Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PENGGUNAAN DATA HUJAN SATELIT TRMM UNTUK PERENCANAAN TALANG AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI NGARUM Teguh Yuono; Erni Mulyandari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i1.1243

Abstract

Perencanaan talang air umumnya berada di daerah pinggiran yang aksesnya sulit dijangkau belum lagi jika dilihat dari sulitnya memperoleh data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan besarnya perencanaan dimensi talang air dengan menggunakan data hujan manual dan data hujan satelit (TRMM). Hal tersebut berguna ketika nanti perencanaan tidak tersedia data hujan manual. Tahap pertama diawali dengan melakukan uji kepanggahan data hujan manual kemudian mendownload data hujan satelit. Data hujan satelit sengaja tidak dilakukan validasi. Data hujan harian memiliki korelasi 0,22 sedangkan untuk data hujan setengah bulanan memiliki korelasi 0,59 sehingga dipilih analisis dengan menggunakan data hujan satelit setengah bulanan. Kemudian dicari besarnya kebutuhan air irigasi dan didapat nilai korelasi antar keduanya adalah 0,93 yang berarti hubungan antar keduanya adalah sangat kuat. Talang air yang direncanakan diambil dengan dimensi paling kecil karena besarnya debit yang dibutuhkan hanya berkisar 0,10 m3/d yaitu b= 0,5 m dan h = 0,5 m. Berdasarkan dimensi talang air tersebut besarnya anggaran biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 35,934,545.52.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DI SIMPUL JALAN: Studi Kasus Jalan Banaran dan Jalan Raya Terminal Palur Suryo Handoyo; Erni Mulyandari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i2.1481

Abstract

Jalan Banaran dan Jalan Raya Terminal Palur merupakan bagian jalan yang ada di Desa Ngringo. Pada musim penghujan, di pertemuan ruas Jalan Banaran dan Jalan Raya Terminal Palur sering terjadi banjir. Hal tersebut dikarenakan ketinggian saluran drainase yang ada tidak mampu menampung air hujan yang turun. Keadaan tersebut apabila tidak segera dilakukan tindakan pencegahan atau perbaikan dikhawatirkan akan merugikan masyarakat sekitar. Saluran drainase yang ada pada lokasi studi umumnya adalah saluran buatan masyarakat sekitar yang tidak memperhatikan aspek hidrologi dan hidraulika yang ada. Sehingga pada penelitian kali ini penulis merencanakan kondisi saluran dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh besarnya dimensi saluran dengan rincian Saluran 1 (Sebelah Utara Jalan Raya Terminal Palur) adalah h = 0,70 m; b = 0,9701 m ? 1 m, dan ba = 2,1343 m ? 2,2 m; Saluran 2a (Sebelah Timur Jalan Banaran) adalah h = 0,60 m; b = 0,6781 m ? 0.70 m; dan ba = 1.4917 m ? 1.5 m; dan Saluran 2b (Sebelah Barat Jalan Banaran) adalah h = 0,60 m; b = 0,5166 m ? 0.60 m; dan ba = 1,1366 m ? 1,2 m.
EVALUASI DAN PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN : Studi Kasus Jalan Kapten Mulyadi Kabupaten Karanganyar Vicky Yoga Arisma; Erni Mulyandari; Teguh Yuono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i1.1645

Abstract

Permasalahan yang ada pada Jalan Kapten Mulyadi yaitu munculnya genangan air ketika hujan turun. Hal tersebut terjadi akibat perubahan tata guna lahan dan kondisi eksisting saluran drainase yang ada tidak berfungsi secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya genangan, menghitung kapasitas saluran drainase eksisting, dan merencanakan ulang dimensi saluran drainase di lokasi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu dengan melakukan survei terlebih dahulu di lokasi penelitian kemudian menganalisis data yang diperoleh dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa penampang saluran drainase eksisting kurang memadai atau terlalu kecil sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang agar saluran mampu menampung debit limpasan air hujan dan air dari perumahan sekitar sehingga tidak menimbulkan terjadinya genangan ataupun banjir. Adapun hasil perencanaan dimensi saluran drainase yang baru dengan menggunakan debit banjir kala ulang 25 tahun adalah sebagai berikut, nilai tinggi muka air dari dasar saluran (y) = 0,25 m; lebar saluran (b) = 0,50 m; dan tinggi saluran (H) = 0,45 m.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN KEBUTUHAN ALAT BERAT (Studi Kasus: Proyek Preservasi dan Pelebaran Jalan Palur-Sragen-Mantingan STA 0+325 – STA 2+325) Wilhelmus William; Herman Susila; Erni Mulyandari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i2.2161

