Claim Missing Document
Check
Articles

VALIDATION OF FLOOD INUNDATION DISTRIBUTION IN THE BORO WATERSHED USING SENTINEL-1 IMAGERY AND 1D HEC-RAS SIMULATION AGAINST FIELD OBSERVATION DATA Bagus Ardian Saputra; Erni Mulyandari; Suryo Handoyo
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2026): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v7i1.10126

Abstract

Flooding is a natural disaster that poses a serious problem in many regions of Indonesia, particularly in the Boro Watershed (DAS Boro), which experiences annual inundation in several urban villages. DAS Boro is a sub-watershed of the Bengawan Solo River, located in Jebres District, Surakarta City. Therefore, accurate flood management is necessary through disaster risk mitigation efforts. This study aims to identify flood inundation using Sentinel-1 satellite imagery visualization and hydraulic analysis through 1D modeling with HEC-RAS. The method applied is the HSS Snyder method with a two-year return period, calibrated using data from the Pepe Hilir Watershed. The analysis process began with site surveys and channel dimension measurements, along with field observations, including interviews with affected residents. Surveys were conducted at 19 points representing the inundated area. The area of DAS Boro was determined through data processing using QGIS 3.14.16, measuring 1.376 km², with a two-year flood discharge of 109.41 m³/s. The results show that flood visualization using Sentinel-1 achieved an accuracy (Recall) of 100% compared to data from BPBD and DPUPR Surakarta. Meanwhile, the HEC-RAS 1D model simulation reached only a 19.29% Recall rate, indicating that remote sensing approaches are more effective in identifying flood-affected areas.
ESTIMASI DEBIT BANJIR RENCANA PADA DAS PREMULUNG MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS: ESTIMATION OF PLANNED FLOOD DISCHARGE IN THE PREMULUNG WATERSHED USING THE HEC-HMS MODEL Pratama Putri, Avia; Mulyandari, Erni; Kurniawan Dwi Sungkono, Kukuh
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5511

Abstract

Sungai Premulung berasal dari utara Kabupaten Boyolali dan mengalir hingga bertemu dengan Sungai Bengawan Solo. Aliran sungai ini melewati beberapa wilayah administratif, seperti Kabupaten Karanganyar, Kota Surakarta, serta bagian utara Boyolali dan Kabupaten Sukoharjo. Sungai Premulung kerap meluap apabila terjadi hujan dengan intesitas tinggi, dan luapan ini sering terjadi di daerah hilir. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk menanggulangi banjir di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir rencana agar dapat direncanakan infrastruktur pengendali banjir. Debit banjir rencana dianalisis menggunakan Metode HSS Snyder periode ulang 20 tahun menggunakan software HEC-HMS. Penelitian ini diawali dengan wawancara dan survei. Memetakan luasan DAS Premulung dengan QGIS versi 3.10.6, serta perhitungan debit banjir rencana melalui perangkat lunak HEC-HMS. Hasil dari survei dan wawancara menunjukkan bahwa Sungai Premulung memiliki banyak sampah anorganik, luas area DAS Premulung di analisis  dengan QGIS versi  3.10.6 sebesar 99.60 km2 , dan debit banjir rencana periode ulang 20 tahun yang dianalisa menggunakan HEC-HMS diperoleh debit sebesar 119 m3/s.
EVALUASI KAPASITAS DAN PENENTUAN DIMENSI SALURAN IRIGASI TERSIER DI DUSUN KURUKAN DAERAH IRIGASI SIDOREJO KABUPATEN GROBOGAN: CAPACITY EVALUATION AND DETERMINATION OF TERTIARY IRRIGATION CHANNEL DIMENSIONS IN KURUKAN VILLAGE, SIDOREJO IRRIGATION AREA, GROBOGAN REGENCY Bima Saputra, Viki; Mulyandari, Erni; Handoyo, Suryo
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5515

Abstract

Distribusi produksi pertanian ke saluran irigasi memainkan peran utama dalam mendukung irigasi yang efisien. Kemampuan saluran irigasi tersier untuk mengalirkan air secara andal dan efisien ke lahan pertanian berkaitan dengan kapasitas saluran dibandingkan dengan kebutuhan air irigasi tanaman. Dusun Kurukan (daerah penelitian) merupakan lokasi pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi untuk menghasilkan tanaman. Oleh karena itu, evaluasi kapasitas saluran irigasi tersier saat ini harus dilakukan untuk memastikan pengiriman air yang efektif. Studi ini mengevaluasi kapasitas saluran irigasi tersier dan menentukan dimensi penampang yang sesuai untuk saluran tersier berdasarkan kebutuhan air irigasi untuk menanam tanaman. Metode penelitian meliputi pengumpulan data hidrologi dan klimatologi, estimasi jumlah air yang dibutuhkan menggunakan CROPWAT dengan metode Penman yang dimodifikasi, dan melakukan analisis hidraulik aliran saluran terbuka. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa jumlah maksimum aliran air irigasi rata-rata melalui saluran irigasi tersier adalah 0,0540 m³/s. Dengan menggunakan jumlah aliran tersebut, analisis membentuk saluran berbentuk persegi panjang dengan lebar dasar 0,50 m, kedalaman aliran 0,25 m, dan tinggi ruang bebas 0,20 m untuk mengalirkan jumlah aliran desain rata-rata ini dengan aman dan efektif; sehingga meningkatkan distribusi air irigasi/air yang dialirkan untuk mengairi tanaman di area penelitian ini.