Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Comparative Analysis of Building Cost Budget Plans Using SNI and BOW Methods Taufik Safii Abdullah; Suryo Handoyo; Erni Mulyandari
Syntax Idea 1573-1580
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i4.3148

Abstract

Building budget design (RAB) is a way to calculate the costs that will be required from a building and with this cost the building can be realized as planned. In Indonesia, there are methods for planning the unit cost price of project budgets, namely BOW (Burgelijke Openbare Werken) and SNI (Regulation of The Ministry of Public Works and Housing Republic Indonesia Number 1 of 2022 concerning Guidelines for Preparing Estimated Costs of Construction Work in the Field of Public Works and Public Housing) where the SNI method is an adjustment and renewal of the BOW analysis which is an analysis of the legacy of the Dutch Government which contains a labor-intensive and conventional work system. However, the reality in the field is that the BOW method is still widely used for building construction work because the coefficient used is greater than using the SNI method so that it is possible to get a greater profit. This study aims to find out the RAB of the SNI and BOW methods and then find out the difference to be an alternative reference in planning construction costs with the SNI and BOW methods and add insight. In the calculation of the budget plan for concrete work costs for the construction of the UPN Veteran Yogyakarta Integrated Research Laboratory Building using 2 methods, the SNI method was obtained at Rp 9,659,059,280.45 while using the BOW method at Rp 14,474,237,708.85. The difference between the SNI and BOW method budget plans is Rp 4,815,178,428.39.
EVALUASI KINERJA DI COLO BARAT KABUPATEN SUKOHARJO Irwin Bachtiar Satya Nugraha; Erni Mulyandari; Gunarso
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 1 No. 2 (2022): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v1i1.2230

Abstract

Bangunan irigasi mengalami penurunan fungsi akibat bertambahnya umur bangunan, bencana alam, atau pengaruh ulah manusia. Sesuai dengan amanat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi bahwa evaluasi kinerja sistem irigasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kinerja sistem irigasi agar kebutuhan air tanaman dapat tercapai dengan optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi jaringan irigasi di DI Colo Barat, mengetahui persentase kinerja sistem irigasi pada tiap komponennya, dan mengetahui kinerja sistem irigasi DI Colo Barat berdasarkan Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengamatan dan observasi langsung di lapangan dengan melakukan penelusuran jaringan irigasi DI Colo Barat serta dengan melakukan analisis data sekunder. Hasil penilaian kondisi jaringan irigasi DI Colo Barat untuk saluran pembawa menunjukkan sebanyak 50% dalam kondisi baik dan 50% sisanya dalam kondisi rusak ringan, untuk jalan inspeksi DI Colo Barat menunjukkan 100% dalam kondisi baik sekali, untuk bangunan pengatur DI Colo Barat menunjukkan sebanyak 6% dalam kondisi baik sekali, 42% dalam kondisi baik, 14% mengalami rusak ringan, dan 38% sisanya mengalami rusak berat, untuk bangunan pelengkap DI Colo Barat menunjukkan sebanyak 6% dalam kondisi baik sekali, 67% dalam kondisi baik, 16% mengalami rusak ringan, dan 11% sisanya mengalami rusak berat. Hasil penilaian kinerja sistem irigasi DI Colo Barat untuk masing-masing komponen yaitu, komponen prasarana fisik memperoleh nilai 31,05%, komponen produktivitas tanam memperoleh nilai 13,35%, komponen sarana penunjang OP memperoleh nilai 8,18%, komponen organisasi personalia memperoleh nilai 12,11%, komponen dokumentasi memperoleh nilai 3,78%, dan komponen P3A memperoleh nilai 7,25%. Hasil yang diperoleh menunjukkan kinerja sistem irigasi utama DI Colo Barat memperoleh nilai 75,72% dengan kategori kinerja baik. Sehingga kerusakan yang terjadi pada DI Colo Barat masih dalam batas wajar dan tidak berpengaruh pada kinerja sistem irigasi.
PERENCANAAN BENDUNGAN DI DUSUN SENDANG PAKELAN DESA SAMBIREJO KECAMATAN WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN Puji Prasetiawan; Erni Mulyandari; Reki Arbianto
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 1 No. 2 (2022): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v1i1.2234

