitab pesantren, dan interaksi aktif dengan audiens di media sosial terbukti efektif. Kesimpulan penelitian ialah adopsi teknologi dan inovasi dalam metode penyampaian pesan dakwah sangat penting untuk kesuksesan dakwah di era digital.
Dampak Perubahan Teknologi Komunikasi terhadap Seorang Jurnalis (Studi Kasus: Perkembangan Zaman) Amaliah, Muslihatun; Khaerani, Lydia; Nufus, Syifa Hayatin; Habudin, Rio; Kusuma, Adhi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kamus besar bahas Indonesia edisi ketiga tahun 2005, terdapat sebuah kata jurnalisme dan jurnalistik. Secara sederhana dapat kita ketahui bahwa jurnalis merupakan seseorang yang bertugas dalam ruang kerja jurnalistik yang mengumpulkan informasi, menulis, mengedit dan menerbitkan berita. Menjadi seorang jurnalis tentu sangatlah berat, perjuangan dan tantangan silih berganti ketika mencari sebuah informasi. Oleh karena itu menjadi seorang jurnalis haruslah memiliki ilmu dan wawasan yang luas tentang kejurnalistikan dan fenomena yang terjadi disekitar. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka dengan mencari sumber informasi dari berbagai litelature seperti jurnal, website dan buku. Dengan memanfaatkan metode deskiriptif kualitatif dalam menarasikan informasi menjadi sebuah tulisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran internet sebagai sarana komunikasi memiliki pengaruh sangat besar bagi keberlangsungan pola komunikasi masyarakat, menjadi seorang jurnalis harus mampu beradaptasi dengan teknologi komunikasi, sebab peran seorang jurnalis sebagai 1) Memberikan Informasi, Pendidik, dan Agen Pembaharu, 2) Memberi Hiburan Kepada Masyarakat, 3) Interpreter (Penafsir) dan 4) Wakil Publik dan Advokasi. Dalam hal ini dapat penulis pahami bahwa menjadi seorang jurnalistik memiliki dampak yang positif, sebab tanpa jasanya informasi yang beredar di media massa tidak akan pernah ada, dan menjadi seorang jurnalis memiliki tanggung jawab yang berat, karena harus selalu mengkomunikasikan informasi kepada publik dalam memberitakan suatu peristiwa.
Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak Remaja Kusuma, Adhi; Azis, Gama Rasa Abdul; Muhammad, Fadhil; Sari, Dahlia Pusvita; Desikha, Hima Qonita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki unsur kompleks seperti kepala keluarga dan anggota keluarga yang saling menerima. Keluarga juga merupakan wadah awal yang dimana anak-anak belajar tentang banyak hal, mulai dari cinta, kasih sayang, rasa peduli, keamanan, dan juga nilai moral. Disini anak-anak akan mulai belajar akan batasan dan bagaimana mereka menjaga diri, memilih pendidikan dan ajaran moral yang benar. Dalam kurun waktu 2016-2020 Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat kurang lebih ada 655 anak yang melakukan aksi kriminal dan terkena kasus hukum. Rinciannya, 506 anak melakukan kekerasan verbal (fisik) dan 149 lainnya melakukan kekerasan psiskis (mental). Jumlah ini konsisten dalam kurun waktu 2016-2019 dengan jumlah anak bermasalah mencapai 100 orang, dan sedikit menurun menjadi 69 anak pertahun pada 2020 dan masih terus meningkat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menggali dan sedikit memaparkan tugas dari keluarga untuk membentuk karakter anak, dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan atau motivasi dalam meningkatkan upaya pembentukan karakter anak sejak dini. Menggunakan metode kualitatif kajian pustaka, penelitian ini memiliki sumber dan bahan referensi yang di ambil dari buku, jurnal, dan riset yang ditemukan baik secara offline maupun online. Dan dalam penelitian ini di temukan bahwa peran keluarga atau orang tua dalam pembentukan karakter anak antara lain yaitu, 1) memberikan kasih sayang, 2) memberi bantuan moral dan finansial, 3) mendengarkan pendapat anak, 4) memberikan pengajaran dan pelajaran dalam kehidupan, dan 5) menjaga pergaulan dan tempat bersosialisai anak. Oleh karenanya penelitian ini di buat untuk menguraikan tugas-tugas tersebut.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformatif terhadap Keefektifan Komunikasi Organisasi Melisa, Melisa; Kusuma, Adhi; Mardiyah, Mardiyah; Oktavirani, Nur Fira; Ashidiqie, Moch. Hasbie
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh gaya kepemimpinan transformatif dalam membentuk keefektifan komunikasi organisasi. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan dengan metode pengumpulan data pustaka yang bersumber dari ensiklopedia, buku, jurnal ilmiah, dokumen dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Gaya kepemimpinan transformatif memiliki pengaruh dalam membentuk keefektifan komunikasi organisasi; (2) Dengan adanya konsep kepemimpinan transformatif anggota akan merasa percaya, kagum, bangga, loyal dan hormat kepada pimpinannya; (3) Komunikasi penting bagi peningkatan komitmen, produktivitas, dan kinerja individu-individu yang ada pada organisasi; (4) Teori kepemimpinan transformatif sering menjadi rujukan sebagai model kepemimpinan yang efektif sejak tahun 1980-an.