Abstract

Proyek infrastruktur jalan sebagian besar menggunakan alat berat. Alat berat harus digunakan secara efisien sehingga perlu mengetahui kemampuan alat, jenis-jenis alat, keterbatasan alat, serta biaya operasional alat. Produktivitas alat berat bergantung pada jenis atau tipe alat, metode kerja, kondisi medan kerja, serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas serta jumlah alat berat yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek jalan Palur-Sragen-Mantingan. Metode penelitian dilakukan dengan menghitung volume pekerjaan, menghitung produktifitas, durasi pekerjaan, dan menghitung kebutuhan alat. Hasil analisis didapat bahwa produktivitas alat berat pada pekerjaan galian : Excavator = 859 m³/hari, Dumptruck = 888,14 m³/hari. Pada pekerjaan LPA : vibrator roller = 2.990 m³/hari, Bulldozer = 2.452 m³/hari. Pada pekerjaan AC-Base : Asphalt Finisher = 2.416,55 Ton/hari, Tandem Roller = 1.567 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 1.567 Ton/hari. Pada pekerjaan AC-BC : Asphalt Finisher = 974,95 Ton/hari, Tandem Roller = 632,19 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 1.039,48 Ton/hari. Pada pekerjaan AC-WC : Asphalt Finisher = 652,75 Ton/hari, Tandem Roller = 423,26 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 713,319 Ton/hari. Pada pekerjaan lapis resap aspal : Asphalt sprayer = 16.494,5 m²/hari. Pada pekerjaan pembersihan : Air Compressor = 2.721,6 m²/hari. Waktu yang dibutuhkan alat berat dalam pelaksanaan pekerjaan galian = 8 hari , pekerjaan Lapis pondasi Atas = 3 hari, pada pekerjaan AC-Base = 3 hari, pekerjaan AC-BC = 3 hari, pekerjaan AC-WC = 3 hari, pekerjaan lapis resap aspal = 4 hari, pekerjaan pembersihan = 4 hari. Alat berat yang dibutuhkan selama pekerjaan pada masing-masing pekerjaan yaitu : Excavator = 2 unit, Dumptruck = 8 unit, Vibrator roller = 1 unit, Bulldozer = 2 unit, Asphalt Finisher = 2 unit, Tandem Roller = 2 unit, Tire Roller = 1 unit, asphalt sprayer = 1 unit, Air compressor = 2 unit.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN KEBUTUHAN ALAT BERAT (Studi Kasus: Proyek Preservasi dan Pelebaran Jalan Palur-Sragen-Mantingan STA 0+325 – STA 2+325) Wilhelmus William; Herman Susila; Erni Mulyandari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i2.2161