Abstract

Air merupakan salah satu faktor kebutuhan pangan, terutama untuk meningkatkan produktifitas lumbung pangan khususnya air irigasi untuk persawahan dalam sektor pertanian. Dengan adanya Bendungan di Dusun Sendang Pakelan Desa Sambirejo Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan yang terletak di daerah aliran sungai Sambirejo diharapkan dapat mengurangi kelangkaan air dan dapat meningkatnya indeks pertahanan pangan khususnya padi, palawija, tebu dan bahan pokok tanam lainya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan studi kasus. Adapun data yang digunakan adalah data primer berupa data geologi, hidrologi, hidrolika dan mekanika tanah. Dalam perencanaan bendungan dilakukan analisis data hujan terlebih dahulu sehingga di dapatkan Debit Banjir Periode Ulang 25 tahun sebesar 162,20 m³/dt dan debit andalan diperoleh sebesar 257,33 m³/dt. Tampungan air direncanakan sebesar 205.600 m³ untuk mengairi areal 150 ha, dengan kebutuhan air irigasi sebesar 0,32 m³/dt. Bendungan di rencanakan dengan Bendungan Urugan Zonal dengan Inti Kedap Air yang memiliki ketinggian 16 m dengan panjang 80 m dan tinggi pelimpah 8 m dengan panjang 30 m. Material penyusun terdiri dari lempung (inti), tanah urugan, pasir, batu untuk rip-rap. Pada analisis stabilitas lereng terhadap longsoran dengan menggunakan bantuan Aplikasi Geo-Studio. Dari hasil analisa struktur dan stabilitas bendungan dinyatakan aman terhadap stabilitas lereng, rembesan dan uplift
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN NGRANCAH KULON – MUSUK KABUPATEN BOYOLALI DENGAN METODE AASHTO 1993 Yoga Adhim Nurrohim; Teguh Yuono; Erni Mulyandari
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 1 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i1.2665

Abstract

Perkerasan adalah bagian dari jalur dan bagian struktural jalan bagian melintang dari struktur jalan yang paling sentral. Struktur perkerasan dapat dibagi menjadi beberapa perkerasan seperti perkerasan lentur, perkerasan kaku, dan perkerasan komposit. Penelitian data perencanaan diambil dari ruas jalan Ngrancah Kulon – Musuk Kabupaten Boyolali, diantaranya Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) berisi perhitungan lalu lintas yang melewati jalan Ngrancah Kulon – Musuk. Uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk mengetahui nilai (CBR) California Bearing Ratio dilakukan sebanyak 10 titik jarak uji 200meter dari STA 0+000 – 2+000 pada ruas jalan Ngrancah Kulon - Musuk. Data curah hujan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali. Berdasarkan analisis data yang didapat, diambil kesimpulan bahwa perencanaan struktur jalan Ngrancah Kulon – Musuk menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement), untuk metode perencanaan ini menggunakan metode AASHTO 1993. Setelah dilakukan perhitungan didapat tebal rigid pavement 200 mm dengan lapis pondasi bawah (lean concrete) 70 mm, kebutuhan tulangan memanjang dan melintang Ø10 – 250 mm, dowel Ø25 - 300 mm panjang 450 mm, tie bar D 16 mm - 1200 mm (ulir) panjang 800 mm, gambar perencanaan di aplikasikan menggunakan autocad berdasarkan perhitungan yang didapat. Hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB) didapat biaya dibutuhkan sebesar Rp. 5.650.761.000,00 (Lima milyar enam ratus lima puluh juta tujuh ratus enam puluh satu ribu rupiah).
EVALUASI KINERJA PRASARANA FISIK DAERAH IRIGASI WADUK PONDOK KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR Dani Wahyu Nugroho; Erni Mulyandari; Sumina Sumina
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 2 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i2.3097