Framing Media Online: Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dalam Berita CNN Indonesia Pitaloka, Pitaloka; Kusuma, Adhi; Azharani, Rattu Putihat; Sitiyani, Ina; Thusyifa, Novi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berita media memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap isu-isu sosial, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media online, khususnya CNN Indonesia, membingkai berita tentang kekerasan seksual terhadap perempuan dengan menggunakan Model Framing Robert N. Entman. Pendekatan ini memungkinkan untuk memahami bagaimana pemilihan aspek-aspek tertentu dari sebuah isu dalam sebuah laporan berita dapat memengaruhi cara individu memahami dan merespons isu tersebut. Metode analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bingkai framing yang digunakan dalam berita-berita terkait kekerasan seksual terhadap perempuan yang dipublikasikan oleh CNN Indonesia dalam periode tertentu. Analisis ini mencakup identifikasi bingkai framing dominan, strategi framing yang digunakan, dan pola-pola framing yang muncul dalam liputan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola framing yang konsisten dalam liputan media tentang kekerasan seksual terhadap perempuan oleh CNN Indonesia. Bingkai framing yang dominan cenderung mengaitkan isu ini dengan aspek-aspek tertentu seperti kejahatan, kekerasan, korbanisasi, dan tanggapan pemerintah atau otoritas terkait. Implikasi dari temuan ini diperdebatkan dalam konteks konstruksi opini publik, pembentukan kesadaran sosial, serta pendorong tindakan dan kebijakan yang berkaitan dengan isu kekerasan seksual terhadap perempuan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang peran media dalam pemahaman dan penanganan kekerasan seksual terhadap perempuan. Selain itu, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya penelitian lebih lanjut dalam menganalisis bagaimana bingkai framing media dapat memengaruhi persepsi dan respons masyarakat terhadap isu-isu sosial yang sensitif.
Co-Authors Abdillah, Ibnu Malik Adawiyah , Rodiyatul Afriansyah , Sahrul Afwan, Muhammad Kholis Aguilar, Mark Gabriel Ahmad Faisal Ahmad, Pandi Rizqa Al Atsari, Muhammad Fadhil Al Mifta, Ardian Fikri Aliansyah, Dhean Aliza Ramadhani, Aliza Alwaan, Alfathir Zahy Alwan , Noufal Amaliah, Muslihatun Amaly, Shabilla Intan Anam, Moh Nurul Andreas D, Luddy Andriana, M.Dzakwan Anshary, Ikmal Anwar , Noufan Aprilliyanti , Putri Hani Ardi, Angga Trafsila Arum, Aulia Senja Ashidiqie, Moch. Hasbie Assifa, Aisha Nazla Putri Assyifa , Widya Nur Atahilah, Muhamad Ibnu AYU LESTARI Azharani, Rattu Putihat Azis, Gama Rasa Abdul Azizah , Sayidatul Azkia, Yumna Azzahra, Nisa Azzahra, Putri Asifa Dwi Bahrul Ulum Barqy M, Agil Budi Mulyadi Cahaya, Karina Nadyas Desikha, Hima Qonita Eva, Sri Fadila, Safitri Nur Faruq Al Barqi, Muhammad Fatihatul Ikhsan , Annisa Febianti, Yola Aviva Febriyanti, Amelia Fikri, M Haikal Ghaniyya, Salima Nurul Habudin, Rio Hamdiyah, Mutifatul Hidayah, Wardatul Hidayatullah, Ariq Hikmah, Nazwa Anzalinal Hilaliya Syiam, Isty Firda Homsah, Siti Ibni Fauzan, Muhammad Imtinan Supriatna, Syakirah Iwan S, Agus Jaenudin Jaenudin Kamali, Muhammad Fakhri Kamiliya , Nur Aufa Khaerani, Lydia Khairi, Raza Novrizal Khoerunnisa, Riska Kinanti, Ayu Dara Kurnia , Revy Kurnia, Revy Kurniati , Victa Sari Dwi Kurniawan , Vebri Mad Nasir, Mad Maesaroh , Maesaroh Maharani, Shilvia Mahreza, Galang Muhammad Mardiyah Mardiyah Melisa Melisa Mita Mita, Mita Mubarokah, Silva Mimul Muhammad, Agil Barqy Muhammad, Fadhil Muhlis, Kholisil Munadi, Hasan Nafisah, Siti Ibnu Naufal Fadillah , Muhammad Nindi, Alifia Nisa Solihat, Ayu Nufus, Syifa Hayatin Nur Anisa Oktavirani, Nur Fira Pebriyanti, Fety Pitaloka, Pitaloka Pratiwi, Ludia Amanda Putri, Riska Amelia Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Alvian Rendi Rendi, Rendi Rohman , Siti Rosadi, Riki Rosita , Ita S. Mulyadi, Dikdik Saefullah Saefullah, Saefullah Sakiki, Sakiki Salsabilla, Hanum Santosa, Nevo Saputra, , Ilham Sari, Dahlia Pusvita Saummi, Dea Wulan Sekar Mayang, Sekar Setiawati, Aulia Shidqin Aliyya, Lisana Sigit K, Endro Sitiyani, Ina Sumarni, Rini Supriatna, Syakirah Imtinan Surya Gama, M Darda Tamami, Holil Thusyifa, Novi Tri Wijaya, Livia Trinaini, Rizki Damajatu Wicaksono, Muhamad Rizqa Yani, Siti Yuli Yanti , Siti Mustika Zaynab, Zaynab