Abstract

Proyek infrastruktur jalan sebagian besar menggunakan alat berat. Alat berat harus digunakan secara efisien sehingga perlu mengetahui kemampuan alat, jenis-jenis alat, keterbatasan alat, serta biaya operasional alat. Produktivitas alat berat bergantung pada jenis atau tipe alat, metode kerja, kondisi medan kerja, serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas serta jumlah alat berat yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek jalan Palur-Sragen-Mantingan. Metode penelitian dilakukan dengan menghitung volume pekerjaan, menghitung produktifitas, durasi pekerjaan, dan menghitung kebutuhan alat. Hasil analisis didapat bahwa produktivitas alat berat pada pekerjaan galian : Excavator = 859 m³/hari, Dumptruck = 888,14 m³/hari. Pada pekerjaan LPA : vibrator roller = 2.990 m³/hari, Bulldozer = 2.452 m³/hari. Pada pekerjaan AC-Base : Asphalt Finisher = 2.416,55 Ton/hari, Tandem Roller = 1.567 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 1.567 Ton/hari. Pada pekerjaan AC-BC : Asphalt Finisher = 974,95 Ton/hari, Tandem Roller = 632,19 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 1.039,48 Ton/hari. Pada pekerjaan AC-WC : Asphalt Finisher = 652,75 Ton/hari, Tandem Roller = 423,26 Ton/hari, Pneumatic tire roller = 713,319 Ton/hari. Pada pekerjaan lapis resap aspal : Asphalt sprayer = 16.494,5 m²/hari. Pada pekerjaan pembersihan : Air Compressor = 2.721,6 m²/hari. Waktu yang dibutuhkan alat berat dalam pelaksanaan pekerjaan galian = 8 hari , pekerjaan Lapis pondasi Atas = 3 hari, pada pekerjaan AC-Base = 3 hari, pekerjaan AC-BC = 3 hari, pekerjaan AC-WC = 3 hari, pekerjaan lapis resap aspal = 4 hari, pekerjaan pembersihan = 4 hari. Alat berat yang dibutuhkan selama pekerjaan pada masing-masing pekerjaan yaitu : Excavator = 2 unit, Dumptruck = 8 unit, Vibrator roller = 1 unit, Bulldozer = 2 unit, Asphalt Finisher = 2 unit, Tandem Roller = 2 unit, Tire Roller = 1 unit, asphalt sprayer = 1 unit, Air compressor = 2 unit.
Analisis Imbangan Air pada Daerah Irigasi Jetu Kabupaten Karanganyar Handoyo, Suryo; Mulyandari, Erni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5432.446 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.3741

Abstract

Bendung Jetu merupakan salah satu Bendung di Kabupaten Karanganyar. Bendung Jetu memiliki luas daerah irigasi sebesar 647 Ha. Umumnya pada musim kemarau pada daerah irigasi tersebut mengalami kekurangan air. Oleh karena itu diperlukan analisis lebih lanjut agar kekurangan air bisa ditanggulangi dengan memilih jenis tanaman yang sesuai dengan ketersediaan air pada bendung tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui imbangan air di Daerah Irigasi Jetu yaitu perbandingan dari kebutuhan dan juga ketersediaan air yang ada di Bendung Jetu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Tahap analisis diawali dengan melakukan survei lokasi untuk mengetahui permasalahan yang ada di lapangan kemudian mencari data sekunder pada lokasi penelitian. Tahap analisis imbangan air yaitu membandingkan ketersediaan air dengan kebutuhan air irigasi. Berdasarkan analisis imbangan air di DI Jetu, apabila petani melakukan pola tanam Padi – Padi – Padi ataupun Padi – Padi – Palawija tidak semua luas layan pada masa tanam III dapat terpenuhi. Luas tanam Padi yang dapat terpenuhi kebutuhan airnya pada masa tanam III hanya sebesar 21.10% atau sekitar 136.52 Ha sedangkan untuk Palawija hanya 34.43% atau sekitar 222.79 Ha. Sehingga perlu adanya sumber air baru agar pola tanam III dapat tercukupi kebutuhan airnya.
Counseling on Maintenance of Irrigation Canals in Trucuk Village Klaten Regency Central Java Suryo Handoyo; Herman Susila; Sumina Sumina; Erni Mulyandari
International Journal of Social Service and Research (IJSSR) Vol. 3 No. 2 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i2.264