Abstract

Pondok Reservoir is one of the small reservoirs in the Bengawan Solo River Basin (DAS) which has an area of 3,450 ha and can hold as much as 29 million m3 of water. Over time, weir operation activities must be in line with weir maintenance activities. In this regard, it is necessary to evaluate the performance of irrigation areas. The method used in this study was observation and direct observation in the field by tracing the irrigation network of the D.I Pondok Reservoir and conducting secondary data analysis. The results of this study indicate that the total number of physical infrastructure assets is 139 consisting of 62 control buildings and 87 auxiliary buildings. The condition of the physical infrastructure of the Pondok D.I Reservoir for the carrier channel is 70.6% in good condition and 29.4% in a slightly damaged state, for regulatory buildings 70% is in good condition, 8.3% is in a slightly damaged condition, and 21.7% is in good condition. severely damaged condition, for supporting buildings 69.6% in good condition, 19% in slightly damaged condition, and 11.4% in severely damaged condition, for drainage and buildings in good condition, and for access/inspection roads 94% in good condition well and the remaining 6% is in slightly damaged condition. Physical infrastructure performance in the Pondok D.I Reservoir was obtained at 68.84% of 100%, meaning that this performance is included in the less criteria and needs attention
Comparative Analysis of Mlipahan Signaling Intersection Performance Using Vissim Ptv Software and Mkji Method 1997 Frenky Pratama Sejati; Sumina Sumina; Erni Mulyandari
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 7 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i7.1306

Abstract

The growth of motor vehicles in Surakarta from year to year always increases while road capacity does not develop. Therefore, there are often traffic jams everywhere. The discipline of every road user also plays an important role in overcoming congestion on the highway. Stages carried out from problem formulation, research objectives, and literature review, Then preliminary surveys, geometric surveys, vehicle volume surveys, and vehicle speed surveysMonday saturation degrees (DS) decreased after changing the cycle time. This means that the traffic volume at the Mlipahan intersection has decreased due to the resetting of traffic lights on Monday Road capacity: north 1,647 smp / hour, south 1,610 smp / hour, west 786 smp / hour, east 1,348 smp / hour. Saturation Degrees: North 1.15, South 1.12, West 1.15, and East 1.13. Queue Length: North 203 m, South 195 m, West 93 m, and East 145 m. obtained a value of 210 sec/smp. Sunday obtained Road capacity: North 1,763 smp / hour, South 1,549 smp / hour, West 818 smp / hour, and East 1,050 smp / hour. Saturation Degree: North 0.54, South 0.51, West 0.95, and East 0.91. Queue Length: North 92 m, South 89 m, West 87 m, and East 104 m. And the delay was obtained at 36 sec/smp. With PTV-VISSIM software, the queue length is obtained: North 97 m, South 129 m, West 198 m, and East 83 m. The delay was obtained at 72 sec/skr. And Service Level Intersection F or poor.
Analysis of Water Balance in Nyaen Irrigation Area Sukoharjo Regency Muhammad Fitra Zidane; Erni Mulyandari; Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i8.1442

Abstract

Nyaen Weir is one of the weirs in Sukoharjo Regency. This weir has an irrigation area called the Nyaen irrigation area. The Nyaen irrigation area experiences water shortages in the third planting period. Therefore, further analysis is needed to overcome the water shortage appropriately. This study aims to determine the water balance in the Nyaen Irrigation Area. The method used is direct observation along with a quantitative descriptive method. The analysis stage begins with a site survey to discover the problems in the irrigation network and then collect secondary data at the research location. The water balance analysis step is to compare the availability of water with irrigation water needs. According to the water balance analysis in the Nyaen Irrigation Area, it is not balanced because the right intake is 25% sufficient, and the left intake is 75% acceptable.
EVALUASI BANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono; Reki Arbianto; Teguh Yuono; Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Paska Wijayanti; RA Dinasty Purnomoasri; Tri Hartanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i1.3066

Abstract

Evaluasi struktur bangunan dibutuhkan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan struktur bangunan dan atau kualitas material. Kekuatan dan kemampuan struktur dalam menahan beban rencana menjadi unsur utama sebuah bangunan. Pada bangunan yang sudah ada, untuk mengetahui mutu kuat tekan beton dilakukan dengan metode uji tidak merusak (non-destructive test, NDT) dan uji merusak (destructive test, DT). Daya dukung tanah dapat diperoleh dari pengujian lapangan yaitu Cone Penetration Test (CPT) atau sondir. Metode evaulasi bangunan dilakukan pada material beton dan daya dukung tanah. Evaulasi material beton dilakukan dengan hammer test dan core drill pada elemen balok kolom bangunan. Sedangkan pengujian tanah menggunakan metode CPT atau sondir sebanyak 2 titik. Hasil pengujian core drill menunjukkan kuat tekan balok sebesar 6,33 MPa dan kolom sebesar 2,48 MPa. Berdasarkan penyelidikan tanah, tanah keras berada pada kedalaman 5-meter. Berdasarkan data pengujian core drill dan sondir, perlu dilakukan analisis kinerja bangunan terhadap resiko gempa. Untuk memastikan bangunan aman terhadap resiko terjadinya kegagalan pada saat terjadi gempa.
PERENCANAAN BANGUNAN MASJID SMK NEGERI 1 WONOGIRI Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono; Reki Arbianto; Teguh Yuono; Suryo Handoyo; Erni Mulyandari; Paska Wijayanti; RA Dinasty Purnomoasri; Tri Hartanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3671