Abstract

The study aims to find out maintenance of irrigation Trucuk Village. Trucuk, is an area in Klaten Regency, which mostly consists of rice fields. The rice fields have been around for a long time and still exist today. The cause of existence of these rice fields can still survive because the Trucuk area and its surroundings still get rice field irrigation from banners or rivers. Water to irrigate the rice fields is channeled through permanent and semi-permanent ditches. Care and maintenance are needed to maintain the function of the ditch as a means to drain water. Some of the factors that can reduce the performance of the ditch include damage to the body of the ditch, illegal water taking, waste disposal, and lack of infrastructure to control the flow of water. After carrying out counseling to parties related to the existence of waterways in the village of Trucuk Klaten, it is hoped that the continuity of the water flow and the sustainability of agriculture in the rice fields can run normally. So that socio-economic life in the Trucuk Klaten area and its surroundings can run normally.
Evaluasi Kinerja Daerah Irigasi Jejeruk Kabupaten Magetan Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR NO 12/PRT/M/2015 Erni Mulyandari; Suryo Handoyo; Hanggar Ganara Mawandha; Lalu Marhayani Kesuma
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.282 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.9861

Abstract

Bendung Jejeruk berada pada koordinat 7°39'41" LS dan 111°28'37,56" BT, tepatnya terletak di desa Candirejo, Magetan, Magetan, Jawa Timur. Bendung tersebut memiliki fungsi untuk melayani daerah irigasi lintas kabupaten (Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun) seluas 5.064 ha. Pada saat ini, Bendung Jejeruk masih kurang optimal dalam mengalirkan air untuk irigasi. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa masalah yang ada di saluran irigasi seperti hilang atau rusaknya beberapa bangunan pengatur atau bangunan pelengkap, rusaknya lining saluran sehingga air tidak bisa secara optimal sampai ke saluran tersier atau kuarter, dan banyaknya sampah yang menumpuk di beberapa titik saluran. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelusuran jaringan irigasi dan untuk selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja di DI Jejeruk berdasarkan Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015. Hasil penelusuran jaringan irigasi diperoleh bahwa saluran pembawa utama DI Jejeruk rata-rata berbentuk trapesium dengan material konstruksi pasangan batu. Adapun jumlah saluran yang dimiliki DI Jejeruk yaitu dua saluran primer dan 10 saluran sekunder sedangkan untuk jumlah aset bangunan secara keseluruhan yaitu 55 bangunan pengatur dan 307 bangunan pelengkap. Pada analisis penilaian kinerja DI Jejeruk diperoleh nilai total sebesar 61.33% yang berarti kinerja DI Jejeruk masuk ke dalam kategori kurang dan perlu perhatian.
Innovative Strategies and Technologies in Waste Management in the Modern Era Integration of Sustainable Principles, Resource Efficiency, and Environmental Impact Mashudi; Rahayu Sulistiowati; Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Nur Hamzah
International Journal of Science and Society Vol 5 No 4 (2023): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v5i4.767

Abstract

In the context of waste management in the modern era, environmental challenges are increasingly complex. Innovative strategies and sustainable technology are important to answer this problem. This study aims to analyze the environmental impact of implementing innovative strategies and technologies in waste management and to provide recommendations for mitigating negative impacts. The literature study method is used to collect and analyze relevant data. The results of this research illustrate the positive potential of innovative strategies in waste management but also emphasize the need for careful mitigation measures to reduce negative impacts on the environment. In facing the challenges of waste management, innovative strategies, and technologies provide real opportunities to achieve environmental sustainability in the future.
Analisis Perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan Pada Daerah Irigasi Jejeruk Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Ratih Nilam Sari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i8.13251

Abstract

An analysis of the calculation of the Actual Needs for Operation and Maintenance (AKNOP) of an irrigation area is urgently needed to determine the amount of the budget that must be spent by the relevant agencies in terms of operating and maintaining the irrigation area. In general, three parameters are observed, namely the cost of managing the implementation of operations and maintenance, the cost of operating surface irrigation, and the cost of maintaining surface irrigation networks. The purpose of this study was to analyze the magnitude of the Real Operation and Maintenance Performance Figures (AKNOP) in the Jejeruk Irrigation Area. The research method used is to analyze the cost of the three parameters mentioned above. The results showed that the cost of AKNOP in the Jejeruk Irrigation Area was IDR 854,227,960.00 (Eight Hundred Fifty-Four Million Two Hundred Twenty-Seven Thousand Nine Hundred Sixty Rupiah).