Abstract

SMKN 1 Wonogiri yang terletak di Kabupaten Wonogiri, memiliki rencana untuk pembangunan rumah ibadah 2 lantai dengan memodifikasi bangunan existing. Perencanaan bangunan bertingkat harus dilakukan dengan baik untuk memastikan kekuatan dan kenyamanan pengguna. Analisis struktur sangat penting untuk memastikan bagaimana alur, distribusi dan dampak beban terhadap struktur yang ditinjau. Analisis struktur adalah proses menghitung dan menentukan efek akibat beban yang bekerja pada struktur (bangunan, jembatan, dermaga atau objek lainnya) yang menimbulkan reaksi berupa gaya dalam pada struktur. Perencanaan struktur dilakukan sesuai dengan peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana yang telah diatur. Keterbatasan lahan dan kebutuhan ruang SMKN 1 Wonogiri dalam pembangunan memerlukan keterlibatan tenaga ahli dalam perencanaan dan pembangunan. Perencanaan bangunan dengan melakukan analisis bangunan bertingkat menjadi sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bangunan. Berdasarkan permasalahan diatas, maka diusulkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Perencanaan Bangunan Masjid SMKN 1 Wonogiri”. Rencana kegiatan ini akan bekerja sama dengan sekolah SMKN 1 Wonogiri dan Alumni SMKN 1 Wonogiri sebagai lokasi yang akan dilakukan pekerjaan perencanaan. Berdasarkan hasil pengujian daya dukung tanah yang dilakukan, tanah keras diperoleh pada kedalaman 5 meter. Sehingga pondasi yang digunakan adalah pondasi strauss pile dia. 300mm dengan kedalaman 6 meter. Masjid SMKN 1 Wonogiri dengan kondisi exsisting yang masih difungsikan dalam proses pembangunan nantinya, maka struktur baja menjadi pilihan sebagai material struktural.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI TRANI Susanto, Rio; Mulyandari, Erni; Purnomoasri, RA Dinasty
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 3 No 1 (2024): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v3i1.3545

Abstract

Daerah Irigasi Trani merupakan salah satu bendung yang berada di Provinsi Jawa Tengah tepatnya berada di Kabupaten Sukoharjo dan kabupaten Karanganyar, seiring pertumbuhan penduduk terjadi perubahan tata guna lahan menjadi daerah permukiman. Sehingga diperlukan analisis kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Trani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah aset prasarana / bangunan fisik di jaringan irigasi, untuk mengetahui luas areal Daerah Irigasi Trani, untuk mengetahui besarnya jumlah kebutuhan air irigasi maksimum dan kebutuhan air irigasi minimum pada Daerah Irigasi Trani dengan perhitungan manual (metode KP-01). Dari hasil penelitian didapatkan hasil antara lain Bendung Trani memiliki total 237 aset bangunan prasarana fisik, Sebagian besar prasarana fisik tersebut dalam kondisi baik dan masih dapat berfungsi dengan baik. Luas Areal Daerah Irigasi Trani didapatkan hasil seluas 1486,7 Ha menggunakan bantuan google earth. Kebutuhan air irigasi maksimum tanaman padi diperoleh sebesar 5,99 m3/detik pada periode pertama dan pada periode kedua bulan Desember, Kebutuhan minimum air tanaman padi diperoleh sebesar 2,16 m3/detik yaitu pada periode pertama bulan Februari. Sedangkan untuk perhitungan Kebutuhan air irigasi maksimum tanaman palawija terjadi pada periode kedua bulan Juli yaitu sebesar 4,32 m3/detik dan kebutuhan air irigasi minimum tanaman palawija terjadi pada periode kedua bulan Oktober yaitu sebesar 0,82 m3/detik